Sekda Inhil Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an

Ustadz saat memberikan ceramah tentang proses turunnya al qur'anTembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan diwakili Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Al Muawanah Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan Jum’at 26 Juli 2013 kemaren.

Malam peringatan turunnya al-qur’an ini selain dihadiri Sekda dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil juga dihadiri oleh ratusan masyarakat jamaah masjid.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak Jamaah untuk dapat memaknai peringatan turunnya al qur’an ini dengan lebih meningkatkan pengamalan terhadap Qur’an itu sendiri dalam hidup sehari-sehari. “Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk bagi kita. Hendaknya nilai-nilai Qur’an yang mencakup segala sendi-sendi kehidupan di dunia dapat kita amalkan sehingga Insya Allah akan membawa keselamatan dunia dan akhirat”, ajak Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah.

Sementara itu, Dosen Universitas Islam Negri (UIN) Susqa Pekanbaru, DR. H. Irman Ghani, MA yang hadir dan tampil sebagai penceramah memberikan penguraian tentang sejarah turunnya Qur’an secara ayat per-ayat. “ayat-ayat tersebut diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang memang dalam keadaan tersebut ummat butuh bimbingan.” Jelas sang Ustadz

Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Al Muawanah ini berlangsung cukup khidmat. Seluruh jamaah terlihat khusuk mendengarkan sepatah demi sepatah kata yang disampaikan sang ustadz. (rls humas)




Lebaran. Tak Ada Mobil Pribadi, Boleh Gunakan Mobnas

mobnasTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekertaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H. Alimuddin RM memperbolehkan Mobil Dinas (Mobnas) dipergunakan untuk keperluan berlebaran dengan catatan jika memang tidak memilliki mobil pribadi.

“Sepanjang tidak ada mobil pribadi, silahkan saja dipergunakan. Apalagi untuk keperluan bersilaturahmi dengan keluarga karena moment lebaran memang waktu yang tepat untuk mengunjungi sanak keluarga.” kata Alimuddin RM. Ahad (28/7)

Namun demikian Sekda tetap menghimbau dalam merayakan lebaran nanti, terutama saat mengendarai kendaraan untuk lebih berhati-hati apalagi mengingat arus lalu-lintas sangat padat dari hari-hari biasa.

“Saya berharap bagi setiap Satker yang menggunakan mobnas saat berlebaran untuk tetap berhati-hati, jangan sampai terlena hingga akhirnya terjadi hal yang tidak kita inginkan,” pesan Sekda.(dro/*e)




Pekan ketiga Puasa, Sembako Murah di Bagikan

paket muragTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Paling lambat pekan ketiga bulan puasa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah menyalurkan paket sembako murah.

Penyaluran paket sembako murah yang diperuntukan untuk membantu meringankan beban masyarakat akan melalui pemerintah kecamatan masing-masing. Dengan begitu, masyarakat kurang mampu diharapkan dapat terbantukan.

“Paling lambat pekan ketiga puasa sudah kita salurkan melalui pemcam setempat,”ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Disperindag Inhil, Raja Teruna, Jumat (26/7).

Pemkab sudah menyiapkan 15.800 paket sembako murah yang terdiri dari minyak goreng, gula pasir, tepung dan sirup. Segala persiapan untuk menggelar pasar murah saat ini sedang dilakukan.  Jumlah alokasi paket setiap kecamatan akan dihitung berdasarkan jumlah penduduk.(dro/*1)




Keberatan Penetapan Besaran Biaya Lokal Haji 2013, JCH Ngotot Tetap Gunakan Jalur Laut

hajiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Keberatan dengan tinggi biaya perjalanan lokal musim haji 2013, Seorang Jamaah Calon haji (JCH) Asal Kecamatan Tembilahan Hulu Bersikeras akan berangkat melalui jalur laut. Bahkan ia mengaku juga akan mengajak JCH lainnya.

“Menurut saya biaya lokal yang ditetapkan terlalu tinggi. Kalau tidak ada pengurangan, saya terpaksa naik fery ke Embarkasi Batam. Kan jelas biayanya jauh lebih murah. Begitu juga pulangnya. Yang terpenting bagi kami bisa sampai ke tanah suci Makkah,” sebut Samad Ahmad, dalam pertemuan dengan Komisi II DPRD Inhil, Kamis (25/7).

Keinginan untuk menaiki fery ke Embarkasi Batam, menurutnya juga akan ia sampaikan kepada rekan-rekan JCH lainya. Dengan begitu akan banyak JCH yang bersama-sama berangkat ke Batam dengan menggunakan jalur laut. “Nanti akan saya sampaikan kepada teman-teman lain. Saya yakin banyak kawan-kawan yang sepakat dengan hal itu,” katanya optimis.

Kedatangan Samad Ahmad bersama empat orang JCH lainnya Asal Kecamatan Tembilahan Hulu ke kantor DPRD Inhil dalam rangka menyampaikan keberatan akan penetapan besaran biaya perjalan lokal sebesar Rp. 4.416.000 bagi JCH Kab Inhil.

Pansus II DPRD Inhil yang saat itu diwakili HM Arfah, Edy Gunawan, Edy Sindrang, HM Yunus dan Ahmad Junaidi menyampaikan bahwa besaran biaya lokal yang sudah ditetapkan pemerintah sulit untuk kembali diturunkan. Meski demikian, jika memang banyak JCH yang menyatakan keberatan, Dewan menyarankan mereka untuk langsung mendatangi Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Inhil.

“Secara kelembagaan kita juga sudah menyampaikan aspirasi bapak-bapak terkait biaya lokal ini. Bahkan beberapa kali keputusan pengambilan  tertundakarena belum ada titik terang,”ungkap Wakil Ketua Pansus II, HM Arfah.

tidak hanya itu, Pansus II juga mengakui menyampaikan permintaan secara tertulis agar transpotasi haji musim ini menggunakan sarana laut seperti fery. Karena pertimbanganya penghematan biaya dan efisiensi waktu. Pun hal itu tidak digubris oleh pihak penyelenggara.

“Terus terang kebijakan menetapkan biaya lokal ini juga menjadi dilema bagi kami. Namun apa boleh buat seperti inilah kondisi sebenarnya. Kalau keinginan kami secara pribadi dan lembaga, tentu sama dengan keinginan yang disampaikan masyarakat atau calon haji,” jawab Arfah yang diamini oleh anggota lainya saat pertemuan tersebut.(dro/*1)




Operasi Ketupat dan Amankan Arus Mudik, Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 8 Pos

12 014TEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 7 Pos pengamanan serta 1 Pos Induk Pemantau. Pendirian Pos ini dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat dan pengamanan Arus Mudik Lebaran 1434 H yang akan difungsikan mulai H-7 dan H+7, mulai dari 2 hingga 16 Agustus mendatang.

Kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat yang berlangsung di Aula Polres Inhil, Kamis (25/7), bersama Instansi terkait diantaranya Asisten II Pemkab Inhil, Kodim 0314 /Inhil, Dinas Perhubungan dan Informatika, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan Pelabuhan, Polsek Pelabuhan, Jasa Raharja,  PMI, Pelindo dan beberapa Kapolsek.

“Dimasing-masing pos pengamanan tersebut, terdiri dari beberapa petugas gabungan yang sudah ditentukan. Bahkan untuk di Pos Pengamanan lebaran yang ada di Pelabuhan Pelindo Tembilahan nantinya juga dilengkapi adanya petugas Kesehatan yang akan melayani pemudik bila mendadak sakit,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalu Kabag Ops, AKP Kurnia SIK

Lanjut Kabag Ops, dalam waktu dekat demi suksesnya pengamanan arus mudik lebaran, seperti biasa, bertempat di lapangan upacara jalan Gajah Mada Tembilahan, akan digelar apel bersama dalam persiapan kegiatan Operasi Ketupat dan arus mudik lebaran

“Untuk mengetahui sampai sejauhmana persiapan petugas gabungan, maka sebelum pelaksanaan hari H, akan digelar apel bersama,” tambahnya.

Ia juga menambahkan khusus untuk pos pengamanan yang ada didaerah nantinya dibawah pengendalian Polsek setempat. Untuk Kota Tembilahan menjadi tanggung jawab kita bersama.

7 pos pengamanan lebaran yang dimaksud antara lain, pos utama ditempatkan di lapangan parkir yang ada dikawasan jalan Sudirman, dan pos pengamanan pendukung lainnya di pelabuhan Pelindo, pos Pengamanan Jembatan Rumbai, pos Desa Selensen, pos pengamanan pelabuhan Kuala Enok, pos pengamanan pelabuhan Reteh dan pos pengamanan Sungai Guntung.

Adapun untuk jumlah petugas gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran berjumlah 351 personil yang disipakan untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, serta meminimalisir terjadinya tindak kejahatan dan kelancaran arus mudik, pungkasnya.(dro/*e)




Prioritas pembangunan desa di Riau bertumpu pada pembangunan jalan dan sekolah

Pembangunan drainase, sebelum pembangunan jalan di desa sungai Golang kecamatan kelayang, inhu, Riau, Program PNPM Mandiri Perdesaan tahun
Pembangunan drainase, sebelum pembangunan jalan di desa sungai Golang kecamatan kelayang, inhu, Riau, Program PNPM Mandiri Perdesaan tahun

www.detikriau.org — Masyarakat desa yang tersebar di seluruh desa propinsi  Riau saat ini tengah memperioritaskan pembangunan prasarana jalan. Dari data Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Di tahun 2013 ini prioritas pembangunan yang diusulkan dan saat ini tengah berjalan lebih bertumpu pada pembuatan dan peningkatan jalan. Yakni sebanyak 108 desa tengah melaksanakan pembangunan jalan tersebut. Dengan perhitungan panjang jalan sebanyak 92.525 meter. Selain pembuatan jalan, yang tidak kalah dibutuhkan masyarakat perdesaan adalah pembangunan sekolah dan rehap gedung , yakni sebanyak 62 buah . Serta pembangunan irigasi sebanyak 28 buah dan pembangunan jembatan sebanyak 26 buah.

Pada tahun 2012, pembangunan jalan juga merupakan pembangunan yang menjadi prioritas masyarakat perdesaan. Diperkirakan meter jalan di desa yang telah dibangun pada tahun 2012 sepanjang 143.816 meter, sedangkan pembangunan gedung sekolah sebanyak 107 buah yang tersebar di desa-desa. Pembangunan gedung di desa ini umumnya pembangunan gedung PAUD, TK dan MDA

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Riau, Daswanto mengatakan, pembangunan yang dilakukan di desa melalui PNPM Mandiri Perdesaan merupakan pembangunan yang dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat desa sendiri dan dimusyawarahkan dalam Musyawarah Antar desa di tingkat kecamatan. Musyawarah antar desa itulah yang menentukan pembangunan mana yang diprioritaskan.

“jadi program Pembangunan PNPM Mandiri perdesaan ini merupakan program yang menitik beratkan pada kebutuhan masyarakat itu sendiri. Karena merekalah yang paling mengerti kebutuhan di desa mereka masing-masing. Program ini juga dikerjakan oleh masyarakat desa, masyarakat yang melakukan lelang, masyarakat juga yang menjadi pengawasnya, jadi partisipatip masyarakat di PNPM Mandiri perdesaan sangat tinggi.” Ujar Daswanto

Bahkan menurut Daswanto, tidak sedikit partisipasi masyarakat dalam pembangunan ini . Masyarakat ikut berswadaya, mulai dari lahan tanah, uang maupun tenaga yang dikerjakan secara bergotong royong. Sehingga tidak heran bila pembangunan melalui program PNPM Mandiri Perdesaan biaya yang dibutuhkan relatif lebih kecil .

Daswanto berharap pembangunan yang saat ini tengah berjalan bisa selesai sesuai dengan jadwalnya dan tidak ada kendala. Ia juga berharap, dengan keterbukaan informasi saat ini, semua lapisan masyarakat bisa ikut melakukan pengawasan atas pembangunan yang sedang dilakukan sehingga bisa berjalan optimal sesuai yang diharapkan serta berdaya guna.(rls/rika suartinisngsih)

Data Pembangunan PNPM Mandiri Perdesaan 2013
jenis pembangunan jumlah
 jalan 84
peningkatan jalan 24
 jembatan 26
 gedung sekolah 58
Rehap gedung sekola 4
 gedung kesehatan 5
 MCK 2
 prasarana pendidikan 11
 bangunan pelengkap 8
irigasi 28
pasar 7
bangunan air bersih 2
Tambatan perahu 3