Program Desa Mandiri Tidak Bisa Berjalan Sendiri

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski dianggap mampu menciptakan pemerataan pembangunan perdesaan yang ada, program Desa Mandiri diharapkan tidak berjalan sendiri. Selain butuh program pendamping, penambahan anggaran bagi program tersebut juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah Kabupaten Inhil untuk meningkatkan pembangunan Desa dan kesejahteraan masyarakat Desa.

Pandangan ini disampaikan oleh salah seorang anggota Komisi II DPRD Inhil, Edy Harianto Sindrang. Edi Sindrang yang meminta program tersebut dapat terus dilanjutkan itu berpendapat, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, Program Desa Mandiri harus menjadi salah satu prioritas penting disamping program pembangunan Pemkab lainya.

“Meski Sejauh ini program tersebut mampu menciptakan pemerataan pembangunan di perdesaan, namun program Desa Mandiri juga tidak dapat berjalan sendiri. Artinya harus ada program pendamping atau evaluasi anggaran untuk program tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, anggaran Program Desa Mandiri yang saat ini untuk 250 juta perdesa tersebut dinilai masi kurang jika dilihat dari kebutuhan pembangunan infrastruktur Desa yang bertujuan dapat menunjang perekonomian masyarakat.

“250 juta tersebut sudah masuk gaji perangkat Desa dan biaya lainya termasuk pembangunan, artinya disini kita bias melihat untuk pembangunan yang mampu menunjuang pendapatan masyarakat, ini masih belum cukup,” ungkapnya.

Dengan demikian, program pendamping atau pun yang sejalan dengan program tersebut dinilai dapat membantu jalan dan meningkatkan tujuan program Desa Mandiri tersebut.

Untuk itu pihaknya juga menghimbau kepada calon pemimpin Inhil kedepan juga dapat terus melanjutkan program Desa Madndiri tersebut, karena dianggap langsung bersentuhan dengan masyarakat perdesaan, program Desa mandiri dianggap program Pemkab yang saat ini dapat meningkatkan pembangunan daerah khususnya pembangunan Desa.

“Siapapun Bupatinya nanti, kita berharap program Desa mandiri harus tetap berlanjut. Karena hingga saat ini, program tersebut masi sangat dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan karena langsung bersntuhan dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(dro/*r)




Petani Tewas Gantung Diri di Pohon Rambutan

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Entah karena apa, Ujang Supriadi (30) petani Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran ditemukan tewas gantung diri dipohon rambutan lahan perkebunanya sendiri, Ahad (30/6) sekitar pukul 23.35 WIB.
Menurut pengakuan istri korban dihadapan petugas, sekitar pukul 19.00 WIB korban berpamitan dengan istrinya untuk keluar rumah. Tanpa menyebutkan tujuanya, korban langsung meninggalkan rumahnya. Sekitar pukul 21.00 WIB, sang istri mencoba menghubungi, namun seluler korban dalam keadaan tidak aktif.

“Keluarga berupaya mencari dengan meminta bantuan para tetangga sekitar. Akhirnya sekitar pukul 23.35 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sekitar perkebunan tersebut,”kata Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kapolsek Pelangiran Ipda Syaiful, Senin (1/7).

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan. Kuat dugaan korban murni gantung diri akibat masalah pribadi yang dialaminya selama ini. Setelah itu, petugas langsung menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

“Beberapa saksi juga sudah kami periksa, termasuk keluarga korban. Demikian pula dari hasil visum, kami tidak menemukan bekas atapun tanda-tanda penganiayaan yang menyebabpkan korban meninggal,” jelasnya.(dro/*1)




Pabrik Aspal Hotmix Mampu Menjawab Kerusakan Jalan

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)  –  Dalam beberapa tahun ini geliat pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat dirasakan. Masalah lain, kerusakan ruas jalan juga semakin cepat. Maka itu sudah sepatutnya daerah ini memiliki pabrik aspal hot mix.

Beberapa indikator penyebab kerusakan jalan, bukan hanya karena kondisi tanah yang goyah. Tetapi juga disebabkan jauhnya lokasi mengambil material itu. Akibatnya saat material pengeras jalan tersebut tiba di Inhil, tidak lagi memiliki kadar panas yang sesuai.

Sehingga saat dilindas oleh alat berat pengolah aspal,  kerapatan massa aspal itu kurang. Daya rekatnya pun juga berkurang. Sehingga kekuatan aspal jauh dari perkiraan sebelumnya. Secara tidak langsung hal itu berdampak pada umur aspal dimaksud.

Kondisi itu terjadi hampir diseluruh jalan raya di Inhil. Belum lagi apabila ruas jalan tersebut digenangi pasang. Situasi itu kian mempercepat kerusakan aspal hot mix dimaksud. Lambat laun, material aspal turut tergerus oleh air. Beberapa ruas jalan yang terlalu berada di pinggir sungai saat ini juga menjadi persoalan tersendiri.

Selain terancam longsor, jalan itupun juga selalu digenangi pasang tinggi tiap akhir tahun. Karena itu, Pemkab Inhil sudah mendesain tidak lagi membangun jalan di pinggir sungai seperti sebelumnya, melainkan jauh ke tengah daratan.

“Sebetulnya bukan karena jeleknya kualitas aspal. Tetapi lebih karena aspal hotmix itu sudah dingin saat tiba ke Inhil. Namanya aspal hot mix ya harus panas, sehingga ketika sudah diolah dia sangat kuat” ucap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.

Itu sebabnya, diperlukan pengolahan aspal hotmix di wilayah Inhil. Sehingga aspal tersebut tetap memiliki suhu panas manakala tiba ke lokasi jalan yang akan diaspal hotmix. Dengan demikian ketika diolah, kerekatan aspal dan kekuatannya tetap bagus.

Selain itu kepada warga diimbau juga turut berperan dalam menjaga agar kualitas ruas jalan senantiasa tetap bagus. Pemkab Inhil, menurut Indra Muchlis Adnan setiap tahun senantiasa tetap berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan. Hanya saja tidak seluruh jalan mampu diakomodir karena anggaran yang ada cukup terbatas.

Selain infrastruktur, Pemkab Inhil harus pula memperhatikan bidang lainnya. Upaya membangun ruas jalan baru yang berskala luas, seperti membuka isolasi termasuk yang menjadi titik perhatian. Tujuannya supaya seluruh wilayah Bumi Sri Gemilang saling terhubung dan tidak ada lagi sekat pemisah.

“Harapan kita, jika tidak ada lagi sekat, mobilisasi barang dan jasa warga akan tinggi. Secara tidak langsung hal itu juga mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat” pungkas Bupati.(dro/*1)




Hingga Akhir Juni PAD Inhil Capai 40, 12 Persen

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski belum memenuhi target, namun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga akhir Juni kemarin sudah mencapai 40, 12 persen atau sebesar Rp 21 miliyar.

Meski demikian Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Inhil Junaidi optimis jika semua pihak aktif maka PAD Inhil pada akhir 2013 mendatang akan mencapai target. Apalagi jika melihat seluruh potensi yang ada.

“Dari tiga item PAD seperti pajak, retribusi dan bagian usaha daerah semuanya memiliki potensi yang cukup bagus. Tinggal kita saja yang melaksanakanya. Tapi kami yakin sampai akhirnya nanti semua akan tercapai,” kata Junaidi, Senin (1/7).

Untuk memenuhi semua itu, Dispenda akan berupaya menggali seluruh potensi-potensi pajak daerah yang dimiliki. Peningkatan itu, disampaikan mantan Kepala bagian (Kabag) Umum Setdakab Inhil ini bukan hanya sekedar kepatuhan para wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak tersebut. Tetapi adanya upaya ril kesadaran wajib pajak itu sendiri dalam membayar pajak dan kewajiban mereka.

”Kita minta pembayaran pajak, ritribusi dan sebagainya dibayarkan berdasarkan kesadaran sendiri. Jangan menunggu adanya penaggihan dari petugas dilapangan,” harapnya.

Selain itu, lanjut Junaidi pihaknya juga akan memperbaiki sistem secara internal. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik. Kemudian para wajib pajak bisa meyetorkan melalui loket atau bank-bank yang sudah berkerja sama dengan Dispenda. “Kami akan mengedepankan konsep budaya pajak. Lalau semuanya akan kami rekontruksi kebali,” bebernya.

Kemudian perbaikian yang tidak kalah pentingnya, meliputi perrcepatan penetapan surat ketapan pajak (SKP) dan surat ketetapan ritribusi (SKR). Untuk mencapai target PAD,  yang bukan saja berada pada kewenagan instansi tersebut, tutur Jinaidi perlu dilakukan koordinasi antar Satuan Kerja (Satker) terkait.

“Korrdinasi tetap akan kami tingkatkan, agar target-target PAD yang sudah ada bisa terealisasi dengan baik oleh pihak yang mengelolanya,” imbuh Junaidi.(dro/*1)




PN Tembilahan Kebanjiran Kasus Narkoba

TEMBIALAHAN (www.detikriau.org) – Kasus narkotika dan obat-obatan  terlarang (Narkoba) kembali mendominasi. Pasalnya kurang dari enam bulan, Pengadilan Negeri Tembilahan telah menerima 50 berkas perkara kejahatan narkoba dari 159 kasus yang masuk.

Kemudian urutan kedua ditempati oleh kasus tindak pidanan pencurian dengan rincian 32 perkara, selanjutnya penganiayaan 24 perkara, perjudian 11 perkara, penadahan 10 perkra, asusila 9 perkara, kehutanan 7 perkara, laka lantas 6 perkara kemudian pengancaman, dan KDRT masing-masing 2 perkara.

“Yang terkahir adalah kasus penipuan dan undang-undang kesehatan. Masing-masingnya satu perkara,” jelas Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Djoni Witanto, Senin (1/7).

Menurut dia, kasus yang mendominasi persidangan di PN adalah kasus narkoba sekitar 60 persen. Disusul kasus penipuan dan penggelapan sekitar 30 persen. Sisanya, kasus-kasus lainnya seperti pencurian dan lain-lainya. Umumnya kasus narkoba yang masuk persidangan adalah jenis sabu dan ganja.

“Beda-bedan ada yang terdakwanya hanya sebagai pemakai adapula sebagai bandar. Semua tergantung bukti-bukti yang telah diajukan oleh penyidik dari Kepolisian mapun Kejaksaan,” tuturnya.

Berdasarkan undang-undang narkonba nomor 35 tahun 2009, apabila terbukti pelaku dapat dihukum berat sesuai dengan penerapan UU tersebut.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

“Sebagai mana kita ketahui dampak dari pengaruh narkoba selain menghilangkan rasa sadar juga membuat seseorang menjadi ketergantungan,” imbuhnya.(dro/*1)




HUT Bhayangkara Ke 67 di Polres Inhil Berjalan Khidmat

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Bhyangkara ke 67
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Bhyangkara ke 67

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 67 di halaman Mapolres Inhil, pada Senin, (01/7). Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si dan Komandan upacara Iptu Faisal Syam SH.

Peringatan perayaan HUT ke 67 Tahun 2013 ini bertemakan “ Sinergitas Kemitraan dan Anti KKN, Wujudkan Pelayanan Prima, Penegakan Hukum, dan Keamanan Dalam Negeri, Mantap Sukseskan Pemilu 2014”.

Tampak hadir pada acara tersebut, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf. Firalta Paksana Tarigan, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan Djoni Witanto SH.MH, Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan Ferziansyah Sesunan SH, Sekdakab Indragiri Hilir H Alimuddin, Waka Polres Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK, seluruh Kabag dan Kasat, Bhayangkari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan purnawirawan Polri.

Dalam amanatnya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika  membacakan  amanat Kapolri Jenderal Timur Pradopo berharap Polri mengoptimalkan kemampuan dan mengembangkan polmas dengan kemitraan masyarakat. Diharapkan melalui pendekatan polmas masyarakat dapat ikut berpartipasi sekaligus dapat bersinergi dengan masyarakat.

Selain itu Kapolres juga mengajak kepada seluruh Jajarannya, untuk selalu meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, sebab dengan kondisi jumlah personil yang ada di Polres Inhil dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada sudah tidak ideal, oleh karena hubungan kemitraan dengan masyarakat sangat diperlukan

“Kemitraan bersama masyarakat kedepan perlu terus ditingkatkan, sebab jika melihat jumlah Personil yang ada serta letak georafis Kabupaten Inhil dan jumlah penduduk sudah tidak sesuai, makanya demi terciptanya keamanan yang kondusif peran dari masyarakat sangat diperlukan” ujar Kapolres.

Usai pelaksanaan upacara resmi, diisi dengan peragaan aksi ketangkasan mengendarai roda dua Satlantas, dan peragaan Unit Shabara menghalau masa. Kemudian acara dilanjutkan dengan acara syukuran serta pemotongan nasi tumpeng di Aula Polres Inhil oleh Kapolres didampingi oleh Ibu.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian hadiah dan tropi bagi mereka yang sudah berhasil menjadi juara pada kegiatan perlombaan yang sudah digelar oleh Polres Inhil diantaranya,   domino, bulu tangkis dan tenis meja serta juara lainnya.(dro/*e)