Dewan Minta Bea dan Cukai Tembilahan Berikan Penjelasan Secara Transparan

Terkait Simpang Siurnya Jumlah BlackBarry Tangkapan

Ketua Komisi I DPRD Inhil, M ArfahTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H M Arfah meminta agar pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan untuk memberikan penjelasan secara tranparan atas beredarnya pemberitaan tidak sedap yang berkembang dalam beberapa hari belakangan ini.

Menurut Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Inhil ini, agar berita miring atas kepastian jumlah tangkapan Hanphone tersebut tidak makin berkembang dan dikhawatirkan akan memberikan penilaian negatif pada kantor yang berada dibawah naungan kementrian keuangan RI ini, keterbukaan tentunya sangat diperlukan.

“pembuktian tentunya bisa dengan menunjukkan fakta tertulis saat  melakukan penyitaan. Jika memang benar jumlahnya 1.226 Unit, seharusnya juga dilaporkan sejumlah tersebut. Yang jelas berikan penjelasan dengan dukungan bukti, mana yang benar, 974 atau 1.226 unit. Kalau memang benar ada pengurangan jumlah yang dilaporkan, tentunya harus ditemukan siapa yang bermain.” Pinta M Arfah.

Ditambahkannya, tindakan tegas yang dilakukan aparatur hukum harus diberikan dukungan secara penuh dan wajib bebas dari interpensi pihak manapun. Namun tindakan penegakan hukum itu juga tentunya haruslah mengikuti mekanisme dan aturan hukum yang berlaku.

“Kalau memang barang tersebut ilegal, kita akan suport. Tetapi jika ada indikasi permainan oleh pihak-pihak tertentu, kami tegaskan hal ini tidak bisa ditolerir. Aparat penegak hukum harus bisa melihat dan melakukan pengusutan,” pertegas Arfah.

Diakhir pembicaraan, Arfah berharap kepada semua pihak termasuk  media masa untuk memberikan informasi jika ada oknum yang melakukan perbuatan tidak benar. Jangan hanya karena berlindung dibalik sebuah undang-undang, lalu seseorang bebas bermain demi meraup keuntungan pribadi. “Sekali lagi kami mengimbau agar pihak aparatur hukum untuk lebih tranparan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.” Pungkas Arfah.(dro)

974 Unit Handphone BlackBerry atau 1.226 ?




Aprizon Ngaku Jadi PLT Ketua DPD II Golkar Inhil

gplkarTembilahan (www.detikriau.org) — Kader Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Riau, Aprizon SP. Menyampaikan pernyataan secara terbuka dihadapan publik bahwa dirinya diangkat menjadi PLT Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Inhil untuk saat ini menggantikan HM Raus Walid.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah kesempatan kampanye salah satu pasangan calon Bupati Inhil periode 2013-2018 di Kecamatan Keritang, rabu (28/8).

Menurut Afrizon, pengangkatan dirinya sesuai dengan Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Riau ber Nomor Kep-30 DPD/GOLKAR-R/VIII/2013 mengenai Penunjukkan Pelaksanaan Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),” Ungkap Aprizon.

Terkait pernyataan Aprizon ini, ketua DPD Golkar Inhil, HM Raus Walid ketika sempat dimintai keterangan mengakui belum mengetahui kepastian kabar ini.” Saya belum mendapatkan kabar” Ungkapnya dengan singkat. (dro)




Komitmen Pemkab se Riau Dinilai Tinggi Dukung Program PNPM-MPd

kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Propinsi Riau, H.Daswanto.
kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Propinsi Riau, H.Daswanto.

Pekanbaru (www.detikriau.org) — Komitmen pemerintah  di Propinsi Riau  dalam membangun desa akan terus  dilakukan , baik melalui program nasional PNPM Mandiri Perdesaan maupun Program  Pemerintah di daerah.  Tentu saja pembangunan desa ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah di kabupaten. Dan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program, karena pemerintah kabupatenlah yang memiliki komitmen dalam pengalokasian anggaran. 

Di Propinsi Riau, komitmen pemerintah Kabupaten  dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) tahun 2013 dinilai sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari dukungan lebih terhadap alokasi  DDUB (dana daerah urusan bersama) yang dihitung secara nasional. Propinsi Riau termasuk propinsi tertinggi dalam penambahan DDUB di tahun 2013, yakni sebesar 31 %. Perhatian ini mendapat respon yang cukup positip oleh Koordinator RMC1 Ismail, dalam kesempatannya berkunjung ke Riau.

Selain penambahan DDUB (Dana Daerah Urusan Bersama), perhatian pemerintah derah di Riau yang sangat tinggi ini juga dapat dilihat dengan proses pencairan dana PNPM Mandiri Perdesaan. Pada perjalanan program hingga akhir bulan agustus 2013 ini  pencairan APBD di kabupaten  ini sudah mencapai 89 %.

Menurut data yang dihimpun dari konsultan managemen Nasional PNPM MPd Riau, beberapa Pemerintah daerah bahkan sudah mencairkan dana mencapai 100 %. Yakni Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hulu, .”ini artinya, sudah tidak ada lagi kendala dana dalam proses pembangunan pada Program PNPM MPd yang dilaksanakan hingga ke desa-desa.

“Saya sangat apresiasi melihat perhatian pemerintah kabupaten di Riau. Kerjasama yang baik ini tentu saja sangat bermanfaat untuk pembangunan di desa-desa, sehingga pembangunan tidak tersendat-sendat dengan alasan keterlambatan anggaran.” Ujar kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Propinsi Riau, H.Daswanto.

Diperkirakan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2013, pembangunan di desa sudah selesai. Sehingga pengerjaan di lapangan bisa dikerjakan dengan lebih teliti dan tidak diburu oleh waktu. Sedangkan waktu yang tersisa bisa digunakan untuk menyiapkan perencanaan di tahun 2014 mendatang.(rls)




Setelah Enok, Api Kembali Hanguskan 3 Rumah Warga di Guntung

gambar ilustrasi kebakaran rumah
gambar ilustrasi kebakaran rumah

Tembilahan (www.detikriau.org) – Baru berselang satu hari setelah amukan api menghanguskan 5 unit rumah warga di Kelurahan Enok, dinihari, kamis (29/8) sekira pukul 02.00 Wib, api kembali melalap 3 unit perumahan warga Jalan Hasanuddin, Guntung, Kecamatan Kateman.

Berdasarkan penjelasan pihak kepolisian, api diduga berasal dari rumah Alimuddin yang ditinggal pemiliknya sejak dua bulan yang lalu untuk mencari pekerjaan di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Peristiwan kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa.  sementara jumlah kerugian materil masih belum diketahui.” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si melalui paur Humas, Ipda Warno Akman, kamis (29/8)

Tiga warga yang rumahnya hangus terbakar ditambahkan Paur Humas adalah rumah milik Alimuddin (50), Lukman (37) dan H Along (70).(dro)




5 Unit Perumahan Penduduk di Kelurahan Enok Ludes dilalap Api

2TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, diperkirakan korban kebakaran mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Amukan si jago merah kali ini menghanguskan 5 unit permukiman padat penduduk di Jalan Ambacang, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Rabu (28/8) sekira pukul 16.30 WIB dan api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 18.00 Wib.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, diduga api berasal dari rumah salah seorang korban bernama Johan Wahyu yang diakibatkan  arus pendek. Menurut keterangan petugas kepolisian, api pertama muncul dari kamar tidur korban yang saat itu masih sibuk beraktivitas.

“Kuat dugaan kita penyebab api dikarenakan adanya arus pendek dari dalam kamar tidur korban. Setelah itu, api baru menjalar kemana-mana dan menghabiskan sebanyak lima unit rumah disekitar Jalan Ambacang, Kelurahan Enok,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno, Rabu (28/8) malam.

Berikut nama-nama para korban, Dahrun, Johan Wahyudi, Dewantara, Marhadi dan Abdul Rajak. Saat ini para korban mengungsi kerumah tetangga dan sanak familinya.”Kejadian itu masih dalam penyelidikan Polsek Enok. Sedangkan kerugian materi ditaksi hingga mencapai Rp 350 juta.” Tutup Paur Humas. (dro/*1)




2013, Pemkab Inhil Hanya Dapatkan Kuota 50 orang CPNS

1Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sudah mendapatkan kuota untuk melakukan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013. Namun kapan pelaksanaannya masih menunggu kepastian.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir, Afrizal melalui sambungan telepon selularnya, rabu (28/8).

“Benar kita sudah mendapatkan kuota untuk penerimaan CPNS, tapi jumlahnya tidak banyak, hanya 50 orang,” Jawab Afrizal

Dari total jumlah penerimaan itu, 55 persennya untuk tenaga guru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis. Hingga hari ini ditambahkan Afrizal pihaknya masih menunggu kepastian kapan pastinya pelaksanaan penerimaannya.(dro)