Dewan Sarankan Pengerjaan Proyek Highway Tempuling Mandah Pertimbangkan Azas Kepatutan dan Manfaat

Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Feriyandi
Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Feriyandi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelaksanaan pekerjaan paket satu (Bandara Tempuling menuju Desa Belantaraya. Red) proyek multiyears Highway Bandara Tempuling Mandah diminta diprioritaskan dengan mempertimbangkan azas kepatutan dan manfaat.  Dengan harapan, ditahun terakhir penganggaran ini setidaknya hasilnya sudah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menurut Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Ir Feriyandi ketika menyampaikan harapannya kepada detikriau.org, Senin (18/2) menyarankan penganggaran jalan paket satu ini lebih diprioritaskan pada ruas jalan Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka menuju Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

“jika ini bisa direalisasikan, tentunya memberikan azas kepatutan dan manfaat yang lebih besar. Kepatutannya, ruas jalan ini setiap harinya menjadi salah satu jalur tranportasi yang cukup padat dan secara manfaat tentunya akan semakin mempermudah akses tranportasi orang dan barang sehingga akan memberikan manfaat peningkatan taraf ekonomi masyarakat secara cepat.” Ujar Feri berpendapat.

Pertimbangan lainnya untuk memprioritaskan jalur ini juga didasarkan bahwa beberapa tahun sebelumnya melalui dana Provinsi Riau juga sudah dilaksanakan paket pengerjaan tanggul pada ruas sisi kiri dan kanan jalan sehingga pengerjaan perlu diselaraskan dengan penimbunan tanah dasar. Jika pekerjaan ini terlambat untuk dilaksanakan tentu akan berakibat kondisi jalan akan menjadi semakin rusak akibat tergenang air dikarenakan pengerjaan penanggulan jalan yang ada. “Jika pekerjaan penimbunan bisa terlaksana, akhir tahun 2013, walaupun baru sebatas pengerjaan penimbunan setidaknya sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Siapapun Bupati kedepan, saya berharap agar proyek ini dapat terus dilanjutkan agar tidak ada lagi desa yang terisolasi dan pertumbuahan ekonomi meningkat.” Harap Feriyandi.

Disamping persoalan itu, ia juga berharap pengerjaan jembatan rangka baja di Kecamatan Mandah, Jembatan Belantaraya dan Jembatan Desa Sungai Simpun untuk disegerakan. Dikhawatirkan jika terlambat material proyek akan rusak dan mungkin saja hilang. Dinas terkait juga diharapkan untuk melakukan kajian ulang terhadap design jembatan-jembatan bentang pendek.  Salah satunya dengan mempertimbangkan penggunaan gerder komposit dengan harapan terjadinya efisiensi penggunaan anggaran. Dengan keterbatasan anggaran, metode jembatan kompensional dinilai Feriyandi akan lebih ekonomis.

“Untuk mempercepat proses penyelesaian pekerjaan paket multiyears dengan pertimbangan kemampuan pendanaan dari APBD Kabupaten yang sangat terbatas, saya harapkan Pemkab Inhil untuk lebih proaktif mengupayakan pendanaan dari sumber lain seperti pendanaan melalui APBD Provinsi maupun dana APBN.” Pintanya

Diakhir pembicaraan, Feriyandi juga menilai walaupun dalam beberapa tahun belakangan Pemkab Inhil giat melaksanakan program Desa Mandiri (DM) namun dinilai masih belum mampu sepenuhnya menyelesaikan berbagai persolan dasar yang ada di pedesaan seperti Infrastruktur jalan, sarana kesehatan, pendidikan pengurangan tingkat pengangguran dan lain sebagainya. 70 persen masyarakat Inhil masih bermukim di Pedesaan sehingga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan, keseriusan pemerintah dalam bentuk pemerataan kebijakan anggaran masih sangat diperlukan. Kemampuan Pemkab Inhil dengan melakukan pengupayaan pendanaan dari sumber lain untuk pendanaan paket multiyears tentunya akan dapat memberikan porsi penganggaran yang lebih proporsional bagi pembangunan di pedesaan. (dro/*0)




Jalan Lintas Harus Jauh Dari Sungai

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir hanya merancang pembangunan jalan lintas yang jauh dari sungai dan pantai. Itu dilakukan sebagai upaya menghindari agar badan jalan tidak  longsor maupun amblas. Hal itupun sebagai respon atas longsornya beberapa ruas jalan yang letaknya sangat dekat dengan sungai.

Kondisi geografis Inhil yang berawa membuat tanahnya  sangat labil. Apabila pada satu titik terlalu mendapatkan beban, dan letaknya berdekatan dengan sungai biasanya bakal longsor.

“Pembangunan badan jalan baru harus jauh dari sungai atau perairan. Supaya tidak longsor dan amblas” tegas Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Untuk ruas jalan yang saat ini berada dekat dengan sungai, merupakan rancangan lama. Saat arus kendaraan masih sedikit sehingga beban jalan tidak berat. Namun seiring dengan terbukanya isolasi daerah. Beban jalan jauh meningkat dan jalan yang berada dekat dengan bibir sungai sangat rentan longsor.

Beberapa ruas jalan yang berada dipinggiran sungai sekarang sudah terancam amblas, seperti di Parit Tujuh Tembilahan dan di Desa Teluk Jira.

Menyikapi kondisi itu pula, Pemkab Inhil membangun jalan lintas Bandara Tempuling-Mandah tidak berada di pinggir sungai seperti kebiasaan sebelumnya. Tapi jauh ke atas daratan sehingga dinilai tidak akan mengalami fenomena longsor.
“Kita ingin, jalan yang dibangun dapat bertahan lama dalam memudahkan warga mengangkut hasil bumi maupun mobilisasi barang serta jasa lainnya”ujar Bupati.

Bupati pun mengimbau warga tidak terlalu membangun infrastruktur yang berat di daerah pinggiran sungai. Hal itu untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi longsor atau peristiwa buruk lainnya. Jika ingin membangun gedung bertingkat tinggi dan berat disarankan berada jauh dari bibir sungai atau perairan.(dro/humas pemkab inhil)




Dandim 0314 Inhil Irup 17 Hari Bulan

Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan
Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin 18 Februari 2013, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan menjadi Pembina Upacara 17 Hari Bulan, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kab. Inhil di Tembilahan. Upacara ini diikuti oleh segenap Pegawai Negeri Sipil,TNI dan POLRI di Lingkungan Pemkab. Inhil.

Dalam amanatnya, Dandim 0314 Kab. Inhil mengajak segenap peserta upacara untuk meningkatkan kedisiplinan, demi terciptanya pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, Dandim juga menghimbau untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama. “Jadilah Polisi bagi diri sendiri, jangan berperilaku yang dapat memancing tindak kejahatan, dan jangan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berbuat kriminal pada diri kita dan lingkungan”, Pesan Dandim.(dro/**)




Warga Berhak Dapatkan Pelayanan Kesehatan

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu laluTEMBILAHAN(www.detikriau.org)–  Seluruh warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Erat kaitannya dengan hal tersebut, Bupati Indragiri Hilir menegaskan kepada semua tenaga medis supaya memberikan pelayanan yang baik.

Dr H Indra Muchlis Adnan meminta agar pelayanan yang diberikan maksimal. Utamanya untuk warga pedesaan yang jauh dari pusat keramaian. Tenaga kesehatan setempat selayaknya memenuhi harapan warga.

Pustu dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan diminta selalu siap sedia memberikan pelayanan yang dibutuhkan warga. Keluhan yang disampaikan warga, menurut Bupati harus disikapi secara baik. “Kita ingin seluruh warga kita mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Karena itu sudah menjadi hak masyarakat” tegas Bupati.

Jika pada awal masa kepemimpinannya, masih terjadi kasus KLB malaria. Saat ini, dengan makin majunya ilmu pengetahuan. Indra Muchlis Adnan berharap tidak lagi terjadi hal demikian. Sehubungan dengan hal itu, orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut meminta semua tenaga kesehatan giat melakukan sosialisasi perlunya pengobatan medis.

Manakala ada warga yang masih mengutamakan pengobatan medis dalam mengobati penyakitnya. Disarankan kepada tenaga kesehatan terdekat melakukan pendekatan supaya warga sadar perlunya pengobatan medis. “Sudah menjadi kewajiban kita semua, supaya seluruh warga Inhil dapat sehat dan menikmati hidup yang berkualitas”ujar Bupati.

Indra Muchlis Adnan juga meminta warga selekasnya mengonsumsi obat anti filariasis yang telah disebarkan tenaga medis. Obat dimaksud ditegaskan harus dimakan satu kali dalam setahun, selama lima tahun berturut-turut. Tujuannya supaya kelak warga Inhil tidak ada lagi yang mengidap penyakit kaki gajah.(dro/**)




Panwaslu Inhil Buka Pendaftaran Panwascam

panwasluTEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Mulai hari ini hingga pekan depan Ahad (24/2) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka pendaftaran calon anggota Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam). Pendaftaran dimulai pada tanggal 18-24 Februari.

Ketua Panwaslu Inhil, Nelly Wenny Susanty, SH. MH, menyebutkan melalui surat pengumuman bersama tentang pendaftaran Panwascam se Riau, mengharapkan partisipasi pemuda dan pemudi untuk menjadi anggota Panwascam, dengan catatan harus memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

“Pembentukan anggota Panwascam telah diatur dalam Undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Makanya mulai hari ini (senin, red) kita membuka pendaftaran menjadi anggota Panawascam,”ungkap Nelly Ahad (17/2).

Mengenai teknis perekrutan tetap mengacu kepada peraturan yang sudah ditetapkan Bawaslu Riau. Intinya para calon anggota Panwascam akan mengikuti sejumlah proses seleksi, seperti  administrasi, tes tertulis dan wawancara. Bisanya mereka yang memiliki peluang adalah orang-orang yang benar-benar memiliki integritas tinggi, independen, kredibel dan siap menyukseskan penyelenggaraan Pemilu dalam bidang kepengawasan.

Beberapa syarat lainnya disebutkan Nelly, yang bersangkutan tidak terlibat didalam kepengurusan partai politik, tidak tersangkut kasus hukum, berusia minimal 25 tahun, berpendidikan serendah-rendahnya tamatan SLTA, serta syarat-syarat administrasi lainnya.(dro/**)




Tentukan Balon Bupati dan Wakil Bupati, Annas Janji Tak Akan Intervensi Golkar Inhil

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Ketua DPD I Partia Golkar Riau, H Annas Maamun, berjanji tidak akan melakukan intervensi terhadap usulan DPD II Partai Golkra Inhil, dalam menentukan bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati Inhil dari partai tersebut.

Hal ini ditegaskanya usai membuka Orientasi Fungsionaris Partai Golkar, di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Tembilahan, Ahad (17/2). Menurut Bupati dua priode Kabupaten Rohil ini, pihaknya akan memberikan kebebasan sepenuh-penuhnya kepada DPPD II Golkar Inhil.

Meskipun demikian, kalau dalam penentuan tersebut terdapat kesalahan DPD I Golkar Riau berkewajiban memberi teguran dan nasehat. “Tentu orang Golkar Inhil yang menyusun. Karena mereka lebih mengetahui kondisi daerah sendiri. Kita tetap memberikan kepercayaan penuh,”jelasnya.

Ketika ditanya mengenai waktu pengumuman balon Bupati dan Wakil Bupati yang bakal mereka usung, Annas menjawab, sudah pasti tidak akan lama lagi. Karena saat ini tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah dimulai. Bahkan hari pemungutan suara saja sudah diketahui, yaitu 4 September mendatang.“Kita tunggu saja dalam waktu dekat ini,”paparnya.(dro/**)