KPUD Inhil Talangi Dana Pembentukan PPK dan PPS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) talangi pendanaan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Hal ini dilakukan dikarenakan dana keperluan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Inhil diperkirakan baru bisa dicairkan pekan medatang.

“Prosesnya sudah memasuki tes wawancara. Tahapan tidak mungkin kita tunda lagi. Kebutuhan dana pembentukan PPK dan PPS tidak terlalu besar sehingga masih memungkinkan bagi kita untuk talangi terlebih dahulu,” ungkap Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi. Ahad (10/2) kemaren.

Jika PPK dan PPS sudah terbentuk, lanjut Joni, baru memasuki tahapan pemuktahiran data. Dengan demikian dia berharap dalam waktu dekat dana tersebut bisa dicairakan dan dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan tahapan Pilkada.” Kita sudah terima Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) sejumlah 530.496 pemilih.” Pungkas Joni.(dro/*1)




Maret, Perbaikan jalan Pendidikan Sudah di Mulai

Tembilahan (www.detikriau.org) – Diperkirakan maret 2013 mendatang, pelaksanaan perbaikan secara menyeluruh kerusakan badan jalan Pendidikan sudah mulai dikerjakan.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir, H Tengku Edy diruang kerjanya, senin (11/2). Dikatakannya, kepastian itu setelah dilakukan pemanggilan terhadap kedua rekanan kontraktor pelaksana pengerjaan proyek Islamic Centre dan Gedung kampus UNISI.

“Sehubungan dengan akan segera berakhirnya masa kontrak pengerjaan kedua proyek multiyears tersebut, hari ini kita sudah panggil mereka. pemanggilan ini juga terkait komitmen mereka untuk melakukan perbaikan kerusakan badan jalan diakibatkan aktivitas pengangkutan material proyek. Insyaallah maret mendatang perbaikan  sudah mulai dilaksanakan.” Ungkap Tengku Edy.

Terkait dengan hal itu, ditambahkannya, diusahakan paling lambat tanggal 25 Februari mendatang, kedua kontraktor proyek sudah menandatangani MoU dengan Pemkab Inhil. Saat ini sedang dilakukan penghitungan besaran biaya yang dibutuhkan.(dro/*0)




Potensi Perikanan Inhil Harus Dimaksimalkan

Bupati Inhil,DR  H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil,DR H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)-  Potensi perikanan  Indragiri Hilir sangat tinggi. Hanya saja pengelolaannya masih harus dimaksimalkan supaya tingkat kesejahteraan warga makin membaik.
Erat kaitannya dengan hal tersebut, selain berusaha menggandeng investor. Pemkab Bumi Sri Gemilang juga turut memberikan perhatian dengan meluncurkan beragam program.
Bupati Inhil, DR H Indra Muchlis Adnan menyebut upaya meningkatkan kesejahteraan kalangan nelayan tidak akan pernah berhenti. Apatah lagi, cukup banyak warga daerah ini berprofesi sebagai nelayan.
Pada pihak lain, Pemkab Inhil pun berusaha meningkatkan kualitas  sumber daya manusia warga dengan cara mendirikan SMK Perikanan. Harapannya, generasi muda yang menamatkan pendidikan pada lembaga itu bisa mengaplilkasikan ilmunya di bidang perikanan.
“Usaha mengentaskan kemiskinan kita lakukan pada semua lini. Berbagai program yang kita laksanakan seluruhnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Bupati.
Di Inhil beberapa kecamatan yang berada di pesisir dan mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan. Yakni, Concong, Tanah Merah, Mandah, Kuindra, Sungai Batang. Pada kecamatan di atas, cukup banyak warga yang menggantungkan hidup dari bidang perairan.
Usaha menggandeng investor terus pula dilakukan oleh Pemkab Bumi Sri Gemilang. Hanya saja, usaha itu dilakukan secara selektif. Pasalnya diharapkan keberadaan investor nantinya harus menguntungkan masyarakat tidak sebaliknya.
“Potensi perikanan kita sangat luar biasa. Namun demikian, tentu saja ini harus kita optimalkan agar bisa memberikan kesejahteraan bagi warga”cetus Bupati
Bukan hanya perikanan di perairan. Potensi perikanan darat Inhil pun juga tinggi. Sayangnya hal itu belum termanfaatkan dengan baik. Hal inilah yang terus menjadi perhatian Bupati. Supaya warga bisa mengambil keuntungan dari seluruh potensi yang dimiliki daerah ini.(dro/advetorial pemkab inhil)




Mahasiswa UNISI di Temukan Membusuk di Pekarangan Rumah

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (11/2), sekira pukul 11.00 Wib, Darliansyah (23) mahasiswa Semester IV Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan tubuh hampir membusuk di sekitar halaman rumahnya, jalan Pekan arba, Lorong Mutiara, Tembilahan. Diperkirakan korban sudah meninggal tiga atau empat hari yang lalu.

Pertama kali korban ditemukan oleh dua orang teman kuliahnya yang bernama Hengki dan Diman. Kuat dugaan, korban meninggal akibat tersetrum arus listrik. Sebab saat ditemukan, di TKP terdapat seutas kabel telanjang yang masih dialiri listrik, sebilah parang dan sebuah pengait yang terbuat dari besi.

Korban yang baru pulang dari liburan semester itu tinggal dirumahnya sendirian. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi tertelungkup dan terdapat luka bakar dibagian leher sebelah kiri, hingga kebagian bahu dan telapak kaki kanan.

Menurut pengakuian paman korban, Yanik, peristiwa itu diketahuinya dari Hengki, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Yanik dan keluarga sedang berada di rumahnya jalan Batang Tuaka Gang Hikmah. Setelah mendapati kabar itu mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian itu.

“Saya juga tidak tahu. Setahu saya, Almarhum masih liburan di rumah orang tuanya di Desa Simbar, Kecamatan Kateman. Cukup terkejut saya mendengar kabar ini,”kata Yanik, dengan mata berkaca saat ditemukan di lokasi kejadian.
Sementara itu Hengki, teman kuliah korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, mengaku sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan korban. Apalagi saat ini masih dalam keadaan libur semester ganjil. Kedatangan Hengki, ke rumah korban pagi itu dilatar belakangi kecurigaan karena handpone (HP) korban sudah hampir tiga hari tidak aktif.
“Kebetulan adik korban mengirimi pesan singkat menayakan kabar abangnya. Dalam pesan itu dia minta tolong kepada kami untuk menjenguk abangnya. Setelah kami lihat ke rumahnya, korban tidak ada. Dan ketika kami cari disekitar rumah itu, korban didapati sudah meninggal dalam kondisi tertelungkup,” ceritanya.
Melihat peristiwa itu Henki dan Diman langsung  memberitahukan kepada keluarga korban dan tetangga sekitar. Begitu menerima informasi tentang kejadian tersebut, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan,SIK,M.Si melalui Ka SPK, Ipda Bustamir, saat berada dilokasi mengaku belum bisa memberikan kesimpulan terhadap penemuan mayat tersebut. Pasalnya saat ini petugas masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Korban kita bawa dulu ke kamar mayat RSUP PH karena akan dilakukan visum. Kalau memang keluarga korban bersedia bisa saja dilakukan otopsi,”jelasnya.(dro/*1)




Pemekaran Insel, Anggota DPR RI Dapil Riau Dua diminta Pro Aktif

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Anggota DPR RI asal Riau 2 diminta pro aktif memperjuangkan rencana pemekaran Indragiri Selatan (Insel). Jika hanya duduk diam, 200 ribuan pemilih asal Insel wajib untuk tidak lagi memberikan dukungan.

“Apa yang menjadi keinginan masyarakat Insel sudah berjalan sejak 12 tahun lalu dan ini seharusnya ini menjadi perhatian serius. Ini suara rakyat Insel dan bukankah apa yang menjadi keinginan masyarakat Insel ini wajib untuk diperjuangkan para wakil mereka yang kini duduk di kursi DPR RI?,” Ujar Ketua Komisi satu DPRD Inhil, M Arfah ketika ditemui Vokal diruang kerjanya akhir pekan kemaren.

Dijelaskan Arfah, rencana pemekaran Insel saat ini sudah mengalami kemajuan yang cukup positif. Ditingkat provinsi, hanya menunggu di paripurnakan DPRD Provinsi yang direncakan paling lambat pada maret 2013 mendatang. Setelahnya, usulan pemekaran Insel akan dikirim ke DP Otda Depdagri. Jika mendapatkan dukungan dari wakil kita di DPR RI, tentunya rencana itu semakin mudah untuk direalisasikan.

Ketika dipertanyakan Vokal terkait pernyataan tokoh masyarakat kemuning yang meminta wacana pemekaran Insel tidak hanya sekedar dijadikan guyonan politik juga dibenarkan oleh M Arfah. “ menilik dari pengalaman pemilukada sebelumnya, apa yang diduga masyarakat Insel ini ada benarnya. semoga kali ini benar.”Harap Arfah.(dro/*0)




Perangi Penyebaran HIV/AIDS, BDPN Perlukan Dukungan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir masuk dalam datar daerah rawan penyebaran dan penularan penyakit HIV – AIDS. Hal ini Berdasarkan Surat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Propinsi Riau No. 028/AK.4.01/I/2013 Perihal tindak lanjut pemilihan SSR Program Pencegahan &  Penanggulangan HIV – AIDS untuk Wilayah Riau, dimana Kab Inhil merupakan target Penjangkauan Informasi dan Layanan Informasi Akses Layanan Kesehatan terbesar kedua setelah kota pekanbaru.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua  Advocacy, Awareness & Community Development, Bangun Desa Payung Negri (BDPN) Kab Inhil, Zainal Arifin Hussein dalam siaran persnya, Ahad (10/2). Menurut Zainal, untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam memerangi bahaya penyebaran HIV/AIDS, BDPN tidak akan mampu bekerja sendiri karenanya diperlukan adanya kerjasama dengan beberapa stackholder terkait dan peran aktif masyarakat.

“ Inhil dengan total client sebesar 31.961 Orang menjadi target kedua setelah kota Pekanbaru. Dengan kerja yang tidak ringan ini, demi suksesnya memerangi penyebaran HIV/AIDS, tentunya BDPN membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait.” Kata Zainal.

Bantuan itu diantaranya, khusus kepada mitra kerja BDPN yaitu Komisi Penanggulangan Aids (KPA), Dinas Kesehatan (klinik VCT) untuk dapat meningkatkan Koordinasi dan kerjasama baik dalam hal pelayanan informasi ke pihak luar maupun pada saat di lapangan. Kemudian kepada seluruh Instansi anggota Komisi Penanggulanga Aids (KPA) Kab. Indragiri Hilir kami harapkan dapat meningkatkan program dan mengalokasikan dana sebagai wujud dan langkah nyata partisipasi pada program pencegahan dan penanggulangan HIV – Aids di Kabupaten Indragiri Hilir.
Untuk DPRD Inhil Khususnya Komisi Empat diminta untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan mendorong SKPD dan Lembaga – lembaga yang tergabung dan terlibat langsung pada program ini untuk dapat mengalokasikan dananya dan mendukung pendanaan bagi lembaga – lembaga non pemerintah (LSM) termasuk Perusahaan BUMN,BUMD dan Perusahaan Swasta yang beroperasi di Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir juga diharapkan untuk dapat mendukung dan bekerjasama memberikan kontribusi yang jelas dan nyata.
“ Selama 4 tahun sejak 2009 (LSM – BDPN) hingga sekarang BDPN belum pernah mendapatkan dukungan Hibah maupun Program untuk Program pencegahan dan penanggulangan HIV – Aids yang bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir, kedepannya oleh karena  Global Fund (GF) hanya mendukung program hingga 2015, kami berharap Pemerintah Daerah Kab. Indragiri Hilir mampu melanjutkan dan mendukung program ini secara maksimal demi keselamatan masyarakat Indragiri hilir dari ancaman penyakit berbahaya HIV – AIDS.” Harap Zainal mengakhiri. (dro/*0)