Pemimpin Inhil Mendatang Harus Selalu Turun Ke Lapangan

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan meninjau kondisi warga di Kecamatan Enok, belum lama ini
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan meninjau kondisi warga di Kecamatan Enok, belum lama ini

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemimpin Indragiri Hilir mendatang harus selalu turun ke lapangan. Tidak hanya untuk melihat secara langsung kondisi warga. Juga untuk mengakomodir semua kepentingan. Sehingga program yang dilaksanakan tepat sasaran.

Namun yang paling penting, pembangunan terus dilanjutkan. Perhatian terhadap desa tidak boleh pula dikendorkan. Karena pada titik itulah akar persoalan yang sesungguhnya. Warga di pedesaan menurut Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan masih sangat membutuhkan sentuhan. Supaya tingkat kesejahteraannya makin membaik.

Pondasi pembangunan yang sudah terbentuk saat ini, menjadi pijakan agar pembangunan selanjutnya menjadi lebih mudah dan baik. “Karena kondisi geografis kita yang berat. Pemimpin mendatang harus selalu melihat secara langsung persoalan yang dihadapi warga”tegas Indra Muchlis Adnan.

Sampai saat ini, masih banyak wilayah Inhil yang belum bisa dijangkau dengan transportasi darat. Hal itu membutuhkan pemimpin yang energik dan tangguh. Indra Muchlis Adnan sudah mencontohkan bagaimana dia ikhlas menggunakan sepeda motor setiap kali berkunjung ke pedesaan. Karena memang mayoritas desa masih belum terhubung maksimal.

“Beban berat masih terbentang. Inhil masih membutuhkan pembangunan infrastruktur pembuka isolasi daerah”ungkap Bupati. Dengan anggaran yang terbatas, pemimpin ke depan harus pula kreatif dan cerdas dalam menyikapi kondisi yang dihadapi. Terbatasnya anggaran itu tidak boleh menyurutkan pembangunan. Walau sifatnya bertahap, pembangunan dimaksud mesti berlanjut dan terus dilaksanakan.(dro/*1)




Jadikan Milad 48 Inhil Sebagai Bentuk Apresiasi Terhadap Tokoh dan Pendiri Bumi Sri Gemilang

Tembilahaindran (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan berpesan untuk tidak pernah sekalipun melupakan jasa para pahlawan. Sehubungan dengan peringatan Milad ke 48 Kabupaten Indragiri hilir, ia berharap agar dapat diwujudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah dan tokoh pendiri Kabupaten yang berjulukan Sri Gemilang ini.

“Pengorbanan yang sudah mereka berikan untuk kabupaten inil harus kita berikan apresiasi tinggi. Sehingga dengan peringatan Milad Inhil ke 48 ini seharusnya menjadi momen untuk mengenang jasa perjuangan mereka,” Sampaikan Indra Muclis Adnan melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (13/6).

Dalam usianya ke 48 tahun, Indragiri Hilir telah menjelma menjadi kota yang terus membangun di segala bidang. Maka itu hari ini setelah 48 tahun sejak berdiri sudah cukup banyak perubahan, meski dengan keragaman suku dan kebudayaan.
Sementara Ketua DPRD Inhil, Raus Walid menyebutkan dihari yang sangat bersejarah ini hendaknya diperingati oleh seleuruh elemen lapisan masyarakat Inhil. Ia juga berharap Inhil kedepannya akan lebih Berjaya dan Gemilang sebagaimana yang selama ini telah diharap-harapkan bersama dalam membangun daerah.

“Tepatnya besok Jumat 14 Juli merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Inhil. Ada pepatah mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat sejarahnya,”sebut Raus Walid.

Sebentar lagi lanjut Raus, masyarakat Inhil akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Inhil, dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Meski menghadapi agenda politik yang besar, namun jangan pernah meninggal rasa persatuan dan kesatuan demi terciptanya suasana kondusif dan harmoni. Sehingga diharapkan akan mampu melahirkan pemimpin yang lebih baik dan berkualitas untuk membangun Inhil dimasa-masa mendatang.
Pemekaran Kabupaten Inhil diawali dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau (Propinsi Riau) tertanggal 27 April 1965 nomor 052/5/1965 sebagai Daerah Persiapan Kabupaten Indragiri Hilir. Dimana saat itu pulalah berbagai persiapan terus dilakukan.

14 Juni 1965 dikeluarkanlah Undang-undang nomor 6 tahun 1965 Lembaran Negara Republik Indonesia no. 49, maka Daerah Persiapan Kabupaten Indragiri Hilir resmi dimekarkan menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Indragiri Hilir yang sekarang menjadi Kabupaten Indragiri Hilir yang pelaksanaannya terhitung tanggal 20 November 1965. Esok, Jumat, 14 Juli 2013 Kabupaten Inhil genap berumur 48 tahun.
Perayaan HUT ke 48 Inhil, tidak hanya pada pertandingan olahraga, seni dan budaya. Tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat. Yang mana dimulai dari pencanangan kegiatan Milad pelaksanaan gerak jalan jantung sehat, sidang paripurna istimewa, serta malam resepsi dan syukuran.(dro/*1)




Pemkab Inhil Buka Akses Jalan Tembilahan menuju Kampung Hidayat

Makam Syech Abdurrahman Siddiq Bin Syech Muhammad Afif Al banjarie
Makam Syech Abdurrahman Siddiq Bin Syech Muhammad Afif Al Banjarie

Tembilahan (www.detikriau.org) – Impian cukup lama masyarakat Inhil akan terbukanya akses jalan darat menuju wisata religi makam syech Abdurrahman Shiddiq segera akan terwujud. Tahun anggaran 2013, melalui dana APBD Kabupaten Inhil, Pemkab sudah menganggarkan dana pembangunan jalan, jembatan dan dermaga penyebrangan.

Informasi ini disampaikan oleh Asisiten I Setdakab Inhil, Darussalam dalam penyampaian kata sambutannya mewakili Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan pada kegiatan haul syech Abdurrahman Shiddiq Ke- 76 di Komplek Pemakaman Syech Abdurrahman Siddiq Al-Banjari, Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Kamis (13/6)

“Dengan terlaksananya kegiatan ini tentunya arus tranportasi darat dari dan menuju makam syech akan semakin mudah untuk diakses.  Yang jelas, masyarakat yang ingin berwisata religi ke makam sosok ulama kharismatis dan cerdas yang telah sukses membangun dan mengembangkan ajaran islam ini akan semakin mudah. Alhamdulillah,” Sampaikan Darussalam.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya membenarkan. Dikatakannya, kegiatan ini  merupakan bentuk kepedulian Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan dalam memenuhi impian masyarakat Inhil.

Untuk peningkatan ruas jalan dari terusan mas menuju desa teluk dalam  dengan panjang total kurang lebih 6 Km, tahun anggaran 2013 baru dianggarkan sepanjang 3 Km dengan pagu dana Rp. 2 Milyar. sisanya direncanakan akan dianggarkan pada tahun mendatang. Kemudian Pembangunan dermaga penyeberangan terusan mas,  baru dianggarkan pada satu sisi dengan pagu dana Rp 200jt, untuk sisi lainnya akan dianggarkan pada APBD-P.

“Jembatan beton parit 21 (46 x 4), parit 23 (32×4), parit 24 (52×4), Parit 25 (41×4) dengan total dana 3 milyar tahun ini juga akan dirampungkan. Terbukanya akses tranportasi darat menuju kampung hidayat  ini tentunya akan dapat memenuhi impian yang sudah cukup lama dari masyarakat Inhil. Khusus untuk jembatan penyeberangan tentunya juga  akan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.” Pungkas Dr Hj Alvi Furwanti Alwie sambil menjelaskan bahwa paket-paket pekerjaan tersebut saat ini sedang dalam proses pelelangan. (dro)




Haul Syech Abdurrahman Siddiq bin syech muhammad afif al banjari dipadati Ribuan Kaum Muslim

Asisten I Sedkab Inhil, Darussalam saat membacakan sambutan Bupati pada peringatan Khaul Syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari
Asisten I Sedkab Inhil, Darussalam saat membacakan sambutan Bupati pada peringatan Khaul Syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari

Tembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan berharap momen helat religius haul Syech Abdurrahman Siddiq bin syech muhammad afif al banjari dapat dijadikan salah satu sarana untuk  lebih mengenal keikhlasan perjuangan Mufti Kerajaan Indragiri ini dalam membimbing ummat di jalan kebenaran.

Harapan ini disampaikan Bupati dalam kata sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam pada peringatan haul syech Abdurrahman Siddiq ke 76 di Masjid Al Hidayah, Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kamis (13/6)

“Selain mengenang keikhlasan Beliau membimbing ummat di jalan kebenaran, momen peringatan seperti ini juga sangat baik dijadikan sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat iman kita pada Islam,“Pinta Bupati.

Disampaikan Bupati, Syech abdurrahman shiddiq atau yang lebih dikenal dengan panggilan kehormatan “tuan guru” adalah seorang ulama besar yang kharismatik. beliau pernah menjabat mufti kerajaan indragiri dari tahun 1910 s/d 1937. beliau adalah sosok ulama yang cerdas, terbukti dengan banyaknya tulisan-tulisan beliau yang dijadikan rujukan. fakta ini menjadikan syech abdurrahman shiddiq tidak hanya dikenal di indragiri saja, bahkan nama beliau cukup tersohor di negara-negara tetangga, seperti malaysia dan singapura.

“Kedepannya adalah tugas kita bersama untuk melanjutkan perjuangan Beliau. Mulailah dari keluarga. Biasakan hidup berkeluarga dalam nuansa yang Islami, agar terbiasa menjalani kehidupan dunia dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran Islam. Hal ini penting untuk membangun karakter anak-anak kita yang kelak akan menjadi penerus pembangunan,”Ujar Bupati

Dalam pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Tuan Guru Sapat oleh Ketua Yayasan Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari, HM Ali Azhar disampaikan, bagi kaum muslimin yang mengikuti perjalanan hidup seorang waratsatul anbiya’, maka akan membawa keberkahan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Dijelaskannya, Syech Abdurrahman Siddik Al-Banjari dalam menjalankan dakwahnya dan mengajar umat pada masa itu tidak kenal pamrih. Bahkan, selama menjabat sebagai Mufti Kerajaan Indragiri beliau tidak mau menerima gaji. “Beliau masih keturunan dari dua tokoh penyebar Islam di Nusantara, yakni Pangeran Diponegoro dan Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari,” sebutnya.

Sebelumnya, Rabu malam digelar pengajian dan Maulid Al-Habsyi serta Barzanji di makam Syekh Abdurrahman Siddik Al-Banjari. Bahkan, peziarah yang datang bergiliran menggelar pengajian sampai Kamis dinihari.

Ribuan kaum muslimin yang hadir dalam khaul tuan syech ini bukan hanya berasal dari Inhil, tapi juga dari Palembang, Sumsel dan Kalimantan Selatan. Mereka dengan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. (dro)




Edy Ajak Masyarakat Tetap Jaga Rasa Kebersamaan dan Solidaritas

H Edy Syafwannur
H Edy Syafwannur

Kateman (www.detikriau.org) – Bakal Calon Bupati Inhil periode 2013-2018, H Edy Syafwannur mengajak seluruh masyarakat untuk terus memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas. Moment Pemilihan Kepala Daerah diharapkannya tidak menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat.

Ajakan ini disampaikannya dalam penyampaian kata sambutan pada peringatan Isra’ Mi;raj 1434 H di Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman. Kamis (13/6)

“Yang terpenting teruslah jalin rasa kebersamaan dan tetap bersatu. Moment Pilkada hendaknya jangan sampai menjadi sebab timbulnya perpecahan dan perselisihan sesama kelompok apalagi sesama umat muslim hanya dikarenakan adanya perbedaan pandangan terhadap calon-calon yang diunggulkan.”Ujar H Edy Syafwannur

Masyarakat juga diminta untuk tetap memupuk sikap saling menghargai pendapat masing-masing individu sesuai dengan prinsip demokrasi. “Siapapun yang nantinya bakal terpilih haruslah tetap didukung dan dikontrol sehingga misi dan visi yang dijanjikan benar-benar dapat terlaksana dan tercapai apa yang menjadi keinginan masyarakat.”Pesannya.

Salah seorang pengurus majlis taklim, Asrak, yang hadir dalam kesempatan itu juga menggantungkan harapan yang senda, ia berharap pesta lima tahunan masyarakat Inhil ini menjadi tonggak awal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kedepannya yang lebih baik.” Boleh kita berbeda pendapat tetapi haruslah tetap bersatu.” Harapnya.(dro/**)




Pembangun Desa Harus Memperhatikan Potensinya

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menyalami Sekda H Alimuddin RM, saat menghadiri kegiatan resmi daerah di Tembilahan, baru-baru iniTEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Membangun desa dengan mempertahankan potensi yang dimilikinya  mutlak dilakukan. Desa diberdayakan tanpa melakukan pemaksaan. Pasalnya, setiap desa memiliki keragaman dan kebutuhan yang berbeda.

Tidak bisa disamakan dengan desa lainnya. Namun demikian, dalam prosesnya bukan berarti desa dibiarkan berjalan sendiri. Melainkan selalu dipandu dan diperhatikan. Terutama bagaimana memanage semua sumber daya yang ada di desa bersangkutan.

Pola seperti itu disebut Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dr H Indra Muchlis Adnan tidak hanya menstimulasi desa. Melainkan juga menggali potensi yang dimiliki agar selalu optimal.

“Pembangunan yang kita laksanakan tidak bersifat top down. Melainkan sebaliknya. Kita tidak ingin memperlakukan desa sebagai objek. Tetapi diusahakan bagaimana desa sendiri yang menjadi subjek pembangunannya”tegas Bupati.

Pola yang berjalan sebelumnya, top down disebut Indra Muchlis Adnan membuat desa tidak optimal. Mereka tidak pernah diberdayakan. Dimana pembangunan yang ada semuanya selalu dikendalikan penuh. Akibatnya rasa memiliki warga tidak ada.

Setiap waktu, Pemkab Bumi Sri Gemilang selalu pula meningkatkan alokasi anggaran untuk pemberdayaan. Namun demikian, karena anggaran yang cukup terbatas. Diakui, proses alokasi tersebut belum memenuhi harapan semua desa.

” Pemberdayaan yang kita lakukan berbeda dengan daerah lain. Kita tidak mengatur pembangunan di desa. Melainkan seluruhnya berdasarkan apa yang menjadi aspirasi desa bersangkutan. Pemkab Inhil hanya membimbing dan melakukan pengawasan”cetus Pak Jenggot, panggilan Bupati.

Dalam membimbing desa, ditempatkan pendamping. Hal itu dilakukan agar penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Desa bisa berkreasi dan mengarahkan semua dana yang tersedia untuk kepentingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Tanpa dicampuri dan dipaksa.(dro/*1)