Pelaksanaan Ris PNPM Desa Rantau Panjang dinilai langgar Aturan

pnpmRantau panjang, Enok (www.detikriau.org) – Masyarakat Desa Rantau panjang Kecamatan Enok menilai pelaksanaan program RIS PNPM di desa mereka tidak dijalankan sesuai aturan. Penunjukkan lokasi semata hanya dilakukan oleh kepala desa tanpa melibatkan pihak terkait  serta berbagai penyimpangan aturan lainnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang tokoh muda Desa Rantau panjang, Dahlan di Tembilahan, senin (16/9). Dikatakannya, penentuan lokasi perbaikan ruas jalan di sungai tiung sama sekali tidak mengakomodir kepentingan masyarakat banyak. Seharusnya, pembangunan jalan dilaksanakan di jalan poros antara sungai tiung dan sungai intan.

“Kita menilai penentuan lokasi ini semata atas kebijakan kepala desa dan kami duga, secara pribadi, Kades ada meraup keuntungan dibalik semua kebijakan itu.” Ujar Dahlan.

Sesuai aturan, ditambahkan Dahlan, Sekretaris Desa harusnya dilibatkan karena ia termasuk dalam tim yang menjadi pihak penilai program kegiatan pembangunan apa yang paling dibutuhkan oleh Desa. Tetapi berdasarkan komfirmasi yang ia lakukan, Sekdes mengaku tidak mengetahui.

Dalam kesempatan itu, Dahlan juga sempat melontarkan kalimat bahwa Kades Rantau panjang, Zulkifli tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin. Apalagi selama dua tahun masa kepemimpinannya, Kades jarang berada di Desa apalagi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “ Kades kami nilai juga pembohong. Dulu waktu ia berkampanye agar dipilih sebagai kades, ia pernah menjanjikan untuk membangun jembatan desa jika kelak terpilih. Sekarang sudah 2 tahun. Janji itu hanya isapan jempol. Bahkan dalam waktu dekat ini masyarakat berencana akan melaksanakan aksi demo untuk menuntut janji kades,” Sampaikan Dahlan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rantau panjang, Fadli ketika dikomfirmasi, tidak menampik apa yang disampaikan Dahlan. Sebagai Sekdes, Fadli membenarkan bahwa ia tidak pernah dilibatkan dalam segala hal terkait pelaksanaan program RIS PNPM di desanya.

“saya tidak pernah mengetahui karena memang tidak pernah dilibatkan.” Ujar Fadli, senin (16/9)

Untuk pelaksanaan program RIS PNPM, menurut Fadli, sebagai aparatur pemerintahan desa, ia memang diberikan pelatihan khusus untuk itu. Sekdes menurutnya termasuk dalam tim perencanaan dan integrasi. Salah satunya apa yang disebut sebagai Survey Kampung Sendiri (SKS) yang dimaksudkan untuk menentukan program pembangunan apa yang menjadi skala prioritas untuk kepentingan masyarakat Desa.  Fadli sekali menegaskan untuk penetuan lokasi pembangunan di sungai tiung sama sekali diluar pengetahuan dirinya sebagai Sekdes.

“Kades termasuk OMS seharusnya hanya berperan sebagai pemantau pelaksanaan program PNPM bukan malah turun secara langsung sebagai pelaksana pekerjaan seperti yang terjadi saat ini,” Sampaikan Fadli.

Fadli juga mengakui pernah mendapatkan informasi bahwa Camat Enok pernah menyarankan agar Kades, BPD, LPM dan Sekdes untuk duduk bersama merembukkan persoalan ini. Tapi hingga saat ini tidak pernah diindahkan Kades.

“yang juga kita sesalkan, pihak konsultan pendamping tidak pernah hadir secara langsung ke lokasi. Saya pernah bertanya, menurutnya, warga rantau panjang susah diatur. Saya sendiri tidak paham apa yang dimaksudnya,” Pungkas Sekdes.

Terkait semua tudingan ini, Kepala Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, Zulkifli ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya dengan suara sedikit gagap membantah semua tudingan. Menurut kades, penentuan lokasi pembangunan proyek bukan kebijakan dirinya secara pribadi tetapi berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat Desa.

“Kita sudah pernah melakukan rapat di sungai piyai terkait penentuan lokasi ini. Saat itu ketua BPD juga hadir. Bahkan kalau saat pelaksanaan itu hari tidak hujan, camat juga pasti hadir. Semua sesuai aturan. Tidak benar untuk kebijakan itu semata saya yang tentukan,” Bantah Zulkifli melalui sambungan selularnya dan mengakui bahwa ia saat ini sedang berada di Tembilahan.

Bahkan dalam kesempatan itu, Kades juga menyebutkan bahwa untuk penentuan lokasi, ia sudah mendapatkan persetujuan dari konsultan pendamping termasuk Camat Enok. Camat menurut Kades mengatakan agar penentuan lokasi disesuaikan saja.

Terkait tudingan bahwa ia tidak pantas menjadi seorang pemimpin menurutnya itu hanya pendapat segelintir orang yang tidak puas dengan dirinya. Janji untuk membangun jembatan disebutkannya sudah ia usulkan kepada Pemerintah Kabupaten tapi memang belum terealisasi.” Saya sudah usahakan tapi memang belum bisa terpenuhi. Jadi mau diapakan lagi?” Elak Kades. (dro)




Pasca Kebakaran, Sementara Lokasi Kebakaran Pujasera dipagari Seng

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Pasca terjadinya kebakaran di kawasan Pujasera pada Ahad (15/9) kemarin. Pemkab Inhil melalui Dinas Perdagangan belum bisa memastikan untuk merelokasi atau melakukan pembangunan kembali.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdangan H.Rudiansyah Senin (16/9). Dikatakannya, untuk sementara lokasi Pujasera yang terbakar tersebut,   ditutup dengan pagar seng sambil menunggu langkah selanjutnya perintah dari Bupati.

“Sementara lokasi yang terbakar kita tutup dengan pagar seng. Kedepan apakah akan kita bangun lagi atau di relokasi kita juga belum tahu, pokonya tergantung dari pernyataan pimpinan,” ujar H.Rudiansyah.

Terpisah, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah mengatakan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran di lokasi Pujasera, di lakukan olah TKP bersama Tim Lafbor dari Medan.

“Untuk mencari tahu penyebab kebakaran, kita segera melakukan olah TKP di lokasi kebakaran bersama Tim Lafbor. Setelah mendapatkan hasilnya barulah bisa memastikan penyebabnya,”ujar AKP.Ade Zamrah SIK. (dro/tok)




Suami Tewas Terpanggang, Istri Menyusul, Anak Semata Wayang Masih Kritis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah suami tewas terpanggang api dalam  kebakaran yang terjadi di Jalan baharuddin Jusuf, Parit 8 Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (12/9) yang lalu Istri korban-pun akhirnya menyusul. Sementara anak semata wayang masih dalam keadaan kritis dan dalam perawatan di ruang perawatan bedah RSUD PH Tembilahan.

Istri Zainudin (40), Siti Hadijah (30), meninggal dunia pada Sabtu (14/9) saat dalam perawatan intensif di ruang bedah RSUD Puri Husada Tembilahan, akibat mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.

Direktur RSUD Puri Husada dr.Iriyanto, saat dihubungi via ponselnya membenarkan atas meninggal  Hadijah akibat luka bakar sekitar 75 persen sekujur tubuhnya.

“Kita sudah berusaha untuk merawat secara intensif, namun akibat luka bakarnya cukup serius, Akhirnya nyawa korban tidak bisa di selamatkan. Anaknya saat ini masih dalam perawatan intensif ”ujar dr.Iriyanto.

Peristiwa kebakaran yang dialami keluarga pekerja bengkel kendaraan hingga suami dan istri  penghuninya ini menyisakan duka yang mendalam. Terutama bagi tetangga terdekat serta tokoh masyarakat yang tinggal disekitar rumah korban.

“Terus terang saya sangat prihatin atas musibah kebakaran yang dialami korban. Apalagi keluarga ini dikenal sebagai keluarga yang cukup ramah dan disenangi warga” ujar Jumiardi Ali (29) tetangga dekat korban.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim menyatakan  penyebab kebakaran hingga hari ini masih dalam penyidikan dan menunggu hasil identifikasi Tim Lafbor. (dro/tok)




1 Blok Café Remang Pujasera Tembilahan dilalap Api. di Lahang, 5 Rumah Warga Juga Ludes

1 blok warung pujasera yang ludes dilalap api
1 blok warung pujasera yang ludes dilalap api

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 1 blok dengan 20 an petak café remang-remang Pusat jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Jalan Kapten Muchtar Tembilahan, Ahad (15/9) sekira pukul 08.30 Wib ludes dilalap jago merah. Tidak ada korban jiwa dan besar kerugian hingga saat ini belum bisa ditaksir.

Beruntung, pada saat terjadi kebakaran Kota Tembilahan sedang diguyur hujan deras sehingga jilatan api tidak merambat lebih luas ke warung pujasera lainnya. Namun begitu, untuk membantu memadamkan kobaran api, 2 unit mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil serta petugas Pemadam swadaya, PSMTI ikut dikerahkan. Hanya dalam waktu lebih kurang 30 menit 1 blok dengan 5  kios pusat jajan serba ada ludes rata menjadi tanah.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam penyidikan petugas dilapangan. Sedangkan jumlah kerugian belum bisa ditaksir.

“Tidak ada korban jiwa. Api terlihatmulai membakar sekitar pukul 8.30 WIB dan baru bisa dipadamkan petugas pemadam sekira pukul 9.00 Wib. Mengingat bangunannya terbuat dari kayu sehingga si jago merah cepat merambat,”tambahnya.

Pasar Pujasera pada awalnya disediakan sebagai warung pusat jajanan masyarakat. Namun belakangan, keberadaan sebahagian besar warung pujasera cukup banyak meresahkan masyarakat karena dinilai sudah beralih fungsi sebagai transaksi bisnis esek-esek.

“kalau seluruhnya ludes juga tak apa-apa bang, lokasi ini cukup membuat kita masyarakat Tembilahan risih. Terlalu banyak isu transaksi  malam yang mewarni bisnis dilokasi ini.”Sebut Aman seorang warga Tembilahan ketika sempat berbincang di lokasi kebakaran.

Baru berselang sehari, Sabtu (14/9) sekira pukul 01.00 Wib, peristiwa kebakaran juga meludeskan 5 unit pemukiman warga jalan Merdeka RT 01 RW 02 Desa Kuala lahang Kecamatan Gaung. Meski peristiwa kebakaran ini juga tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan Camat Gaung, Nursal, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui secara pasti karena masih dalam penyidikan pihak Kepolisian.

“hanya kurang lebih selama 1 jam, 5 unit bangunan perumahan warga  ludes, rata dengan tanah disebabkan memang material bangunan terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar, apalagi upaya pemadaman hanya dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan apa adanya,”ujar Camat Nursal, Ahad (15/9)

5 unit perumahan warga  yang ludes terbakar yakni, rumah milik Moh Hasin (70), Said Mustofa (70 Mudis (42), Mak Ajeng (50) dan rumah Ustad Udin (50).

Saat ini, seluruh korban kebakaran sebanyak 5 KK yang terdiri dari 10 jiwa sementara mereka menumpang dirumah sanak famili dan tetangga terdekat.

“Kita berharap bantuan dari Pemkab Inhil serta masyarakat lainnya, agar bisa meringankan beban warga yang terkena musibah. Mengingat mereka sudah lanjut usia tidak ada tempat tinggal lagi,”pungkas Camat. (dro/tok)




Rosman Lepas Keberangkatan JCH Inhil Kloter 8

Wabup saat memberikan sambutan dalam kesempatan melepas keberangkatan JCH kloter 8 Inhil
Wabup saat memberikan sambutan dalam kesempatan melepas keberangkatan JCH kloter 8 Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Wakil bupati Inhil, H Rosman Malomo. Sabtu (14/9) melepas pemberangkatan 185 JCH Inhil Kelompok terbang (kloter) 8. Dalam amarannya, Wabup berpesan agar JCH dapat meluruskan niat ibadahnya semata karena Allah SWT.

Menurut Wabup, Ibadah Haji merupakan perjalan suci yang memerlukan kesiapan fisik dan mental serta pengetahuan tentang proses pelaksanaan ibadahnya. Sebagai rukun Islam ke-5, Haji diwajibkan bagi Muslim yang mampu. Pengertian mampu tersebut ditinjau dari berbagai aspek, yaitu keuangan, kesehatan, kendaraan angkutan dan ilmu pengetahuan. Namun yang lebih utama lagi adalah panggilan dari Allah SWT untuk ‘bertamu’ ke ‘RumahNya’.

Setiap Muslim tentu memimpikan dapat menunaikan ibadah Haji. Walau membutuhkan materi yang tak sedikit, umat Islam yang menyatakan siap berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah Haji selalu meningkat di setiap tahunnya. Akan tetapi, sesiap apapun kita, semuanya kembali kepada ketentuan Sang Pencipta

Sebagai salah satu Rukun Islam, tentunya Haji bernilai luhur dan sangat mulia. Karenanya Allah SWT menjanjikan surga bagi yang mampu menunaikannya dengan sempurna. Untuk mencapai Haji yang mabrur, hal utama yang perlu ditekankan adalah niat. “Karenanya,  luruskan niat bahwa ibadah yang akan kita laksanakan di tanah suci semata-mata hanya karena Allah SWT. Dengan niat yang lurus, Insya Allah kita akan mendapatkan kekhusukkan dalam melaksanakan serangkaian ibadah, dan turut pula meningkatkan kualitas ibadah Haji kita,” Nasehat Wabup

Diahkir kalimatnya, Wabup juga berpesan kepada keluarga yang melepas keberangkatan anggota keluarganya menunaikan ibadah Haji agar dapat memberi restu dan senantiasa mengirimkan doa. Menurut Wabup, dengan do’a yang tulus, insyaallah Jamaah Haji kita dapat dengan tenang meninggalkan keluarga di kampung halaman danfokus beribadah, hingga mampu menunaikan Rukun Islam yang ke-5 ini dan usainya kembali berkumpul bersama kita.

JCH Kloter 8 diberangkatkan dengan 6 kali penerbangan udara dari Bandara Tempuling menuju embarkasi batam pada Ahad (15/9) dan 4 kali penerbangan pada Senin (16/9) dengan jumlah sebanyak 445 JCH. (dro)




November, Progress PNPM ditargetkan Rampung.

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga pertengahan bulan September 2013, progress Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir mencapi 70 persen. Ditargetkan, November mendatang, program ini akan terealisasi secara keseluruhan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas BPMPD Inhil, Suhardiman. Menurutnya, PNPM tahun 2013 dimulai sejak bulan Mei dan ditargetkan akan terealisasi 100 persen pada bulan November.

“hingga pertengahan September ini realisasi kita baru 70 persen tapi kita targetkan November seluruhnya sudah bisa terealisasikan,” Ujar Suhardiman.

Menurut Suhardiman yang juga menjabat sebagai kabag Humas Setdakab Inhil ini, jika penyelesaian program ini terlambat maka secara otomatis juga akan mempengaruhi pelaksanaan PNPM tahun2014 mendatang.

Ditahun 2012 yang lalu dikatakan Suhardiman ada beberapa Desa yang terlamabt merampungkan pengerjaan, namun bisa diselsaikan pada bulan oktober. Ia berharap untuk tahun ini pelaksanaan tidak ada lagi keterlambatan.

“untuk mengantisipasi keterlambatan, kita terus lakukan pantauan melalui tenaga pendamping ditingkat desa dan setiap awal bulannya dilakukan rapat koordinasi. Dengan rakor setiap bulannya kita akan mendapatkan masukan jika ada kendala-kendala dilapangan.” Jelas Suhardiman.

Hampir setiap tahunnya ditambahkan Suhardiman, kendala dilapangan hanya seputar kendala geografis inhil yang terbilang cukup jauh dan jalur tranportasi yang cukup sulit.(dro)