Kepastian Hasil Perolehan Suara Pilkada Inhil Setelah Pleno KPU

Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi
Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – KPU Inhil menolak untuk memberikan pernyataan terkait klaim masing-masing calon pasangan Bupati Inhil atas penghitungan perolehan suara pada pemilukada 4 September kemaren. Hingga esok, Jumat (6/9) sesuai jadwal, penghitungan masih berada pada tingkatan Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Usai dihitung di tingkat PPS, kemudian dilanjutkan ke tingkat Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) yang dimulai dari tanggal 7 hingga 9 September mendatang. Selanjutnya di Plenokan oleh KPU tanggal 11 hingga 12 September.

KPU selaku penyelenggara Pemilu baru bisa memastikan hasil perolehan suara setelah dilakukan pleno ditingkat kabupaten. Terhadap klaim masing-masing kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati, KPU sendiri juga enggan berkomentar sebelum ada penghitungan resmi.

“Intinya setelah pleno pada tanggal 11 dan 12 September mendatang. Disana baru jelas diketahui berapa total persolehan suara dari masing-masing kandidat,. Termasuk dengan partisipasi masyarakat,” Ujar Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi. Kamis (5/9)

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar sambil menunggu perhitungan resmi dari petugas. Perhitungan yang saat ini sedang berjalan dikatakan Joni semua mengikuti prosedur. Demikian pula dengan sistem pengamanan oleh pihak kepolisian dan aparatur penegak hukum lainya.

“Kita juga harus memahami geografis Inhil yang cukup sulit. Sehingga informasi agak terhambat. Kondisi itu bisa diperburuk jika disuatu tempat sulit mendapatkan jaringan komunikasi. Maka kita harus menunggu lebih lama,” Pungkas Joni. (dro)




Dishub Rencanakan Gunakan Dermaga Sistem Kubus Apung HDPE

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Agar fasilitas dermaga pelabuhan mampu berdayaguna lebih lama bagi kepentingan masyarakat, Dinas Perhubungan Inhil berencana untuk mengganti dermaga yang mempergunakan system pontoon apung dengan Modul Flat System atau kubus Apung High Density Polyethylene (HDPE)

Kebijakan ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Inhil, Fahrolrozy melalui Kabid laut dan Sungai , Irsan S Pohan berdasarkan hasil pantauan dan kajian.” Dermaga pontoon apung tidak akan mampu berusia panjang karena cepat berkarat dan menyebabkan keropos. Makanya kita akan upayakan untuk mengganti dengan system HDPE. Realisasinya akan kita mulai pada dermaga-dermaga apung yang kini berada ditingkat Kecamatan,” Ujar Irsan

Saat ini dikatakannya, untuk uji coba, dermaga sistem HDPE sudah diterapkan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Concong Luar dan Teluk Belengkong. jika hasilnya memang lebih mampu bertahan lama maka akan diterapkan pada dermaga-dermaga pelabuhan di kecamatan lainnya.

“Dari sisi pembiayaan, HDPE memang lebih mahal dibandingkan pontoon apung. Tetapi dari usia pakai, HDPE kita yakini akan jauh lebih unggul,” Pungkas Irsan S Pohan.(dro/*)




Jika Tak Bertuan, BB Sitaan BC Boleh di Jual

bbTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jika memang tidak diketahui siapa pemiliknya, Barang Bukti (BB) yang diamankan Negara dari kasus tindak pidana pelanggaran administrasi kepabeanan dan cukai, dapat  dijual dimuka umum.

Ketentuan itu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia Nomor 411/KRMK.01/2000 yang menetapkan secara khusus pada beberapa point. Dimana, menurut point ini apabila dalam satu kasus demikian tapi pelakunya tidak dikenal barang tersebut harus di jual di muka umum

Dekan  Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan Wandi SH MH menjelaskan, proses lelang yang pasti tidak mengabaikan putusan Pengadilan Negeri (PN) setempat. “Bisa juga keputusan Mentri Keuangan. Jika beberapa unsur ini tidak dipenuhi maka secara otomatis Bea dan Cukai belum dapat melakukan proses lelang,” kata Wandi, Rabu (4/9) di Tembilahan.

Dia tidak mau berkomentar terlalu jauh mengenai hasil tangkapan pihak Bea dan Cukai terhadap 1.226 unit BlackBerry, tapi yang diekpos hanya 974 unit. Namun kalau selisih barang sekitar 252 benar disebabkan oleh oknum-oknum tertentu semua itu tidak dapat ditoleransi. Karena sudah melanggar hukum pidana. (dro/*)




5 Pilar, 5 Kisi dan 8 Program Warohmah, Perbaikan atau Sekedar Janji Manis

pilkada 033Tembilahan (www.detikriau.org) – Pesta demokrasi sudah hampir usai. Calon pemimpin Inhil 5 tahun kedepanpun sudah hampir bisa dipastikan. Kalah dan menang juga merupakan sebuah keharusan. Namun kedua-duanya sama-sama sebuah ujian.

Hari ini, dari hasil perhitungan sementara berbagai sumber, seluruh tim pemenangan pasangan calon berjargon Warohmah pastinya akan tersenyum lebar. Kerja keras dan perjuangan berbuah hasil manis. Lelah terbasuh dengan rasa gembira. Namun kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan tapi awal baru untuk memenuhi apa yang sudah dijanjikan.

Maju untuk memperebutkan hati masyarakat Inhil, Warohmah mengusung misi yang dibagi dalam 5 pilar, 5 kisi dan 8 program pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir,

5 pilar tersebut yakni, pertama: meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepemimpinan kepemerintahan lewat praktik tata kelola yang bersih dan baik (good governance) dengan “meningkatkan kepemerintahan daerah yang amanah” dan masyarakatnya partisipatif dalam pembangunan. Kedua: mengembalikan kejayaan masyarakat Inhil yang didalam sejarahnya dikenal sebagai daerah maju dan terdepan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA dan SDM. Ketiga: memperkokoh pelaksanaan demokrasi, semangat kegotongroyongan, memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta mendukung supremasi hukum. Keempat: Meningakatkan keterpaduan dan keharmonisan anatar para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) didaerah, maupun dalam hubungan dengan lintas kota/kabupaten lain, Provinsi, Nasional dan Internasional dalam rangka menata pembangunan untuk kejayaan Kabupaten Inhil, dan Pilar Kelima: mendorong terwujudnya prestasi-prestasi pembangunan yang mengutamakan partisipasi dan manfaat kemaslahatan bagi masyarakat Inhil seluas-luasnya sehingga Kabupaten Inhil menjadi barometer baru pencapaian pembangunan Provinsi Riau.

Adapun 5 Kisi Pembangunan yang  dijanjikan pasangan Warohmah adalah, pertama: meningkatkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur daerah (jalan desa, jembatan, pasar, perhubungan desa-kota, listrik, tata air, fasilitas umum, dsb) secara lebih merata dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil. Kedua: meningkatkan kualitas SDM yang tawakal, berahlak mulia, professional, unggul dan sehat sehingga berdaya saing lebih tinggi melalui inovasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Ketiga: memajukan perekonomian daerah yang bertumpu pada pengelolaan ekonomi pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan), perdagangan, industri dan pariwisata berlandaskan potensi setempat, memanfaatkan kemajuan iptek dan didukung investasi dunia usaha yang diselaraskan dengan penjagaan martabat masyarakat dan jatidiri daerah Kab Inhil. Keempat: mengembangkan ekonomi kreatif guna menghasilkan nilai tambah ekonomi keluarga dan masyarakat Inhil. dan Kelima: meningkatkan kualitas penataan pembangunan sarana prasarana infrastruktur ibukota kabupaten secara lebih rapi, modern dan indah guna mendukung pelayanan dasar maupun umum, sehingga kota Tembilahan menjadi kota yang lebih dicintai dan dibanggakan masyarakat Inhil.

Sedangkan 8 Program Utama yang dijanjikan pasangan yang terpublikasi sebagai tokoh agamis ini dalam masa pemerintahan 5 tahun kedepan yang dimottokan sebagai “spirit baru menabur kemaslahatan untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Indragiri Hilir” adalah, pertama: reformasi pelayanan birokrasi warohmah yang bersih, mudah, cepat, adil dan ramah dalam melayani warga sejalan dengan pembinaan aparatur dengan system meritokrasi yang objektif, professional, bersih dan sejahtera. kedua: program Desa Maju Inhil Jaya lewat percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara integrasi, berkualitas dan merata hingga seluruh penjuru desa. Termasuk perbaikan harga dan diversifikasi ekonomi perkebunan kelapa rakyat dimulai dengan penataan regulasi yang lebih menguntungkan petani dan masyarakat Inhil. Ketiga: pendidikan berkualitas dan terjangkau serta meningkatkan akses pendidikan masyarakat usia sekolah. Keempat: Inovasi pelayanan kesehatan lebih berkualitas, mudah diakses dan terjangkau. Kelima: peningkatan peluang kesempatan kerja lewat program Inhil Bergerak yang dilakukan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Keenam: program kewirausahaan sosial melalui Pemberdayaan Masyarakat Inhil kreatif berahlak mulia dengan program sosial keagamaan, organisasi pemuda, kelompok perempuan dan kelompok usaha ekonomi kreatif , membina kewirausahaan sosial berbasi program terintegrasi (terpadu) lintas SKPD. Ketujuh: penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat. Serta yang Kedelapan: pengelolaan daerah aliran sungai secara terintegrasi dengan fungsi ketahanan ekonomi masyarakat, manajemen mitigasi bencana serta penerapan iptek dan pembangunan pariwisata.

Rakyat Inhil kini hanya menunggu kiprah pasangan berlabelkan agamis ini mampu menepati atau tidak apa yang telah dijanjikan. Perbaikan atau  hanya sekedar janji manis !!!. (dro)




Hasil Perolehan Suara Sementara Pilkada Inhil, Warohmah Ungguli 3 Kandidat lainnya

Proses Penghitungan Suara di Salah Satu TPS di Kecamatan Tembilahan
Proses Penghitungan Suara di Salah Satu TPS di Kecamatan Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hasil perhitungan Sementara Desk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, pasangan Calon berjargon Warohmah (Wardan dan Rosman) berhasil mengungguli 3 pasangan kandidat lainnya dengan total perolehan suara sementara sebanyak 78.364 atau 34,68 % dari 225.940 total suara yang masuk atau sebesar 45,95% dari total DPT hingga pukul 22.00 Wib . Rabu (4/9)

Diurutan kedua, ditempati pasangan calon berjargon Sumbawa (Syamsuddin Uti dan Muslimin) dengan perolehan suara sebanyak 66.004 atau sebesar 29,21% kemudian disusul oleh pasangan berjargon Cerdas (Edy Syafwannur dan Agussalim) dengan perolehan suara sebanyak 64.835 suara atau sebesar 28,70%. Sementara pasangan berjargon Dinamis (Zainal Abidin dan Said Ismail) mengantongi perolehan suara terkecil sebanyak 16.737 atau sebesar 7,41%.

Berdasarkan data dari Desk Pilkada yang berposko di kantor Kesbangpol Inhil ini, pasangan Warohmah mendapatkan suara peringkat teratas di Kecamatan Tembilahan, Pulau Burung, Concong, Enok, Keritang, Reteh, Sungai Batang dan Kemuning.

Pasangan Sumbawa di Kecamatan Tembilahan Hulu, Tempuling, Batang Tuaka, Gaung, Mandah, Kuindra dan Pelangiran.

Pasangan Cerdas di Kecamatan Kempas, Gaung Anak Serka (GAS), Teluk Belengkong, Kateman dan Kecamatan Tanah Merah

Sementara pasangan dengan jargon Dinamis, tidak berhasil mendapatkan perolehan suara tertinggi di satupun kecamatan diseluruh Inhil. (dro)




Bupati Sambut Kunjungan Kapolda Riau ke Inhil

Tinjau Pelaksanaan Proses Pencoblosan Pilkada

Foto bersama di depan kantor KPUD Inhil
Foto bersama di depan kantor KPUD Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra M Adnan menyambut secara langsung kedatangan Kapolda Riau, Brigjen Pol Condra Kirono beserta rombongan ke Kabupaten Inhil dalam agenda pantauan proses pemungutan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (4/9).

Dalam kunjungannya ini, Kapolda Riau didampingi Sekda Prov Riau, Zaini Ismail dan Kejati Riau, Eddy Rakamto. Selain disambut Bupati Inhil, orang nomor satu di jajaran kepolisian Riau ini juga disambut  oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan,SIK., M.Si, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan, Kejari Inhil, Ferziansyah Sesunan,  Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid, Sekdakab Inhil, Alimuddin RM serta beberapa pejabat publik Negeri Seribu Jembatan termasuk Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi.

Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah TPS 16 Jalan Swarna Bumi, Kantor KPU Inhil, TPS 28 Jalan M Boya dan TPS 39 Jalan Gunung Daek Tembilahan.

Menurut Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, untuk Pilkada Riau 2013, pihaknya mengerahkan sekitar 6.646 personil serta ditambah personil Mabes Polri sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK). Kekuatan tersebut untuk memback up proses pesta demokrasi di Riau.

Pada kesempatan ini Kapolda juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Isu-isu tersebut hanya ingin merusak persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah berjalan bagus. Jika terdapat pelanggaran Kapolda menyarankan masyarakat menyampaikanya kepada Panwaslu. Namun untuk pidana pihaknya siap menerima. (dro)