Miliki Ganja Kering, Warga Pekan Arba Diringkus

ganjaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Satuan Unit Narkoba Polres Inhil, pada Rabu (3/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Berhasil mengamankan seorang pelaku narkoba yakni MH (30) warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan.

Dari tangan pelaku, setelah dilakukan penggrebekan dan penggeledahan di TKP rumah pelaku. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus ganja kering, 1 kotak rokok yang didalamnya berisikan 1 linting ganja siap pakai, 2 Hp merek Samsung, serta uang tunai sebesar Rp800 ribu,-.

Dalam keterangannnya, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Narkoba Imron Teheri S.sos mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa di TKP ada transaksi narkoba.

Setelah mendapat informasi tersebut, beberapa Anggota Unit Narkoba langsung mendatangi TKP (rumah pelaku), dilanjutkan dengan penggeledahan disaksikan dengan Ketua RT setempat dan mendapatkan barang bukti tersebut diatas.

“Dalam penggeledahan dirumah pelaku, ternyata petugas mendapatkan barang berupa ganja sebanyak 1 bungkus, dan sebuah ganja siap pakai dilinting dalam rokok serta uang tunai sebesar Rp800ribu,-“kata AKP.Imron Teheri S.sos.

Menurut Kasat Narkoba, karena dianggap sudah cukup alat bukti saat dilakukan penggledahan, pelaku digiring ke Mapolres Indragiri Hilir guna proses lebih lanjut. Temasuk barang bukti yang didapatkan di TKP atas perbuatan yang sudah dilakukan.

Pada kesempatan ini, AKP Imron Teheri S.sos selalu menghimbau kepada masyarakat untuk membantu tugas Polisi dalam hal pemberantasan narkoba khususnya di wilayah hukum Polres Inhil. Dengan cara untuk melaporkan ke Kantor Polisi terdekat jika memang di lingkungannya ditemukan adanya aktifitas penyalahan narkoba.(dro/*e)




Abang Tewas Dibunuh Adik Kandung

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pertumpahan darah dalam satu keluarga, antara Abang dan Adik diduga dari keluarga kurang waras terjadi pada Rabu (3/7) sekitar pukul 08.00 Wib, di Parit Lama Desa Sungai Piyai RT. VI Kecamatan Kuindra.

Akibat kejadian ini, menyebabkan Abdul Rahman alias Guntur (54) ditemukan sudah tewas mengenaskan tergeletak bersimbah darah dibelakang rumahnya, korban mengalami luka pecah pada bagian kepala terkena pukulan benda tumpul dilakukan oleh Fahmi alias Ismail (40) merupakan adik kandung korban yang juga mengalami sakit kejiwaan.

Pertama kali, tewasnya korban ditemukan oleh Sanah (65) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban. Setelah melihat korban sudah terbujur kaku tergelatak ditanah, lalu saksi langsung berteriak histeris memanggil tetangga, untuk memberi pertolongan dan melaporkan ke Polsek Kuindra.

“Begitu saya melihat korban sudah bersimbah darah dan tergeletek ditanah, saya langsung mengadu ke tetangga lainnya. Bahkan pada saat datang di lokasi pelaku masih berada didalam rumah terkesan tanpa salah, walaupun Ia sudah membunuh abangnya sendiri,”cerita Sanah.

Dalam waktu tidak terlalu lama, setelah mendengar kabar adanya penganiayaan berat yang dilakukan pelaku. Petugas Polsek Kuindra bersama warga setempat langsung menolong korban yang sudah tidak bernyawa dan mengamankan pelaku agar tidak menimbulkan korban baru lagi.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan berat, dalam satu keluarga hingga merenggut satu nyawa hilang.

“Begitu mendapat laporan dari warga, petugas kita langsung mendatangi lokasi. Mengingat pelaku sakit jiwa terpaksa harus diamankan ke Mapolsek Kuindra. Sedangkan korban yang sudah meninggal setelah di visum dikebumikan sebagaimana mestinya,”ujar Paur Humas Ipda Warno Akman.

Sementara itu menurut Kapolsek Kuindra Iptu Syafril ketika di konfirmasi, mengatakan bahwa sesuai dengan informasi dari pihak keluarga, selama ini antara korban dengan pelaku berstatus Abang dan Adik, keduanya mengalami sakit kejiwaan.

“Sesuai dengan hasil kesepakatan dari pihak keluarga, dan intruski pimpinan. Hari ini pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekan Baru, untuk mendapat perawatan medis, untuk di TKP berhasil ditemukan barang bukti berupa alu sepanjang 2 meter, diduga untuk menghabisi nyawa korban,”tambahnya.(dro/*e)




Dua Pasangan Balonbup Jalani Tes Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) priode 2013-2018 menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Acmad, Selasa (2/7).

“Sesuai jadwalnya hari ini, dua pasan Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil mengikuti prosesi pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani,” jelas Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil, H Herdian Asmi, SH.

Kedua pasangan tersebut yakni H Syamsudin Uti – H Muslimin (Sumbawa). Mereka diusung oleh dua Partai Politik (Parpol), yakni Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi (PBR) dengan kekuatan 8 kursi di DPRD Inhil.

Sedangkan pasangan berikutnya yakni, H Edy Syafwannur – Agus Salim (Cerdas). Balon tersebut diusung oleh tiga Parpol Parlemen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 13 kursi di DPRD.

“Hari kedua giliran pasangan HM Wardan – H Rosman Malomo (Warohmah) dan H Zaenal Abidin – H Said Ismail. Ketentuan urutan ini berdasarkan waktu pendaftaran mereka. Siapa yang duluan mendaftar, maka pasangan itupula yang mendapat kesempatan duluan,” katanya.

Pasangan Wahrohmah, diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Amanat Nasional (PAN )dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 19 kurdi di Parlemen.

Sedangkan pasangan terkahir Zaenal Abidin dan Said Ismali diusung gabungan 8 Parpol, yakni Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Patriot, Partai Pembangunan Nasional (PPN), Partai Pembangunan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Kebangkitan Nahdatul Ulama (PKNU) dan Partai Republikan.

“Lima hari setelah pemeriksaan kesehatan ini kami baru menerima rekomendasi dari tim dokter pemeriksa kesehatan. Kemudian baru dilanjutkan dengan tahap berkutnya, seperti pengumuman dan penetapan pasangan,”ungkapnya.(dro/*1)




Harga Premiun di Tingkat Pengecer Bervariatif

bensinTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Premium, saat ini harga ditingkat pengecer dijual bervariatif  mulai dari Rp 7.500 sampai dengan 8.000 perliternya.

Ada yang menilai harga tersebut mahal dan ada pula yang mengaku harga itu masih sebatas wajar. Umumnya mayoritas pengecer premium di Kota Tembilahan menjual kepada konsumen dengan harga Rp8.000 perliter.

“Memang beginilah kondisinya. Habis kita mau gimana lagi, minyak sangat kita butuhkan. Saya rasa wajar saja kalau pengecer menjual Rp 7.500 sampai Rp 8.000 perliter. Karena mereka juga beli dengan harga mahal,” ungkap Iza warga Tembilahan.

Berbeda dengan Anggi, Mahasiswa Semester IV Fakultas FKIP Unisi Tembilahan. Sebagai seorang mahasiswa harga Rp 8.000 perliter terbilang cukup tinggi. Apalagi bagi dirinya yang belum menghasilkan uang sendiri.

“Kalau saya pribadi lebih memilih membeli premium ke SPBU. Walau sedikit ngantri. Sebab, di pengecer mahal bagi saya,” jawabnya, Selasa (2/7).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) harus mengambil sikap terhadap sikap para pengecer BBM yang sengaja mempermainkan harga. Sebelum pemerintah menaikan harga BBM, ditingkat pengecer BBM jenis premiun hanya Rp 6.000 perliter.

Kepala Disperindag Inhil, H Rudiansyah mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya penjualan BBM dengan harga tinggi pihaknya akan menggelar rapat teknis soal tersebut. Bersama pihak terkait dirinya mencoba mencarikan solusi, supaya pembeli dan penjual sama-sama tidak keberatan.

Pada umumnya konsumen atau pembeli di Kota Tembilahan tidak semuanya memilih SPBU atau APMS. Apalagi kendaraan roda dua, mereka lebih suka membeli premium di pedagang eceran yang ada dipinggir jalan.

“Kami tetap melakukan pengawasan. Biasanya masyarakat kita tidak terlalu mempersoalkan harga yang masih mereka anggap wajar. Kecuali sudah terlalu mahal baru banyak yang mengeluhkan,” imbuhnya sambil mengatakan pengawasan harus dilakukan secara bersama agar tak terjadi penyimpangan.(dro/*1)




Inhil Dapat Bantuan Dua Unit Eskavator

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menerima bantuan dua unit eskavator dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau. Bantuan itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pembangunan.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi menyatakan setelah dua alat berat itu diperjelas statusnya maka akan langsung dimanfaatkan demi untuk kesejahteraan masyarakat. Sebab, kalau tidak segera dimanfaatkan sebagaimana mestinya bantuan itu akan menjadi mubazir dan sia-sia.

“Kita tidak ingin barang-barang itu menjadi hiasan semata. Kalau memang tidak bisa memanfaatkanya lebih baik dikembalikan,” kata Junaidi, Selasa (2/7).

Selain dua unit alat berat bantuan Provinsi tersebut, Junaidi menegaskan lima unit eskavator milik pemkab Inhil sendiri yang saat ini berada di Dinas Perkebunan (Disbun) Inhil harus juga dimanfaatkan. Kalau memang ada yang rusak, sesegera mungkin dapat diperbaiki.

“Jangan kerusakan menjadi suatu alasan untuk tidak memanfatkan eskavator itu. Paling tidak kalau kondisinya bagus dapat dipergunakan demi kepentingan sektor perkebunan. Karena ini juga sudah menjadi pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” tuturnya.

Meski diketahui, lanjut Politisi Golkar ini Pemerintah Kabupaten tidak memilki dana cukup untuk melakukan pembuatan tanggul. Namun bisa dicarikan solusinya, dengan cara menyewakanya alat berat tersebut. Sehingga masyarakat secara swadaya bisa menyelamatkan kebun-kebun mereka tanpa terlalu mengharapkan pemerintah.

Masih menurut Junaidi, dalam mengelola asset milik daerah, baik yang lainya atapun eskavator Disbun Inhil harus jelas. Demikian juga dengan melakukan perawatan asset yang rusak mau tidak mau harus segera dilakukan. Sebab, membelinya lebih mahal dari pada merawat.

“Kalau saya pribadi berkeinagainan setiap desa dan kelurahan memilki satu unit alat berat. Dengan demikian mereka bisa memanfaatkanya tanpa harus menunggu proses yang lama dan berbelit-belit. Sehingga kedepan tidak ada lagi lahan yang kondisinya kritis,”imbuhnya sambil menyebutkan kalau Inhil ingin sejahtera, maka sejahterakanlah petani.(dro/*1)




RSUD PH Tembilahan Tangani 204 Kasus ISPA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Setidaknya sejak Januari hingga akhir Juni 2013 sudah tercatat 204 kasus penyakit Infeksi Saluaran Pernapasan Akut (ISPA). Biasanya kasus ini meningkat akibat kabut asap.

Namun untuk di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kasus ISPA yang menimpa warga kecil kemungkinan disebabkan bencana kabut asap yang cukup meningkat pada pekan-pekan lalu. Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Juni hanya tercatat 22 kasus ISPA.

“18 pasien diantaranya hanya rawat jalan. Sisanya 4 pasien harus kita rawat inap. Tetapi mereka sudah diperbolehkan pulang oleh petugas medis yang merawat,” sebut Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Puri Husada Tembilahan, Asnawi, Selasa (2/7).

Umumnya, penderita penyakit yang diakibatkan asap diantaranya, ISPA, batuk pilek, Ashma, iritasi mata dan iritasi kulit. Walau bagaimanapun, masyarakat hendaknya waspada pada berbagai macam jenis penyakit. Pola hidup bersih salah satu faktor terkuat mencegah datangnya penyakit.

“Dengan meningkatkan sistim kewaspadaan dini (SKD) juga merupakan upaya dalam mencegah penyakit,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim menyebutkan asap yang bercampur dengan udara di Inhil belum lama ini tidak terlalu mengganggu kesehatan masyarakat. Walau demikian, dia meminta saat asap mulai terlihat dan tercium warga jangan terlalu banyak melakukan aktivitas diluar rumah.

Apalagi bagi masyarakat yang memang memiliki riwayat penyakit asma atau sesak napas. Lebih  tepat mengenakan masker kalau hendak beraktivitas.”Yang paling rentan adalah anak-anak dan balita. Karena daya tahan tubuh anak tidak sama dengan daya tahan tubuh orang dewasa,”tandasnya.(dro/*1)