Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota, Pejabat Kecamatan tanah Merah Gelar Goro.

goroTANAH MERAH (www.detikriau.org) – Pejabat dilingkungan Pemeritnahan Kecamatan Tanah Merah bersama ratusan masyarakat dan para pelajar, Jum’at (27/9)  kemaren menggelar aksi bersih-bersih dengan turun kejalan. Gotong Royong (Goro) pembersihan drainaise spanjang Jalan M.Boya dan Merdela itu dilakukan dalam rangka menjaga Ibu Kota Kecamatan, Kuala Enok tetap bersih, indah, nyaman, asri dan terbebas dari banjir.

Aksi gotong royong  bersih-bersih jalan ini dilakukan seluruh unsur Kecamatan Tanah Merah, dimulai pukul 07.00 WIB. Hadir pada kesempatan tersebut Camat Tanah Merah Normansyah, Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi, Kapolsek Tanah Merah AKP Bambang Hariyanto SH, serta unsur PNS dan masyarakat serta pelajar.

Danramil 02 Tanah Merah Kapten Tarmizi mengatakan, kegiatan gotong royong yang mereka lakukan merupakan agenda rutin untuk membangun kebersamaan antara pejabat unsur Kecamatan dengan warga. Dengan begitu selahturahmi bisa terjalin dan lingkungan yang bersih bisa tercipta.

“Melalui  kegiatan gotong-royong bersama ini, kita berharap bahwa lingkungan Ibu Kota Kecamatan Tanah Merah, akan semakin bersih  tidak lagi menjadi rawan banjir. Selain itu kesadaran  warga untuk tidak membuang sampah di dalam drainase perlu dilakukan,”kata Kapten Tarmizi.

Camat Tanah Merah, Normansyah menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat sangat diperlukan. Demgan begitu secara tidak langsung warga sudah membantu menjaga kebersihan dan keindahan kota.

‘Jika sampah masih saja dibuang dalam drainase, aliran air akan terhambat dan akibatnya banjir akan susah dituntaskan. Warga harus membuang sampah pada wadah yang telah disediakan pihak kecamatan, kelurahan ataupun di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kapolsek Tanah Merah AKP. Bambang Hariyanto SH,juga mengatakan bahwa yang harus dilakukan warga adalah membuang sampah rumah tangga, sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan pihak kecamatan, kelurahan ataupun kepala lingkungan yang dimulai pukul 08.00 WIB.

“Jangan pula membuang sampah di siang hari. Tentunya sampah yang dibuang di siang hari di depan rumah nantinya akan berserakan di makan ternak dan menjadikan pemandangan tidak indah,”katanya.(dro/tok)




Gasak Cincin Wakil Ketua PN, Dua Bocah di Giring Polisi

curiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua bocah ingusan, Ap Alias Codet (14) dan An (13) Terpaksa di giring ke kantor Polisi. Penahanan ini dilakukan setelah keduanya terbukti menyantroni rumah kediaman Wakil Ketua Pengadilan Negri Tembilahan dan berhasil mengasak 4 buah batu perhiasan cincin.

Kronologi penangkapan  terhadap kedua pelaku dilakukan pada Rabu (25/9) sekitar pukul 15.30 Wib saat keduanya sedang istirahat di rumahnya Lorong Cermai Kecamatan Tembilahan Hulu. Penangkapan berawal dari hasil pengembangan perbuatan pelaku, sesuai dengan LP/108/IX/2013/RIAU/Res Inhil di TKP Komplek Rumah Pengadilan Negeri Tembilahan.

Setelah mendapatkan hasil curiannya, kedua pelaku menjual kepada seseorang pembeli berinisial Bs warga jalan  H.Said, Tembilahan.

“Begitu berhasil mendapat barang gasakan, kawanan pencuri yang masih ingusan itu kemudian menjual lagi kepada seorang pembeli yang kini juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan.” Kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK  sambil mengatakan bahwa aksi pencurian kedua pelaku yang masih dibawah umur tersebut dilakukan pada Selasa (10/9) sekitar pukul 17.30 Wib.

Hingga berita ini ditulis, kedua pelaku berikut pembelinya masih dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Inhil. Barang bukti yang ditemukan berupa 1 buah batu cincin warna putih, 1 buah batu cincin warna biru serta 2 buah batu cincin warna coklat diamankan pihak kepolisian. (dro/tok)




Pemkab Inhil Serahkan Bantuan langsung Lahan Percontohan BBU

dari kiri, Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, Asisten II Setdakab Inhil, Ncik Kamal Syahindra dan Perwakilan BI Cabang Riau
dari kiri, Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, Asisten II Setdakab Inhil, Ncik Kamal Syahindra dan Perwakilan BI Cabang Riau

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemkab Inhil menyerahkan bantuan langsung lahan percontohan BBU Pekan Arba. Dalam kesempatan ini,   Bupati Inhil, H Indra M Adnan diwakili Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal didampingi Kepala Dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Wiryadi, Pihak Bank Indoensia (BI) beserta unsur Muspida melakukan penanaman bibit padi tempatan di lahan percontohan, Kamis (26/9).

Sejalan dengan kegiatan itu, juga diberikan bantuan berupa peralatan pertanian yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Provinsi Riau dengan Pemkab Inhil tahun anggaran 2013.

Bupati Inhil H Indra Muchlis Adnan dalam sambutannya yang dibacakan  Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal Syahindra mengungkapkan bahwa bantuan langsung lahan percontohan BBU Pekan Arba  salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi di daerah itu.

Peranan sektor tanaman pangan menempati posisi yang strategis dan sangat menentukan. Dari target swasembada, salah satu diantaranya merupakan komuditas tanaman pangan yaitu padi.

“Kita menargetkan produksi padi akan mampu mencapai surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014 mendatang. Hal ini sejalan dengan program operasi pangan riau makmur (OPRM) yang pada tahun ini merupakan tahun terakhir yang kita laksanakan,” jelas Encik Kamal.

Salah satu teknologi yang diterapakan dalam upaya meningkatkan produktivitas padi adalahh dengan menerapkan metode sistem of rice internsification (SRI) atau dalam bahasa lain dikenal dengan singkatan sabar ridho iklas (SRI). Teknologi SRI mulai berkembang di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan.

“Banyak keunggulan dari teknologi SRI. Salah satunya hasil panen para petani akan menjadi berlipat ganda. Demikian pula dengan sisi usia dan biaya produksi yang relative rendah serta, ‘katanya lagi.

Sementara itu, kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar mengucapkan rasa syukur yang tiada hentinya. Sebab, Inhil kembali mendapat bantuan dari pihak BI Kantor Perwakilan Provinsi Riau.  Bantuan alat pertanian di lahan percontohan BBU Pekan Arba, akan memberikan dampak positif bagi petani.

“Mudah-mudahan bantuan demikian tidak hanya sampai disini. Kedepan BI kita harapkan bisa terus memberikan bantuan kepada para kelompok tani kita lainnya yang ada di Inhil, “ harap Wiryadi Umar.

Disebutkanya, benih merupakan sarana dan prasaran pertanian yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman padi, disamping pupuk dan alsintan.

“Untuk musim ini kita akan mencoba menanam padi dengan metode SRI. SRI adalah salah satu cara atau metode bercocok tanam padi yang ramah lingkungan, produktivitas tinggi,”jelasnya.

Adapun bantuan yang diberikan kepada petani saat itu terdiri dari 4 mesin pemotong rumput, 5 unit drum kapsitas 200  L, 1 unit tanki kapasitas 1000 L. Kemdian perlengkapan pembuatan pupuk Mikro Organik Lokal (MOL) dan pupuk organik serta tiang penyangga fiber dan jaring burung sebanyak 100 batang. (dro/*1)




Pompa Ngedrop, Air PDAM Mampet

pdamTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejak beberapa hari belakangan ini, warga kota Tembilahan kesulitan mendapat pasokan air bersih. Pasalnya, pompa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Tirta Indragiri yang terdapat di Desa Pulau Palas ngedrop.

Bermasalahnya salah satu pompa PDAM disana mengakibatkan melemahnya tekanan air, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan menjadi terganggu. Warga berharap pihak terkait segara melakukan perbaikan terhadap pompa yang rusak.

“Benar air PDAM kembali bermasalah. Kami sulit mendapatkan air sejak beberapa hari ini,” ungkap Ita warga Jalan Gunung Daek Tembilahan, Kamis (26/9).

Menurut warga, mereka tidak mempersoalkan kalau kualitas air tidak terlalu bagus. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air dari PDAM mengalami gangguan distribusi. Untuk mencukupi kebutuhan air bagi rumah tangga mereka terpaksa bangun tengah malam untuk menampung air.

“Kami sedot aja dengan mesin penyedot air. Itupun hanya bisa keluar saat tengah malam disaat pengguna air tidak terlalu banyak seperti siang hari,” jelasnya. Selain itu, dalam mengatasi krisis air warga juga harus mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur atapun tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musholah.

Diretur PDAM Tirta Indragiri Kemas Yusferi mengakui memang terjadi masalah pada pompa air PDAM di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Sudah beberapa hari ini, kata Kemas Yusferi tekanan air menjadi lemah debit air kecil dan mempengaruhi suplai air kerumah pelanggan.

“Beberapa pompa air kita dalam keadaan aus (ngedrop, red) makanya tekanan air menjadi lemah,” tutur Kemas.

Mengenai perbaikan pihaknya sedang mengupayakan secara maksimal. Ada beberapa item alat yang dipesan dari luar kota. Jika alat yang dibutuhkan tersebut sudah datang maka perbaikan bisa langsung dilakukan.

“Insya Allah hari ini alat yang kita pesan dari Pekanbaru sudah datang. Perbaikan bisa langsung kita gesa. Supaya suplai air kembali normal seperti bisa,” kata Kemas.

Atas ganggun suplai air sumber PDAM, Kemas Yusferi  mengaku terjadi bukan karena unsur kesengajaan. Hal itu disebabkan kondisi peralatan secara teknis. Meski demikian, atas nama pimpinan PDAM dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak terjadi lagi. (dro/*1)




Diseruduk Sapi, Warga Desa Petalongan Tewas

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib malang dialami Marlis (60) warga Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Korban meninggal dunia dengan luka cukup parah di sekujur tubuh setelah diseruduk sapi peliharaanya, Selasa (24/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut informasi yang dirangkum, peristiwa itu terjadi ketika korban hendak memasukan sapi tersebut kedalam kandangnya. Namun entah karena apa, tiba-tiba sapi itu mengamuk dan menyeruduk korban sehingga korban terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit di Pematang Reba, Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)

Kepala Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Zasmarijan saat dikomfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (25/6) malam ini membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menurut Zasmarijan kejadian tersebut merupakan kejadian ke tiga kalinya. Namun kejadian sebelumnya, korban hanya menderita luka ringan.

“Benar, kami turut prihatin dengan kejadian ini. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak sampai menimpa warga lainya,’harap Zasmarijan.

Marlis (korban, red) juga merupakan Kepala Dusun (Kadus) Damai Rejo, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang. Dia meninggalkan satu istri, tiga anak dan beberapa orang cucu. Luka yang diderita korban cukup parah, terutama pada bagian kaki, perut, kepala dan punggung.

Keluarga korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi. Untuk menghentikan keganasan sapi jantan tersebut, warga terpaksa memukulnya dengan benda-benda tumpul seperti kayu.

Masih menurut Kepala Desa setempat, atas beberapa kali kejadian sebelumnya, anak-anak korban sempat meminta ayahnya (korban) agar menjual sapi tersebut. Sebab, sapi itu sudah menunjukan gelagat tidak bagus. Sapi kerap tidak mau dimasukan kedalam kandang.

“Meski sudah diminta, namun korban belum bersedia menjualnya. Sampai akhirnya terjadi peristiwa seperti ini,” jelasnya.

Saat ini sapi itu masih berkeliaran. Keluarga masih dalam keadaan berduka setelah peristiwa itu dan belum sempat untuk melakukan tindakkan selanjutnya terhadap sapi ganas ini. Selaku pemerintah desa, dia berharap agar sapi itu segera dijual atau dipotong sebelum membahayakan orang lain.

Sapi ukuran dewasa itu, kata Zasmarijan sangat besar dan memiliki tenaga cukup kuat untuk melumpuhkan lawan-lawanya. Maka dari itu perlu kehati-hatian untuk menjinakanya. Kapan perlu bisa dengan cara memanggil dokter hewan atau dengan cara dilumpuhkan dengan tembakan bius.

“Kita imbau warga untuk berhati-hati. Pasalnya, kalau sapi ini belum ditangkap dia masih bisa untuk melukai siapapun,” tandasnya.(dro/*1)




27 September, Pemkab Inhil Buka Penerimaan Pendaftaran CPNS

cpnsTembilahan (www.detikriau.org) – Pembukaan penerimaan pendaftaran Pegawai Negri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan akan mulai dilaksanakan pada jum’at, tanggal 27 September  mendatang.

Kepastian penerimaan CPNS tahun 2013 ini didapatkan dari hasil komfirmasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil, Afrizal melalui sambungan telepon selularnya, rabu (25/9). “Kita sudah dapatkan kepastian untuk melakukan pembukaan penerimaan pendaftaran pada  tanggal 27 september mendatang,” Ujar Afrizal.

Kepastian ini menurutnya diperoleh setelah dilakukan pertemuan dengan BKD provinsi Riau di Pekanbaru. Untuk jumlah penerimaan masih tetap sejumlah 50 CPNS. “demikian juga untuk formasinya tetap sama. 55 persen untuk tenaga pendidikguru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis.” Pungkas Afrizal. (dro)