Pelamar CPNS di Inhil Sudah Capai 1.159 orang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga pukul 00.00 Wib, Kamis malam (3/10). Jumlah berkas pendaftaran CPNS yang sudah masuk untuk daerah Kabupaten Indragiri Hilir tercatat sebanyak 1.159 pelamar yang terdiri dari formasi Guru 463, Kesehatan 534 dan Teknis 162.

Hal  itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Inhil, Drs.Afrizal MP saat ditemui di ruang kerjanya, Ia katakan dari jumlah tersebut, dipastikan angkanya bisa bertambah mengingat pendaftaran penutupan CPNS akan berakhir pada Jum’at (4/10), sejak dibuka mulai 27 September yang lalu.

“Secara keseluruhan, jumlah baru bisa diketahui pada Hari Minggu mendatang,”jelas Afrizal.

Dari jumlah berkas pendaftaran yang masuk, pelamar terbanyak masih ditempati formasi Kesehatan, 534 disusul Guru dan formasi Teknis.

Ditambahkan Afrizal, berdasarkan hasil  pertemuan bersama BKD provinsi Riau di Pekanbaru. Untuk jumlah penerimaan masih tetap sejumlah 50 CPNS dengan formasi 55 persen untuk tenaga pendidik/ guru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis.

Sementara itu, salah pelamar CPNS asal Desa Lahang Kecamatan Gaung Rima Anjelina (25) yang sudah mendaftaran di formasi Guru sangat berharap pada penerimaan CPNS tahun 2013 ini, jangan sampai berbau KKN, adil serta tidak ada kecurangan. Lulus tidaknya layaknya harus sesuai dengan hasil tes ujian yang sudah dilakukan.

“Yang jelas saya berharap pada penerimaan CPNS khususnya di Kabupaten Inhil tidak ada kecurangan, dan bersih dari unsur KKN. Dengan begitu akan adil. Siapa yang pintar dan mendapatkan nilai tertinggi dalam tes penerimaan, tentu merekalah yang lolos,”kata Rima yang saat ini mengaku masih bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu sekolah di Kab Inhil.(dro/tok)




Upaya Tingkatkan Penghasilan, DTPHP Inhil Dorong Petani Tanam Kedelai dan Jagung

wwiryadiTembilahan (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir nyatakan akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan menggalakkan penanaman kacang kedelai dan jagung.

Menurut kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, secara Nasional, kebutuhan terhadap kedua komodity pertanian ini masih belum mencukupi. Oleh sebab itu pemerintah terpaksa melakukan import dari Negara lain. Namun seiring dengan terus meningkatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, jumlah import kedua komodity pertanian ini semakin mengalami penurunan. Akibatnya, harga dipasaran semakin melonjak.

Kondisi ini harusnya bisa menjadi peluang khususnya bagi para petani. Apalagi  alam Inhil juga sangat subur serta cocok untuk melakukan budidaya kedua komodity pertanian tersebut.

“Peluang ini yang terus kita sampaikan kepada petani. Ini sebuah peluang apalgi alam kita mendukung untuk melakukan budidaya komodity ini,” Ujar Wiryadi.

Untuk produk pertanian jagung, Inhil menurut Wiryadi lagi memiliki lahan di Kecamatan Pulau Burung, Teluk Belengkong, Enok, Gaung dan keritang dengan luasan lahan sebanayk 400 hingga 800 Hektar. Demikian juga untuk Kacang kedelai. Saat ini komodity ini sudah mulai banyak diusahakan petani seperti  Desa bagan jaya, Rumbai Jaya dan Karya Tunas Jaya. Yang perlu menjadi catatan, petani harus mampu memperediksi terjadinya perubahan iklim yang ekstrim saat tanam.

“yang juga sangat penting, salah satunya menyangkut ketersediaan benih kacang kedelai. Untuk komodity jagung sama sekali tidak ada masalah karena memang lahan inhil sangat cocok untuk budidaya komodity pertanian ini,”Sampaikan Wiryadi.(dro)




52 Mahasiswa Baru FH Unisi Ikuti KBSM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 52 mahasiswa baru dari Fakultas Hukum, Universitas Islam Indragiri mengikuti Kemah Bakti Sosial Mahasiswa, di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini dalam rangka mensukseskan agenda kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH), Universitas Islam Indragiri (Unisi).

Menurut Dekan FH Unisi, Wandi, Kemah Bakti Sosial Mahasiswa (KBSM) tersebut, merupakan rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru Unisi, yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, di Kampus FH, Jalan Soebrantas Tembilahan.

“Ini adalah lanjutan dari Kegiatan Pengenalan Akademik (KPA), yang bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan antar civitas akademika FH Unisi,” tutur Wandi saat ditemui Haluan Riau, di sela-sela pelepasan mahasiswa dalam KBSM, Jum’at (4/10).

Adapun agenda yang dilaksanakan dalam KBSM tersebut, terdiri dari kegiatan-kegiatan sosial, seperti gotong royong dan pertandingan persahabatan.

Selain itu, lanjut Wandi, pihaknya juga akan menggelar penyuluhan hukum bagi masyarakat Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning. Dimana, dalam pelaksanaan penyuluhan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Tembilahan dan Kodim 0314 Inhil.

“Mudah-mudahan, dengan kegiatan KBSM ini, semangat untuk kuliah itu muncul. Artinya, anak-anak yang baru masuk dari SMA ini, harus diubah pola pikirnya terlebih dahulu. Karena, mereka sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar, tetapi sudah berubah menjadi mahasiswa,” tambahnya. (dro/ad)




Tabrak Pohon, Satu Penumpang Travel Meninggal

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebuah kecelakaan maut hingga menelan 1 orang meninggal dunia dan 2 penumpang lainnya mengalami luka ringan dan luka berat, terjadi pada Rabu (2/10) sekitar pukul 13.30 Wib. Di TKP Jalan Lintas Propinsi Desa Bayas Kecamatan Kempas.

Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Rengat diketahui bernama Amran (54) warga Jalan Semampau Tembilahan. Sedangkan 2 penumpang lainnya, yakni Roni (25) dan Linda (26) juga warga Tembilahan mengalami luka berat dan luka ringan masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Rengat Inhu.

Informasi dilapangan, kronologi terjadinya insiden kecelakan berawal ketika mobil Toyota Inova  Nopol BM 1350 TG  milik Travel Putri Gas dengan sopir Doni Putra Gultom (29),  berangkat dari Kota Tembilahan menuju Pekanbaru dengan membawa tiga penumpang.

Naas, sampai ditengah perjalanan tepatnya di Desa Bayas Kecamatan Kempas, saat melaju dengan kecepatan tinggi bermaksud akan menyalip sebuah mobil. Begitu sudah menyalip, tiba-tiba dari arah depan juga melintas sebuah mobil lainnya, hingga akhirnya sang sopir membanting setirnya sampai keluar dari badan jalan lalu menabrak sebuah pohon.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK melalui Paur Humas Ipda Warno Akman membenarkan terjadinya kecelakaan hingga menelan satu korban meninggal dunia dan 2 orang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

“Hingga saat ini kasus kecelakaan tersebut, sudah ditangani oleh Sat Lantas Polres Inhil. Sedangkan untuk korban meninggal dunia mayatnya sudah diambil keluarganya dan dikebumikan sebagaimana mestinya,”ujar Paur Humas Ipda Warno Akman.

Setelah terjadi kecelakan, sopir mobil, Doni Putra Gultom (29) warga Pekanbaru mencoba  melarikan diri, namun berkat kerjasama yang baik akhirnya bisa tertangkap oleh Polres Inhu. “Untuk sopir mobil travel sudah diamankan dan dimintai keterangan terkait terjadinya kecelakaan yang menewaskan 1 orang meninggal dunia,”tambahnya.(dro/tok)




Herwanissitas: Pasar Guntung dan Pasar Pagi Tembilahan Harus Segera di Fungsikan

HerwanissitasTembilahan (www.detikriau.org) – Dewan meminta dua pasar terbengkalai untuk segera difungsikan. Hal ini dipandang penting karena keberadaan pasar merupakan hajat hidup masyarakat banyak.

“Untuk pasar pagi tembilahan kita memang anggarkan kembali. Tapi mengingat keterbatasan waktu, jumlahnya tentu tidak terlalu besar agar pengerjaan bisa disegerakan. Yang terpenting, selesaikan agar pasar ini memenuhi syarat dulu untuk segera difungsikan,” Ujar Ketua Fraksi DPC PKB Inhil, Herwanissitas saat ditemui di Gedung DPRD Inhil, Kamis (3/10)

Persoalan pasar guntung yang hingga hari ini juga masih terkatung-katung, Anggota Komisi II DPRD Inhil ini juga meminta untuk segera dicarikan jalan terbaik. Persoalan hukum yang katanya masih harus diselesaikan dengan rekan pelaksana, Ini harusnya dibedakan.  Herwanissitas meminta yang terpenting segera juga fungsikan pasar ini agar segera dapat dinikmati masyarakat.

“Pisahkan dulu masalah hukumnya. Secara aturan, pasar ini milik pemda bukan milik rekanan pelaksana. Harusnya ambil sikap yang jelas. Persoalan hukum memang harus tetap berjalan. Hanya saja jangan sampai persoalan ini menjadi penghambat untuk segera mengoperasionalkan pasar yang sudah cukup lama dinanti-nanti masyarakat guntung ini.”pinta Herwanissitas. (dro)




Penyelesaian Dua Bangunan Pasar Rakyat Terbengkalai

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga hari ini, penyelesaian dua bangunan pasar, pasar Guntung Kecamatan Kateman dan Pasar Pagi Kecamatan Tembilahan masih terkatung-katung. Tidak jelasnya kelanjutan penyelesaian kedua pasar yang dibangun dengan dana milyaran rupiah ini telah banyak menuai kritikan masyarakat.

Bangunan megah pasar Guntung Kecamatan Kateman yang dibangun melalui anggaran tahun jamak, APBD Inhil 2006-2009 senilai Rp 13 Milyar lebih hingga hari ini masih belum juga difungsikan sebagaimana peruntukannya. Kondisi ini terus menimbulkan keprihatinan dan Tanya Tanya sebahagian besar masyarakat. Kini kondisi bangunan hari semakin tidak terawat dan hampir diseluruh bagian sudah mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Yang kita nantikan tentunya perhaitan serius dan segera dari pihak pemerintah Kecamatan untuk diteruskan ke Kabupaten. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bangunan tersebut nantinya tidak lagi dapat difungsikan,”Nilai seorang warga setempat, Jailani Zen.

Hampir diseluruh bagian bangunan pasar tersebut saat ini sudah cukup banyak mengalami kerusakan bahkan pada dinding sisi luar terlihat mengalami keretakan yang cukup parah. Menurut Jai, berfungsinya pasar megah ini tentunya menjadi impian sebahagian besar masyarakat apalagi kini jumlah pedagang terus bertambah.

Senada, tokoh masyarakat Kateman lainnya, Baharuddin juga menyampaikan harapan agar kondisi ini sesegera mungkin mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah. Apapun kondisinya, dirinya menyarankan agar bangunan pasar ini segera difungsikan.

“ini menurut saya yang terbaik. Jika tidak segera ditempati pedagang, kondisi bangunan saya nilai akan semakin tidak terawat,” Saran Baharuddin

Akibat tidak berfungsi, kini dilokasi bangunan pasar tersebut sudah mulai menjadi tempat tinggal pemulung. Apalagi disaat malam hari, karena lokasi ini tanpa penerangan, menjadi tempat favorit anak-anak muda untuk memadu kasih.”Efeknya tentu tidak baik. Jika tidak juga bisa segera difungsikan, paling tidak ada upaya untuk melakukan pengamanan agar asset terbengkalai ini dapat diamankan agar tidak beralihfungsi menjadi tempat yang memberikan efek tidak baik bagi masyarakat,”ujarnya.

Camat Kateman, Yuliargo ketika dikomfirmasi belum lama ini mengaku tidak mengetahui secara persis duduk masalah terbengkalainya bangunan pasar ini. Diakuinya hingga hari ini bangunan pasar bertingkat itu belum ada serah terima dengan pihak Kecamatan.”Selesai atau belum pengerjaan bangunan itu sayapun tidak mengetahui. Coba komfirmasikan saja ke pihak Kabupaten yang tentunya lebih bertanggungjawab dalam hal ini,”Elak Yuliargo kala itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, Rudiansyah ketika dikomfirmasi beebrapa waktu lalu  mengakui bahwa memang belum ada dilakukan serahterima dengan pihak kontraktor pelaksana dan masih dalam proses hokum.

“kita belum bisa mengambil langkah kebijakan terkait bangunan pasar ini. Jika nanti sudah selesai, kita akan upayakan untuk  segera difungsikan namun sebelumnya tentu masih diperlukan untuk melakukan perbaikan dibeberapa bagian bangunan yang kini sudah mulai rusak,” Jawab Mantan Kabag Ekonomi Setdakab Inhil ini.

Sementara itu bangunan pasar pagi Tembilahan, sejak mulai dibangun tahun 2011 yang lalu melalui bantuan dana APBN sebesar Rp. 2,5 milyar, hingga berakhirnya batas waktu pengerjaan tidak dapat diselesaikan. Jumlah dana yang tidak bias terserap terpaksa dikebalikan lagi ke kas Pusat.

Tahun anggaran 2012, untuk melanjutkan pembangunan pasar ini, melalui dana APBD Inhil, digelontorkan tambahan dana sebesar Rp 500 juta rupiah namun lagi-lagi hingga batas waktu pengerjaan berakhir, bangunan pasar ini juga tidak dapat terselesaikan.

Untuk tahun anggaran murni 2013, menurut penjelasan Kadisperindag Inhil, Rudiansyah, Pemkab Inhil memang tidak menganggarkan tambahan dana disebabkan hingga akhir tahun 2012, pengerjaan masih berlanjut. Jadi tidak mungkin disaat pembangunan masih berjalan Pemkab kembali menganggarkan tambahan biaya.

“Aturanya demikian. Saat pembahasan APBD murni kemaren, proses pengerjaanya sedang berjalan. Jadi tidak mungkin untuk kita anggarkan kembali,” kata Rudiansyah kala itu

Masih menurut Rudiansyah, untuk melanjutkan Pembangunan pasar pagi Tembilahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan baru kembali anggarkan dana pada APBD-P 2013 sebesar Rp 800 juta.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan beberapa bagian banguan pasar yang belum rampung, diantaranya bagian halaman, mushola dan lainnya yang dinilai masih perlu penambahan.

Namun pengerjaan bangunan pasar pagi ini diyakini kembali tidak akan mampu diselesaikan dalam tahun 2013 ini mengingat ketersediaan waktu yang cukup singkat.

Sebahagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang pasar pagi mengaku sudah tidak sabar untuk segera menempatinya. Karena sejak beberapa tahun dibangunya pasar itu, masyarakat mengaku kesulitan dalam menjalankan aktivitas jual beli dengan maksimal.

“Sudah cukup lama kami menunggunya. Kami hanya dapat berharap proses pembangunan pasar itu dapat selesai dan kami selaku pedagang yang dulunya berjualan bisa kembali dapat beraktivitas dengan normal,” harap salah seorang pedagang, ujang.(dro)