Warga Mampu di Minta Tidak Gunakan GAS Tabung 3 Kg
Tembilahan (www.detikriau,org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir menghimbau agar masyarakat golongangan ekonomi menengah keatas untuk tidak ikut mempergunakan GAS tabung 3 Kg. Sesuai aturan, GAS tabung melon ini diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu.
”kita tentunya berharap agar himbauan ini dapat dipatuhi. Paling tidak, masyarakat golongan mampu harus memiliki rasa malu. Jangan karena hanya ingin mendapatkan GAS murah, mereka rela merebut sesuatu yang bukan hak mereka.” Pinta Kadisperindag Inhil, Rudiansyah
Menurut mantan Kabag Ekonomi Setdakab Inhil ini, pihaknya memang belum bisa membatasi konsumen pengguna GAS bersubsidi. Himbauan ini hanya sebatas mengingatkan dengan harapan akan timbulnya kesadaran masyarakat khsususnya kalangan mampu untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.
Saat ini, ditambahkan Rudiansyah, GAS tabung 3 Kg masih dipasarkan secara terbuka. Kedepan pemasaran GAS bersubsidi ini akan dilakukan secara tertutup. Melalui sistem ini akan dapat dikontrol dan diawasi siapa-siapa saja yang dibenarkan mendapatkannya.
”penerapan sistem pemasaran tertutup ini baru akan kita lakukan jika rasio konsumen pengguna GAS cukup tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk,” Ujar Rudianysah. (dro)
Kualitas Proyek Pemerintah di Nilai Rendah, Bupati Mendatang diminta Prioritaskan Pangkas Biaya Siluman
Tembilahan (www.detikriau.org) – Kalangan LSM meminta pihak Pemerintah untuk lebih mengawasi pengerjaan proyek-proyek yang digelontorkan melalu uang rakyat. Tanpa adanya pengawasi yang diawali sejak dini, tujuan pembangunan, terutama sarana fisik tidak akan mampu dinikmati masyarakat dalam jangka waktu panjang.
“kita menyaksikan banyak pengerjaan proyek-proyek fisik pemerintah belum lama selesai dikerjakan sudah kembali rusak. Kita meyakini pengerjaan proyek ini tidak dilaksanakan sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditentukan,” Sampaikan Sekjend Fokus Ornop Inhil, Indra Gunawan, ahad (29/9)
Berdasarkan berbagai sumber informasi yang didapat ditambahkan Indra, disamping dinilai kurangnya pengawasan saat pelaksanaan, rendahnya kualitas proyek fisik pemerintah itu juga disebabkan banyaknya pembebanan biaya-biaya diluar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah tertera. Misalnya, biaya siluman saat proses pelaksanaan tender, fee untuk oknum tertentu dan bahkan masih ditambah dengan pembebanan biaya untuk memuluskan proses pencairan dana.
Informasi ini diakui Indra, memang pihaknya belum mendapatkan data pasti, namun kabar itu kerap terdengar dan tidak menutup kemungkinan hal itu benar adanya apalgi bukti nyata proyek fisik pemerintah jarang yang mampu berusia panjang.
“sejalan dengan fungsinya, Fokus Ornop kedepannya sudah meagendakan untuk ikut melakukan pengawasan. Benar informasi itu baru sebatas kabar. Tapi kalau ada asap, biasanya pasti ada api,”Duga Indra.
Ditambahkan Indra, hal ini seharusnya juga menjadi perhatian bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang tidak lama lagi akan dilantik. Ia berharap upaya perbaikan seluruh proses pengerjaan proyek-proyek pemerintah dapat menjadi salah satu agenda utama.
Indra menegaskan tidak bisa membebankan kesalahan rendahnya kualitas proyek semata kepada rekanan pelaksana. Tetapi lebih kepada sistem yang seperti sengaja diciptakan dan digiring pihak-pihak tertentu untuk juga ikut menikmati keuntungan.
“Bagaimana rekanan mau bekerja benar jika mereka masih harus dibebani berbagai biaya yang tidak jelas. Bereskan dulu sistemnya baru kita bisa menuntut rekanan untuk bekerja benar,”Tegas Indra. (dro)
Dinas PU Riau Diminta lakukan Perawatan. 98 Baut Jembatan Rumbai Jaya Hilang
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –DPRD Inhil meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau untuk segera melakukan perbaikan dan uji kelayakan terhadap kondisi jembatan penyeberangan Rumbai Jaya. Berdasarkan investigasi, lebih kurang 98 buah baut jembatan hilang.
Permintaan ini disampikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, H Feriandy, akhir pecan kemaren di Tembilahan. Ia merasa khawatir jika hasil temuan dalam investigasi yang dilakukan Komisi III ini tidak segera disikapi belakangan kondisi ini akan menjadi penyebab jembatan ambruk.
“Kita tentunya tidak ingin peristiwa ambruknya jembatan Kutai Karta Negara beberapa waktu juga terjadi di bumi Riau. Makanya kita meminta pihak PU Provinsi untuk serius menyikapi persoalan ini dengan segera,” Pinta Ferry.
Dikatakannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak baut jembatan rumbai hilang atau rusak, seperti terjadi mobilitas angkutan yang bertonase tinggi. Lalulintas kendaraan berukuran besar yang tidak terkontrol, sampai saat ini masih terjadi terutama pada saat jam-jam sepi di tengah malam.
“Karena jalan dan jembatan merupakan kewenagan provinsi, kita minta mereka tetap menganggarkan perawatannya. Dengan demikian perawatan dari berbagai sisi pada jembatan bisa dilakukan secara terus menerus,” kata Feriandi.
Sementara itu, Kepala Dianas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomunfo) Inhil, H Fahrolrozy saat dikomfirmasi terhadap raibnya ratusan baut jembatan rumabai tidak menampik. Menurut Fahrolrozy, masalah tersebut sudah mereka sampaikan kepada pihak Provinsi Riau
“Benar, berdasarkan hasil indentifikasi dilapangan puluhan baut jembatan hilang. Untuk memperbaikinya kami tidak memiliki hak sama sekali. Kami hanya bisa melaporkan saja,” jawab Pahrolrozy.
Agar keamanan jembatan tetap terjaga, tambah mantan Kadisperindag Inhil ini, pihaknya sudah menawarkan solusi kepada pihak Provinsi, antara lain dengan menjaga kendaraan besar yang selama ini bebas melintas. Jika kewenangan itu diberikan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau, maka Dishubkominfo akan langsung mendirikan pos penjagaan.
“Saya rasa apa yang menjadi kebimbangan masyarakata akan ketahanan jembatan ini, juga menjadi kekawatiran kami. Kita tidak ingin kejadian buruk menimpa jembatan ini. Sebab jembatan ini adalah bagian dari lambang kebanggaan masyarakat Inhil secara umum,’’ pungkas Fahrolrozy.
Untuk mengetahui seluruh kondisi pada bagian jembatan, memang sangat diperlukan pengujian kembali baik bagian atas dan bawah jembatan.(dro/*1)
Rosman Kukuhkan Kepengurusan DKIH Inhil
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo mengukuhkan pengurus Dewan Kesenian Indragiri Hilir (DKIH) priode 2013-2018, Jumat (27/9) kemaren di Gedung Puri Cendana Tembilahan.
DKIH merupakan salah satu wadah dan penyalur inspirasi para seniman di daerah itu. Dimana seni dapat dikatakan jiwa setiap insan pencita seni untuk mengekspresikan nilai-nilai seni dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu wabup mengharapakan DKIH terus ada dan berkiprah agar seni dan budaya tetap terjaga. DKIH yang dibentuk sebagai salah satu mitra kerja pemerintah berkepetingan untuk membina, mengembangkan dan menjaga kesenian daerah.
“Oleh karena itu saya meminta kepada sudara-saudara yang telah dilantik agar dapat berbakti kepada bangsa dan negara ini. Berikanlah yang terbaik, terutama dalam mengembangkan potensi seni budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” ungkap Rosman Malomo.
Kedepan dikatakan wabup, kesenian yang digarap harus semakin baik dan berkembang. Kesenian adalah kenikmatan bagi kehidupan masyarakat. Untuk itu pemerintah kabupaten (Pemkab) Inhil tetap membuka mata dan meberikan bantuan, agar seni budaya semakin berkembang.
“Marilah kita bersatu memberikan kepedulian agar apa yang sudah diharapkan dapat terwujud,” harapnya.
Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) H Kazaini KS, mengajak seluruh dewan kesenian daerah tetap menjalin komunikasi dengan dewan kesenian provinsi. Komunikasi yang baik, kata Kazaini merupakan gerbang untuk menggapai tujuan.
Jika melihat perkembangan seni di Riau, khususnya di Inhil pada akhir-akhir ini cukup mengembirakan. Maka dari itu Ketua DKR ini meminta agar hal itu tetap dipertahankan. Apalagi kalau setiap DK memiliki sarana gedung untuk menampilkan kesenian daerah.
“Kami sangat berharap DKIH dapat melakukan aktivitas seni dengan baik. Dengan begitu DKIH yang seyogyanya merupakan mitra pemerintah dapat menjalin kerja sama dalam membesarkan kesenian,” ungkapnya.
Sedangkan Ketua DKIH Inhil, H Syamsurizal Awie membenarkan bahwa terbentuknya lembaga ini sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam ranka mengenalkan kesenian kejenjang yang lebih luas. Saat ini menurut Syamsurizal berbabagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menahan lajunya budaya asing.
“Ditambah lagi belakangan ini kita sering mendengar bahwa seni dan budaya kita dicaplok oleh negara lain. Jika hal itu tidak kita bendung sejak dini, maka tidak menutup kemungkinnan apa yang sudah diwarisi bangsa akan hilang begitu saja,” tandasnya.(dro/*1)
AJI Pekanbaru Ikuti Festival Media 2013 di Yogyakarta
Gambar: tabloidjubi.com. Ketua AJI Yogyakarta
YOGYAKARTA (www.detikriau.org) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru mengikuti ajang festival Media (Fesmed) 2013 di yogyakarta, 28-29 September. Kegiatan yang diadakan sebagai rangkaian HUT AJI ke 19 itu adalah kali kedua setelah tahun lalu di Bandung.
Fesmed yang diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), kompleks UGM, dibuka Sabtu (28/9) oleh Gubernur DIY yang juga Raja Kesultanan Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam festival tahun ini AJI Pekanbaru akan mengisi salah satu stand yang ada bersama AJI-AJI Kota se Indonesia dan media massa. AJI Pekanbaru mengusung konsep Jurnalisme Kartun.
Konsep ini dipilih untuk memberi kesan ringan, simple tapi berisi. Kartun-kartun hasil karya anggota AJI Pekanbaru yang memiliki muatan pesan yang bagus kepada masyarakat akan ditampilkan di ajang ini.
”Kita akan pamerkan kartun-kartun dalam berbagai bentuk tampilan, foto-foto, media cetak yang terbit di Pekanbaru dan sejumlah hal menarik lainnya. Semoga stand kita menarik dan dinobatkan sebagai stand terfavorit,” kata Eko Faizin, utusan AJI Pekanbaru.
AJI Pekanbaru juga mempersiapkan kartun wajah Sri Sultan yang akan diberikan usai membuka acara Fesmed, hari ini. ”Sultan akan kita beri kenang-kenangan kartun wajah dari AJI Pekanbaru,” lanjut Eko.
Sejumlah acara akan digelar di Fesmed kali ini, selain stand-stand pameran yang akan ditampilkan sejumlah AJI Kota yang ada di Indonesia juga diadakan talkshow menarik yang akan menghadirkan mantan istri almarhum Fuad Muhammad Syafruddin (Udin Bernas), Ny Marsiyem yang dipertemukan dengan Dwi Sumaji alias Iwik. Iwik adalah laki-laki yang pernah diseret oleh polisi sebagai tersangka pembunuh Udin, tapi kemudian dibebaskan Pengadilan Negeri Bantul karena tidak terbukti.
Menurut Ketua AJI Yogyakarta, Hendrawan, hingga saat ini kasus dibunuhnya Udin masih menyisakan pertanyaan besar tentang siapa pelaku pembunuhan. ”Polri tampak tidak serius menangani kasus ini dan tidak ada tanda-tanda jelas untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Udin dipukul orang tak dikenal di rumahnya pada 13 Agustus 1996. Sejak itu, ia tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia pada 16 Agustus 1996. Pria bertubuh tinggi besar tersebut dimakamkan pada 17 Agustus 1996, tepat saat bangsa Indonesia memperingati ulang tahun kemerdekaan RI ke-52.
Polisi pernah memperkirakan penyebab peristiwa tersebut adalah berita kritis yang selalu ditulis Udin di koran tempatnya bekerja, Harian Bernas.Tapi dalam perkembangannya berbelok menjadi persoalan perselingkuhan. Menurut polisi, Iwik cemburu kepada Udin yang menjalin hubungan gelap dengan istrinya, Ny Sunarti.
Selain dua orang penting dalam kasus ini, talkshow juga akan menghadirkan Heru Prasetya, salah satu bagian Tim Investgasi Kijang Putih. ”Harapan kami, ketiganya akan buka-bukaan untuk mengungkap kasus ini,” kata Hendrawan.
Tidak tuntasnya pengungkapan kasus Udin, lanjutnya, menjadi indikasi praktik impunitas oleh negara yang masih terjadi di negara demokrasi. Tragedi ini tak hanya ancaman bagi kebebasan pers, tapi juga kebebasan masyarakat untuk informasi yang benar.
Selain talkshow,di acara Fesmed 2013 juga ada workshop, lomba, pemutaran film, hiburan dan diskusi. Agenda workshop di antaranya bisnis melalui media online, pemutaran film pendek, trik menjadi presenter televisi, jurnalisme video, jurnalisme warga dan blogger beretika, penulisan kreatif dan penulisan traveling.
Beberapa perlombaan yang diadakan untuk pelajar, mahasiswa maupun umum yakni stand up comedy, pembuatan blog, pers mahasiswa, fotografi dan stand AJI kota se Indonesia. ”Film yang sudah disiapkan adalah D Balik Frekuensi,dokumenter, Negeri di Atas Kabut dan tentang kebebasan pers,” kata Hendrawan.
Semua area di PKKH dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Kawasan tersebut dibagi dalam empat hall, yaitu Hall Udin, Hal Tirto Adi Suryo, Hall Mochtar Lubis dan Hall SK Trimurti. ”Seperti namanya, maka hall-hall diberi nama tokoh yang terkait sejarah perkembangan pers Tanah Air,” pungkas Hendrawan.(rls/*ila)
Disdukcapil Inhil Rekam KTP Anak SMA
Tembilahan (www.detikriau.org) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil, sejak tanggal 18 september 2013 yang lalu mulai melaksanakan perekaman elektronik kartu tanda penduduk (KTP) untuk anak-anak dibawah usia 17 tahun atau setara dengan pelajar setingkat SMA sederajat.
Menurut Kepala Disdukcapil Inhil, H Dianto Mampanini, perekaman bagi anak-anak pelajar setingkat SMA ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang ditujukan sebagai antisipasi agar nantinya ketika dilakukan pendataan penduduk mereka sudah terdata.
“ JIka nantinya mereka genap memasuki usia 17 tahun, kita hanya tinggal memberikan KTP mereka,” kata Dianto kemaren.
Hingga saat ini ditambahkan Dianto, pihaknya sudah melakukan perekaman kepada 600 an siswa-siswa di 6 SMA sederajat. Yaitu, SMA 1 Tembilahan, SMA 1 Tembilahan Hulu, SMA PGRI Tembilahan, SMKN 1 dan SMKN2 Tembilahan serta SMA Muhammaddiyah Tembilahan.
Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan kepada sekolah setingkat SMA lainnya diseluruh Inhil yang jadwalnya sedang diagendakan.
Berdasarkan data, measih menurut Dianto, diseluruh Inhil terdapat lebih dari 40 buah SMA sederajat dengan jumlah siswa sebanyk kkurang lebih 3000an.
“Minggu ini kita baru lakukan untuk pelajar setingkat SMA yang keberadaannya dekat dengan kota Tembilahan. Setelahnya baru menyusul ke Kecamatan lainnya. Jaddwalnya masih kita susun,” Pungkas Dianto.(dro)