Polres Inhil Ringkus Pelaku Judi Sijie

togelTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Satuan Unit Reskrim Polres Indragiri Hilir berhasil meringkus satu orang pelaku judi Sijie (Togel). Pelaku yang ternyata seorang perempuan berinisial MJ (40) warga Jalan Abdul Gani Tembilahan, pada Senin (6/5) sekitar pukul 14.00 Wib.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa sejumlah uang tunai termasuk catatan buku rekapan yang digunakan oleh tersangka dalam pembelian togel serta satu unit HP.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP.Ade Zamrah SIK, Selasa (7/5) menuturkan, kronologi penangkapan terhadap pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa pelaku kerap melakukan perjudian Sijie.

“Setelah ada informasi dari masyarakat, kita lakukan penyelidikan. Ternyata informasi itu benar. Kemudian beberapa anggota Opsnal Reskrim langsung mendatangi kediaman pelaku,”Kata Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.

Pelaku kini sudah diamanakan di Mapolres Inhil untuk dilakukan penyidikan atas perbuatannya melawan hukum dengan melanggar pasal 303 KUHP, tindak pidana perjudian.

“Hingga saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, selanjutnya setelah di anggap rampung baru di limpahkan ke Kejaksaan atau P21 untuk menjalani proses persidangan selanjutnya,”tambahnya.

Ditegaskan oleh Kasat Reskrim, Jajaran Polres Indragiri Hilir termasuk di tingkat Polsek, saat ini sudah gencar untuk melakukan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) salah satunya adalah perjudian, demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat yang ada, pungkasnya. (dro/*5)




Sekda dan Kadisdik Inhil Tinjau UN SD Sederajat

gambar: shnews.co
gambar: shnews.co

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Fauzar, Senin (6/5) melakukan peninjauan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat.

Beberapa sekolah yang ditinjau pada hari pertama UN seperti SDN 032 Indra Praja, SDN 004 Tembilahan dan SDN 002 Tembilahan Kota. Saat itu Sekda berharap pelaksanaan UN berlangsung lancar dan tertib serta semua anak didik bisa lulus.

“yang terpenting sekarang ini terus berusaha dan berdoa,”kata Sekda disela pantuan yang dilakukan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Fauzar, menyebutkan dari beberapa sampel sekolah yang dilakukan peninjauan, semua berjalan dengan baik.

“Sekarangkan pelaksanaanya sedang berjalan. Alhamdulillah semuanya lancar tanpa ada hambatan satu apapun. Kita berharap kondisi seperti ini sampai pada hari akhir pelaksanaan UN Rabu mendatang,”paparnya mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Secara angka memang Kadisdik tidak bisa menyebutkan, namun dia berharap tingkat kelulusan UN dari tingkat SD hingga SMA pada tahun ajaran 2012-2013 bisa maksimal. Sehingga anak-anak yang sudah memiliki cita-cita bisa melaksanakan.(dro/*1)




Dishub Inhil Ancam Cabut Ijin Truk pasir Ugal-ugalan

Kadishubkominfo Inhil, H Fahrolrozy
Kadishubkominfo Inhil, H Fahrolrozy

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Pahrolrozy mengingatkan armada pengangkut pasir yang melintas dalam Kota Tembilahan tidak ugal-ugalan. Aksi seperti itu banyak mendapat keluhan warga.

“Kita tidak mau lagi mendengar ada keluhan masyarakat tentang hal itu. Kalau memang petugas mendapati dilapangan, kami tidak akan segan-segan mencabut izinya.” kata Kepala Dishubkominfo Inhil, H Pahrolrozy kemarin.

Aksi ugal-ugalan yang dilakukan para sopir truk khusus bagi pengangkut pasir, lanjut Pahrolrozy bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan para pengguna jalan serta diri pribadi sopir.(dro/*1)




Wakapolres Inhil Pimpin Upacara Operasi Simpatik 2013

wakpolres inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar apel upacara gabungan dalam rangka Operasi Simpatik 2013. Upacara dilakukan di halaman Mapolres Inhil Senin (6/5) dipimpin secara langsung oleh  Waka Polres Indragiri Hilir, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK.

Ikut terlibat dalam upacara gabungan tersebut antara lain, Dinas Perhubungan, Anggota TNI Kodim 0314 Inhil, Sat Pol PP Pemkab Inhil, serta ratusan personil Polres Indragiri Hilir.

Dalam sabutannya Waka Polres Indragiri Hilir Kompol Yuniar Ari SIK menyebutkan, bahwa pada Operasi Simpatik Tahun 2013 akan digelar selama 21 hari. Mulai 6 Mei dan berakhir pada 21 Mei mendatang. Hal ini dilakukan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalu lintas.

“Dalam Operasi dengan kode Simpatik ini diawali dengan sosialisasi dan tindakan edukatif, terkait peraturan kelalulintasan bagi setiap pengguna jalan,” ujar Waka Polres

Dikatakannya, dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat ini  diharapkan saat dilakukan penegakan hukum secara tegas, masyarakat dapat memahami dan menerimanya.  “Ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjutnya.

Waka Polres juga berharap operasi ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk disiplin dan tertib berlalu lintas semakin tinggi. “Potensi kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas banyak disebabkan kurang disiplinnya pengendara sepeda motor dan pengemudi angkutan umum,” pungkasnya. (dro/*5)




Kakak Adik Gembong Ranmor di Bui Polisi

iTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim Opsnal Polres Inhil, Senin (1/5 yang lalu di TKP jalan Subrantas Tembilahan berhasil membekuk gembong pelaku curanmor. Dari tangan pelaku kakak adik ini, berhasil diamankan 5 unit kendaraan bermotor roda dua hasil aksi pelaku.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, ketika dikomfirmasi, Senin (6/5) mengatakan, untuk menangkap gembong ranmor, Novi (24) dan Afrinal Gunawan (22) warga Kecamatan Mandah ini tim butuh waktu kurang lebih 3 bulan. Panjangnya waktu ini guna memastikan bahwa mereka adalah benar pelaku yang kerap beraksi di Kota Tembilahan.

“Kali pertama yang diringkus petugas adalah Novi saat mereka mengendarai sepeda motor Satria FU warna putih di Jalan Soebrantas,” Terang Kasat Reskrim

Setelah pelaku mengakui perbuatannya, Lanjut Kasat,  petugas langsung menggelandang ke tempat kosnya. Disana petugas semakin curiga sebab dirumah kosnya ditemukan gerenda serta peralatan bengkel, bahkan pelaku juga mengaku dalam melakukan aksinya Ia tidak sendirian namun berdua dengan adiknya.

“Dari hasil pengembangan, kedua pelaku mengaku sudah mencuri motor sebanyak 9 kali. 4 diantaranya sudah dijual kedaerah.”Terang AKP Ade Zamrah SIK.

Dari pengakuan kedua pelaku, Afrinal Gunawan (22) tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi sebuah Universitas di Tembilahan serta kakaknya, Novi (24) droup out dari kuliah. Dalam menjalankan aksinya mereka terbilang cukup professional. Sebab selain menggunakan kunci T juga bisa merubah nomor kerangka serta cat kendaraan agar pemiliknya terkecoh.

5 unit kendaraan bermotor yang berhasil diamankan, antara lain Satria FU BM 4710 GW warna putih, kemudian Satria FU BM 3012 GT warna hitam, lalu Kawasaki Ninja warna abu-abu tanpa BM, serta sebuah motor metic, Mio warna hitam BM 8588 GR.

“Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui sampai sejauh mana aksi perbuatan kedua pelaku yang sudah dilakukan. Termasuk untuk mengungkap apakah mereka punya jaringan Curanmor,”akhiri Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK. (dro/*5)




Komisi IV DPRD Inhil Nilai Perlu Adanya Perhatian Bagi Volunter Sukarela Pos Yandu

dprdTembilahan (www.detikriau.org) – Komisi Empat DPRD Inhil memandang perlu untuk lebih memberikan perhatian terhadap keberadaan Pos Yandu terutama kepada penggiat yang bersifat volunter sukarela.

Hal ini disampaikan dalam rapat Paripurna penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD 2014 sekaligus penutupan masa sidang pertama 2013 bertempat diruang Paripurna gedung DPRD Inhil baru-baru ini di Tembilahan.

Dinilai Komisi Empat yang saat itu dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Jubair Malomo. Untuk menggerakkan Pos Yandu, sering kali tenaga Volunter sukarela harus merogoh kocek pribadi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan gizi Balita seperti susu, bubur kacang hijau dan lainnya. Untuk mengatasi hal ini, Dewan menilai perlu untuk membantu penganggaran dana rutin bagi Pos Yandu terutama untuk program asupan gizi balita termasuk pemantauan terhadap penyakit musiman dan menular.

“Kita memandang keberadaan posyandu sangat penting dalam memantau kesehatan warga hingga tingkat RT. Program posyandu dalam pemberian imunisasi dan asupan gizi bagi balita sangat penting sebagai pilar pertama dalam menjaga kesehatan warga.” Bacakan Jubair.

Pemberian insentif bagi penggiat posyandu perlu diatur dengan seksama bersama dinas terkait (seperti Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Peranan Wanita, bagian Kesejahteraan Masyarakat). Para penggiat posyandu mendapatkan prioritas program kesejahteraan masyarakat. Peran Dinas Kesehatan dalam memperkuat kapasitas penggiat posyandu melalui pelatihan-pelatihan dan insentif mendapatkan pelayanan gratis kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit (walaupun penggiat posyandu itu dari kalangan mampu). Komisi IV perlu memperjuangkan Program Penguatan Posyandu ini kepada pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Disamping hal itu, Komisi Empat juga menilai pentingnya pemberian imunasi secara lengkap kepada Balita. Kedepan diharapkan tidak ada lagi satupun bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap hanya dikarenakan ketidakmampuan dari sisi biaya. Persoalan lainnya yang dipandang penting yakni program pengawasan kesehatan bagi masyarakat miskin. Keberadaan Program Kesehatan Gratis bagi Warga Miskin ini sangat penting dilakukan, mengingat hingga saat ini, masih terdapat keluhan warga Kabupaten Indragiri Hilir yang ditolak berobat di Puskesmas, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah. Perlu dibuat peraturan daerah, yang mengatur secara seksama pelaksanaan kesehatan gratis bagi warga miskin ini, yang menyangkut hukuman pidana bagi pengelola Puskesmas, RSUD, Rumah Sakit Swasta, Klinik dan Praktek Dokter, yang menolak pasien warga miskin berobat.

Untuk bidang kesehatan, yang terakhir, Komisi Empat juga memandang perlu adanya program asuransi kesehatan masyarakat. Sakit tidak pernah mengenal strata. Seorang dokterpun bisa terkena demam berdarah. Bagi warga strata menengah ke atas, mereka sudah mengenal dan mengikuti program asuransi kesehatan. Tapi bagi warga strata menengah ke bawah, mengikuti asuransi menjadi sebuah kemewahan.

“Kita memandang perlunya melakukan study yang melibatkan pakar asuransi dan ahli kesehatan masyarakat. Hasil study itu nantinya dapat disusun Perda Asuransi Kesehatan Masyarakat Inhil,” Ujar Jubai membacakan pandang Komisi Empat untuk bidang kesehatan. (dro)