Forum RT/RW Desak Pemkab Inhil Ganti Lurah Tembilahan Hulu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Forum RT/RW Kecamatan Tembilahan Hulu mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan pemberhentian dan mengganti Lurah Kelurahan Tembilahan Hulu. Desakan penggantian pucuk pimpinan di Kelurahan ini disebutkan karena dinilai Lurah tidak bisa menjalin komunikasi yang baik dengan RT/RW selaku ujung tombak kelurahan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Surat permintaan pergantian lurah bernomor 01/FRW/VIII/2013 yang ditandatangani oleh Ketua Forum RT/RW Kelurahan Tembilahan Hulu, Mohd Arsyad yang dilampiri pernyataan persetujuan dari 83 Ketua RT/RW se Kelurahan Tembilahan Hulu ini ditujukan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM

“Ini murni merupakan apresiasi dari Ketua RT dan RW di Kelurahan Tembilahan Hulu. Kami memandang hal ini sangat perlu segera diakomodir oleh pihak Pemerintah Kabupaten agar pelayanan kepada masyarakat tidak terbengkalai,” Ujar salah seorang RT di Kelurahan Tembilahan Hulu saat bertemu di gedung DPRD Inhil, senin (7/10)

Dijelaskannya, berdasarkan surat permintaan pergantian Lurah tertanggal 15 Agustus 2013 itu disampaikan disebabkan Lurah tidak lagi bisa menjalin kerjasama yang baik dengan Ketua RT/RW setempat. Forum RT/RW Kelurahan Tembilahan Hulu juga menilai Lurah selalu mempersulit pemberian pelayanan pemerintahan. Baik itu kepentingan pembuatan surat tanah, KTP dan sebagainya.

Alasan lainnya, Lurah juga dinilai selalu mempersulit urusan antara RT/RW dan sama sekali tidak pernah memberikan solusi atau jalan kelaur terbaik. Disamping itu, sebagai ujung tombak pemerintahan dalam membantu tugas Lurah, tanpa adanya hubungan yang harmonis, RT/RW merasa tidak lagi dapat bekerjasama selaku mitra kerja lurah.

“Intinya kita berharap Pemkab Inhil untuk segera menyikapi persoalan ini. Tidak harmonisnya hubungan ini jangan sampai pelayanan kepada masyarakat sampai terlantar,” Harapnya.(dro)




Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

HM AdnanKeluarga besar www.detikriau.org mengucapkan belasungkawa yang teramat mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, HM Adnan Bin Abdul Kadir, Orang tua Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan di Rumah Sakit Awal Bross, Pekanbaru, Minggu 6 oktober 2013 pukul 19.50 Wib.

Semoga Almarhum diberikan keluasan kubur, mendapatkan tempat terbaik disisi Allah dan diampuni segala dosa-dosa selama hidupnya serta keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan keiklasan lahir dan bathin. Amin ya rabbal alamin.

Salam Hormat Kami

Muhammad Faisal, SE., Ak

Pemimpin Redaksi




Sekda : “Awas Jangan Percaya Iming-Iming Calo CPNS”

Pelamar CPNS Indragiri Hilir 1504 Orang —–

sekdaTembilahan (Vokal) – Terkait dengan Penerimaan CPNS 2013, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab Inhil), H Alimuddin RM menghimbau masyarakat tidak mudah terbujuk rayu calo. Jika nantinya ada masyarakat yang menemui praktik percaloan CPNS, silahkan laporkan keaparat kepolisian.

Dijelaskan Sekda, penerimaan CPNS 2013 yang dilakukan secara online ini merupakan gagasan yang sangat bagus untuk menepis semua penilaian miring tentang perekrutan CPNS, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Melalui sistim online, semua warga bisa bersaing secara sehat karena pendaftaran dan penilaian terhadap soal merupakan wewenang pusat yang tidak bisa diintervensi pihak manapun, termasuk kepala daerah.

“Jangan ada lagi masyarakat yang terperdaya oleh calo. Jika terbukti ada calo yang berusaha melakukan kebohongan dengan mengiming-imingi masyarakat untuk lulus, akan ditindak tegas. Silahkan laporkan ke aparat Kepolisian,” tegas Sekda Alimuddun RM.

Semenyara itu, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil, Hingga pendaftaran CPNS berakhir, jumat sore (4/10), jumlah pelamar di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 1.504 orang. Angka tersebut terdiri dari 3 formasi, Guru sebanyak 619, Kesehatan 640 dan sisanya Teknik 245 pendaftar.

“Hingga hari terakhir pendaftaran tercatat sebanyak 1.504 yang melamar CPNS melalui Kantor Pos. Jika dilihat dari data yang ada ternyata untuk jumlah pelamar terbanyak masih dari Kesehatan baru disusul formasi Guru,”ujar Kepala BKD Indragiri Hilir, Drs.Afrizal MP

Tambah Afrizal, jumlah itu masih belum final sebab meski untuk jadwal pendaftannya sudah ditutup pada Jum’at (4/10) namun bisa saja berkasnya baru dikirim oleh pihak Kantor Pos hari Minggu (6/10).

“Jumlah pelamar diperkirakan masih bisa bertambah tergantung apakah masih ada pengiriman dari pihak Kantor Pos. Tapi yang pasti jadwal pendaftaran sudah ditutup pada Hari Jum’at kemarin,”kata Afrizal.

Terkait kapan kepastian jadwal testnya, Afrizal mengaku masih belum tahu karena masih menunggu dari keputusan Kantor Propinsi maupun Kantor Pusat. Tapi yang jelas jika sudah turun akan langsung kita umumkan, yang penting para pelamar harus mempersiapkan diri lebih dini agar bisa mengerjakan soal-soal saat ujian nanti.(dro/tok)




Dishub diminta Tertibkan Angkutan Umum Ugal-Ugalan

sopirTembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat meminta instansi terkait khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan penertiban terhadap sopir angkutan umum yang kedapatan mengendarai kendaraannya secara ugal-ugalan. Tindakan yang tidak memikirkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan umum ini dinilai sudah cukup banyak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan penjelasan Ujang, warga kota Tembilahan, sikap tidak terpuji para sopir angkutan umum ini sudah cukup meresahkan masyarakat. Tanpa adanya tindakan dan pemberian sanksi tegas, kebiasaan buruk ini akan sangat sulit untuk ditertibkan.

“Harusnya ada sanksi tegas. Sopir angkutan yang kerap ugal-ugalan ini harusnya tidak lagi diijinkan untuk mengendarai kendaraan. Jangan hanya dengan alasan mengejar untung, mereka tidak memikirkan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya, “ Kecam Ujang.

Aksi kebut-kebutan sopir angkutan umum dalam beberapa hari lalu juga kembali menelan korban jiwa, karena tidak mampu lagi menguasai laju kendaraan ketika hendak menyalip kendaraan lainnya, mobil keluar dari badan jalan dan menabrak pohon. Akibatnya, satu penumpang tewas dan 2 lainnya terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami cidera serius.

“Bayangkan saja, dari Tembilahan mereka berangkat sekira jam 10.00 Wib, kejadian kecelakaan di Bayas, jam 11.30 Wib. Artinya dari Tembilahan ke Bayas, waktu tempuh hanya kurang lebih 1 jam 30 menit. Saya yakin laju kendaraan sekira 70 hingga 80 km per jam. Dengan kondisi ruas jalan sempit, tentunya akan sangat riskan menimbulkan bahaya kecelakaan. Buktinya kejadian ini yang menyebabkan korban nyawa. ” Ujar Slamet, warga Tembilahan ketika sempat berbincang disela pelaksanaan pemakaman korban akibat sopir ugal-ugalan ini di TPU Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Kamis (3/10) yang lalu.

Secara pribadi dikatakan Slamet, iapun sudah beberapa kali terpaksa harus menegur sopir angkutan dalam beberapa kali bepergian keluar kota. Aksi sopir ugal-ugalan ini menurutnya kerap terjadi saat sedang kompoi sesama kendaraan angkutan umum lainnya. Yang sering membuat ia kerap kesal, ditegur malah si sopir memandang sinis dan sama sekali tidak memperdulikan. “Saya sangat setuju untuk menertibkan ini harus diberikan sanksi tegas. Kalau tidak juga bisa, sebaiknya ijin trayek angkutan-angkutan umum seperti ini dicabut saja,” Pinta Slamet. (dro)




Sapi Bantuan Melalui DTPHP Inhil Capai 561 Ekor

sapiTembilahan (www.detikriau.org) – Hingga 2013, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil telah menyalurkan sapi bantuan kepada masyarakat Inhil sebanyak 561 ekor.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi. Ia menghimbau kepada masyarakat yang telah mendapatkan bantuan untuk dapat merawat dan memelihara sapi bantuan itu dengan baik agar dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga.

“Secara keseluruhan sapi bantuan melalui DTPHP sudah berjumlah 561 ekor. Tentunya kita sangat berharap masyarakat dapat merawat sapi-sapi ini dengan baik. Jika nantinya berkembang biak, tentunya akan dapat menjadi tambahan penghasilan untuk mereka. Sebaran ternak sapi bantuan DTPHP terbesar terdapat di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kempas, Gaung dan Gaung Anak Serka (GAS) ” Ujar Wiryadi belum lama ini ketika ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan data, ditambahkan Wiryadi, dari 561 ekor sapi bantuan tersebut, tahun 2013 ini saja, hasil pengembangbiakannya telah dihasilkan sebanyak 132 ekor sapi yang siap dipasarkan. 132 ekor sapi tersebut kini menjadi tambahan untuk kebutuhan hewan qurban Idul Adha yang tidak akan lama lagi akan dirayakan.

Dalam memelihara sapi ternaknya, Wiryadi juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih mengenali sifat hewan ternaknya terutama disaat musim kawin. Sapi bantuan kepada masyarakat ini kebanyakan adalah sapi Bali yang secara darah merupakan keturunan Banteng. oleh karenanya sifat liarnya masih ada. Sifat liar ini kerap muncul terutama disaat datangnya musim kawin.

‘Belum lama ini karena kurang memahami sifat ternaknya, salah seorang penerima bantuan kita diseruduk hingga meninggal dunia. Kita berharap ini merupakan kejadian kali terakhir. Intinya harus berhati-hati dan tentunya harus benar-benar memahami perubahan sikap hewan ternak agar kejadian serupa ini tidak kembali berulang,” Pungkas Wiryadi.(dro)




Konsultan Pengawas Proyek Pemerintah Diminta Kerja Serius dan Tidak Main Mata.

jalanTembilahan (www.detikriau.org) – Agar hasil pengerjaan proyek yang dibiayai pemerintah bisa memenuhi standar yang sudah digariskan, tentunya diperlukan adanya pengawasan yang baik. Secara teknis, peran ini sebenarnya sudah diembankan kepada konsultan pengawas. Hanya saja masyarakat menilai pihak yang dibayar pemerintah ini belum menjalankan tugasnya dengan serius dan bahkan adanya dugaan ikut bermain mata.

Menurut penilaian seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu. Zulfan, jika konsultan pengawas bisa menjalankan tugasnya dengan benar dan penuh tanggungjawab tentunya akan mempersempit ruang gerak  rekanan pelaksana untuk bisa bermain curang. Sebagai tenaga teknis yang ditugasi untuk melakukan pengawasan, seorang konsultan pastinya memahami secara detail, apa saja yang tidak dibenarkan untuk dilakukan pelaksana pekerjaan.

Selama ini menurut Zulfan, sudah menjadi rahasia umum, untuk meraih keuntungan lebih, rekanan biasanya kerap bermain curang dengan mempergunakan material yang tidak sesuai bestek. Misalnya mempermainkan komposisi adukan beton, ukuran besi dan masih banyak lainnya.

“Ini yang sebenarnya menjadi tugas utama konsultan pengawas. Kalau mereka benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab, kemungkinan pelaksana untuk bermain curang akan kecil tapi sayangnya kita juga kerap mendengar justru praktik curang ini diamini oleh konsultan dengan tentunya mendapatkan imbalan nilai tertentu,” Ujar Zulfan menduga.

Tidak berbeda jauh dengan Zulfan, Rahmad, warga jalan batang tuaka Kecamatan Tembilahan juga berpendapat hampir senada. Menurutnya, praktik akal-akal pelaksana pekerjaan dengan konsultan pengawas ini tidaklah terlalu sulit dibuktikan. Namun sayangnya hal ini sepertinya  sengaja dibiarkan.

“Namun yang juga perlu dijadikan catatan, upaya akal-akal yang dilakukan kebanyakan rekanan pelaksana ini tentunya ada alasan. Salah satunya, kabar-kabarnya juga banyaknya setoran untuk pihak-pihak tertentu yang hanya duduk-duduk dikantor,” Ujar Rahmad dengan tersenyum simpul. (dro)