DPM Unisi Agendakan Seminar Sehari

unisiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM) Universitas Islam Indragiri akan melaksanakan seminar sehari, terkait dengan revitalisasi 4 filar  kehidupan berbangsa dan bernegara. Rencannya pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 4 Maret mendatang di Gedung Engku Kelanan Tembilahan.

“Sejauh ini persiapan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Kita tentunya berkeinginan acara tersebut berjalan sukses sehingga output yang ingin kita hasilkan dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suwandri Ketua DPM Unisi, Selasa, (26/2).

Ia menjelaskan, 4 filar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut adalah Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang semestinya menjadi harga mati dalam kita menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Sementara itu, yang akan jadi pemateri pada seminar tersebut adalah Dandim 0314 Inhil, Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan. ” kita juga sudah mengundang Ir H Lukman Edi Anggota DPR-RI, tapi sejauh ini belum ada konfirmasi yang bersangkutan apakah bisa hadir sebagai salah seorang pemateri pada kegiatan kita,” jelasnya.(dro/*2)




FPI Inhil Kirim Surat Penolakan Billiar dan Kafe Kepada Pemkab Inhil

fpiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Selasa (26/2) mengirimkan kepada Pemkab Inhil berisikan penolakan dan meminta aktifitas tempat permainan billiar dan kafe yang dikeluhkan warga Jalan Pelajar Tembilahan Hulu dihentikan.

Surat tersebut merupakan tindaklanjut dari aspirasi dan pengaduan masyarakat RT 002, RW 003/ RW 008 Jalan Pelajar, Kelurahan Tembilahan Hulu yang menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiard  dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

“Ya, kami telah mengirimkan surat himbauan menolak dan meminta pihak Pemkab Inhil merespons tuntutan masyarakat tersebut. Karena kegiatan tersebut telah meresahkan masyarakat sekitarnya,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustadz HM Ali Azhar didampingi Ketua Dewan Tanfidz, Asmadi Dubli kepada wartawan, Selasa (26/2).

FPI memberikan tenggat waktu satu minggu untuk melakukan langkah terbaik kepada Pemkab Inhil mengenai tuntutan yang disampaikan masyarakat tersebut. Jangan sampai lambannya tindakan penertiban dilakukan akan menimbulkan ekses tidak baik nantinya.

Untuk diketahui, masyarakat RT 002, RT 003/ RW 008 Jalan Pelajar, Kelurahan Tembilahan Hulu, Senin (25/2) lalu menyampaikan surat kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil berisi penolakan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungannya.

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang
diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar,Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.(dro/rls)




Perbaiki Akses Jalan, Warga Desa Sungai Empat lakukan Goro

IMG0093ATEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi ruas jalan penghubung Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka kini semakin memprihatinkan. Agar bisa sekedar untuk dilalui, warga terpaksa melakukan gotong royong. Mereka berharap, kondisi seperti ini bisa disikapi dengan segera oleh Pemerintah Kabupaten.

Berdasarkan keterangan tokoh pemuda masyarakat Desa Sungai Empat, Herman, kerusakan jalan penghubung Desa itu sudah terjadi cukup lama. Kondisi ini semakin parah disebabkan tingginya pasang dan curah hujan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Disepanjang ruas jalan penghubung Desa ini hampir bisa dikatakan tidak ada lagi yang bagus. Disana-sini dipenuhi kubangan berlumpur. Untuk melintasinya, warga terpaksa harus ekstra hati-hati. Makanya warga setempat berinisiatif melakukan perbaikan dengan cara bergotong royong.

Ditambahkannya, kegiatan goro dilakukan warga secara swadaya Ahad (24/2) kemaren juga mendapatkan partisipasi dari para tenaga pengajar di Desanya. Kerusakan ruas jalan ini tentunya juga akan mengganggu kelancaran tenaga pendidik untuk menjalankan aktifitas kesehariannya.

“Apapun kondisi ruas jalan ini, masyarakat terpaksa harus melaluinya. Kita tentunya berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian pemerintah Kabupaten. Jika hanya kami lakukan secara swadaya, tentunya kita tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan biayanya,” Pinta Herman.

Apa yang disampaikan Herman juga dibenarkan oleh Kepala Sekolah sebuah Sekolah Menengah di Desa Sungai Empat, Sauri. Ia juga berharap agar jalan ini segera bisa dilakukan perbaikan agar aktifitas masyarakat bisa kembali lancar.” Mudah-mudahan harapan kami ini mendapatkan perhatian. Karena jalur lintas desa ini keberadaannya begitu penting bagi masyarakat setempat,” Harap Sauri.(dro/**)




Dana Milyaran. Baru Selesai di Bangun, Venue Futsal Sudah Mulai Retak

Bagian sisi selatan Venue yang terlihat sudah miring kearah dalam. dikhawatirkan jika terlambat diantisipasi, jika ambruk akan menimbulkan korban jiwa
Bagian sisi selatan Venue yang terlihat sudah miring kearah dalam. dikhawatirkan jika terlambat diantisipasi, jika ambruk akan menimbulkan korban jiwa

Tembilahan (www.detikriau.org) – Belum genap berusia dua bulan sejak berakhirnya masa pengerjaan, kondisi Venue Futsal PON Ke XVIII Riau di Tembilahan terlihat sudah mulai rusak. Bagian dinding sisi selatan gedung terlihat retak dan miring. Jika tidak segera diantisipasi, dikhawatirkan bangunan yang menelan dana milyaran rupiah ini akan ambruk dan akan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan detikriau.org dilokasi Venue, senin (25/2), terlihat seorang pekerja sedang sibuk menambal kembali bagian sisi gedung yang terlihat retak mempergunakan adukan semen. Retakan dengan lebar lebih kurang 10 cm dan panjang tidak kurang dari 9 meter tersebut terlihat sangat jelas dari sisi luar bangunan. Beberapa bagian sisi dinding lainnya juga sudah terlihat retakan kecil.  Bahkan sisi bagian dinding tersebut juga terlihat sudah tmiring.

Terlihat seorang pekerja sedang melakukan perbaikan
Terlihat seorang pekerja sedang melakukan perbaikan

Berdasarkan penjelasan warga yang sempat dimintai keterangan saat melakukan pantauan, kerusakan serupa sebelumnya juga sudah pernah terjadi tetapi kembali diperbaiki.”Kemaren bagian dinding itu juga sempat ambrol dan diperbaiki kembali oleh pekerja,” Ujarnya.

Aktifis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri yang ikut saat melakukan pantauan ini menyayayangkan bangunan yang dikerjakan dengan mempergunakan dana milyaran ini hasilnya sangat tidak memuaskan. Ia menduga, akibat digesa waktu pelaksanaan PON XVIII beberapa waktu lalu, pengerjaan dilaksanakan secara serampangan.

“yang jelas kondisi seperti ini sangat kita sayangkan. Kita tentunya berharap Venue Futsal yang sangat mewah ini dapat menjadi asset bagi pengembangan dunia olahraga khususnya Inhil. Namun dengan kondisi seperti ini, kita khawatir usianya tidak akan lama bahkan jika terlambat diantisipasi, bisa saja jika sisi dinding bangunan ini ambruk akan menimbulkan korban jiwa. Saya menduga, akibat diburu waktu, pengerjaan dikerjakan asal jadi,” Kata Tengku Suhandri.

Pemkab Inhil dalam rangka memanfaatkan Venue Futsal, tahun 2013 ini juga akan melaksanakan pertandingan futsal antar kecamatan se Kabupaten Indragiri Hilir. Jika kerusakan ini tidak segera diantisipasi, laga futsal se Kab Inhil nantinya dikhawatirkan akan berbuah bencana.

Sayangnya hingga berita ini dilangsir, detikriau.org belum berhasil melakukan komfirmasi dengan pelaksana pekerjaan (PT.WIKA. red). (dro/*0)




Azis Siap Maju Pilkada Inhil dari jalur Independent

 

Bakal Calon Bupati Inhil periode 2013-2018 dari jalur independent, HM Abdul AzizTembilahan (www.detikriau) – Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil periode 2013-2018, H.M Aziz yang kini tengah mempersiapkan diri maju melalui jalur independent mengaku segala persiapan sudah tidak lagi ada masalah termasuk persyaratan dukungan KTP.

Pernyataan ini disampaikannya ketika sempat ditemui disela kegiatan jalan santai bersama kawan Annas baru-baru ini di Tembilahan. HM Aziz yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut menegaskan niatannya untuk ikut berlaga pada Pemilukada mendatang sudah bulat.”Semua persiapan saya sudah tidak ada masalah, termasuk persyaratan dukungan KTP, kini hanya tinggal pemberkasan,” Ujar Kabid Urusan Haji, Infaq dan Shadaqah Kementrian Agama Provinsi Riau ini.

Dikatakan Mantan Kepala Kementrian Agama (Kemenang) Kabapten Indragiri Hilir ini, keinginan kuatnya untuk maju sebagai balon Bupati Inhil sematan ingin mengabdian bagi masyarakat di tanah kelahirannya.

Menurut penjelasan Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi, Belum lama ini di Tembilahan, Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil yang akan maju dari jalur Independen, sedikitnya harus mengantongi dukungan sebanyak 4 persen dari total penduduk. Keharusan itu didasarkan kepada peraturan perundang-undangan Nomor 12 Tahun 2008.

”Berdasarkan jumlah agregat penduduk Inhil yang kita terima dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Desember tahun 2012 lalu adalah sebanyak 790.438 jiwa. Artinya, jumlah dukungan minimal yang diharuskan kurang lebih sebanyak 32 ribu jiwa dan semua itu harus dibuktikan dengan surat resmi identitas diri kependudukan Inhil,” Ujar Joni.

Ditambahkannya, untuk menjaga berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan dibelakang hari, bagi Calon Independent, KPUD Inhil telah membuat format formulir resmi untuk memenuhi persyaratan yang dimintakan perundang-undangan dimaksud.(dro/*0)




Musyawarah di Tingkat Kepengurusan DPC PPP Inhil Mendatang di Prediksi Akan Berjalan Panas

pppTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Musyawarah di tingkat kepengurusan DPC PPP Inhil untuk menentukan jumlah nama yang akan diusulkan sebagai Balon Bupati/Wakil Bupati dari PPP ke tingkat DPW PPP Riau diprediksi akan berjalan panas. Jika benar hanya 3 nama yang akan diusulkan, hampir bisa dipastikan langkah H Rosman Malomo untuk maju berlaga di Pemilukada Inhil dari PPP akan kandas.

Berdasarkan hasil perolehan 4 dukungan suara terbanyak, Ketua DPC PPP Inhil, H Agussalim memperoleh dukungan terbesar dengan 16 suara disusul oleh Sekretaris H Syahruddin dengan 14 Suara. Dua nama berikutnya adalah H Abdullah Hamsi dengan 9 suara dan H Rosman Malomo 5 suara (2 dieliminir karena dinilai tidak sah.red).

Menilik lontaran bahasa yang disampaikan oleh Sekretaris DPC PPP Inhil, H Syahruddin, jika berkaca kepada DPW PPP Riau, berkemungkinan DPC PPP Inhil hanya mengusulkan 3 nama. Jika ini benar terjadi, maka dengan posisi perolehan suara ke-4, wakil bupati Inhil ini untuk kembali maju pada pemilukada mendatang menggunakan perahu PPP akan kandas.”Tapi jumlah itu belum pasti karena masih harus dimusyawarahkan ditingkatan kepengurusan DPC PPP Inhil,” Ujar Syahruddin ketika ditemui disela kegiatan Muskercab Ke 2 DPC PPP Inhil, Ahad (24/2) di Tembilahan.

Salah seorang Ketua PAC PPP Inhil yang enggan menyebutkan namanya  ketika sempat dimintai tanggapan oleh detikriau.org, Ahad (24/2) membantah adanya kemungkinan itu. menurutnya, dalam Rapimcab, Sekretaris DPW PPP Riau, Hj Nazlah Khairati menegaskan bahwa nama yang akan diusulkan haruslah 2 atau lebih sepanjang masih dalam batasan wajar.

Penilaiannya, 4 nama perolehan suara terbesar masih bisa dikategorikan dalam batasan wajar.”Bahkan seharusnya menurut hemat saya, walaupun hanya memperoleh dukungan 1 suarapun, tetap harus diusulkan karena nama-nama kader terbaik yang terjaring adalah cerminan aspirasi dari bawah. DPC tidak dalam kapasitas untuk memutuskan siapa yang akan menjadi “jago” kita dipemilukada. DPC hanya mengusulkan ke DPW yang kemudian dimintakan persetujuan ke DPP. Jadi kenapa harus dibatasi .” Ujarnya berpendat.(dro/*0)