Ibu Korban Pencabulan Pinta Polisi Bertindak Adil

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Pihak keluarga korban dugaan pencabulan oleh seorang oknum guru sebuah madrasyah di pematang reba (Kab Inhu), AB (50) terhadap pelajar Sekolah Dasar Kelas 3, Bunga (9 tahun. bukan nama sebenarnya.red) warga kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kab Inhil, meminta kasus yang meninggalkan luka dan trauma sangat mendalam bagi buah hatinya ini dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum seadil-adilnya.

Harapan ini disampaikan oleh ibu kandung Bunga kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular, Kamis (25/4). Dijelaskannya, akibat kejadian yang sangat memalukan itu, kini buah hatinya terlihat sedih dan sering murung.” Sebagai masyarakat kecil yang tidak memiliki kemampuan dan kuasa apapun, sepenuhnya kami mempercayakan penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum. kami sangat berharap agar pihak kepolisian dapat menjalankan hukum dengan adil dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku pula,” Ungkap Ibu kandung korban, Zaidah.

Ditambahkan Zaidah, kasus yang menimpa buah hatinya itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dengan Tanda Bukti lapor bernomor; TBL/01/IV/2013/Riau/Res Inhil/Sek GAS.

Dugaanp erlakuan biadab seorang oknum Guru ini terjadi pada Kamis (18/4) sekira pukul 15.45 Wib di jalan Mesjid Parit IX RT 03 RW 04 Kelurahan Teluk Pinang.

Dari informasi yang dirangkum, Hari naas itu, bunga sedang asyik bermain-main dihalaman rumah. Sedang asyik bermain, bunga dihampiri AB.

AB kemudian dengan berbagai tutur manis mulai membujuk-bujuk bunga. Taktik itu tampaknya berbuah manis. Bungapun mulai merasa AB bukan seperti orang asing lagi, kemudian iapun duduk dipangkuan AB.”Saya melihat anak saya dipangku AB tapi saat itu tidak ada yang mencurigakan,” Ujar Zaidah.

Tidak berselang lama, tiba-tiba Zaidah mendengar Bunga menjerit-jerit. Mama adek sakit, teriaknya berulang-ulang sambil menangis dan mengatakan “kelaminnya sakit karena dipegang-pegang AB” dan saat itu Zaidah langsung membawa Bunga pulang ke rumah untuk mencari tau apa yang dialami sang buah hati.

“anak saya sering merasa kesakitan saat buang air kecil. Dari hasil Visum, didapati kemaluan anak saya memang terdapat goresan” pungkas Zaidah. (dro)




Lukman Edy Silaturahmi Bersama Pemuda dan Mahasiswa se Inhil

DSC_1577TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Anggota Komisi VI DPR-RI sekaligus Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau H Lukan Edy menggelar silaturahmi bersama pemuda dan mahasiswa se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Selasa (23/4) sore di Pondok Indragiri jalan Lingkar 1 Tembilahan.

Silaturahmi semacam itu menurut Lukman sangat baik untuk dilakukan oleh setiap umuat, apalagi dirinya selaku masyarakat asal Inhil yang banyak berkiprah di Ibukota Indonesia Jakarta. Paling tidak melalui silaturahmi bisa itu, kata Lukman ada aspirasi yang ia tampung dan bisa menjadi masukan.

Saat itu Lukman juga menyinggung, bahwa dirinya adalah salah satu anak muda asal Negeri Seribu Jembatan yang siap bertarung pada Pilgubri September mendatang. Maka itu melalui pertamuan demikian dia berharap anak-anak muda Inhil dapat membantu mensosialisasikan dirinya.

“Kebetulan untuk Inhil pada hari ini sudah kita bentuk relawan saya yang menggunakan simbol warna orange. Dimana warna ini adalah netral dan tidak menggunakan warna-warna partai,” ungkapnya.

Lukman ingin Pilgubri mendatang dapat melintasi sekat-sekat kepartaian. Dicontohkanya, jika berpijak kepada ilmu pewarnaan, lahirnya orange dikarenakan ada perpaduan unsur warna kuning, hijau, merah dan warna-wana lain yang merupakan simbol masyarakat Riau.

Terakhir Lukman mengaku miris jika melihat kondisi infrastruktur jalan yang ada di Riau khususnya Inhil. Tidak hanya dia juga menyebut hampir seluruh kabupaten/kota di Riau minim terhadap prestasi. Bahkan ada rilis yang disampaikan kementrian dalam negeri dan media nasional, adal 10 Bupati terbaik namun sayangnya tidak berasal dari Riau.

“Padahan ABPD dimasing-masing kabupaten cukup besar, tapi kenapa sampai kita tidak berprestasi seperti para Bupati yang ada di Pulau Jawa yang APBD-nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan daerah kita,”imbuhnya.

Selain bertemu dengan pemuda dan mahasiswa se Inhil Lukman juga mengunjungi beberapa desa terpencil di Inhil dan RSUD Puri Husada Tembilahan yang merupakan tempat pelayanan publik. (dro/*1).




Bank Dunia Puji Program Pamsimas Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Bank Dunia menilai program pembangunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sejauh ini berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil evaluasi lembaga ini, menunjukan bahawa pelaksanaan Pamsimal Inhil bisa berkelanjutan hingga diantas 53 desa dan hanya 5 desa saja yang fungsinya tidak maksimal. Agar program itu bisa berjalan lebih baik, Bank Dunia menyarankan pemerintah selalu berkoordinasi hingga ketingkat bawah.

“Terutama sekali intansi terkait bisa saling berkoordinasi untuk memberikan sarana yang berkelanjutan ini agar betul-betul dapat berfungsi semaksimal mungkin. Jangan sampai program ini berfungsi ketika baru dibangun, namun setelah itu dibiarkan saja,” ungkap salah seorang perwakilan Bank Dunia Sri Pamungkas, usai menggelar evaluasi Pamsimas bersama dinas teknis PU dan Bappeda Inhil, Rabu (24/4).

Sementara  itu Kepala Dinas PU Inhil H Tengku Edy Efrizal menyebutkan salah satu tujuan evaliasi Pamsimas oleh Bank Dunia berujuan untuk melihat secara langsung, sejuah mana program tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat. Meski diakuinya masih ada beberapa bagian kecil yang perlu dibenahi.

“Yang menjadi catatan kita adalah kesadaran masyarakat yang dinilai masih kecil. Banyak dinatara mereka yang tidak ingin memberikan iuran rutin dari program ini. Padahal diketahui lahirnya Pamsimas untuk dan oleh masyarakat itu sendiri. Demikian pula dengan pengelolaanya,”ungkap tenku Edy.

Selaku satuan kerja (Satker) pelaksana fisik, Dinas PU akan memberikan penambahan jadwal sosialisasi terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat benar-benar memahami bahawa dari segala infrastruktu yang dibangun melalui Pamsimas milik masyarakat secara umum.

“Tidak ada biaya pemeliharaan yang dianggarakan oleh APBD. Semuanya menjadi tanggungan masyarakat. Dimana dana itu bisa ditarik melalui bentuk iuran maupun sumbangan rutin,” tandasnya.(dro/*1)




Altelt Volly Inhil Diharapkan Jaga Nama Baik Daerah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T mengharapkan atlet Volly Inhil yang mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) pelajar se Riau menjaga nama baik daerah.

“Adik-adik adalah orang pilihan yang menjadi duta Inhil yang akan berlaga pada Kejurda Volly antar pelajar di Pekabaru. Maka itu patuhi arahan pelatih, jangan bertindak diluar ketentuan,”harap Muktar  T, saat melepas Kontingen Volly, Rabu (24/4) pagi dihalaman Kantor Disporabudpar.

Selama bertanding, atlet juga dihimbau meninggalkan fikiran lain dan menjaga konsentrasi penuh dalam pertandingan, sehingga bisa meraih hasil yang maksimal. Sama seperti Kejurda futsal antar pelajar beberapa waktu lalu, kali ini Muktar juga menargetkan duta Inhil cabor Bolly mampu merebut juara umum.

“Mudahan untuk cabor Volly bisa meniru cabor futsal. Dimana pada kejurda futsal kita mampu mempertahankan juara umum,” ungkapnya.

Cabor Volly akan dilaksanakan di pekanbaru mulai tanggal 24 sampai 29 April. Cabor yang juga diikuti Inhil seperti Tenis Meja dan Sepak Takraw. Beberapa cabor tersebut menjadi andalan Inhil. Oleh sebab itu, atlet harus mampu menjaga kondisi, sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

“Melalui Kejurda Pelajar ini kita berharap dapat menemukan atlet-atlet potensial untuk mengukir prestasi olahraga di jenjang kejuaraan yang lebih tinggi,” imbuhnya.(dro/*1).




Pegawai Dihimbau Jauhi Narkoba

 tantawiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah setempat agar menjauhi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang.

Jangan hanya mengejar kenikmatan sesaat, namun dampaknya bisa menghancurkan masa depan. Selain itu bahaya narkoba juga dapat mempengaruhi fikiran alam bawah sadar sesorang untuk berbuat yang melanggar ketentua.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhil H Tantowi Jauhari, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Rabu (24/4).

Menurut mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Disporabudpar) Inhil, pihaknya sangat prihatin kalau ada kalangan pengawai yang terpengaruh terhadap narkoba. Karena pemakai narkoba akan menyerang syaraf-syaraf  otak.

“Kami atas nama Pemkab Inhil tidak akan pernah bosan memberikan himbauan semacam ini. Bahkan himbauan yang kami sampaikan tidak saja melalui teguran lisan, tapi melalui pemasanagn baliho, sepanduk dan sejenisnya,” kata Tantowi Jauhari.

Ia menegaskan, saat ini,bahaya narkoba sudah merasuk kemana-mana mulai dari kalangan bawah hingga menembus kalangan elit. Untuk itu, dia mengajak PNS komit untuk memerangi bahaya narkoba yang jelas-jelas dapat merusak kesehatan dan sumber ekonomi.

Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kabupaten Inhil, tutur Tantowi terus memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya PNS tenatang bahaya narkoba yang semakin hari terus mengalami peningkatan. Seseorang yang berulangkali mengkonsumsi narkoba dipastikan seluruh syaraf otaknya akan rusak.(dro/*1)




Pemkab Inhil Prioritaskan Pemberdayaan Desa

OLYMPUS DIGITAL CAMERATEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) senantiasa memprioritaskan pemberdayaan desa.Hal itu sudah menjadi komitmen Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan sejak awal kepemimpinannya. Komitmen itu sebagai bentuk ekstraksi seluruh program yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Karena itu pula, apapun jenis program yang sifatnya menunjang  pemberdayaan. Selalu ditempatkan pada desa, tidak pada Kecamatan atau Kabupaten. Pasalnya, dampak pemberdayaan tersebut langsung memberikan kontribusi pada penurunan angka kemiskinan.

Penerapan program  pemberdayaan desa  tersebut dilaksanakan sejak Bupati melihat langsung kondisi di lapangan . Dimana, anggaran yang tersedia sangat kecil. Sedangkan wilayah sangat luas dan jumlah penduduk juga besar. Memunculkan beragam persoalan.

“Karena itu, setelah dilantik sebagai Bupati, saya harus memutar otak bagaimana caranya membangun daerah ini. Program apa yang semestinya dilaksanakan, menyikapi terbatasnya anggaran”cetus Bupati. Sejak awal pula menurut Pak Jenggot, sapaan Bupati. Dia menyatakan tekad membangun kampung halaman dengan program yang tepat.

Sebagai orang Inhil ditegas Bupati dia sangat terpanggil untuk membangun daerah ini. Karena itulah, dia langsung tancap gas berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Kadang harus bermalam pada desa yang tidak mempunyai jaringan listrik, minim sarana penunjang hidup.

“Setelah melalui berbagai penelitian langsung itu. Kita rancang program yang sifatnya memberi stimulasi kepada desa. Dengan  menempatkan mereka sebagai subjek dari pembangunan”jelas Pak Mok, panggilan Bupati.

Pemberdayaan tersebut terus menjadi program utama Inhil dan terus pula mendapatkan dukungan penuh warga. Namun demikian, harus pula diakui, masih banyak pihak yang belum mengerti benar dengan program tersebut. Serta hanya mengetahui secara sepotong.

Sementara di lapangan, semua desa secara tegas menyatakan menolak penuh apabila program pemberdayaan yang sudah dilaksanakan dihentikan.”Program itu sangat dibutuhkan masyarakat kami. Kami semua tidak mau jika program ini tidak dilanjutkan” kata Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang.(dro/*1)