Keuangan Daerah Harus Dikelola Secara Mandiri

sekdaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah masuknya masa Reformasi dan tepatnya di Era Otonomi Daerah seperti sekarang ini, seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) diberi kewenangan besar oleh Pemerintah Pusat untuk mengelola keuangan daerahnya secara mandiri, sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM  saat menghadiri pertemuan bersama alumni Diklat Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah, yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Tembilahan, Selasa (14/5).

Meski terbilang masih baru, namun diharapkan Sekda, sedini mungkin Pemda harus mampu memberi respon yang positif atas kepercayaan Pemerintah Pusat lewat pengelolaan keuangan daerah yang baik. Karena sebuhh kepercayaan itu sangat mahal harganya dan tidak bisa ditukar dengan apapun.

Sejauh ini, katan Sekda Pemda Inhil sudah berupaya menjalankan tanggung jawab itu dengan cara cara menyelenggarakan Diklat Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah, yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). “Para peserta kita harapkan mampu menjadi pionir di bidang pengelolaan keuangan di Kabupaten Inhil ini,” tegas Sekda.(dro/*1)




PMI Salurkan Bantuan Bagi Korban Tanah Longsor

pmiTembilahan (www.detikriau.org)  – Palang Merah Indonesi (PMI) Tembilahan memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai kepada para korban rumah tanah longsor di Kelurahan  Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (14/5).

Kepala Markas PMI Tembilahan Sobowo mengatakan, bantuan itu diberikan untuk meringankan beban para korban tanah longsor. Tidak hanya makanan dan pakaian, pihaknya juga memberikan dukungan secara moril.

“Kehadiran kami sebagai organisasi kemanusian memang untuk memberikan bantuan kepada korban musibah dalam bencana alam dan sebagainya,”ungkap Subowo, Selasa (14/5).

Diakui Sobowo bantuan yang diberikan kepada korban tidak terlalu besar,  namun dia berharap apa yang sudah diberikan tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.

“Data yang kami terima, 23 jiwa dari 5 kepala keluarga (KK) sangat membutuhkan bantuan,” sebutnya.

Sementara itu Camat Tanah Merah Nurmasyah, mengatakan para korban saat ini masih mengungsi di kediaman keluarga mereka masing-masing. Dalam kesempatan itu Camat kembali menghimbau agar warga yang bermukim sekitar tempat kejadian untuk tetap berhati-hati. Karena musibah longsor bisa terjadi kapan saja.

“Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Hemat saya, lebih aman sementara waktu jangan tinggal dulu dilokasi tersebut,”Himbaunya.(dro/*1)




Jelang Pemilukada, Bupati Ajak Warga Tetap Kompak

bupatiTEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir (Inhil)  Dr H Indra Muchlis Adnan  meminta kepada semua warga tetap kompak dan menjaga semangat kebersamaan. Momen Pemilu Kepala Daerah Bupati 2013 yang semakin dekat dinyatakannya tidak boleh membuat warga terpecah. Berbeda pandangan bukan berarti bermusuhan.  

Pasalnya, proses tersebut merupakan hal yang lumrah bagi sebuah negara yang menganut faham demokrasi. Ajakan itu disampaikan pria yang suka mengendarai sepeda motor tersebut.  Saat kunjungan kerja ke Kelurahan Khairiah Mandah, menghadiri pembukaan MTQ Inhil ke-43, awal pekan ini.

Siapapun figur yang terpilih sebagai Bupati Bumi Sri Gemilang. Selain harus bisa mengomandoi daerah untuk membangun. Juga mesti bisa melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan saat ini. “Kabupaten ini sedang berusaha mengejar ketertinggalan disemua lini. Jadi, gerak pembangunan harus terus dilanjutkan”tegas Bupati.

Dia juga meminta kepada pemimpin Negeri Seribu Jembatan  kedepan tidak menciderai semangat warga yang sudah tumbuh saat ini dan tercermin dalam visi Inhil 2025. Sekarang warga, telah giat berpartisipasi dalam membangun. Karena itu, harus bisa menjaga suasana tersebut tetap berkembang.

Indra Muchlis Adnan juga meminta supaya warga di pedesaan tidak pernah dilupakan. Pasalnya, akar persoalan berada di sana. Mayoritas warga bermukim di desa. Manakala desa sudah berhasil dibangun. Membangun sektor lain bakal lebih mudah dilakukan.

“Siapapun yang terpilih nanti, tentu saja harus bisa membangun kampung halaman ini dengan baik. Kita semua ingin kampung kita ini maju dan berkembang”jelas Bupati. Bupati pun berpesan kepada warga turut berpartisipasi menyukseskan Pemilukada Inhil 2013. Warg menurutnya mesti menyalurkan suaranya, karena itu merupakan hak mereka sebagai warga Bumi Sri Gemilang.(dro/*1)




KPUD Inhil Belum Terima Pengembalian Berkas Perbaikan DCS

kpudTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejak masuknya masa perbaikan hasil verifikasi daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD Indragiri Hilir (Inhil) priode 2014-2019 (9 hingga 22 Mei 2013.red), hingga hari ini belum ada satu Partai Politikpun yang sudah melakukan perbaikan secara keseluruhan.

Dikatakan Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil Herdian Asmi, secara umum partai politik (Parpol) peserta pemilu baru sebatas berkonsultasi.

“Mereka baru sebatas melakukan konsultasi. Namun untuk perbaikan secara total hingga saat ini belum ada” terang Herdian, Selasa (14/5).

Dia berharap parpol dapat memanfaatkan sisa waktu sebaik-baiknya. Sebab, setelah batas waktu habis, KPU tidak akan menerima perbaikan berkas dalam bentuk apapun. Jika demikian, sudah pasti calon-calon anggota DPRD dengan tersendirinya akan digugurkan.(dro/*1)




Realisasi PAD Triwulan Pertama Sebesar 26 Persen

padTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) triwulan pertama tahun 2013 mencapai Rp 377.893.777.676 atau sekitar 26 persen dari target sebesar Rp 1.455.751.987.084.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Inhil H Fazar Husen berdasarkan hasil evaluasi pihaknya pada triwulan pertama. Meski secara umum sudah melebihi target, namum masih ada beberapa item yang pendapatanya masih 0 persen.

Target PAD sebesar Rp 1,4 T lebih di tahun 2013 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2012 silam yang hanya Rp 1.3 T. Jumlah terbesar masih disumbang oleh dana perimbangan, sekitar 88 persen. Sisanya berasal dari pendapatan lain-lain daerah yang sah, seperti DBH Provinsi Riau, dana penyesuaian dan otsus serta bantuan keuangan Provinsi lebih kurang 7 persen.

“Yang masih 0 persen seperti DAK dan pendapatan dari hasil bagi pajak Provinsi,” kata Fazar Husen, Selasa (14/5).

Untuk DAK, lanjutnya,  jika berpijak pada pengalaman sebelumnya saat ini masih dalam proses administrasi dan bisanya baru diketahui realisainya akhir triwulan kedua dan paling lambat awal triwulan ketiga. Namun untuk bagi hasil pajak Provinsi, sejauh ini menurut Fazar belum dilakukan rekonsiliasi hasil pendapatanya.

“Biasanya setelah rekon data baru mereka bisa menyalurkan dana tersebut kepada kita melalui Biro keuangan Pemprov,” katanya.

Khusus untuk PAD secara rata-rata sudah mencapai 23 persen dan dapat dikatakan masih kurang dari target sekitar 1 persen. Adapun beberapa item yang belium terealisasi adalah pajak air bawah tanah dan pajak sarang burung walet. Demikian pula dengan pajak yang disumbangkan oleh restoran.

“Retribusi daerah yang baru mencapai realisasi yakni berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub). Mereka sudah melebihi 25 persen. Demikian pula dengan pajak pelayanan kesehatan yang dikelolah oleh RSUD Puri Husada Tembilahan,” Ungkapnya.(dro/*1)




Jampersal diakui Masyarakat Sangat Membantu

jampersal1Tembilahan (www.detikriau.org) – Program Jaminan Persalinan (Jampersal)  di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) walaupun masih mendapatkan kritikan kenyataannya juga dirasakan sangat membantu.

.“Alhamdulillah seluruh biaya persalinan anak kedua saya tidak dikenai biaya sepeserpun. Kalaulah seandainya program ini tidak ada, kemana saya harus memenuhi seluruh pembiayaannya.” Syukur Madi (31) ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di ruang perawatan kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, selasa (14/5)

JAMPERSALDengan hanya berprofesi sebagai buruh tani dikatakan Asmadi, persalinan istrinya melalui jalan operasi ini tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Warga Desa Pelanduk Kecamatan Mandah ini berharap agar program seperti ini dapat terus dijalankan karena sebagai masyarakat kecil, ia mengaku sangat terbantu.”prosesnyapun sangat mudah, saya hanya diminta KTP istri dan Kartu Keluarga, hanya itu,”Ujar Madi.

Wanto, salah seorang keluarga pasien lainnya juga mengungkapkan pernyataan yang hampir senada. Walaupun dikatakannya belum sempurna, namun hal itu menurutnya lebih kepada oknum bukan programnya.”kalau dari sisi pelayanan, jika ada satu atau dua orang perawat yang terlihat agak cemberut saya rasa itu tidak bisa disamakan dengan jalannya program ini, itu tentunya lebih kepada oknumnya. Secara keseluruhan, saya mengaku sangat puas,” Puji Wanto.

Untuk kebersihan ruang perawatan, Wanto juga menyampaikan kepuasan. Dalam sehari pengakuannya pengepelan dilakukan dua kali dan yang lebih membuat masyarakat kecil dikatakannya sangat terbantu, kebutuhan pakan pasien, anak dan obat-obatan juga diberikan secara cuma-cuma.(dro)