Sat Narkoba Polres Inhil Bekuk 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba. 2 di Dor

sabuTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Satuan Narkoba polres Inhil berhasil mengamankan tiga  orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Karena melawan petugas dan berusaha kabur saat penangkapan, dua orang pelaku  terpaksa dihadiahi timah panas. Selasa (17/9) kemaren

Kedua pelaku yang berhasil diringkus di TKP parit tiga jalan lintas Provinsi Kecamatan Tempuling ini adalah UJG dan AL

Berdasarkan penjelasan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Narkoba AKP Imran Teheri S.sos, kronologi penangkapan terhadap kedua tersangka, berawal dari pengembangan petugas setelah tertangkap RDS yang tinggal di Jalan Lintas Provinsi Gang Pendidikan Parit 3 Kecamatan Tempuling.

“Saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka RDS, petugas menemukan barang bukti berupa 2 paket kecil sabu-sabu tersimpan didalam saku celananya,”ujar AKP Imron Teheri S.sos.

Kepada petugas, RDS mengaku bahwa barang haram miliknya didapatkan dari tersangka UJG tidak lain adalah teman tersangka. Mendapat keterangan itu petugas langsung melakukan pengejaran, termasuk dilakukan pencarian dirumahnya, tapi tidak berhasil ditemukan.

Namun mungkin nasib sedang apes, sebab saat petugas melakukan upaya pencarian, secara tidak sengaja sekitar pukul 19.00 Wib, tersangka UJG terlihat sedang melintas dengan menggunakan motor Yamaha King.

Setelah itu petugas Sat Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP.Imron Teheri S.sos malakukan upaya pengejaran. Namun karena pelaku berusaha untuk kabur dari sergapan petugas, akhirnya terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas pada bagian kakinya.

“Setelah tertangkap dan dilakukan penggledahan, dari tangan pelaku yang sudah menjadi TO ditemukan barang bukti berupa 2 paket sabu dibadannya dan uang tunai sebesar Rp.5 juta,- serta kemudian juga didapatkan 2 paket sabu disimpan dikediamannya,”tambah AKP Imran.

Dari pengakuan kedua pelaku yang sudah berhasil diamankan, lalu dilakukan penangkapan terhadap AML alias ML saat Ia sedang bermain dirumah temannya yakni ILK, dilokasi Jalan Parit 13 Kecamatan Tempuling. Pada saat dilakukan penggrebakan pemilik rumah ILK berhasil kabur meninggalkan rumahnya. Tetapi untuk  temannya AML berhasil diringkus walaupun harus menderita luka tembak pada kakinya karena  berusaha hendak kabur ketika akan dilakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penggledahan dirumah ILK, petugas berhasil menemukan barang bukti sabu sebanyak 4 paket kecil diatas lantai didalam rumahnya,”ujar Kasat Narkoba.

Hingga saat ini , untuk ketiga pelaku beserta barang buktinya berupa sabu sudah diamankan di Mapolres Inhil. Sebelumnya kedua pelaku yang sudah ditembus timah panas sempat dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan. (dro/tok)




Warga Mengeluh, PDAM TI Tak Terima Pelanggan Baru

Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga kota Tembilahan mengeluh. Pasalnya, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri menolak melakukan penyambungan bagi pelanggan baru.

“Kita kemaren ingin mendaftar menjadi pelanggan baru PDAM TI. Tapi tanpa penjelasan, mereka menyatakan tidak menerima lagi pemasangan untuk pelanggan baru,” Ujar Warga Jalan baharuddin Jusuf Kecamatan Tembilahan Hulu, pili, kemaren.

Penolakan tanpa penjelasan ini sontak membuatnya kecewa. Menurutnya, sebagai perusahaan daerah satu-satunya pemasok kebutuhan air bersih masyarakat, seharusnya PDAM dapat memenuhi permintaan masyarakat.

“Kalaupun ada penghentian pemasangan bagi pelanggan baru setidaknya berikan penjelasan agar kami mengerti.” Sampaikannya.

Terkait keluhan warga ini, direktur PDAM Tirta Indragiri, Kemas Yusfery menjelaskan bahwa penyambungan bagi pelanggan baru tetap dilakukan. Hanya saja saat ini pihaknya sedang kehabisan persediaan meteren.

“Tetap kita layani. Tapi kita kehabisan stok meteran air, makanya terpaksa kita tunda. Mereka kita masukkan kedalam daftar tunggu,”Jawab Kemas melalui pesan singkat. (dro)




Tim Futsal Dishub Juarai Pertandingan Antar Instansi

futsalTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim futsal Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih juara pertama pada pertandingan futsal antar instansi dalam rangka HUT RI ke 68 dan HUT Riau ke 48 tahun 2013.

Final yang mempertemukan Dishubkominfo melawan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil Selasa (17/9) sore di Gor futsal Sungai Beringin Tembilahan diakhiri dengan kemengan tim futsal Dishubkominfo dengan skor tipis 1-0.

Dengan demikian tim futsal Diskes Inhil meraih juara dua. Sementara itu juara tiga direbut oleh tim futsal RSUD Puri Husada Tembilahan setelah menang tipil melawan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Diporabudpar) dengan skor 2-1.

Wakil koordinator kegiatan, Suardi mengakui terjadi keterlambatan untuk menuntaskan pertandingan final futsal antar instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil mengingat pada saat itu disibukan dengan agenda pesta demokrasi (Pemilukada Inhil, red).

“Alahamdulillah akhirnya kegiatan kita ini dapat berjalan dengan lancar meski sedikit lambat dari jadwal semula. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam mensukseskan kegiatan ini,” kata Suardi yang juga Sekretaris Disporabudpar Inhil.

Pertandingan futsal tersebut tidak hanya dilakukan semata-mata karena momen HUT RI dan HUT Riau. Namun akan dijadikan sebagai sarana mempererat jalinan silaturahmi antar instansi pemerintahan. Dengan begitu, secara emosional oknum-oknum PNS dan honorer semakin mengenali satu dengan lainya.

“Saat ini kita memiliki gedung futsal berstandar nasional. Rasanya sayang sekali kalau gedung semegah ini tidak kita manfaatakan dengan baik. Maka dari itu, kita menyelenggarakan pertandingan futsal dalam rangka HUT RI dan HUT Riau digedung futsal ini,” pungkasnya.(dro)




Bupati: Jika Membangun Bisa disulap Maka Saya Akan Sulap Biar Cepat Terlaksana

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jika saya bisa menjadi pesulap, maka pembangunan di Inhil akan saya sulap agar bisa cepat selesai. Perkataan ini dilontarkan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan menggapi kritikan segelintir orang yang mengultimatum bahwa pembangunan di Inhil berjalan lamban.

Dikatakan Bupati, membangun itu tidaklah semudah membalik telapak tangan karena banyak hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Apalagi melakukan pembangunan bukan hanya sesaat tetapi diperlukan waktu yang berkelanjutan. Tidak boleh dilakukan tambal sulam karena kurang matangnya perencanaan.

“Kalaulah membangun itu bisa saya sulap, maka saya akan sulap agar cepat terlaksana. Namun membangun tentunya bukan bisa disulap tetapi harus realistis. Banyak hal yang harus dilalui dan dihadapi agar tujuan pembangunan dapat berhasil dilaksanakan dan sesuai dengan harapan,” Kata Bupati

Membangunan infrastruktur banyak hal yang saling berkaitan. Pelaksana pembangunan, musim dan kondisi geografis memegang peran yang cukup penting. Kadangkala pembangunan yang sudah direncanakan dengan matang dapat terhambat disebabkan hambatan alam seperti cuaca ataupun pelaksana yang tidak konsisten.

Disamping berbagai hambatan tersebut, keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu kendala. Seluruh ruas jalan di kabupaten Inhil sudah direncanakan peningkatannya. Hanya saja karena keterbatasan anggaran makanya harus dilakukan secara bertahap.

Contohnya kata Bupati, peningkatan kualitas jalan penghubung kawasan Inhil bagian selatan, setiap waktu selalu dianggarkan namun karena keterbatasan anggaran tentunya tidak bisa dilakukan sekaligus karena kawasan di Inhil lainnya juga membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan.

“Pembangunan selayaknya harus terus berlanjut. Tidak perduli siapapun pemimpin penerusnya. Tidak boleh bongkar pasang karena tidak akan efektif,”Tegas Bupati.(dro)




Duda Bejat, Bocah 9 Tahun pun digagahi

ilustrasiEnok (www.detikriau.org) – Entah setan mana yang sudah merasuki tubuh Junaidi alias Sodi (42) seorang duda asal Kampung Tengah Desa Pengalihan Enok Kecamatan Enok. Pasalnya pada Ahad (8/9) yang lalu, ia tega melakukan tindakan tidak senonoh, layaknya suami istri  terhadap korban SA yang masih berusia 9 tahun dan duduk dibangku kelas III SD.

Kronologi, perbuatan biadab yang dilakukan pelaku yang juga tetangga dekat korban berawal pada saat itu korban SA sedang bermain dengan teman mainnya di kebun kelapa tidak jauh dari rumahnya, sekitar pukul 10.00 Wib.

Ketika kedua bocah itu sedang asyik bermain, tiba-tiba pelaku melintas di TKP dan langsung menghampiri korban. Kemudian untuk mewujudkan rencana busuknya, teman korban disuruh pergi meninggalkan TKP untuk mengambil jambu, sehingga hanya tinggal berdua antara korban dengan pelaku.

Pelaku mengeluarkan sejuta jurus mautnya untuk merayu agar korban tertipu daya untuk melayani nafsu birahinya. Akhirnya korbanpun terlena lalu dibawa ke sebuah gubuk yang ada di kebun kelapa dan sepi, tidak ada warga yang melintas.

Singkat cerita, di gubuk kecil beratap daun alang-alang itulah bocah bau kencur yang baru berumur 9 tahun ini digagahi dan dipaksa untuk berhubungan layaknya suami istri. Bahkan ironisnya setelah dicabuli korban diancam akan dibunuh jika berani menceritakan perbuatan bejat ini kepada orang lain.

Tabir hitam hilangnya mahkota korban, baru terkuak setelah ibu kandung korban merasa curiga melihat perilaku anaknya. Kalau sedang berjalan, ia seperti menahan sakit. Bahkan kecurigaan Ibu korban semakin penasaran, setelah menemukan celana dalam korban juga terdapat lendir yang mengental.

Namun saat ditanyai, korban tidak mau mengaku diduga akibat takut dengan ancaman pelaku.

Barulah setelah dipaksa, korban mengaku kemudian menceritakan semua yang sudah dialami.  Mendengar pengakuan korban, Ibu kandung korban bagaikan tersambar geledek, seketika bergegas untuk melapor ke Polsek Enok atas perlakuan biadap pelaku.

“Saya berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya bila perlu dihukum mati. Karena Ia sudah tega menghancurkan buah hatiku masih dibawah umur,”Pinta Ibu kandung korban sambil menangis dihadapan petugas Polisi.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Enok AKP Suhariyono menjelaskan begitu mendapat laporan pengaduan dari orang tua korban, beberapa anggota langsung meluncur ke TKP, untuk mengamankan pelaku sesuai dengan identitas yang diberikan pelapor.

Memang naas nasib pelaku, sebab sebelum petugas Polsek Enok sampai di TKP. Ternyata ditengah jalan berjumpa dengan pelaku sedang melintas, tanpa perlawanan akhirnya pelaku langsung diringkus dan dibawa ke Mapolsek Enok, untuk dimintai keterangan atas perbuatan yang sudah dilakukan.

“Saat dimintai keterangan, pelaku juga mengakui telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap korban, akibat lama berstatus duda sehingga tidak pernah bertemu lagi dengan istrinya,”ujar Kapolsek Enok. (dro/tok)




Indra Ajak mahasiswa Untuk Sama-Sama Besarkan UNISI

Indra Saat memberikan penjelasan dihadapan puluhan massa demontrans
Indra Saat memberikan penjelasan dihadapan puluhan massa demontrans

Tembilahan (www.detikriau.org) –H Indra Muchlis Adnan, mengajak seluruh Mahasiswa untuk bersama-sama membesarkan UNISI. Jika ada persoalan, ia meminta untuk disampaikan melalui Presiden Mahasiswa agar dapat dicarikan jalan penyelesaian terbaik.

Permintaan ini disampaikan Indra Muchlis Adnan dihadapan puluhan Mahasiswa yang menggelar aksi demontrasi mejelang pelantikan rektor baru UNISI, Dr Ririn handayani, senin (16/9). Dalam kesempatan itu, Indra juga dengan tegas memberikan apresiasi atas aksi kalangan Mahasiswa ini. Ia juga menyebut tidak ingin melihat mahasiswa melempem dan bungkam. pengawasan dan kritikan terhadap berbagai kebijakan kampus yang ditujukan untuk melakukan perbaikan adalah sebuah tindakan yang baik.

“Saya juga lama berkecimpung sebagai aktifis kampus. Protes dan penyampian pendapat itu juga diperlukan agar terciptanya pengawasan yang baik. Hanya saja saya menyarankan agar berbagai persoalan itu tidak mesti disalurkan melalui aksi demontrasi tetapi salah satunya bisa disampaikan melalu Presiden Mahasiswa agar bisa dirembukkan dan dicarikan jalan penyelesaian terbaik,” Ujar Indra dihadapan massa demontrans.

UNISI bukan dibiayai oleh Pemerintah Daerah. bahkan gedung yang ada saat ini hanya bersifat pinjaman. Semua pembiayaan didanai sendiri oleh UNISI.

demo unisi 001Dikatakannnya, sejak awal berdiri, pembangunan UNISI semata ditujukan untuk memudahkan seluruh masyarakat Inhil mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Masyarakat Inhil tidak perlu lagi harus menyekolah anak-anak mereka keluar daerah. Jika tidak dibantu dan dijaga bersama, bukan mustahil kampus yang sudah memiliki ribuan mahasiswa akan terhambat dan pada akhirnya tutup. Untuk membiaya pendidikan, UNISI memerlukan biaya yang tidak sedikit termasuk biaya gaji tenaga dosen tidak didapatkan secara gratis. Dinilai Indra, pembebanan biaya bagi mahasiswa UNISI saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan Universitas lainnya.

Terkait kebijakan menunjuk seorang rektor kata Indra ada aturan dan syarat yang mesti dipenuhi. Salah satunya, minimal haruslah seorang bertitel doktor dan itupun bukan doktor lulusan baru namun harus sudah memiliki pengalaman yang mencukupi.

Sebelum menetapkan pilihan kepada Dr Ririn handayani sebagai rektor UNISI menggantikan Prof Sopian Hamim, Indra menyebut sudah berusaha menawarkan kesempatan ini kepada beberapa orang yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan yang diharuskan. Namun tidak ada satupun yang bersedia karena imbalan gaji yang diberikan relatif kecil dibandingkan dengan menjadi rektor di Universitas lain.

Ia meminta agar kalangan Mahasiswa memberikan kesempatan bagi Dr Ririn untuk memberikan karyanya dalam rangka membangun UNISI.

“Kalau memang anda-anda mahasiswa tidak ingin bekerjasama membesarkan kampus ini, anda tandatangani pernyataan dan kalau perlu, besok kampus ini kita bubarkan,” Ancam Indra.

Terkait tuntutan mahasiswa mengenai terhambatnya pemberian beasiswa, menurut Indra, urusan beasiswa bukan kebijakan UNISI. Pihak UNISI hanya sebagai penerima bantuan Beasiswa yang disalurkan oleh Pemkab Inhil.

Beasiswa didanai melalui Program Beasiswa Abdi oleh Pemkab Inhil. hanya saja ada kesalahan pengurusan sehingga menjadi temuan BPK. Namun tahun ini sudah selesai dan kembali bisa dicairkan. “Kesalahan juga dari kalangan mahasiswa. Ada yang sengaja berbohong, mengambil tapi tidak kuliah dan akhirnya jadi temuan BPK. Makanya pencairannya sempat terhambat,” Terang Indra sambil kembali menegaskan bahwa UNISI hanya sebatas penerima bantuan.

Persoalan baju KKN mahasiswa yang juga sempat diprotes kalangan demonstrans diakui Indra memang ada masalah. Oleh sebab itu juga perlu adanya pembenahan dan evaluasi kembali.

Diakhir katanya, Indra juga meminta mahasiswa terus mengawasi jalannya kampus UNISI agar dapat terus besar dan berkembang. Jika memang menemukan adanya tindakan melawan hukum, Indra meminta kalau perlu langsung disampaikan kepihak aparat hukum. Tapi harus ada bukti jelas bukan hanya sekedar bisa menuduh.

“Saya tidak ingin ada koruptor di kampus ini. Ini kampus perjuangan bagi seluruh masyarakat Inhil. harusnya kita jaga secara bersama-sama agar mampu memberikan manfaat terbaik bagi generasi penerus negri ini,” Pungkas Indra.

Usai mendengarkan penjelas Indra, puluhan massa demontrans mengaku cukup puas. Menurut mereka, unjuk rasa yang mereka laksanakan sebagai bentuk tidak adanya penjelasan yang disampaikan secara gampalng terkait berbagai hal yang mereka tuntut.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dibawah koordinator lapangan, Ahmadi menggelar aksi demontrasi dihalaman sekretariat kampus UNISI, Tembilahan.

Dalam orasinya, beberapa tuntutan yang disampaikan massa demonstran diantaranya penolakan pelantikan Dr Ririn Handayani sebagai rektor UNISI. Menuntut kejelasan penyaluran bantuan Beasiswa. Kemudian keluhan tingginya uang pembayaran biaya semester serta ketidakjelasan baju seragam KKN mahasiswa. (dro)