Bupati Lantik Lurah Pusaran dan Kades Sungai Lokan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan, Kamis (21/3) secara resmi melantik Gunadi sebagai  Lurah Pusaran dan Abdurahman sebagai Kades Sungai Lokan Kecamatan Enok.

Pelantikan dilaksanakan  dilapangan pasar Kelurahan Pusaran Enok. Kendati cuaca cukup terik, tidak menghalangi warga ke lokasi pelantikan. Bangunan pasar dipenuhi warga yang ingin menghadiri pelantikan pimpinannya.

Bupati memohon maaf kepada warga Enok karena sudah cukup lama tidak mengunjungi warga. Hal itu menurutnya disebabkan karena tingginya aktivis pemerintahan. Indra Muchlis Adnan juga memohon maaf kepada warga karena dalam hitungan beberapa bulan ke depan tugasnya sebagai Bupati sudah berakhir.

Di hadapan warga Bupati juga menyatakan sangat peduli dengan komitmen siapa yang menggantikan dirinya kelak. Komitmen menjadikan Inhil Berjaya Dan Gemilang 2025 menurut Indra Muchlis Adnan senantiasa harus tetap dijalankan.

“Bapak Ibu sekalian, saya tidak mempersoalkan siapa personnya. Namun target kita menjadikan Inhil Berjaya dan Gemilang 2025  harus tetap dilaksanakan. Jadi penerus saya kelak, harus tetap peduli dengan kehendak masyarakat ini”ujar Bupati Inhil.

Saat itu, Bupati juga menanyakan kepada warga apakah program desa mandiri ingin diteruskan atau tidak. Spontan warga menyatakan harus tetap dilaksanakan. yang biasa disapa Pak Jenggot itu menegaskan program yang sudah baik selayaknya berjalan sesuai dengan aspirasi warga.

“Sebagai Bupati Inhil, jika nanti tugas saya sudah berakhir dan  apa yang sudah berjalan dengan baik tidak dilanjutkan oleh penerus saya, tentu saja sangat sedih. Saya sangat peduli dengan Inhil ini karena kampung kita semua” ujar Bupati.

Usai habis masa tugasnya sebagai Bupati. Indra Muchlis Adnan menyatakan komitmennya untuk mengabdi ditingkat Provinsi. Warga Enok secara lugas menyatakan dukungan mereka atas komitmen mantan Ketua DPD Golkar tersebut.

Keberhasilan program desa mandiri di Inhil menjadi komitmennya untuk diterapkan pada tingkt provinsi. Pun begitu dengan pemberdayaan ekonomi maupun pembangunan bidang pendidikan, juga diterapkannya.(dro/*1)




KPUD Inhil Masih Tunggu Keputusan Pusat

joni suhaidiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang kebolehan penggunaan KTP dalam Pemilukada.

Menurut Ketua KPUD Inhil Joni, bisa saja kalau memang diinginkan. hanya tinggal membuatkan penyesuaiannya. Namun semua mekanisme itu diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. “Kita juga belum bisa menjawab sepenuhnya,” katanya kemarin.

Selain itu pihaknya juga mengaku belum mengetahui secara utuh, apakah penggunaan KTP hanya untuk Pilkada atau bisa digunakan saat Pilpres dan Pileg 2014 mendatang.
Joni berpendapat, walaupun putusan itu diberlakukan, tidak serta orang warga yang memiliki KTP dapat menyalurkan hak suaranya. misalnya, dalam satu TPS warga bersangkutan tidak tercantum sebagai pemilih tetap. Tapi saat dilihat identitasnya, warga bersangkutan benar-benar warga dimana TPS tersebut berada.

“Itupun jika surat suara masih ada. Kalau surat suaranya sudah tidak ada lagi, ya usaha terakhir kita dicarikan ke tempat-tempat lain. Artinya semua tergantung dari penyesuaiaan yang mungkin sedang dibahas ditingkat pusat,” jelasnya.

Apa yang sudah menjadi keputusan MK ini tentu harus dijalankan sebagai mana mestinya. Tetapi pada perinsipnya KPUD Inhil tetap mendukung kalau keputusan itu sudah final dan bisa dijalankan baik untuk Pilkada maupun Pileg dan Pilpres. Meski demikian pemutahiran data tetap dilakukan secara sistematis dan semaksimal mungkin

“Sebagai penyelenggara pemilu kami siap menjalankan tugas, jika memang sudah menjadi kesepakatan. Tentu dalam bertindak ada landasan maupun pegangan yang bisa kami pertanggung jawabkan nantinya,” cetusnya.

Pemutahiran data oleh KPUD Inhil, kata Joni tentu melibatkan banyak pihak mulai dari tingkat RT/RW dan pengawas. Kemudian melibatkan masyarakat umum, mempublikasikan secara luas. Sehingga apa yang dikerjakan benar-benar mengikuti ketentuan.(dro/*1)




26 Titik Panas di Inhil Terpantau NOAA

lahan terbakarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kembali, satelit NOAA, temukan 26 titik api yang tersebar diberbagai kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rabu (20/3).

Sehari sebelumnya NOAA juga menemukan sekitar 13 titik panas. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan perkebunan dengan pembakaran.

Adapun 26 titk api yang terpantau satelit NOAA, masing-masing terdapat di Kecamatan Pulau Burung 1 titik, Pelangiran 3 titik, Kateman 2  titik, Gaung. 4  titik, Batang Tuaka 3 titik, Gaung Anak Serka (GAS) 2 titik, Kempas 1 titik, Tempuling 5 titik, Mandah 2 titik, Keritang 1 titik dan Kecamatan Kemuning 1 titik.

Kepala Bidang (Kabid) Kerusakan lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil, Ardi Yusuf menyebutkan, dalam dua hari kemarin setidaknya satelit NOAA sudah berhasil memantau puluhan titik api yang tersebar diberbagai kecamatan. Terjadinya peningkatan titik api disebabkan meningkatnya suhu panas.

“Pada hari sebelumnya terdapat 13 titik api, karena panas meningkat titik api naik menjadi 26,”ungkapnya Rabu  (20/3).

Lanjut Ardi, pihaknya khawatir jika suhu bumi terus meningkat akibat adanya panas yang dilahirkan oleh tata surya, maka secara otomatis titik api juga semakin mengalami peningkatan. Sebab itu, partisipasi warga sangat diharapkan dalam keadaan yang demikian.

Titik api yang terpantau satelit NOAA bisa disebabkan dua faktor yakni, terjadinya peningkatan panas namun lazimnya dikarenakan adanya pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja oleh masyarakat.

“Langkah lain sebagai antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kita tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Sebab, jika kebakaran terus meningkat dampaknya akan merugikan kita semua,”tukas Ardi.(dro/*1)




Kurangi Kerusakan Jalan, Pemkab Akan Bangun 4 Portal

ilustrasi portal jalan
ilustrasi portal jalan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan membangun empat titik portal. Hal itu dalam rangka menekan maraknya kendaraan roda empat yang masuk kota dengan tonase tinggi.

“Tujuanya untuk mengurangi tingkat kerusakan jalan yang ada. Sebab, kendaraan berat merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada badan jalan,” ujarnya, Rabu (20/3).

Empat titik portal yang bakal dipasang Dishubkominfo masing-masing terletak di kawasan jalan Griliya Parit 6 Tembilahan Hulu. Selanjutnya jalan lintas Tembilahan-Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka. Lalu di jembatan Sungai Gergaji, Desa Kota Baru Reteh, Kecamatan Keritang.

Sedangkan titik terkahir adalah disekitar simpang Kayu Ara menuju Desa Harapan Tani Kecamatan Kempas. Dibeberapa titik tersebut diyakini mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil ini kerap dilalui oleh kendaraan yang berukuran besar.

“Dengan demikian kita yakin dapat meminimalisir terjadinya kerusakan badan jalan yang saat ini menjadi keluhan warga masyarakat. Meski selama ini sudah kita lakukan pengawasanya, namun pihak angkutan tetap mencari celah agar bisa melintasi jalur tersebut,” katanya lagi.

Kalau sudah dibuatkan portal dia berharap adanya peran masyarakat untuk melakukan pengawasan agar portal yang sudah dibangun dengan uang Negara tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab, apa yang sudah dibangun dan menjadi fasilitas umum tentu harus dijaga.

Selain berencana memasang portal, Dishubkominfo juga akan melakukan penertiban bagi kendaraan umum baik barang mamupun penumpang.(dro/*1)




451 Mahasiswa Unisi Ikuti Wisuda

wisudaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 451 mahasiswa S1 dari Fakultas Teknik, Ekonomi, Fkip, Pertanian dan Fakultas Hukum, Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan mengikuti proses wisuda. ke-3, Rabu (20/3).

Hadir dalam acara wisuda tersebut, Ketua Dewan Pembina Unisi Tembilahan, Dr H Indra Muchlis Adnan, Rektor Unisi, Prof Sopian Hanim, Ketua Yayasan Tasik Gemilang (YTG) Tembilahan H Edy Syafwannur, unsur Muspida, Ketua DPRD, jajaran keluarga besar Unisi Tembilahan serta ribuan undangan lainnya.

Rektor Unisi, Prof Sopian Hanim dalam sambutanya mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan wisudawan-wisudawati yang menyelesaikan pendidikan. Dia berharap lulusan Unisi mampu mengimplementasikan ilmunya ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Ini adalah sebuah kebanggan bagi kita. Sebab, saat ini Unisi sudah bisa meluluskan ribuan orang intlektual,”katanya.

Dia berharap kedepan masyarakat daerah baik yang berada di Inhil maupun di luar Inhil agar tidak ragu kuliah di Unisi. Karena, saat ini Unisi telah memiliki tenaga pengajar yang sesuai standar dan berkualitas. Kemudian Unisi juga didukung dengan sarana maupun prasarana perkuliahan yang tidak kalah bila dibandingkan dengan fakultas lainya.

“Kita sudah memilki gedung yang sangat reprentatif. Meski usia kita masih terbilang muda, tetapi sudah berkualitas. Kita bertekad akan menjadi perguruan tinggi terbaik di Pulau Sumatra,” harapnya.

Usai melakukan proses wisuda, Ketua Dewan Pembina Unisi Tembilahan H Indra Muchlis Adnan, yang juga sebagai Bupati Inhil, meresmikan satu gedung Unisi Tembilahan yang terdiri dari enam lantai. Gedung yang dibangun sejak awal 2011 silam terletak di jalan Suwarna Bumi.

Orang nomor satu di Negeri Seribu Jembatan ini berharap kepada masyarakat agar tetap memilki kebanggan tersendiri jika melanjutkan pendidikan di daerah sendiri, seperti Unisi. Karena Inhil, ungkap Bupati saat ini salah satu kabupaten yang telah memilki Universitas.

“Sarana dan prasarana yang kita milki adalah bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Tinggal bagai mana cara kita menempa dosen, agar dosen lebih memiliki mutu. Sehingga mahasiswa bisa lebih baik dalam menjalankan perkuliahan,” sebutnya.

Dengan dibangunnya gedung dan fakultas yang megah merupakan hal yang sangat membanggakan. tidak ada rasa miris dihati kalangan mahasiswa, karena memilki gedung yang terkesan kurang baik. Ini salah satu contoh pemerintah komit dalam membangun dunia pendidikan.

“dengan lahirnya ratusan sarjana baru, kita berharap ada multiplayer efek  ditengah-tengah masyarakat. Karena orang yang intelektual adalah orang yang benar-benar mampu menggali potensi yang ada ditengah masyarakat,” cetus Indra.(dro/*1).




Tujuan Organisasi Demi Kepentingan Anggota Bukan Pihak lain

data 781Tembilahan (www.detikriau.org) – Apapun bentuk organisasi, pada dasarnya didirikan bukan  untuk kepentingan pihak lain tetapi demi memperjuangkan kepentingan anggota.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan dalam pidatonya pada acara pengukuhan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Forum Komunikasi Kepala Desa dan Lurah (FK2DL) dan Forum Sekretaris Desa Indragiri Hilir (FSDI) periode 2013 – 2017 di Gedung Tasik Gemilang, Jalan baharudin Jusuf, Selasa (19/3) malam.

Bupati Inhil, H Indra M Adnan saat mengukuhkan Kepengurusan DPK FKKDL dan FKSD se Kabupaten Indragiri hilir di GOR Tasik Gemilang, Jalan Baharuddin Jusuf, TembilahanMenurut Bupati, program DPK FK2DL yang disampaikan ketuanya, Ediyanto menunjukkan bahwa organisasi yang baru dibentuk ini haruslah mendapatkan aplaus.”Upaya peningkatan ekonomi kepala desa dan lurah melalui upaya penciptaan peluang usaha serta pengupayaan pengingkatan sdm Kades dan Lurah yang diprogramkan FK2DL jelas sebuah niat yang bagus. Organisasi memang didirikan untuk memperjuangkan kepentingan anggota bukan kepentingan orang lain,” Ujar Bupati.

Dengan meningkatnya SDM, Kepala Desa dan Lurah tentu akan lebih memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengelola seluruh sumber daya yang ada demi mempercepat pembangunan yang nantinya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya. Demikian juga dengan upaya penciptaan peluang usaha sebagai sumber ekonomi Kades dan Lurah diharapkan akan mampu meminimalisir kemungkinan untuk terjerumus dengan melakukan perbuatan korupsi.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menitipkan pesan kepada FK2DL dan FSDI untuk memberikan sosialisasi yang baik dan jelas ditengah-tengah masyarakat. Hal ini dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpropokasi dan menilai sesuatu dari sudut pandang yang tidak tepat.

Bupati memberikan perumpamaan, jika di Solo, kepemimpinan Joko Widodo, jika dipertanyakan kepada masyarakat kenapa masih ada badan jalan yang rusak dan belum diperbaiki, masyarakat menjawab bahwa anggaran yang dimiliki pemerintah kurang. Tetapi, kata Bupati, jika ditanyakan kepada masyarakat di Inhil, diberikan jawaban bahwa dananya di Korupsi.” Hal ini menunjukkan bukti bahwa sosialisasi kita kepada masyarakat belum terlaksana dengan baik. Peran ini yang salah satunya harus dilakukukan FK2DL dan FSDI untuk menyampaikan fakta yang benar kepada masyarakat,” Harap Bupati.

Dalam setiap Musrenbang, kebutuhan dana pembangunan yang diusulkan dari seluruh daerah di Inhil mencapai angka lebih dari 4 Triliyun. Sementara dana yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan, hanya berada pada kisaran 700-an Milyar. Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus tetapi bertahap berdasarkan skala prioritas.

Untuk anggota FSDI, Bupati juga menyampaikan agar bersyukur. Jabatan sebagai Sekretaris Desa, dulunya sebuah jabatan yang sangat tidak diminati. Tapi kini dengan semakin meratanya pembangunan Desa berkat program Desa Mandiri, Jabatan Kepala Desa kini menjadi jabatan bergengsi.

Kegiatan pengukuhan FKKDL dan FSDI ini, selain dihadiri Bupati juga tampak dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Muslimin dan beberapa anggota, Unsur Muspida, Pejabat dilingkungan Setdakab Inhil, Federasi RT dan RW se Inhil, Komunitas Emak Sehat dan Undangan.(dro)