Dewan: Disdik Diminta Perhatikan Seluruh Sekolah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta memperhatikan seluruh sekolah yang berada dibawah naungan mereka. Terlebih lagi bagi sekolah-sekolah rusak yang berada dipedalaman.

Hal ini disampiakan Anggota Komisi IV DPRD Inhil Mansun, kemarin. Dia menyebutkan, meski perbaikan bangunan gedung sekolah telah dijalankan Disdik, namun masih ada beberapa sekolah yang berda jauh dari ibukota memerlukan perhatian. Perbaikan katanya tidak hanya dilakukan disekitar perkotaan dan tempat-tempat ramai. Tetapi harus merata hingga sampai kepelosok desa.

“Hak untuk mendapatkan fasilitas bagus saya kira tidak hanya bagi anak-anak yang ada kota. Tapi anak-anak di pedalaman juga sama. Maka itu kita minta dinas terkait dapat memberikan porsi yang sama, agar tidak terjadi kesenjangan social,” ujar Mansun, akhir pekan kemarin

Politisi asal Indragiri Hilir bagian selatan ini mengajak pemerintah daerah dan pemerintah pusat sedikit lebih memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang jauh dari lingkungan kota. Sebab, perbaikan fasilitas sekolah menurutnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.

Kalau melihat dari sejarah, kata Mansun, bahkan banyak anak-anak pedesaan yang tidak kalah suksesnya ketimbang anak-anak yang berada dilingkungan perkotaan. Padahal anak-anak kota lebih banyak menikmati berbagai fasiltas lengkap, sedangkan anak desa hanya biasa-biasa  saja.

“Bisa kita buktikan, banyak kalangan pemimpin berasal dari mereka anak-anak desa. Karena mereka memiliki semangat dan kemauan yang tinggi. Selain itu mereka juga jauh dari pengaruh buruk yang banyak terdapat didaerah ramai (Perkotaan, red) ”tandasnya.

Maka sangat disayangkan, kalau infrastruktur maupun bangunan sekolah yang ada di desa terkesan tidak diperhatikan. Mungkin selama ini, pihak terkait tidak memperhatikan hal itu karena lupa. Tapi selaku manusia, tutur Mansun, sudah menjadi kewajiban untuk saling mengingatkan.

Melalui APBD Inhil, Provinsi dan APBN, ia sangat membutuhkan komitmen pemerintah untuk memperhatikan sekolah yang ada di daerah terpencil. Sehingga kedepan apa yang ia sampaikan itu dapat direspon Disdik. Lakukan pendataan ke sekolah-sekolah yang ada. Perbaikan gedung sekolah katanya sangat mendukung proses belajar mengajar di sekolah tersebut.(dro/*1)




Pemasaran Kopra Inhil Perlu Terobosan Baru

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pergerakan harga kopra dan sawit di Indragiri Hilir terus ada kemajuan. Maka dari itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muchlis Adnan mengatakan dalam memasarkan komoditi tersebut perlu ada trobosan baru.

Selama ini turnya harga kopra, tutur Indra sudah terjadi secara global. Harga komoditas yang berlaku itupun tidak terlepas dari berapa kali hasil perkebunan ini  berpindah tangan.

“Kerap kelapa maupun hasil perkebunan lnhil lainnya terlebih dahulu ditampung di Thailand. Selanjutnya dari Negeri Gajah Putih itu, kopra dan kelapa Inhil dipasarkan ke eropa serta negara lain yang membutuhkan. Dari situ saja sudah terjadi permainan harga,” sebut Bupati.

Apabila pembeli dari Eropa yang langsung berhubungan dengan Indonesia. Diperkirakan bakal banyak hal positif yang akan didapatkan petani. Itu sebabnya, saat ini diperlukan terobosan  dan menciptakan suasana yang kondusif bagi buyer tersebut agar nyaman beraktivitas di Inhil.

“Baru-baru ini, saat kami melakukan survei. Ternyata negara eropa membutuhkan briket tempurung kelapa skala besar. Yang mencari tempurung itu justru Thailand. Ini saja contohnya  sudah berpindah berapa tangan, tempurung itu dari petani baru sampai ke pembeli” jelasnya lagi.

Jika saja mampu memutus mata rantai itu, diperkirakan harga komoditas perkebunan asal Inhil jauh lebih baik. Pemkab, ditegaskan Bupati jelas tidak bisa mempengaruhi naik turunnya harga kopra karena memang berkaitan dengan pasar dunia.

Belum lagi dengan kampanye negatif terhadap minyak kelapa yang dilakukan oleh negara lain. Hal itupun turut berpengaruh terhadap pasar hasil perkebunan Inhil. “Jadi, kita ini berkaitan dengan pasar dunia. Sehingga, semuanya saling berhubungan”tukas Indra Muchlis Adnan.

Saat harga kelapa mengalami penurunan. Bupati Inhil itu menegaskan dia juga merasa miris. Ke depan dia menyebut diversifikasi mutlak diperlukan. Selain itu, juga dibutuhkan terobosan agar pembeli dapat langsung berhubungan dengan petani.(dro/*1)




Besok Pasangan Bupati Tes Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sesuai jadwal, tanggal 2 hingga 3 Juli, empat pasang Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Priode 2013.-2018 menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan selama dua hari, yakni hari Selasa dan hari Rabu. Sedangkan urutan pemeriksaan kesehatan, menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil, disamakan dengan jadwal para calon saat mendaftar menjadi balon Bupati dan Wakil Bupati.

“Tidak ada urutan baku. Namun kami menyepakati, pemeriksaanya sama dengan waktu mereka mendaftar beberapa waktu lau. Siapa yang pertama mendaftar itulah yang pertama mengikuti pemeriksaan kesehatan,” ungkap Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil, H Herdian Asmi SH, Ahad (30/6).

Pasangan Balon yang mendaftar pertama ke KPU, adalah pasangan Sumbawa (Syamsuddin Uti dan Muslimin) kemudian pasangan Cerdas (Edy Syafwannur dan Agus Salim). Lalu pasangan Warohmah (Wardan dan Rosman) sedangkan pasangan terakhir adalah pasangan Dinamis, Zaenal Abidin dan Said Ismail.

“Satu  hari dua pasangan yang mendapat jadwal mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan. Demikian pula dengan hari kedua. Sehingga jadwal selama dua hari itu kami anggap sudah efektif,” katanya.

Tak banyak yang disampaikan Herdian, dia hanya meminta kepada seluruh kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang sudah mendaftar beberapa waktu lalu, agar bisa mentaati prosedur yang sudah di sepakati. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

“Inikan tahapan yang harsu dilakukan. Mau tidak mau masing-masing pasangan harus mengikutinya. Termasuk tahapan-tahapan selanjutnya. Apa yang sudah menjadi aturan main mari sama-sama kita patuhi,” cetusnya.

Berdasarkan petunjuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pihaknya menentukan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang akan menjadi tempat para Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil melakukan tes kesehatannya jasmani dan kesehatan rohani.

“Kita sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit tersebut dalam melakukan tes kesehatan ini. Dan tim dokter yang memeriksa kesehatan para calon Bupati dan Wakil itupun merupakan dokter spesialis yang ditunjuk langsung oleh IDI,” bebernya.(dro/*1)




Empat Siswa Inhil Lolos Paskibraka Tingkat Provinsi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Tahun ini, empat orang siswa-siswi dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederjat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lulus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Muktar T, mengatakan kelulusan empat siswa siswi asal Bumi Seribu Jembatan ini melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pemeriksaan kesehatan, fisik, PBB dan pengetahuan siswa siswi secara umum.

Muhktar mengatakan, empat orang siswa ini terpilih setelah panitia seleksi Paskibraka tahun 2013 melakukan seleksi terhadap sekitar ratusan siswa SMA dan SMK se kabupaten Indragiri Hilir. Sehingga tahapan seleksi berjalan manarik, karena terdapat banyak siswa yang potensial dari segala bidang

“Empat orang siswa kita sudah dapat dipastikan akan menjadi Paskibraka. Hal itu merupakan sebuah prestasi bagi anak-anak kita. Kedepan mudah-mudahan dapat ditiru oleh para junior-junior mereka,” kata Muktar T, kemaren.

Selain itu keberhasilan siswa untuk lolos menjadi anggota Pasibraka juga tidak lepas dari pengetahuannya dalam bidang PBB yang didapatnya dari kegiatan Pramuka dan latihan dari sekolah lainya. Sehingga hal itu menjadi modal untuk menjadi paskibra yang bisa berkembang baik.

“Sekali lagi dengan terpilihnya mereka diharapkan bisa membawa harum nama baik Kabupaten kita dan membawa harum nama baik sekolah mereka masing-masing,” tuturnya.

Adapun ke empat siswa dan siswi yang lolos tersebut yakni, M Rudiansyah perwakilan MAN Tembilahan, Yoga Ramadan Febriandi, perwakilan SMAN 1 Tembilahan, Miftahul Jannah,  siswa SMA Indra Praja Tembilahan dan terkahir Dinike Ade Fadila yang merupakan siswa SMAN 1 Tempuling.(dro/*1)




Polisi Buru Tiga DPO Rampok

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasca penangkapan 4 orang kawanan perampok, kini Satuan Opsnal Reskrim Polres Indragiri Hilir, masih memburu 3  orang pelaku lainnya yang sudah dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tiga orang DPO yakni berinisial IY warga Kecamatan Pulau Burung, kemudian SI warga Kecamatan Pelangiran serta satu lagi yaitu IN warga asal Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

Pernyataan itu, disampaikan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK,. Dikatakannya, sesuai dengan pengakuan para pelaku yang sudah dibekuk, ketiga DPO tersebut selalu ikut terlibat dalam setiap aksi perampokan yang mereka lakukan.

“Hingga kini kita masih mengejar ketiga perampok kawanan pelaku lainnya, bahkan untuk membantu tugas Polisi Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK juga sudah menjalin kemitraan dengan masyarakat setempat, agar melaporkan jika melihat mereka sewaktu-waktu kembali kerumahnya,”ujar Kasatreskrim.

Hingga berita ini ditulis, untuk ke 4 pelaku kawanan perampok yang sudah berhasil diringkus masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik di Mapolres Indragiri Hilir.

Empat kawanan perampok yang kini meringkuk di jeruji sel pesakitan Polres Inhil, sebelumnya kerap beraksi di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) dan Kecamatan Pelangiran, hingga akhirnya berhasil dibekuk petugas pada Kamis (28/8) sekitar pukul 11.00 Wib yang lalu. Akibat melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan dengan terpaksa tiga pelaku dihadiahi timah panas pada bagian kakinya sebelah kanan.

Untuk pelaku yang terkena timah panas antara lain Anto alias Uto (21) ditangkap petugas saat sedang berada di Perumahan PT.BRS II Kecamatan Pelangiran. Kemudian pelaku Irawan alias Iwan (27), diringkus petugas saat sedang bersembunyi di Desa Sebatu Kecamatan Batang Tuaka. Dari pengakuan pelaku Ia juga terlibat sebanyak  5 aksi perampokan bersama ketiga temannya tersebut diatas.

Lalu berikutnya Panut (30) ditangkap di Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran, juga terlibat aksi Curas di Perairan Gaung Anak Serka pada (29/5) yang lalu. Sedangkan pelaku Ayadi alias Yadi (32) tertangkap terlebih dahulu di Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar.(dro/*e)




Prihatin Asap, FMPA Riau Kumpulkan Tanda Tangan

30-dukungan keprihatinan asap di riauPekanbaru (www.detikriau.org) — Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Asap Riau menyatakan sikap keprihatinannya terhadap bencana kabut asap di Riau. Keprihatinan itu ditunjukkan melalui pengumpulan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 4 meter di arena Car Free Day di Jalan Diponegoro Pekanbaru, Ahad (30/6).

   ”Asap di Riau sudah dikategorikan sebagai bencana nasional. Banyak masyarakat sipil yang jadi korban penyakit Ispa, terutama anak-anak,” ujar Helda Kasmy, Koordinator Koalisi Rumpun Anak dan Perempuan Riau (Rupari), salah satu unsur organisasi masyarakat sipil yang ikut menginisiasi kegiatan tersebut.

Selain Rupari, sejumlah perwakilan lembaga juga terlibat seperti Jikalahari, AJI Pekanbaru, Bunga Bangsa, Pasa, Fopersma,  Yayasan Kabut, Fitra Riau, TII Riau, dan KAR.

Menurut Santi, Direktur Yayasan Bunga Bangsa, sejumlah tema diusung dalam aksi kali ini seperti; ”Lega Tanpa Asap”, ”Udara Bersih Hak Kita dan Tanggung jawab Negara”, ”Jangan Bakar Hutan Kami”, ”Tidak Ada Lagi Bencana Asap di Negeri Ini”.

”Aksi nyata pemerintah belum terlihat dalam penanggulangan bencana asap ini. Hal inilah yang melatar belakangi beberapa lembaga yang ada di Pekanbaru melakukan aksi keperihatinan,” imbuh Santi.(rls)