Dana Beasiswa Abadi di Harapkan Terus Berlanjut

Tembilahan (www.detikriau.org) –Bupati Inhil, H Indra M Adnan menegaskan agar program beasiswa abadi tetap dilanjutkan. Program ini ditujukan untuk membantu dan memberikan kesempatan kepada warga tidak mampu khususnya mahasiswa agar dapat meneruskan pendidikan di perguruan tinggi.

“Dana beasiswa yang kita simpan sebesar 10 milyar. Hasilnya akan diperuntukan untuk memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.” Ujar Bupati.

Dirambahkan Bupati. Untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu diharapkannya agar tidak membuat alasan-alasan untuk juga ikut mendapatkan bantuan dana tersebut.

Setelah masa jabatannya berakhir, Bupati juga mengharapkan program ini dapat terus dilanjutkan. Pendidikan yang baik merupakan salah satu elemen pemutus mata rantai kemiskinan. Dengan memperoleh pendidikan yang baik, dia berharap warganya akan dapat memperbaiki tingkat kualitas kesejahteraannya. Menimbang manfaat tersebut, sangat diharapkan program ini jangan sampai terhenti.

Diakhir kalimatnya Bupati juga berpesan agar besaran dana beasiswa abadi sekiranya dapat terus diupayakan untuk ditingkatkan. Ia juga berharap agar semua pihak dapat turut bersama-sama memberikan perhatian demi kemajuan pendidikan di Inhil agar tersedianya SDM yang handal untuk melanjutkan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan warga. (dro)




Warga Selensen Temukan Ular Sanca Sepanjang 6 Meter

ularTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Selensen, Kecamatan Kemuning digegerkan dengan penemuan ular sanca sepanjang  enam meter yang melilit batang kelapa sawit disebuah areal kebun milik masyarakat setempat, Senin ( 23/9) sekira pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi,  keberadan ular dimaksud diketahui seorang warga setempat saat sedang membersihkan kebun. Ketika melihat ular, warga itu berteriak memanggil-manggil warga lain. Kemudian ia langsung
bergegasan mendatangi rumah salah seorang pawang ular yang bernama Tonang. Tanpa panjang lebar, Tonang langsung mendatangi lokasi awal ditemukanya ular sanca yang beratnya ditaksir mencapai ratusan Kilogram.

“Benar pagi itu ada warga kita yang melakukan rutinitas bisa membersihkan kebun. Tidak lama membersihkan kebun, tanpa sengaja ia melihat se ekor ular sanca ukuran besar didekat sekitar batang kelapa sawit,” kata Camat Kemuning, R Arliansyah.

Suasana yang semula biasa, berubah menjadi ribut. Masyarakat yang kebetulan sedang melintas ikut menyempatkan diri untuk singgah melihat langsung ular sanca dari dekat. Bahkan ada yang rela mengabadikan fotonya dengan se ekor ular sanca ukuran besar itu.

“Saat ini ular ukuran besar itu menjadi tontonan warga sekitar mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di rumah salah seorang warga, “ tambah Camat

Mengenai ular ini, Camat berharap ada orang yang tepat dan mampu merawatnya dengan baik. Atau diberikan kepada lembaga yang benar-benar berhak memeliharanya. Sebab dikhawatirkan, bila tidak dipelihara dengan baik, ular itu bisa mengamuk, sehingga dapat membahayakan warga sekitar.

Lanjutnya, sebelum ditangkap ular sanca itu tidak banyak bergerak. Diperkirakan ular dalam kondisi kekenyangan setelah berhasil menyantap binatang liar didalam hutan, atau memangsa hewan-hewan ternak warga seperti ayam dan kambing.(dro/*1)




Musim Kemarau, Bupati Himbau Warganya Waspadai Kebakaran

apiTembilahan (www.detikriau.org) – Warga dihimbau untuk selalu waspada api. Suhu udara panas disaat musim kemarau sangat rawan terjadinya musibah kebakaran. Namun yang kerap menjadi penyebab kebakaran lebih disebabkan faktor kelalaian.

Himbauan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan. Tibanya musim kemarau seperti saat ini kata Bupati membuat suhu udara menjadi panas dan pastinya akan rawan menimbulkan musibah kebakaran “Pemicu terjadinya kebakaran kerap bukan dikarenakan unsur kesengajaan tetapi seringkali disebabkan kelalaian korban sendiri,” Ujar Bupati belum lama ini

Kelalaian yang dimaksudkan Bupati diantaranya seperti tidak dipenuhinya standar mutu material listrik, seperti penggunaan kabel yang tidak berstandar SNI. Bukti nyatanya, hasil penyidikan pihak kepolisian, faktor penyebab kebakaran banyak terjadi akibat adanya arus pendek.

Kelalaian lainnya yang juga sering menjadi pemicu musibah kebakaran yang disebabkan listrik karena seringnya masyarakat melakukan penyambungan yang tidak memenuhi standar keamanan yang sering dilakukan pada pencurian arus listrik.

“ini akibat keinginan meraup untuk besar dengan mendapatkan listrik gratis tapi tidak memperhatikan keselamatan. Disamping merugikan Negara, jika timbul kebakaran juga akan merugikan si pelaku.” Tambah Bupati

Kelalaian lainnya seperti kurang tidak teliti mempergunakan alat masak, obat nyamuk bakar serta lampu penerangan berbahan bakar minyak tanah.

Material bangunan berbahan kayu yang hingga saat ini masih mendominasi bangunan perumahan rakyat lebih mempermudah timbulnya kebakaran. Apalagi disaat-saat musim kemarau, material kayu menjadi kering diiringi kondisinya yang sudah cukup tua.

Diakhir kalimat Bupati mengajak semua warganya untuk selalu mengedepankan sikap teliti sejak sekarang untuk menghindari kerugian yang lebih besar dimasa mendatang. (dro)




Jelang Akhir September 2013, pengidap HIV/AIDS di Inhil bertambah 5 orang

Sejak 2010, 20 Penderita Telah Meninggal Dunia

aidsTEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Hingga memasuki pertengahan September Tahun 2013, penderita virus HIV/AIDS inhil kembali bertambah sebanyak 5 penderita. Sejak 2010, dari 74 kasus, 20 orang telah meninggal dunia.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rasul Alim M.kes.SKM Selasa (24/9). Ia katakan bahwa sesuai dengan data yang ada sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, ada 74 kasus yang positif terjangkit penyakit HIV /Aids. Khusus untuk tahun 2013  menjelang akhir bulan September bertambah 5 orang terjangkiti penyakit membahayakan itu.

“5 orang kembali terdata positif mengidap HIV/Aids. 20 penderita  sudah meninggal dunia. rata-rata hampir 90 persen korbannya  laki-laki dan sisanya wanita.”Kata Rasul Alim.

Ditegaskannya lagi, pengidap virus HIV /Aids, 80 persennya adalah orang Inhil namun pada umumnya mereka bekerja di luar Kabupaten Inhil seperti Singapura dan Malaysia. 20 persen sisanya bermukim dan bekerja di Kabupaten Indragiri Hilir.

Pada kesempatan ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Rasul Alim M.kes.SKM juga mengimbau kepada warga yang sudah positif maupun yang baru ditemui gejala mengidap penyakit HIV/ Aids, hendaknya jangan malu untuk berobat atau memeriksakan kesehatannya pada Rumah Sakit Umum maupun di Puskesmas terdekat yang ada di daerah masing-masing.

“yang terpenting tentunya tidak lagi melakukan hubungan seks bebas sebab akan semakin memperparah penyakit yang di deritanya dan pastinya akan menambah angka penyebaran virus berbahaya tersebut.”Pungkas Rasul. (dro/tok)




Mencuri Pupuk, Dua Karyawan PT.IGJA Ditangkap

npkTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Gara-gara mencuri 5 karung pupuk NPK milik PT. Indo Green Jaya Abadi (PI IGJA) berlokasi di Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong, dua orang karyawan akhirnya diringkus petugas kepolisian.

Kedua pelaku, Rodi dan Firma, kini terpaksa mendekam di Polsek Concong guna menjalani pemeriksaan. Mereka ditangkap petugas setelah ada laporan dari saksi Bakctiar, GM PT. IGJA, pada Senin (23/9) kemarin terkait perbuatan pencurian yang dilakukan oleh kedua anak buahnya.

“Aksi pencurian dilakukan pada awal September yang lalu. Namun baru bisa diketahui oleh pihak perusahaan kemarin, setelah pupuk hasil curiannya dijual ke masyarakat,”ujar Backtiar saat melapor ke Polsek Concong.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Concong Iptu Peris Siregar menjelaskan, begitu ada laporan dari warga masyarakat, polisi langsung mendatangi TKP untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat ditangkap kedua pelaku tidak melawan.

“Saat kita tangkap, pelaku sudah diamankan oleh pihak perusahaan. Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 sak pupuk NPK merek Compunun, sedangkan sisanya sudah dijual ke masyarakat,”Ujar Kapolsek Concong.

Kronologi terungkapnya aksi pencurian pelaku, berawal adanya laporan dari masyarakat setelah mereka menjual pupuk hasil curiannya kepada masyarakat. Kemudian warga langsung melaporkan ke pihak perusahaan.

Atas dasar laporan tersebut, lalu GM perusahaan Backtiar menuju ke TKP rumah pembeli pupuk, untuk menanyakan siapa penjualnya. Akhirnya baru terkuak bahwa pelakunya adalah Rodi dan Firma, yang saat ini masih berstatus karyawannya sendiri.

“Sebelum diseret ke Mapolsek Concong, kedua pelaku mengakui kalau Ia pelakunya yang mencuri pupuk NPK, namun baru dijual ke masyarakat sebanyak 3 karung dan sisanya masih tersimpan,”uangkapnya. (dro/tok)




Disdik Himbau Ortu Arief Dalam Pertimbangkan Fasilitasi Anak-Anak

Tembilahan (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, H Fauzar menghimbau agar orang tua siswa berlaku arief dalam memfasilitasi anak-anak mereka dengan kendaraan bermotor, khususnya bagi pelajar setingkat SMP. Sedangkan untuk pelajar yang sudah cukup usia untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dimitakan untuk segera melakukan pengurusan.

“Intinya para orang tua harus belaku bijak dan arief untuk mempertimbangkan memberikan fasilitas kendaraan bermotor bagi anak-anak mereka, apalagi untuk anak yang masih belum dewasa,” Sampaikan Kadisdik saat ditemui diruang kerjanya, selasa (24/9)

Diakui Kadisdik, hingga saat ini Disdik memang belum memberikan himbauan kepada pihak sekolah untuk melakukan pelarangan bagi anak-anak usia setingkat SMP mempergunakan kendaraan bermotor. Pertimbangannya, kendaraan angkutan umum yang bisa dipergunakan anak-anak untuk pulang pergi bersekolah memang belum tersedia. Apalagi untuk anak-anak yang keberadaan tempat tinggalnya cukup jauh dari sekolah.

Dengan kondisi ini, Kadisdik hanya memberikan himbauan kepada orang tua agar dapat mempertimbangkan dengan bijak. Jika masih memungkinkan untuk diantar jemput, hal itu tentunya akan lebih baik.

“yang perlu diingat, ada aturan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan mempergunakan kendaraan bermotor. Seperti tentunya mengerti aturan berlalulintas dan cukup usia untuk mendapatkan SIM. Khusus untuk pelajar yang sudah memiliki cukup usia untuk mendapatkan SIM, sebaiknya segera diurus.” Akhiri Fauzar. (dro)