Persiapan Pelaksanaan MTQ Ke-43 Inhil di Mandah Hanya Tinggal Penyempurnaan

mtqTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  –Pelaksanaan MTQ ke-43 Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Kecamatan Mandah diyakini akan dapat berjalan dengan baik. Hingga saat ini, Syiar Agama Islam yang akan dimulai pada 1 Mei 2013 mendatang hanya tinggal penyempurnaan.Menurut Ketua panitia MTQ ke 43 Inhil, H Afrizal, dua hari kemarin panitia kabupaten telah meninjau lokasi MTQ. Dari peninjauan itu, tidak banyak yang perlu dilakukan perbaikan, semua sudah terencana dengan cukup matang. Hanya tempat masing-masing cabang perlombaan yang perlu sempurnakan.

“Semua lokasi sudah kita periksa bersama-sama panitia kecamatan. Saya rasa untuk tempat tidak ada persoalaan, meski perlu sedikit pemolesan agar terlihat rapi,” ungkap Afrizal, Jumat (15/3).

Dia bersyukur, dalam kujungan tersebut, animo masyarakat Kecamatan Mandah cukup besar demi menyukseskan iven tahunan ini. Semua itu, ungkap Afrzal terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat setempat yang telah menyediakan tempat-tempat seperti pemondokan kafilah dan sebagainya.

“Dengan kondisi yang ada, masyarakat sangat memberikan ruang bagi kita semua. Apalagi kegiatan ini menurut mereka salah satu penyebaran syiar agama. Artinya, kalau semua kegiatan didukung penuh oleh warga setempat, tidak ada yang sulit dalam melaksanakanya,” tutur Kepala BKD Inhil ini.

Ketika ditanya mengenai pembangunan astaka, menurut Afrizal, masih dalam pembahasan pihaknya dengan pihak kecamatan. Maka itu, dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan rapat persiapan MTQ ke 43 yang kedua kalinya. Semua akan dibahas secara rinci.

“Dengan waktu yang kurang dari dua bulan, kita rasa cukup untuk  menyelesaikan astaka tepat waktu. Oleh sebab itu, kita kembali akan duduk bersama dalam penetapanya,” Pungkas Afrizal.(dro/*1)




Bupati Hadiri Gerakan 1434 Telur di Tanah Merah

IMG-20130315-00071TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (15/3) menghadiri kegiatan gerakan 1434 telur di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Gerakan tersebut disejalankan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1434 telur itu merupakan perlambang Tahun Hijriah.
Selain menghadiri peringatan Maulid. Dr H Indra Muchlis Adnan juga bersilaturahmi dengan warga. Momen silaturahmi ini sangat mengharukan. Karena orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang ini juga mohon pamit kepada warga.

Hal itu disampaikan Bupati dihadapan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ribuan warga yang hadir itu banyak yang terdiam saat mantan Ketua PSSI Riau ini menyatakan permohonan maafnya.

“Saya sangat berterima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Doa dan dukungan bapak dan ibu sekalian sangat berarti”ungkap Bupati. Apabila selama kepemimpinannya terdapat hal yang tidak sesuai dengan harapan warga, Bupati secara tegas menyatakan permohonan maaf.

Kebersamaan yang sudah berjalan selama ini. Dinyatakan harus tetap terbina. Sebaliknya warga menyatakan sangat kehilangan. Karena ditangannya, program desa mandiri dilahirkan.Tanjung Pasir, Sarfan Firmansyah yang hadir dalam kegiatan itu menyebut kepemimpinan Indra Muchlis Adnan sangat sulit dicari tandingannya.

“Inhil masih membutuhkan pemimpin seperti beliau. Namun bagaimana lagi, aturan kan sudah mengatur hal tersebut”ujar Firmansyah.(dro/*1)




DBD Menyerang. Warga Desa Pengalihan Enok Resah

dbdTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok kini mulai resah. Pasalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang. Bahkan sudah tercatat sebanyak 3 orang meninggal dunia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Dalam keterangannya, Jum’at (15/3), Ponidi (31) salah seorang tokoh pemuda warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok mengatakan sebenarnya penyakit DBD sudah merebak sejak pertengan Januari lalu, namun warga tidak sadar dan tidak mengerti akan keberadaan penyakit tersebut.

“Rata-rata warga tidak tanggap dan hanya menganggap jika itu hanya panas biasa, sehingga mereka tidak risau. Namun sejak ada korban yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Puri Husada Tembilahan yakni Jonanda Pratama tinggal di Dusun Gemilang Desa Pengalihan Kecamatan Enok, kini warga mulai resah,”ujar Ponidi.

Dirinya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atau Dinas terkait secepatnya mengambil tindakan untuk pencegahan agar tidak menyebar dan menjangkit warga yang lain hingga menanmbah korban yang lebih banyak lagi.

”Kita sangat berharap kepada pemerintah atau Dinas terkait secepatnya melakukan penyemprotan (Foging). Agar warga juga tidak merasa resah. Apalagi sampai sekarang belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah, yang ada masyarakat melakukan penyemprotan sendiri dirumah masing-masing,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehata,n Rasul Alim M.kes. SKM, sudah jauh hari selalu mengintruksikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya DBD, sebab Kabupaten Indragiri Hilir adalah salah satu daerah Endemis rawan akan terjangkit penyakit demam berdarah.

“ Kita sangat berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan membudayakan 3 M pada masing-masing lingkungannya sendiri, untuk antisipasi berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah agar tidak menyerang warga” pinta Rasul Alim.

Menurutnya kebersihan lingkungan yang dimaksudkan oleh Kadiskes tersebut yakni masyarakat haruas membuang bekas kaleng kosong, termasuk botol air minum dengan cara menimbun, kemudian pengurasan bak mandi dan genangan air lainnya yang bisa berpotensi berkembangnya nyamuk demam berdarah.

Dijelaskan Rasul Alim untuk tindakan fogging atau pengasapan  itu hanya bersipat mengusir sementara. Nyamuk yang terkena fogging hanya menghindar sementara, setelah itu nyamuk akan datang kembali. maka yang paling efektif adalah dengan membudayakan program 3 M dari pada hanya mengandalkan fogging dari Pemerintah.(dro/*4)




Pasutri Pembunuh Sadis Dituntut Seumur Hidup

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ravendra SH dan Sumitya SH, menuntut kedua terdakwa Pasangan Suami Istri (Pasutri) Maimunah dan Amirulah pelaku pencurian disertai pembunuhan dengan hukuman seumur hidup atas perbuatan keji terhadap 2 orang korban ibu dan anak hingga tewas mengenaskan.

Saat ditemui wartawan, Jum’at (15/3), JPU Ravendra mengatakan selama persidangan, terdakwa Maimunah berbelit-belit memberi keterangan. Hal ini sangat berbeda dengan keterangan suaminya yang  berani mengakui atas tindakan sadis yang sudah dilakukan di TKP perairan Parit Cinta Desa Sanglar Kecamatan Reteh, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 09.00 WIB yang lalu.

Dikatakan Jaksa Ravendra SH,  jika melihat dari fakta persidangan, terungkap bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan pencurian hingga mengakibatkan kematian kedua korban Fatimah (30) serta anaknya yang tidak berdosa Risky bocah berusia 5 tahun. Atas perbuatannya tersebut JPU menuntut Pasal 365 ayat (4) KUHP, dengan ancaman seumur hidup.

“Sesuai dengan Pasal 365 ayat (4) KUHP merumuskan, atas perbuatannya, kedua terdakwa diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan dalam nomor (1) dan nomor (3).”kata Ravendra SH.(dro/*4)




Hasil Pertemuan GEM Tetap Tolak Penetapan Calon Ibukota Insel

nanda p.z 006TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Masyarakat Kecamatan Enok yang menamakan diri Gerakan Enok Menggugat (GEM), rabu (13/3) kemaren melaksanakan pertemuan di gedung Serba Guna Kecamatan Enok. Pertemuan ini diagendakan untuk menyikapi penetapan Desa Selensen Kecamatan Kemuning sebagai calon Ibu Kota Definitif Kecamatan Insel dan Desa Kota Baru Kecamatan Keritang sebagai calon Ibukota sementara.

Pertemuan yang dihadiri oleh Camat Enok, Kapolsek, Danramil, Kades/Lurah, Ketua LPM, Ketua BPD  dan tokoh masyarakat Kecamatan Enok ini menghasilkan tiga keputusan, yaitu, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Kabupaten Indragiri Selatan. Kemudian menyatakan penolakan atas penetapan calon Ibukota definitive dan calon Ibukota Sementara Kabupaten Insel serta meminta kepada pihak pemerintah untuk melakukan kajian ulang atas penetapan calon ibukota Insel tersebut.

Suasa pertemuan GEM di Gedung Serba Guna Kecamatan Enok, rabu (13 Maret 2013)Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Inhil asal daerah pemilihan setempat, Edy Herianto Sindrang yang saat itu didampingi oleh ketua Dewan Pertimbangan Pemekaran Kabupaten (DPPK) Kecamatan Enok,  Rahman Hamid sekali lagi mengungkapkan bahwa pertimbangan utama keberatan Kecamatan Enok atas penetapan calon Ibukota Sementara dan Definitif Insel lebih kepada persoalan rentang kendali, waktu dan pelayanan.” Kita menilai penetapan calon Ibukota Insel tidak mempertimbangkan hal itu. makanya kita berharap kajian itu untuk kembali dilakukan,” Ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mempertanyakan keabsahan rekomendasi yang ditandatangani oleh Ketua DPPK Insel, M Kamal yang menyatakan persetujuan untuk menyerahkan keputusan penetapan calon Ibukota Insel kepada hasil kajian yang dilakukan oleh Pemkab Inhil bekerjasama dengan Universitas Islam Indragiri (UNISI). Karena dinilainnya, lampiran berkas bertandatangan beberapa tokoh 6 Kecamatan di Insel dalam pertemuan di Gedung LAM Tembilahan beberapa waktu lalu terkesan sebuah pembohongan.

Dalam pertemuan itu, dikatakannya, forum hanya menyetujui untuk dilakukan kajian kelayakan rencana pemekaran Insel. Sedangkan penetapan calon ibukota, karena tidak ada kesepahaman diputuskan untuk dibicarakan kemudian hari. Anehnya malah DPPK Insel memberikan rekomendasi persetujuan bahwa calon ibukota diputuskan berdasarkan hasil kajian dan disertai dengan tandatangan peserta yang hadir dalam rapat di gedung LAM tersebut. Apa ini tidak bisa dikatakan pembohongan?” Tanya Edy Herianto.

Hasil keputusan pertemuan GEM ini nantinya dikatakan Edy akan disampaikan ke pihak DPRD Provinsi Riau .

Tokoh masyarakat Enok, Acok ketika sempat dimintai tanggapan usai pertemuan menyatakan dukungan penuh atas hasil pertemua ini.bahkan dengan tegas ia menyatakan jika keputusan rapat ini tidak mendapatkan respon dari pihak pemerintah, secara pribadi ia menyarankan agar Kecamatan Enok untuk menarik diri bergabung ke Insel.”kalau juga tetap dilakukan, biar saya orang Enok tapi saya nantinya akan tinggak di Tembilahan saja. saya yakin keputusan saya ini juga akan diikuti oleh banyak warga Enok lainnya,”Tegas Acok.

Camat Kecamatan Enok, M Shatir dengan penegasan berbicara sebagai perwakilan sebahagian wewenang Bupati memberikan pertimbangan agar masyarakat Kecamatan Enok juga menjadikan niat percepatan pembangunan sebagai salah satu pertimbangan untuk membuat keputusan. Ia berharap, kerja keras dengan pengorbanan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk niatan pemekaran Insel tidak menjadi sia-sia.”Nawaitu pemekaran menurut hemat saya tidak hanya didasari kepada rentang kendali. Saya berharap percepatan pembangunan juga dapat dijadikan sebagai sebuah pertimbangan sebelum mengambil keputusan,” Ujar Camat sambil mengatakan bahwa percepatan pembangunan tentunya akan lebih mudah direalisasikan jikalau Insel bisa segera dimekarkan. (dro/*0)




Inhil Peroleh Predikat Peningkatan Produksi Beras Terbesar di Riau

Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi
Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun 2012 kemarin, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapat predikat sebagai Kabupaten dengan peningkatan produksi beras terbesar di Provinsi Riau, dengan total produksi sebesar 126.000 ton. Angka tersebut naik sekitar 2,4 persen dari tahun sebelumnya meski secara nasional target kenaikan sebesar 5 persen.

Dikatakan Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perternakan (DTPHP) Inhil, H Wiryadi, pengumuman itu disampaikan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, dalam rapat musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tentang ketahanan pangan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang dimulai sejak Rabu (13/3) kemarin

Predikat tersebut diperoleh Inhil berdasarkan evaluasi program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) yang di koordinir oleh Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau dan Kementrian Pertanian-Republik Indonesia. Dimana saat itu yang mewakili adalah direktur bidang peerlindungan tanaman pangan.

“Dalam rapat tersebut banyak hal yang bisa kami diskusikan terutama untuk pembangunan pertanian 2014 mendatang,”ungkap Wiryadi, Kamis (14/3)

Selain itu, kegiatan yang bertujuan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2012 yang mata anggaranya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga mengumumkan bahwa Negeri Seribu Jembatan  mendapat nomor 3 terbaik tentang menagemen ketahanan panganan.

 

“Perlu di berikan apresiasi dan support kepada jajaran kita yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah itu. Karena untuk kategori managemen ketahanan pangan terbaik kita hanya dibawan Kabupaten Kuantan Singingi,”ucapnya.

Hal yang tidak kalah membanggakan, secara keseluruhan, tambah Wiryadi adalah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kab Inhil, dalam kegiatan OPRM IP 200 Tahun 2012 di desa seberang pabenaan Kecamatan Keritang,M Nuhung, medapat pengharaan terbaik satu dan Ketua Kelompok Tani Selamat Abadi, Rabun Priatno sebagai juara terbaik  kedua se Riau.

Dalam kesempatan yang sama, M nuhung menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepala DTPHP Inhil dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan OPRM IP 200 tahun 2012 sehingga ia mendapatkan Penghargaan sebagai terbaik satu Riau. Ia menilai penghargaan ini sebuah predikat yang sangat berat bagi seorang penyuluh. “Meskipun sebuah penghargaan yang dirasakan cukup berat namun sisi lainnya hal ini dapat menjadi pemicu bagi saya dan kelompok-kelompok tani khususnya di Inhil untuk lebih berpacu dalam mengupayakan peningkatan produksi pertanian khususnya padi untuk tahun-tahun mendatang,” Ungkap Nuhung.

Berdasarkan data dari DTPHP Inhil, lahan pasang surut untuk dijadikan areal sawah pasang surut di Inhil terdata sebanyak 46.360 Ha dari total luasan wilayah sebanyak 1.160.590 Ha. Dari total luasan lahan tersebut, penggunaan terbesar diperuntukan pada sektor perkebunan lebih kurang sebanyak 609.918 Ha. Sedangkan yang dimanfaatkan untuk tanaman pangan khususnya padi seluas 28.008 Ha atau baru 86,90 persen dari potensi lahan sawah yang ada.

Produksi padi Inhil tahun 2012 sebesar 126.285,85 ton dengan sentra produksi dibeberapa Kecamatan yakni, Kecamatan Keritang, Batang Tuaka, Reteh, Tembilahan, Tembilahan Hulu, Sungai Batang, Gaung, Kempas, GAS, Tempuling.

Dikatakan Kepala DTPHP Inhil, Untuk meningkatkan luas areal tanaman padi tentu dibutuhkan tekad, kemauan, kerjasama dan perencanaan secara komprehensip serta dukungan social politik dari semua pihak. Oleh karena itulah, DTPHP Prov Riau melaksanakan kegiatan perencanaan pembangunan terkoordinir setiap tahunnya yaitu musrenbang tanaman pangan dan hortikultura se provinsi Riau dengan melibatkan pihak Kementrian Pertanian dan seluruh Kabupaten Kota se Riau.

“Tahun ini kegiatannya dilaksanakan di Kabupaten Inhu, kita berharap semoga ditahun mendatang kegiatan ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Inhil.” Harap Wiryadi. (dro/*1)