Kepala BPMPD Inhil Resmikan Forkemas Kecamatan Kempas

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) H. Edy Syafwannur melantik Forum Komunitas Emak Sehat (Forkemas) Kecamatan Kempas. Kegiatan  ini merupakan sebuah upaya untuk mencipatakan masyarakat yang sehat dan bugar. Ahad (14/4).

Pelantikan Forkemas Kecamatan Kempas yang dilaksanakan di Desa Pulai Indah ini selain dihadiri oleh Camat Kecamatan Kempas juga dihadiri oleh ratusan anggota Forkemas Kecamatan Tembilahan yang dipimpin secara langsung oleh Camat Tembilahan, RM Sudinoto.

Bersempena dengan pelantikan ini juga disejalankan dengan berbagai kegiatan seperti atraksi kesenian rebana, senam bersama, lomba pacu karung, lomba sendok kelereng, lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba joget dan berbagai lomba ketrampilan.

DikatakanH Edy Syafwannur, Forkemas dibentuk dalam rangka memberdayakan masyarakat agar lebih peduli dengan kesehatan. dengan dibentuknya forum yang sebahagian besar beranggotakan ibu-ibu rumah tangga tentunya keluarga juga akan menjadi terbiasa untuk berperilaku sehat. “Jika kaum emak-emaknya sehat sangat besar kemungkinan keluarganya juga akan sehat dan pada akhirnya masyarakat juga akan menjadi sehat,” Ungkap Iwan sapaan akrab kepala BPMPD Inhil ini.

Forkemas ini nantinya direncakan akan didirikan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir sekaligus menggaungkan kegiatan Forkemas merupakan sebuah rutinitas yang positif dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. (dro)




10 Persen Gedung SD Rusak Berat

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fauzar, mengaku bangunan gedung Sekolah Dasar (SD) yang dalam kondisi rusak berat sekitar 10 persen dari jumlah total sekitar 524 sekolah.

Rata-rata kerusakan itu akibat sudah dimakan usia. Sedangkan untuk bangunan gedung SD yang mengalami rusak ringan dikataknya hanya sekitar 50 persen. Jumlah itu sudah mengalami peningkatan bila dibanding dengan beberapa tahun silam.

“Yang harus kita pahami adalah kondisi alam yang berada di pesisir sana. Ditambah lagi dengan bangunan yang hanya semi permanent. Maka otomatis pula bagian gedung akan mudah rusak,”ungkapnya Kemarin.

Bentuk komitmen Pemkab Inhil dalam membangun atau rehab gedung sekolah sudah dibuktikan sejak beberpa tahun lalu. Antara lain bisa dilihat dari usulan block grant, maupun alokasi APBD Inhil sendiri.

“Namun kami tidak mau kecolongan. Sebelum menyetujui pembangunan ataupun rehab gedung sekolah kami harus melihat surat tanahnya. Kalau memang tidak bermasalah dan tidak dalam bersengketa, maka prosesnya akan cepat. Tapi kalau suratnya tidak ada kami akan sulit memberikan bantuan,” jelasnya.

Dia mencontohkan disalah satu daerah beberapa waktu lalu, saat gedung sekolah dalam kondisi bagus setelah direhab tak jarang ahli waris dari pemilik tanah mempersoalkan hal itu. Menurut mereka tidak ada satu buktipun bahwa tanah yang diatasnya ada bangunan seperti sekolah milik sekolah tersebut.

“Ini akan kita jadikan pengalaman. Paling tidak kami bisa melihat mana bukti-buktinya. Kalau memang hibah, ada surat pendukungnya,” tandas Fauzar.

Sebagain besar sekolah yang rusak tersebut berada di daerah pinggiran kota. Kesulitan untuk segera membenahi kerusakan tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran dan sebagainya. Apalagi jika melihat APBD Inhil yang hanya berkisar Rp 1,5 T sementara wilayah cukup luas.

“Kita sesuaikan dengan kemapuan APBD. Mana yang bisa kita akomodir, tentu akan kita akomodir, baik melalui pembiayaan daerah sampai  ke tingkat pusat,” sebut mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki sekolah, berpasriasi sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Dalam memenuhi semua itu pemerintah lebih pada peningkatan kualitas dari segala sisi. Sebab, perbaikan infrastruktur sekolah merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian.(dro/*1)




Produksi Kelapa Sangat Dibutuhkan Pasar

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hasil perkebunan kelapa warga Indragiri Hilir (Inhil) sangat dibutuhkan oleh pasar. Namun demikian, harga hasil utama warga itu sampai saat ini masih saja fluktuatif. Semua disebabkan karena sangat tergantung dengan pasar internasional.

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan menyebut pihaknya terus berusaha mencarikan terobosan pemasaran. Termasuk memperpendek alur pemasaran agar pembeli dapat berhubungan dengan pemilik kelapa.

Supaya harga yang berlaku ditingkat petani dapat lebih baik lagi. Namun, Pemkab Inhil disebut Bupati tetap tidak bisa mencampuri harga yang berlaku karena sepenuhnya ditentukan oleh pasar.

“Kelapa, jangankan daging buahnya. Tempurungnya saja dicari oleh negara Eropa. Pasar di Amesterdam sangat membutuhkannya. Namun sayangnya, justru Thailang yang memasok. Sedangkan kelapa, jauh lebih  banyak didaerah kita ini “ucap Indra Muchlis Adnan.

Harga kopra itupun menurut Bupati tidak terlepas pula kampanye hitam yang dilakukan negara maju. Hal itu sangat berpengaruh terhadap konsumsi kelapa secara internasional. Kepada warga pemilik kebun kelapa yang masih produktif, Bupati menyebut harus tetap mempertahankan dan merawat dengan baik.

Setiap tahun, Pemkab Inhil menurut orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu terus memberikan perhatian. Baik meluncurkan program yang berkaitan dengan trio tata air maupun program lainnya. “Pemkab Inhil senantiasa mengamati terus pergerakan harga kelapa masyarakat. Kita pun tentu saja tetap pula melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan perkebunan kelapa”jelas Bupati.

Khusus bagi perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif. Pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa investor. Lahan itu diolah dengan sistem plasma dimana warga pemilik lahan kelak dapat menikmati hasilnya.(dro/*1/Adv)




AJI Gelar Syukur Tempati Sekretariat

ajiPEKANBARU  (www.detikriau.org) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru menggelar syukuran menempati sekretariat baru. Selain syukuran, juga dilakukan silaturahmi bersama alumni, organisasi profesi jurnalis organisasi penggiat lingkungan dan sosial.

Ketua AJI Kota Pekanbaru, Ilham Muhammad Yasir mengatakan, sekretariat baru tersebut berada di Jalan Wiraswasta II Nomor 33 , masuk dari samping Hotel Ema Graha, Jalan Soekarno-Hatta.  Kegiatan dilaksanakan pada sabtu (13/4) dimulai pukul 11.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang bersama.

“Syukuran ini juga untuk silaturahmi dengan alumni, anggota dan pengurus AJI Kota Pekanbaru. Kita juga mengundang kolega dari organisasi profesi jurnalis, penggiat lingkungan serta sosial lainnya di Pekanbaru,” kata Ketua AJI Pekanbaru, Ilham Muhammad Yasir, Jumat (12/4).

Ilham menjelaskan, selama ini ditengah kesibukkan para anggota dalam meliput dan melakuka kegiatan jurnalistik, tak jarang untuk bertemu sangat sulit terjadi. “Ini juga menautkan kembali tali kekeluargaan di antara para anggota dan alumni,” jelasnya.

Ia mengatakan, dari deretan alumni yang diundang, di antaranya Calon Anggota DPRD Riau akan dilantik dalam waktu dekat, Edy Mohammad Yatim, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Riau, Ahmad Fitri, Dosen Fisipol Universitas Riau, Ahmad Jamaan dan Muchid Al Bintani, dosen komunikasi UIN Suska, Muhammad Badri serta senior-senior AJI lainya.

“Senior anggota AJI juga kita undang. Ada Kakanda Hasan Basril, Hasa Hanafi, Kasdi dan dewan pengawas, Dr Junaidi,” ujar Ketua Panitia, Winahyu Dwi Utami. (*)




Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau Teken MoU dengan Pemkab Inhil

Dukung Inhil Tingkatkan Produksi Pangan

IMG_1117 - CopyTembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Balai Utama Gedung Kantor Bupati Inhil, Kamis (11/4) sebagai sebuah wujud dukungan dunia perbankan kepada petani Inhil dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

Menurut penjelasan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau, Mahdi Muhammad, program ini dilakukan BI dalam rangka menekan inflasi di daerah. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bekerja sama untuk mempermudah akses pembiayaan sektor pertanian termasuk membantu petani melakukan penghitungan manajemen risiko kredit.

“Faktor bahan pangan akan menjadi salah satu faktor penentu terjadinya inflasi. Jika inflasi terjadi maka secara otomatis daya beli masyarakat akan menurun,” Ujar Mahdi

Dijelaskannya secara sederhana, terjadinya inflasi bisa ditandai dengan penurunan nilai tukar uang seperti contohnya, sebelumnya untuk mendapatkan 1 kg beras hanya dibutuhkan nilai tukar uang sebesar Rp 5.000 jika terjadi inflasi, untuk memperoleh 1 kg beras mungkin sudah harus membutuhkan nilai tukar senilai Rp. 7000. Kenaikan harga beli ini biasanya disebabkan tidak sebandingnya persediaan barang dengan permintaan dipasaran. Seperti terjadinya kelangkaan bawang baru-baru ini.

Disamping hal itu, ditambahkannya, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 7,8 % imbasnya akan menjadi daya tarik bagi pencari kerja akibatnya akan menyebabkan peningkatan jumlah penduduk.

Peningkatan penduduk akan menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan. Jika tidak diantisipasi seperti upaya peningkatan produksi pangan, inflasi akan terjadi. “Mou yang kita sepakati hari ini sebagai upaya mengantisipasi hal-hal tersebut,” Tegasnya.

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dalam sambutannya menyatakan sambutan baik Pemkab Inhil atas program yang dijalankan dunia perbankan ini. Wabup berharap, dengan kemudahan pemberian kredit, petani tentu akan semakin mudah untuk menenuhi kebutuhan pembiayaan, kemudian akan terjadinya peningkatan produksi pangan dan akhirnya akan mampu meningkatkan kesejateraan petani.

“Kemudahan pemberian kredit ini tentu diharapkan akan menumbuhkan kembali animo petani untuk berproduksi. Dengannya kita berharap Inhil kedepannya akan kembali berpredikat sebagai lumbung pangan khususnya padi di Riau,” Harap Wabup.

Usai penandatanganan Nota Kesepahaman, Direktur BI Perwakilan Riau, Ahmadi Ahmad didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Wiryadi melakukan suvervisi lapangan di Kecamatan Tembialahan, Batang Tuaka dan Gaung Anak Serka (GAS). (dro)




DPP PPP Restui Pasangan Edy Syfwannur dan Agussalim

pppTembilahan (www.detikriau.org) – Niat H Edy Syafwannur dan Agussalim untuk maju berpasangan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab Inhil) September 2013 mendatang semakin terbuka. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), rabu (9/4) kemaren dinyatakan sudah memberikan restu.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPC PPP Kab Inhil, Ir Syahruddin melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.org, Rabu (10/4). Menurutnya, DPP sudah memberikan restu kepada Agussalim untuk maju sebagai Wakil Bupati mendampingi H Edy Syafwannur.

“Kita sudah mendapatkan kepastian restu DPP. Insyaallah jika tidak ada aral rintangan, Kamis (11/4) surat dukungan secara tertulis tersebut akan diberikan,” Kata Syahruddin.

DPC PPP Inhil dengan kepemilikan 6 kursi DPRD ditambah 1 Kursi Partai HANURA yang sudah memberikan dukungan sebelumnya  menjadikan langkah pasangan yang diprediksi oleh banyak pihak akan memenangkan perolehan suara terbanyak pada Pemilukada Inhil September 2013 ini semakin terbuka.(dro)