Tabrakan Maut, Dua Balita Meninggal Dunia

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebuah kecelakaan maut adu kambing antara sepeda motor dengan mobil Kijang Inova terjadi di Jalan Lintas RT.04 tepatnya di depan Pondok Pesantren Darus Salam Desa Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Selasa (25/6) sekitar pukul 08.45 Wib. Akibat kejadian ini, 2 orang balita kehilangan nyawa.

Dua orang korban yang meninggal dunia, diketahui bernama Taibatus Soleha (6) menghembuskan nafas ketika dilarikan ke Puskesmas Tempuling. Sedangkan korban Bunaeya Salamah (3) meninggal di TKP. Kedua korban naas tersebut, sebelum terjadi kecelakaan di bonceng sepeda motor Honda Astrea Grand BA 2110 GA yang dikendarai orang tuanya, Eliyas Muktar (42) warga Kecamatan Tempuling.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Ipda Warno Akman mengatakan krnologi kecelakaan maut yang merenggut 2 korban jiwa  berawal saat motor Astrea Grand Astrea melintas dari arah Rumbai Jaya hendak menuju arah ke Tembilahan.

Pada saat itu pengendara motor Eliyas membonceng tiga penumpang,  yakni Syahyadi (37) warga Desa Sungai Salak duduk dibelakang, kemudian duduk ditengah Bunaeya Salamah (3) dan duduk didepan Taibatus Soleha (6).

Namun naas ketika sampai di TKP, tiba-tiba dari arah depan secara berlawanan melintas sebuah mobil Inova BM 1991 LS warna hitam yang dikemudikan oleh Miswar (53) warga Lorong Blida Kecamatan Tembilahan Hulu.

Akibat kelalaian, laga adu kambing tidak bisa dihindarkan dan terjadi benturan keras. Akibatnya, pengendara motor berikut ketiga penumpangnya harus terpelanting di tengah jalan aspal.

“Diduga akibat terbentur aspal setelah jatuh, akhirnya korban Taibatus Soleha meninggal dunia ditempat, sedangkan satu korban meninggal lainnya ketika dalam perjalanan menuju Puskesma yaitu Bunaeya Salamah (3),”ujar Paur Humas Ipda Warno Akman.

Bahkan ketika pengendara motor berikut penumpangnya sudah jatuh di tengah jalan setelah terjadi tabrakan, dari arah belakang juga melintas sebuah kendaraan motor Honda Supra X BM 6673 GS yang dikendari Edy Purwanto (36) dari arah Rumbai menuju Tembilahan. “Karena pengendaranya berusaha mengelak akhirnya juga terjatuh dan mengalami luka lecet,”tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Tempuling, AKP P.Pardosi juga membenarkan terjadinya kecelakaan maut hingga memakan 2 korban jiwa. Untuk kondisi kedua kendaraan terutama sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup serius, sedangkan mobil Inova pada bagian kacanya juga rusak.(dro/*e)




Fokus Ornop Pinta Agenda Pemekaran Insel Tidak di Politisir

Sekjend Fokus Ornop Kab Inhil, Indra Gunawan
Sekjend Fokus Ornop Kab Inhil, Indra Gunawan

Tembilahan (www.detikriau.org)—Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) meminta semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 untuk tidak memanfaatkan agenda pemekaran kabupaten Indragiri selatan (Insel) sebagai bahan melakukan bujuk rayu kepada masyarakat. Menurutnya, agenda pemekaran inhsel, sejauh ini hampir dipastikan akan berhasil, terlepas siapapun Bupati yang terpilih nantinya.

“Ini hanya sebatas himbauan, intinya kita meminta untuk tidak menyampaikan bahasa bujukan terkesan pembodohan. Pemekaran Insel, siapapun Bupatinya pastinya akan terus bergulir. Jadi jangan persoalan ini dipolitisir,” Ujar indra, kemaren

Kampnye atau bujukan yang seperti itu dinilai Indra sebagai sebuah upaya pembodohan terhadap masyarakat. Sampaikanlah program-program yang jelas sebagai janji kepada masyarakat.”Silahkan saja bertanding untuk memperebutkan hati rakyat. Tapi tentunya dengan benar dan tidak mengada-ngada.” Pungkas Indra. (dro)




Pemprov Riau Diminta Serius Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Inhil-Inhu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) melalui Camat Kecamatan Keritang, A Ramani meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menyikapi dengan tindakan nyata terkait penanganan tapal batas kab Inhil dan kab inhu. Jika persoalan yang sebelumnya sudah berbuntut jatuhnya korban jiwa ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan peristiwa serupa yang tentunya sama-sama tidak diinginkan akan kembali berulang.

Pernyataan ini disampaikan Camat saat bertemu harian vokal di kantor Bupati inhil, kemaren. Menurut Camat, Pemprov Riau melalui bagian tata Pemerintahan (Tapem) sebelumnya sudah menjanjikan untuk langsung turun ke lapangan untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Namun hingga hampir 1 bulan melewati batas yang sudah dijanjikan, janji itu tidak juga dipenuhi.

“Ini persoalan yang sangat krusial dan sepatutnya mendapatkan perhatian serius. Kalau sekedar rapat, kita sudah beberapa kali melakukan bersama pihak pemprov. Tapi ini tidak cukup sebatas itu. Saat ini yang kita butuhkan adalah tindakan nyata,” Kritik Camat.

Disamping hal itu, ditambahkan Camat, tapal batas kedua kabupaten itu hingga hari ini terus mendapatkan pengawalan dari aparatur kepolisian. dinilai camat, jika penyelesaian persoalan ini bisa disegerakan kenapa harus dibiarkan berlarut-larut.”Mohon segera turun kelokasi. Jangan hanya janji. Kami siap memberikan bantuan untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” Pinta Camat.

Terkait persoalan ini, kabag tapal batas tata pemerintahan Provinsi Riau, Huzaimi Ibrahim ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya menjelaskan bahwa belum direalisasikannya kunjungan kelokasi dikarenakan kesibukan berbagai agenda. Namun untuk hal itu, ia menyatakan sudah menugaskan kepada kasubag untuk segera menjadwalkan.” Sudah, kita sudah perintahkan kasubag, Suhardiman untuk segera menjadwalkan,” Jawab Huzaimi.

Kasubag Komplik lahan tata pemerintahan pemprov Riau, Suhardiman ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya membenarkan. Menurutnya, kunjungan diagendakan sekira tanggal 2 bulan juli 2013 mendatang.

Keseriusan pihak Pemprov Riau untuk segera menyelesaikan persoalan ini juga dimintakan salah seorang masyarakat Inhil, Rahman. Ia meminta persoalan ini jangan dianggap enteng dan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan kesan tidak serius Pemprov Riau ini menrut penilaiannya bisa saja menimbulkan dugaan dikarenakan rasa sungkan dengan pihak perusahaan. “kecurigaan masyarakat mengarah kesana, saya rasa tidak ada salahnya. Soalnya kan mungkin saja karena sudah menerima imbal jasa tertentu, rasa sungkan membuat segala upaya menjadi canggung dan berat untuk dilakukan.” Kata Rahman.

Diakhir kata, rahman kembali mempertegas agar semua pihak menyikapi penyelesaian persoalan ini dengan serius dan segera sebelum hal-hal yang tidak diinginkan kembali mencuat dan tentunya masyarakat juga yang pada akhirnya akan menjadi korban. (dro)




Satu Malam, Dua Tindak Penganiayaan Berat. Satu Korban Meninggal.

pembunuhanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tindak pidana penganiayan berat terjadi hampir dalam waktu bersamaan di dua tempat yang berbeda pada Selasa (25/6) dini hari. Akibat peristiwa ini, satu orang korban diketahui meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam pada bagian leher.

Sedangkan satu korban lagi, mengalami luka tikam senjata tajam pada bagian dada dan harus dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang cukup serius.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK mengatakan untuk korban yang meninggal dunia yakni ED (44) merupakan warga Jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Korban ditemukan sudah tewas didepan Wisma Indra jalan sultan syarif qasim dalam kondisi terkapar dan berlumuran darah akibat luka tusukan senjata tajam pada bagian leher sekira pukul 02.30 Wib pada Selasa (25/6),”kata Ade Zamrah.

Satu korban lainnya yang hingga kini masih dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, diketahui bernama JS (27) berprofesi sebagai security salah satu hotel di Tembilahan juga ditemukan mengalami luka tusuk pada bagian dada sekitar pukul 02.00 Wib pada Selasa (25/6) di TKP Jalan Suntung Ardi Tembilahan.

Kronologi kejadian menurut keterangan Ade Zamrah, untuk korban yang meninggal dunia sesuai dengan keterangan saksi, berawal adanya pengrusakan di kedai makan yang berlokasi di lantai dasar wisma Indra yang dilakukan oleh pelaku.

“Saat pelaku sedang mengamuk, tiba-tiba secara bersamaan datang korban di TKP. Lalu tanpa banyak cerita pelaku langsung menikam leher korban hingga tewas, kemudian pelaku langsung kabur,”Terang Kasat Reskrim

Sedangkan kasus penganiayaan yang menimpa korban JS, berawal saat korban sedang bertugas, tiba-tiba didatangi pelaku. Selang beberapa menit setelah terjadi pembicaraan kecil korban langsung ditikam hingga terkapar di TKP.

Ditegaskan oleh AKP Ade Zamrah SIK, hingga saat ini Satuan Unit Reskrim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Yang jelas kita sudah mengantongi nama pelaku dalam dua kasus ini dan kini masih dalam pengejaran,”tegas Kasat Reskrim.(dro/*e)




Asisten Satu Setdakab Inhil Buka Rakercab PWRI

Aisiten I, Darussalam saat memberikan kata sambutanTembilahan (www.detikriau.org) — Bupati Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Asisten Pemerintahan, Drs. Darussalam, membuka Rapat Kerja Cabang Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Indragiri Hilir, bertempat di Gedung Inhil Bussinis Center Tembilahan, Selasa (25 Juni 2013).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ungkapan rasa kebanggaan dan bahagia atas semangat para Pensiunan PNS ini menggelar rapat kerja meskipun sudah tidak lagi aktif di urusan kedinasan. Bupati juga mengharapkan momen rapat kerja ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk membesarkan dan memajukan organisasi yang memayungi para Pensiunan se-Kab. Inhil ini.

Selain itu, Bupati turut berpesan agar PWRI Kab. Inhil dapat senantiasa memberikan bimbingan kepada generasi penerus. “Secara pengalaman, jelas Bapak-Bapak kami yang terhimpun di PWRI punya kapasitas untuk memberikan bimbingan ke junior”, ujar Bupati dalam sambutannya.

Rapat kerja PWRI Inhil ini dijadwalkan berlangsung selama 2 hari diikuti oleh puluhan Anggota PWRI Kabupaten Indragiri Hilir yang terdiri dari 9 ranting.(dro/*)




BBM Naik, Harga Daging Sapi dan Ayam di Guntung Melonjak

Kateman (www.detikriau.org) – Imbas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga mempengaruhi terjadinya kenaikan harga daging ayam dan sapi. Harga penjualan dipasar Guntung Kecamatan Kateman kenaikan harga rata-rata sebesar 15 persen.

Berdasarkan pantauan lapangan, harga ayam potong yang semula dipasarkan dengan harga Rp. 28 ribu perkilo kini melonjak menjadi Rp. 35 ribu. Sementara untuk daging ayam kampung yang semula seharga Rp. 45 ribu naik menjadi Rp. 55 ribu. Sedangkan untuk daging sapi yang semula diperdagangkan dengan harga Rp 90 ribu perkilo melonjak menjadi Rp. 100 ribu. Kenaikan harga ini juga terjadi di pasar-pasar Kecamatan pulau Burung dan Teluk Belengkong.

“Kenaikan harga ini lebih dipengaruhi akibat kenaikan biaya tranportasi. Dalam beberapa hari ini, pembeli agak sepi,”Ujar seorang pedagang dipasar Guntung, selasa (25/6).

“Mau diapakan lagi, semua harga juga menglami kenaikan. Sebenarnya juga sangat memberatkan. Tapi  karena kebutuhan daging memang dibutuhkan, berapapun harganya kita pasti beli paling-paling porsinya aja yang terpaksa dikurangi.”Ujar seorang pembeli, Ratna. (dro/gus)