Paling Lambat Pelantikan Anggota Panwascam Akhir April

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Pelantikan 60 anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang akan menjalankan tugasnya pada Pilkada Inhil September mendatang direncanakan paling lambat akhir bulan April.

Ketua Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Nelly Weny Susanty menyebutkan belum dilantikanya 60 anggota panwascam tersebut karena pihaknya masih menunggu petunjuk dari Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Provinsi Riau.

“Kita sedang koordinasikan dengan Banwaslu. Bisa saja pertengahan bulan atau paling lambat akhir April,” kata Nelly, akhir pekan kemarin

Selain itu, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat terkait adanya hubungan anggota Panwascam dengan partai-partai politik peserta pemilu. Selanjutnya, Panwaslu Kabupaten mengklarifikasi kepada Parpol yang bersangkutan, baru direncanakan proses pelantikan.

“Setelah dilantik (anggota panwascam, red) harus adil dan tidak diskriminatif dalam menjalankan tugasnya. Jalankanlah tugas-tugas sesuai kewajibanya yang telah diamanatkan dalam undang-undang,“jelasnya sambil menyebutkan tanggal 3-6 April Panwaslu Kabupaten akan mengikuti Bimtek Pemilukada di Bogor Jawa Barat.

Lanjutnya, panwascam dan panwaslu merupakan garda terdepan dalam pengawasan pemilu. Karena itu jika ditemukan ada pelanggaran, maka tiap anggota panwascam dan panwaslu dapat menindak sesuai aturan yang berlaku.

“Tapi, yang jelas kami lebih mengutamakan tindakan pencegahan adanya kemungkinan pelanggaran pemilu,” ungkapnya.

60 anggota panwacam yang lulus tersebut, merupakan pemuda dan pemudi terbaik Inhil. Maka itu banyak harapan yang disandarkan oleh masyarakat Inhil, terutama dalam melakukan pengawasan, sehingga pemilu kada dapat berjalan dengan baik dan tidak mencedrai makna demokrasi.

“Pelantikan juga disertai dengan pemberiaan bimbingan teknis (Bimtek) kepada anggota panwascam,” tandasnya.(dro/*1)




Infrastruktur Desa Masih Perlu Perhatian Serius

Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai bintang Reformasi (PBR), H Bakri H Anuar
Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai bintang Reformasi (PBR), H Bakri H Anuar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Pembangunan infrastruktur di pedesaan masih menjadi sorotan banyak pihak, terutama bagi warga yang berdomisili di desa-desa dan kecamatan-kecamatan, mereka masih melihat adanya ketimpangan pembangunan yang terfokus di ibu kota.

Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Bakri Anuar,  mengatakan kondisi jalan penghubung Desa Kuala Lahang, Kecamatan Gaung menuju Kelurahan teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) sangat memperihatiankan. Maka itu perlu perhatian serius dari pemerintah daerah

“Demikian juga dengan jalan dari Teluk Pinang, menuju Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka. Tingkat kerusakanya bervariasi,”ungkapnya kemarin

Kerusakan itu kata Bakri, sudah berlangsung cukup lama. Dengan demikian dia berharap pada tahun-tahun mendatang Pemerintah Inhil, tetap memperhatikan kondisi infratrutur desa yang semakin memprihatikan. “Hampir seluruh ruas jalan semenisasi itu sudah dalam kondisi rusak,” tambahnya.

Infratruktur jalan darat merupakan bagian dari urat nadi perekonomian warga masyarakat. Kemudian juga bagian dari jalur tranpotasi warga yang akan berkunjung ke Tembilahan. Sehingga sudah selayaknya mendapat perbaikan, mengingat semakin tingginya aktivitas warga

“Kita kawatirkan kalau ada warga yang sakit mendadak pada malam hari, dan terpaksa harus di bawa ke ibu kota Tembilahan. Kalau mengandalkan jalur sungai kan repot, mana ada angkutan umum kalau sudah sore apalagi malam hari. Sedangkan jalur darat, kondisi jalanya dalam kondisi rusak,”terang Politisi PBR ini.

Demikian pula dengan infrastruktur umum seperti jalan dibagian Selatan Inhil. Dimana saat kondisi jalan Penunjang, Desa Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang sampai ke Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh dalam kondisi rusak berat, sehingga sulit untuk dilintasi.

“Semakin hari kondisi jalan kita sudah banyak yang rusak, diperbaiki yang lain yang ini sudah rusak kembali, apalagi kalau tidak diperbaki sama sekali. Maka dari itu kami minta komitmen pemerintah dalam memperhatikan jalan-jalan yang rusak di Desa kami,”tuturnya berharap.

Tingkat kerusakan jalan desa cukup berpariasi, mulai dari mengelupasnya hotmik akibat dilintasi kendaraan bertonase tinggi, hingga dari umur jalan yang sudah termakan usia. Karenya warga meminta keseimbangan pembanguan infrastruktur antara desa dan perkotaan sebisa mungkin dapat diseimbangkan.(dro/*1)




Pemkab Inhil Komit Bangun Jembatan Enok

Bupati Inhil, Dr H Indra M Adnan
Bupati Inhil, Dr H Indra M Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir menegaskan keseriusan daerah ini membuka isolasi daerah. Setelah memastikan melanjutkan program multiyears, highway Bandara Tempuling-Mandah. Dr H Indra Muchlis Adnan menyatakan Pemkab Bumi Sri Gemilang tetap memprioritaskan pembangunan jembatan penyeberangan Enok di Kelurahan Enok, Kecamatan Enok.

Jembatan tersebut bukan hanya dibutuhkan warga. Namun juga bakal menghubungkan wilayah tersebut dengan daerah lainnya. Utamanya akses menuju ke jalan multiyear Pelabuhan Samudera- Bagan Jaya. Bupati menyatakan sangat memahami harapan besar warga Enok atas realisasi jembatan penyeberangan tersebut.

“Dulu, mantan anggota DPRD kita, Ruslan Hatim selalu menelepon saya perihal pembangunan jembatan ini. Beliau sangat gencar memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut”ujar Bupati.

Oleh sebab itu, warga menurut Pak Jenggot, panggilan akrab Bupati. Harus berterima kasih kepada wakilnya yang sudah berusaha memperjuangkan aspirasi mereka tersebut. Jembatan penyeberangan Enok itu ditegaskan Bupati nantinya akan menjadi sarana utama bagi warga dalam mengangkut dan memasarkan hasil buminya.

Saat ini, wilayah Enok masih terisolasi karena terhalang Sungai Enok. Apabila akan mengangkut hasil buminya, warga terpaksa menggunakan sarana berupa kapal motor, sampan atau speed boat.

“Tentu saja, kita berharap nantinya tidak ada lagi wilayah Inhil yang terisolasi. Karena itu, pilihlah Bupati nanti yang memang memiliki komitmen membangun daerah kita. Jangan sampai salah pilih”tegas Bupati.

Ungkapan itu selaras dengan masih tingginya kebutuhan warga Inhil akan sarana fisik. Apabila Bupati penerusnya tidak punya komitmen kuat membangun daerah. Indra Muchlis Adnan khawatir upaya mengejar Inhil Berjaya dan Gemilang 2025 tidak tercapai.

Bupati Inhil itu menyebut segala sesuatu yang sudah baik dan berjalan semestinya tidak lagi diubah. Karena itu dia meminta warga supaya memilih pemimpin yang peduli dengan mereka.(dro/*1)




Bupati : Membangun Inhil Memang Berat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Membangun Indragiri Hilir (Inhil) sangat berat. Bukan hanya wilayahnya yang paling luas di Riau Daratan. Tetapi anggaran daerah ini juga paling minim.

Anggaran tersebut sangat tidak sebanding dengan luasan wilayah dan jumlah penduduk. Belum lagi dengan kondisi geografis yang juga sangat berat. Untuk membangun infrastruktur juga sangat berat. Karena diperlukan pondasi yang kuat. Berbeda dengan daerah lain. Pasalnya mayoritas wilayah Inhil merupakan daerah rawa, tanahnya pun sangat labil.

Tantangan tersebut ditegaskan Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan terus dicarikan jalan keluarnya. Manakala membangun satu sarana, selalu diupayakan berumur lama agar anggaran tidak terkuras lagi untuk memperbaikinya. “Kalau kita membangun satu infrastruktur. 30 persen akan habis untuk membangun bagian bawah saja. Dengan demikian, perlu anggaran yang besar bagi kita dalam membangun daerah ini”sebut Indra Muchlis Adnan.

Beratnya membangun daerah Inhil ini ditegaskan Pak Jenggot, sapaan Bupati. Bakal terus dihadapi oleh siapa pun kelak yang akan menggantikan dirinya sebagai Bupati. Sebagaimana aspirasi warga yang disampaikan lewat Musrenbang dan forum resmi lainnya. Membangun Inhil sedikitnya diperlukan anggaran sebesar Rp 4,2 triliun tiap tahun.

Meski demikian, Indra Muchlis Adnan menyatakan cukup bersyukur menyaksikan perputaran ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi yang mendekati angka delapan persen dan tergolong tinggi setidaknya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. “Jalan penghubung, jembatan dan sarana publik lainnya masih sangat diperlukan warga. Wilayah kita masih belum menyatu antara bagian Selatan, Utara dan Tengah”jelas Bupati.

Yang paling membutuhkan pembangunan fisik menurutnya adalah wilayah Utara. Wilayah ini dikategorikan tertinggal dari wilayah Selatan maupun bagian tengah. Pasalnya belum ada jalan lintas yang bisa diakses untuk mencapai daerah itu. Pembangunan jalan lintas Bandara Tempuling-Mandah yang masih berjalan saat ini. Juga memerlukan anggaran yang besar. Oleh sebab itu, diharapkan komitmen membangun daerah tidak pernah pudar sepeninggal Indra Muchlis Adnan nanti.(dro/*1)




Innalillahi wainnailahirrojiun………….

dukacitaPengurus dan Segenap Anggota AJI PKU Mengucapkan…..

Turut berduka cita atas meninggalnya orangtua saudara kita, Idris Ahmad (Ketua Divisi Etik AJI Pekanbaru), pada hari Kamis (28/3) pukul 13.30 WIB, di Rs Awal Bros Pekanbaru. Semoga almarhumah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggal tetap tabah…. Amin.

Ketua AJI Pekanbaru, Ilham Muhammad Yasir




Lewat Serangan Balik, Persih Kalahkan PS Bangka 1-0

Pemian tengah Persih berebut bola dengan pemian belakang PS Bangka, Kamis (28-3)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bermain didepan pendukung sendiri, Persih Tembilahan mampu mengamankan tiga angka saat menjamu PS Bangka pada laga lanjutan Divisi Utama musim kompetisi 2012-2013 di Stadion Beringin Tembilahan, Kamis (28/3) sore dengan skor 1-0.

PS Bangka, meski unggul dari sisi materi pemain, namun tidak membuat pasukan Rawa julukan Persih Tembilahan ciut. Di isi denga beberapa pemain asing PS Bengkulu terlihat menekan dan menguasai jalanya permainan. Bahkan beberapa kali pemain depan PS Bengka Marcel dan Yanuaris Kahol merepotkan jantung pertahanan Persih.

Umpan cepat dari kaki kekaki, menjadi sajian tim tamu. Demikian pula dengan tim tuan rumah. Mengandalkan umpan balik Agus Salim CS, juga tidak kalah untuk merepotkan jantung pertahanan PS Bangka yang dipunggawai oleh ligiun asingnya Adolphus Nagbe dan M. Husen.

Sepuluh menit memasuki babak pertama serangan PS Bengka sedikit membuat kocar kacir pertahanan Persih. Sehingga Pelatih kepala tim tuan rumah Samsul Bahri, harus memberikan intruksi-intruksi khusus bagi anak asuhnya. Tepatnya pada menit ke 24 Viktor Yendra, yang terlepas dari kawalan pemain belakang PS Bangka, mampu melesahkan sepakan kaki kanannya ke sebelah kiri penjaga gawang tim tamu.

Sehingga jala gawang PS Bangka bergetar dan hiporia pendukung Persih pun pecah. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Tertinggal 1-0 PS Bangka sedikit meningkatkan tempo permainan. Namun hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama kedudukan tetap tidak berubah.

Usai turun minum, keganasan kedua tim semakin terpacu. Terlihat umpan lambung PS Bangka, kembali merepotkan jantung pertahanan Persih. Demikian pula dengan sekema permainan bola bawah yang menjadi andalan Persih kala itu. Maslan pemian depan Persih nyaris tidak dapat berbuat banyak, karena mendapat kawalan ketat pemaian belakang tim tamu.

15 menit menjelang laga usai, tim tamu kembali menguasai jalanya pertandingan. Bahkan permainan Persih menjadi tidak berkembang. Setelah hampir seluruh pemain PS Bangka berada disekitar jantung pertahanan Persih. PS Bangka, hanya meninggalkan 2 sampai 3 pemain belakang saja untuk mengamankan gawang mereka.

Tempo permainan kala itu cepat dan sedikit keras. Sehingga beberapa kali wasit meniup peluit karena pelanggaran, baik yang dilakukan tim tuan rumah maupun tim tamu. Akhirnya peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua dibunyikan wasit dan keunggulan tetap menjadi milik Persih 1-0. (dro/*1)