AJI Pekanbaru Cari Ketua Baru

ajiPEKANBARU (www.detikriau.org) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru akan mengelar Konferensi Kota (Konferta) IV, untuk membentuk kepenggurusan baru, periode 2013-2016, Sabtu (12/10) besok. Konferta dilaksanakan di Gedung Wan Ghalib, kompleks Pustaka Wilayah Soeman HS, Jalan Jendral Sudirman yang dirangkaikan dengan acara seminar ”New Media dan Konvergensi Media”.
”Konferta diikuti seluruh anggota AJI Pekanbaru yang tersebar di kabupaten/kota di Riau,” ujar Ketua Divisi Organisasi AJI Kota Pekanbaru, Fakhrurrodzi, Kamis (10/10).

Menurut Fakhrurrodzi, Konferta merupakan pengambilan keputusan tertinggi di AJI kota. Selain mencari calon ketua untuk dipilih sebagai ketua, juga memilih sekretaris dan penggurus baru. Konferta sekaligus  arena untuk mempertanggungjawabkan program kerja organisasi dan keuangan oleh pengurus sebelumnya. ”Termasuk menyusun kembali program kerja 3 tahun ke depan,” imbuh Fakhrurrodzi.

Sementatara itu Ilham Muhammad Yasir, yang akan mengakhiri masa kepenggurusannya mengapresiasi kerja-kerja organisasi yang sudah dilakukan oleh seluruh anggota AJI Pekanbaru. ”Kawan-kawan sudah bersusah payah menjaga organisasi ini. Menjaga idealisme dan independensi profesi. Ini kerja tim yang memerlukan kesadaran bersama atas sebuah profesi yang mulia,” ujar alumni jebolan Fakultas Per-Undang-Undangan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini.

Ilham yang ditanyakan apakah akan kembali mencalonkan lagi? Ilham dengan tegas menyatakan memberikan kesempatan kepada yang lain. Menurutnya, di AJI berdasarkan konstitusi organisasi di mungkinkan seorang ketua mencalonkan sebanyak 2 kali. ”Saya cukup 1 kali. Regenerasi harus berjalan da kaderisasi organisasi ini harus kuat,” jawab Ilham.(rls)




Asisten II Pimpin Rapat Persiapan Qurban 1434 H di Lingkungan Pemkab Inhil

kurbanTEMBILAHAN ) (ww.detikriau.org-Pelaksana Harian Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil,
Encik Kamal Syahindra memimpin rapat persiapan pelaksanaan qurban tahun
1434 H/2013 M, Rabu (9/10).

Rapat yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil ini, dihadiri oleh
seluruh Kepala Bagian (Kabag) yang ada di lingkungan Sekretariat Daerah
(Setda) Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Encik Kamal Syahindra mengatakan, bahwa melalui
pelaksanaan qurban nanti, diharapkan dapat menjadi motivasi dan
membangkitkan gairah, khususnya bagi para pegawai di lingkungan Setdakab
Inhil, dalam meningkatkan rasa berkorban dan berbagi kepada sesama yang
membutuhkan.

Ia juga berharap pelaksanaan qurban tersebut dapat menjadi
contoh bagi masyarakat yang melaksanakan qurban lainnya. Karena, seperti
diketahui masih cukup banyak masyarakat yang kurang memahami makna dan
pelaksanaan qurban yang sesungguhnya.

“Kita minta, panitia yang telah dibentuk nantinya dapat bekerja dengan baik
dan maksimal sebagaimana mestinya. Sehingga, hasil yang kita harapkan
bersama dari pelaksanaan qurban ini dapat tercapai,” tutur Encik Kamal.

Sementara itu, Kabag Humas Setdakab Inhil, Suhardiman menjelaskan, seperti
tahun sebelumnya, pelaksanaan qurban untuk tahun ini, rencananya akan
dilaksanakan pada hari raya kedua Idul Adha 1434 H atau tepatnya pada Rabu
(16/10).

Dimana, lanjut Plt Kepala BPMPD Kabupaten Inhil ini, pelaksanaan qurban
tersebut, akan dipusatkan di Masjid Yayasan Amal bhakti Muslim Pancasila
(YAMP), Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan.

“Tahun ini, jumlah hewan qurban jenis sapi yang akan dipotong sebanyak 8
ekor. Nantinya, daging sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat
sekitar, khususnya dari kalangan kurang mampu,” imbuhnya.(dro/ju)




DTPHP Inhil Himbau Warga Jangan Beli Sapi Tak Miliki SK Sehat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban terutama yang berasal dari luar daerah untuk menjamin kesehatan saat dikonsumsi.

“Hewan-hewan kurban, khususnya sapi dari luar daerah yang masuk ke Inhil harus menyertakan surat keterangan sehat dari instansi terkait. Untuk itu kami terus melakukan pengawasan secara ketat,”tegas Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi Umar, Rabu (9/10).

Untuk kesekian kalinya instansi ini mengimbau masyarakat agar menghindari pembelian sapi yang belum dinyatakan kualitas kesehatannya oleh petugas yang berwenang. Sebab, hewan-hewan yang belum mendapat keterangan kesehatan dikawatirkan mengidap penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit antrak, cacing hati dan penyakit kuku.

Dijelaskan Wiryadi, ada beberapa faktor penyebab penyakit pada hewan. Diantaranya pengaruh dari makanan yang selama ini diberikan kepada hewan ternak tersebut. pada intinya Wiryadi berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati sebelum melakukan pembelian hewan kurban, terutama bagi yang datang dari luar daerah.

Untuk mengetahui apakah hewan tersebut menderita penyakit berbahaya atau tidak, DTPHP sendiri siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sedangkan bagi masyarakat yang berada di kecamatan atau daerah-daerah tertentu bisa langsung berkoordinasi dengan pihak UPT.

Ditambahkan Wiryadi pergerakan hewan dari daerah satu ke daerah lain tidak bisa sembarangan, sebab diatur dalam sebuh undang-undangan. Selain mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan dimana hewan-hewan itu berasal, Dinas Peternakan tujuan juga memiliki hak kuat untuk memberikan rekomendasi serupa.

“Tidak bisa sembarangan dalam melakukan perdagangan hewan-hewan seperti ini. Kita juga memiliki hak untuk memberikan rekomendasi apakah hewan itu layak dikonsumsi atau tidak,” jelasnya lagi.(dro/*1)




Wabup Inhil Buka Rakor FPK

rosmanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tingginya heterogenitas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sering disikapi dengan hal negatif oleh sebagian kalangan masyarakat. Kedepan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, H Rosman Malomo mengatakan hal itu harus ditiadakan.

Jika heterogenisme sering ditanggapi sebagai hal neggatif, maka tidak jarang akan menimbulkan konflik horizontal maupun konflik vertikal ditengah-tengah masyarakat. Kata wabup,  heterogenitas disuatu daerah harus diimbangi dengan sistem informasi dan  pelayanan yang baik, sebagai antisipasi adanya gesekan.

Pada acara pembukaan rapat koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang di taja Kesbangpol Inhil, Rosman Malomo menegaskan bahwa permasalahan yang muncul dan berdampak pada gesekan sosial, politik, ekonomi dan organisasi masyarakat (ormas). Bahkan kata Rosman banyak yang berpendapat bahwa perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya  semakin memprihatinkan.

Kekawatiran demikian menjadi semakin nyata ketika satu permasalahan dialami oleh setiap warga negara. Sehingga dampaknya memudarkan rasa nasionalisme dan bahkan melupakan nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi bangsa selama ini. Akibat dari semua itu banyak yang kehilangan nilai-nilai budaya yang justru selama ini menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Yang paling fatal adalah kalau kita kehilangan rasa persaudaraan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan diantara masyarakat. Dimana keharmonisan yang selama ini terjaga hilang begitu saja,” ungkap wabup Inhil Rosman Malomo, Selasa (8/10) di Tembilahan.

Permasalahan kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang ada, sehingga akan melahirkan ancaman desintegrasi bangsa. Apalagi bila melihat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, ras, budaya, agama dan berbagai aspek politik lainnya. Demikian pula dengan kondisi geofrafis negara kepulauan yang terbesar.

Semua itu kata Rosman akan mempengaruhi terjadinya konflik  sosial yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Keberadaan FPK dikatakan yang bersangkutan merupakan salah satu wadah yang dibentuk pemerintah sebagai respon dan wujud penghargaan terhadap kemajemukan masyarakat Inhil.

Pada dasarnya FPK dibentuk dalam rangka mengatisipasi timbulnya permasalahan sosial ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. FPK dituntut bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kebersamaan dan persaudaraan.

“Setidaknya keberadaan FPK dapat memberikan alternatif dan sumbangsih pemikiran bagi kita bersama guna menyelesaikan beragam permasalahan yang berhubungan dengan ras, suku dan golongan,”ujarnya. (dro/*1)




Empat Pengedar Narkoba Dibekuk

narkobaTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Dalam  dua hari, Satuan Unit Narkoba Polres Inhil berhasil menangkap 4 orang pelaku pengedar narkoba di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda. Dari tangan pelaku, polisi  berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos menjelaskan, penangkapan kali pertama berawal adanya informasi masyakat, pada Jum’at (4 /10) yang lalu sekira pukul 18.30 Wib. Dilokasi Jalan Gerilya Parit VII Tembilahan Hulu, dengan pelaku N (32).

Setelah mendapat informasi, kemudian beberapa Anggota Sat Narkoba langsung meluncur ke TKP rumah pelaku. Namun saat petugas tiba dirumahnya, ternyata  pelaku tidak ada di rumah, selanjutnya karena pelaku tidak ada maka petugas hendak bermaksud balik ke Mapolres.

Sampai ditengah perjalanan tidak jauh dari rumah pelaku, ternyata petugas memergoki pelaku sedang duduk santai diatas sepeda motornya, persis didepan pertokoan. Kontan saja petugas langsung melakukan penangkapan.

“Begitu ditangkap pelaku langsung digelandang kerumahnya untuk dilakukan penggledahan dengan disaksikan Ketua RT setempat. Didalam kamar pelaku petugas menemukan barang bukti berupa 2 paket sabu,”ujar AKP Imron Teheri S.sos.

Selanjutnya penangkapan kedua dilakukan di Jalan M.Boya tepatnya di salah satu Ruko Kembar Jaya sekitar pukul 18.45 wib. Ketika petugas tiba dilokasi, saat itu pelaku Ed (39) sedang duduk di meja kasir.

Setelah dilakukan penggledahan di lantai 2 ruko milik pelaku dengan disaksikan Ketua RT setempat, petugas berjasil menemukan barang bukti berupa 1 unit Hp merek Lenovo serta 1 buah bong (alat penghisap) terbuat dari kaca putih didalamnya berisi serbuk Kristal putih serta 1 paket kecil sabu-sabu.

“Karena sudah ditemukan barang bukti, maka pelaku dibawa ke Mapolres Inhil untuk diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku,”jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (3/10) sekitar pukul 00.10 Wib, petugas Sat narkoba juga berhasil mengamankan 2 orang pelaku narkoba yakni  ST dan IM di Jalan Kayu Jati Tembilahan Hulu. Dari kedua pelaku yang kini sudah berada didalam sel Polres Inhil, diamankan barang bukti berupa 1 set tempat membakar sabu serta 2 buah Hp.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu, kemudian uang tunai sebesar Rp.1.335.000,- , 1 unit motor Honda Beat BM 5734 GF, dan  1 unit Hp milik pelaku IM. “Hingga berita ini ditulis kedua pelaku masih dalam penyidikan petugas,”pungkasnya. (dro/tok)




DKP Inhil Himbau Warga Lestarikan Rawa

rawaTembilahan (www.detikriau.org) – Semakin menyusutnya kawasan rawa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menimbulkan kekhawatiran. Sebagai tempat hidup dan berkembangbiak ikan air tawar, rusaknya rawa tentunya akan sangat berpengaruh dengan tingkat penghasilan masyarakat khususnya nelayan.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil, Urip Sukarno melalui Kabid Kelautan dan Pesisir, Marduan, Salah satu penyebab terjadinya penyusutan kawasan rawa diakibatkan pemanfaatan areal rawa sebagai lahan perkebunan, terutama perkebunan sawit.

Perubahan fungsi kawasan rawa sebagai habitat ikan air tawar menjadi areal perkebunan ini pastinya akan menyebabkan gangguan  keseimbangan alam. “semua yang diciptakan Tuhan sudah diperuntukkan sebagaiman fungsinya, seperti, rawa, daratan, gunung dan lautan. Jika salahsatunya terganggu tentu akan memberi pengaruh kepada yang lainnya. Harusnya ini dapat dipahami oleh setiap individu manusia,” Pendapat Marduan.

Dengan adanya rawa, Tuhan memberikan rezky kepada sebahagian umatnya. Masyarakat setempat selama ini mengandalkan kawasan rawa sebagai sumber penghidupan terutama oleh nelayan. Semakin menyusutnya kawasan rawa, secara otomatis jumlah ikan air tawar juga akan semakin berkurang dan demikian pula dengan hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, tentu terjadi penurunan jumlah penghasilan yang akan sangat berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan.

Diakui Marduan, sebahagian orang memang selalu beranggapan bahwa kawasan rawa itu tidak memiliki fungsi dan justru memberikan ancaman. Padahal rawa selain menjadi tempat hidup dan berkembang biak ikan air tawar juga akan menjadi peredam panas alam.

“Kita menghimbau agar masyarakat arief untuk melakukan pengalihfungsian lahan. Biarkan alam sebagaimana peruntukan yang telah dicipatakan Tuhan. Cintai dan lestarikan keberadaan rawa agar keseimbangan alam tidak sampai terganggu,” Pungkas Marduan.(dro)