Disdik Inhil Belum Terima Laporan Adanya Buku Teks Berbau Cabul

45buku_berbauporno_beritaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku belum menerima laporan terkait beredarnya buku teks Bahas Indonesia terbitan CV Grapia Buana untuk Kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang dikabarkan didalamnya terkandung materi porno.

“Buku panduan belajar biasanya pihak sekolah yang langsung memesan  sekolah lekarena mereka yang lebih mengetahui apa yang menjadi dibutuhkan,” Ujar Kepala Dinas Pendidikan Inhil, HM Fauzar, Senin (15/7).

Sejauh ini, ditambahkan Fauzar, Inhil belum menerima adanya laporan terkait beredarnya buku panduan tersebut. Namun demikian kami akan pantau kemasing-masing sekolah.

Dalam kesempatan itu, Mantan Kepala Bappeda Inhil mengharapkan agar pihak sekolah lebih seletif sebelum memesan buku-buku cetak yang akan dipergunakan bagi anak didik dalam kegiatan belajar mengajar. Pasalanya jika itu terjadi tentu merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan terlebih lagi bagi mental anak.

“Kalau didalamnya ada pidana tentu menjadi domainnya petugas kepolisian. Tapi kami sangat berharap agar masalah demikian tidak sampai terjadi di Inhil,” tandas Fauzar.

Dialog antar tokoh dalam buku itu juga dianggap mendiskrimasikan perempuan. Salah satunya kala menjabarkan kehidupan perempuan penjajah seks di warung remang-remang. Dalam judul buku ‘Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. Untuk SD/MI Kelas 6′ di halaman 55 hingga 60, siswa diminta untuk membaca soal cerita ‘Anak Gembala dan Induk Serigala’

Buku teks Bahasa Indonesia tersebut sudah beredar lama hingga di kalangan anak-anak dan orang tua siswa. Tidak hanya menyinggung soal kata-kata yang tak layak, buku pendamping teks pelajaran tersebut di antaranya berisi cerita yang tak layak untuk siswa SD, seperti konteks lelaki pujaan.

“Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistahkan dirinya pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu..”

Itulah potongan kalimat dari buku teks Bahasa Indonesia untuk SD dan MI kelas 6 terbitan CV Graphia Buana yang dianggap mengandung sisi pornografi.(dro/*1)




KPU Inhil Loloskan Empat Pasangan Calon Bupati

Ketua Pokja Pencalonan KPUD Inhil saat memberikan keterangan kepada wartaan usai penyampaian hasil rapat pleno penetapan pasangan calon Bupati- Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 di Kantor KPUD Inhil. senin, 15-7-2013
Ketua Pokja Pencalonan KPUD Inhil saat memberikan keterangan kepada wartaan usai penyampaian hasil rapat pleno penetapan pasangan calon Bupati- Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 di Kantor KPUD Inhil. senin, 15-7-2013

Pengundian Nomor Urut dilakukan Pada 17 Juli 2013 mendatang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menetapkan empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati berhak maju dalam Pemilukada Inhil yang akan digelar pada September mendatang.

Keputusan itu diambil setelah diadakan rapat pleno internal KPU pada 14 Juli 2013 kemarin. Semula usai rapat pleno penetapan ini akan langsung dilakukan, namun mengingat sesuatu dan lain hal akhirnya KPU menunda sehari proses penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil ini.

Adapun empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018 yang lolos verifikasi yakni, pasangan H Syamsudin Uti-H Muslimi (Sumbawa) diusung dengan dua partai politik (Parpol), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Demokrat (PD). Pasangan H Edy Syafwannur-H Agus Salim (Cerdas) diusung tiga parpol yakni, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hatinurani Rakyat (Hanura).

Pasangan HM Wardan-H Rosman Malolo (Warohmah) diusung empat Parpol yakni, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kaadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).  dan terkahir adalaha pasangan H Zaenal Abidin-H Said Ismail (Dinamis). Pasangan ini diusung oleh delapan parpol yakni (PKPB), Partai Gerindra, (PBB), Partai Patriot, (PPN), (PKPI), (PKNU) dan Partai Republikan.

Ketua Pokja Pencalonan KPUD Inhil, H Herdian Asmi SH yang didampingi beberapa anggota KPU, M Dong dan Muslim Huda didepan masing-masing tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati memaparkan ada beberapa proses sebelum penetapan pasangan tersebut. Bahkan KPU Inhil sempat bertandang ke salah satu DPP di Jakarta untuk mengklarifikasi dukungan.

“Dan yang terakhir adalah hasil remondasi kesehatan oleh tim dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Keempat pasangan secara medis dinyatakan sehat jasmani dan rohani serta bebas dari penggunaan narkoba,” jelas Herdian Asmi, Senin (15/7).

Pleno dituangkan dalam SK nomor 53/KPU-Kab/004 435192/VII/2013 tertanggal 14 Juli. Dimana keputusan tersebut menyatakan berkas keempat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. Sehingga layak maju ketahap selanjutnya seprti pencabutan nomor urut dan sebagianya.

“Kami akan mengundang secara resmi kepada masing-masing pasangan untuk proses pencabutan nomor urut pada 17 Juli nanti. Karena kondisi yang terbatas kami hanya membolehkan masing-masing pasangan membawa simpatisan maksimal 25 orang,” jelasnya.(dro/*1)




Lagi, KPPBC Tembilahan Amankan Barang Ilegal Tak Bertuan

Kali ini giliran Puluhan Handphone Blackberry

Hp Blackberry
Hp Blackberry

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kembali, petugas KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Jumat ( 12/7), sekitar pukul 14.30, berhasil mengamankan 100 unit ponsel baru merk Blackberry. Barang illegal tersebut ditangkap dari sebuah speedboat R Jaya berangkat dari Batam dengan tujuan Tembilahan, ketika berlabuh di Dermaga Syahbandar Tembilahan. Blackberry tangkapan itu diperkirakan senilai Rp150juta,-.

Sesuai dengan keterangan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan Zaky Firmansyah melalui Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan M. Arfah bahwa penegahan tersebut merupakan hasil informasi intelijen terkait adanya upaya pemasukan barang larangan dan pembatasan asal kawasan bebas Batam ke wilayah Tembilahan.

Dijelaskan M. Arfah untuk kronologis terungkapnya tindak pidana penyelundupan ratusan Hp berawal adanya informasi dari petugas lapangan,  diduga ada Hp Illegal yang dibawa dari Batam melalui jalur perairan menggunakan sebuah kapal speedboat.

“Setelahmendapatkan informasi, kita langsung melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap barang–barang yang berada diatas deck maupun didalam speed boat R Jaya.

Saat dilakukan penggledahan kita menemukan sebuah kardus warna coklat yang dibalut secara rapi  yang diletakkan  di bawah kursi penumpang paling belakang. Ternyata begitu diperiksa dengan disaksikan Nakhoda dan ABK, kardus tersebut berisi ponsel merk “blackberry”. Kata M.Arfah.

Kemudian guna proses penyelidikan lebih lanjut, ratusan ponsel tanpa dokumen resmi itu, diamankan ke KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan. Terhadap Nakhoda dan ABK speed boat R Jaya juga dimintai keterangan untuk menemukan pemiliknya.

“Hingga saat ini, untuk pemiliknya masih belum ditemukan .Pasalnya masih dalam proses pengembangan penyidik untuk mengungkap siapa pelakunya,”ujar Arfah.

Barang tersebut terpaksa diamankan karena dianggap sudah  melanggar UU Nomor 10 tahun 1995 diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pasal 37 ayat 2.

Dari pantau, penangkapan yang dilakukan oleh KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, merupakan kali ketiga setelah sebelumnya juga pernah diamankan 76 unit Hp illegal juga  puluhan ton beras dan gula. Namun sampai sejauh ini belum tertangkap siapa pelakunya.(dro/*e)




Kunjungi GAS, LE Bagi-Bagi Buku

d88da7fe6757f9f22f547eepw-8311TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Mau tahu kepedulian seorang Ir. HM Lukman Edy M.Si. terhadap upaya peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia)? Lihatlah apa yang terjadi di Pasar Desa Teluk Sungka, Kecamatan GAS (Gaung Anak Sarka), Kabupaten Inhil (Indragiri Hilir), Sabtu (13/7/2013) siang. Sempat berbaur sejenak dengan sejumlah anak usia SD, eh, ujung-ujungnya LE (begitu ia akrab disapa) malah bagi-bagi buku.
Saat itu, sejumlah anak usia SD yang masih memakai pakaian muslim/muslimah, mendekati lapak penjual alat-alat keperluan sekolah yang digelar seorang pedagang kaki lima di pasar itu. Tidak lama kemudian, LE yang datang bersama rombongannya dari Pekanbaru, mendekati lapak tersebut.
Sempat terjadi dialog sejenak dengan seorang anak SD di lapak itu. Tidak lama kemudian, entah apa pangkal penyebabnya, tiba-tiba LE menyerukan ke anak-anak lainnya yang mengelilingi lapak tersebut untuk mendapatkan buku secara gratis.
Kontan saja, tawaran itu mendapat sambutan meriah dari sejumlah anak-anak, yang sebagian diantaranya didampingi oleh orangtua mereka masing-masing. Mereka yang awalnya terkesan malu-malu, beramai-ramai menyerbu penjual buku untuk mendapatkan buku tulis gratis dari calon Gubernur Riau yang diusung PDI Perjuangan dan PKB itu.
Tak tahunya, stok buku yang ada di pedagang kaki lima tersebut tidak cukup mampu menampung antusiasme anak-anak itu untuk mendapatkan buku tulis secara gratis.
Takut anak-anak yang tidak kebagian kecewa, LE lalu meminta stafnya untuk mendatangi toko buku di pasar itu, yang diperkirakan mampu memberikan semua anak yang ikut antri buku tulis gratis.
Toko buku yang dicaripun akhirnya dapat. Anak-anak yang belum kebagian buku gratis, untuk kemudian disuruh berbaris di depan toko buku tersebut. Usai meminta anak-anak yang jumlahnya belasan orang itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, LE yang dibantu oleh sejumlah stafnya membagi-bagikan buku tulis kepada anak-anak itu.
Beberapa anak di antaranya tampak kegirangan mendapatkan buku tulis gratis. ”Tak perlu lagi minta uang pembeli buku kepada orangtua,” kata seorang anak sambil menenteng buku tulis sebanyak sekodi alias 20 buah. (rls)




Nenek Paroh Baya Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah

 

gbr ilustrasi: merdeka.com
gbr ilustrasi: merdeka.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Masih belum jelas apa motifnya, nenek paroh baya, Hj. Aminah (63) warga Jalan Lingkar Lorong Trimas Jaya Tembilahan, ditemukan tergeletak dilantai dalam rumahnya bersimbah darah, Ahad (14/7) sekitar pukul 10.00 Wib dengan luka sobek dan lebam pada bagian mukanya diduga terkena hantaman benda tumpul.

Pertama kali, korban ditemukan oleh tetangganya saat itu hendak membeli beras di toko korban. Mengingat korban yang baru ditinggal suaminya sekitar 3 bulan yang lalu, dalam setiap harinya berjualan dirumahnya.

Menurut keterangah Habibah (40) anak semata wayang korban yang tinggal disamping rumah korban, mengaku dirinya baru mengetahui kalau orang tuanya tergeletak bersimbah darah setelah mendapat kabar dari tetangga yang tinggal disebelah rumah ketika Ia sedang pergi belanja kepasar.

“Saat saya sedang di pasar sekira pukul 10.00 Wib, ada telpon masuk ke Hp saya yang memberikan kabar bahwa orang tua saya sekarang dilarikan ke Rumah Sakit Indragiri karena mengalami luka,”cerita Habibah saat dimintai keterangan. Beberapa menit kemudian, setelah ada kabar tersebut. Dirinya langsung bergegas pulang.

Pada kesempatan itu, Habibah juga menceritakan bahwa pasca meninggalnya suami korban atau bapaknya. Korban selalu hidup sendirian dan hanya ditemani oleh cucunya yang sudah menikah.

“Yang jelas saya tidak tahu pasti mengapa ibu saya mengalami nasib seperti ini, sebab saya baru tahu setelah ada kabar dari tetangga,”tambah Habibah.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui KBO Reskrim Polres Inhil Iptu Faisal Syam SH mengatakan sampai sejauh ini pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apa penyebabnya. bisa jadi akibat penganiayaan atau perampokan karena hingga kini masih dalam pengembangan.

“Kita masih melakukan pengembangan dengan memintai keterangan sejumlah saksi. apalagi kondisi korban masih labil sehingga sulit dimintai keterangan. Makanya kita belum bisa memastikan apa motif sesungguhnya,”Jawab KBO Reskri.(dro/*e)




Guru TK Dijambret di Siang Hari Bolong

 

jambretTEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – kejadian yang dialami oleh Rahmawati (30) seorang Guru TK warga Tanjung Harapan Tembilahan, bisa dijadikan pelajaran berharga bagi warga lainnnya, sebab pada siang hari sekitar pukul 12.30 Wib, Jumat (12/7) kemaren. Tas kecil miliknya dirampas oleh 2 orang kawanan jambret sehingga mengalami kerugian jutaan rupiah.

Kejadian yang sempat membuat shock korban, berawal ketika korban bermaksud hendak pulang kerumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, tepatnya di kawasan bundaran Jalan Sudirman persis depan Kantor Bank Riau. Tiba-tiba dari arah belakang korban dipepet kawanan pelaku dengan menggunakan sepeda motor Satria FU.

Kemudian setelah jarak antara motor korban dengan pelaku berdekatan, lalu pelaku jambret yang dibonceng dibelakang langsung merampas tas milik korban yang tergantung ditempat gantungan motor korban. Begitu mendapatkan barang rampasannya,  pelaku tancap gas kabur meninggalkan TKP.

Dalam pengakuannya, korban saat melapor ke Mapolres Inhil tas kecil miliknya yang sudah raib disikat kawanan pelaku berisi barang berharga yakni sebuah  1 unit ponsel blackberry tipe 9800, lalu 1 lembar STNK motor Honda Beat atas nama Juaridah, dan HP merek Cross warna hitam serta uang tunai sebanyak Rp140ribu,-.

“Saya berharap Polisi bisa segera menangkap pelaku jambret yang berjumlah 2 orang, lalu memberi hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,”kata korban Rahmawati usai mengadu ke Mapolres.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman membenarkan peristiwa jambret yang dialami korban. “Saat ini pelakunya masih dalam pengembangan Tim Opsnal Reskrim,”ujar Ipda Warno Akman.

Dalam kesempatan ini, Kapolres AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar selalu waspada, jangan memancing terjadinya tindakan kejahatan, seperti menaruh dompet atau tas di gantungan sepeda motor, lalu memakirkan sepeda motor disembarang tempat. Mengingat setiap menjelang lebaran angka kriminalitas cnderung meningkat.pungkasnya.(dro/*e)