Disnakertrans Beri Pembekalan Naker

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar pembekalan kegiatan usaha kecil dan permagangan, Selasa (29/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jalan Keritang Tembilahan ini dalam rangka menyediakan tenaga kerja yang siap pakai bagi dunia usaha, khususnya di Kabupaten Inhil.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Rainir Laputolo mengatakan, tenaga kerja merupakan salah satu factor penting dalam proses pencapaian hasil usaha, baik itu jenis usaha yang bergerak di bidang jasa, industri, rumah tangga maupun usaha perdagangan.

“Karena itu, sangat perlu adanya pengetahuan dalam pemanfaatan tenaga kerja, dengan menghendaki adanya perimbangan terhadap volume pekerjaan yang ada,” tutur Rainir.

Selanjutnya, ia berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan cermat dan teliti. Sehingga, nantinya memperoleh pekerjaan di tempat yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup masing-masing.

“Kita juga mengimbau, pihak pemberi kerja atau pengusaha agar lebih memperhatikan kemampuan dan keahlian tenaga kerja. Sehingga, penghasilan yang diberikan kepada pekerja sesuai dengan standar upah, yang telah ditetapkam oleh Disnakertrans,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Saaluddin menjelaskan, bahwa pembekalan kegiatan usaha kecil dan permagangan ini, diikuti sebanyak 10 peserta, yang berasal dari pencari kerja dan pekerja pemula usaha kecil dalam wilayah Kecamatan Tembilahan.

“Kegiatan ini bertujuan, untuk memberi bekal pelatihan kewirausahaan, dan motivasi usaha bagi peserta, serta memberi ilmu pengetahuan tentang usaha kecil dan permagangan. Selain itu, juga dimaksudkan untuk member pengetahuan tentang ilmu ketenagakerjaan dan motivasi kerja, baik itu kemauan, semangat dan kerja keras,” terangnya. (dro/ju)




Manajer PLN Tembilahan Akui Tiang Sudah Keropos

Program Penggantian Sudah dijalankan Sejak 2010 —-

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sejak tahun 2010, PLN Rayon Tembilahan telah menjalankan program penggantian tiang penyangga distribusi listrik yang tidak lagi layak. Namun disebabkan keterbatasan material dan sumber daya, penggantian terpaksa dilakukan secara bertahap.

Pernyataan ini disampaikan oleh Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui sambungan telepon selularnya kepada Vokal, senin (28/10). Terkait ambruknya tiang penyangga distribusi listrik milik mereka di jalan Provinsi Parit 6 Tembilahan, diakui Budi salah satu penyebabnya dikarena kondisi tiang yang sudah keropos.

‘Benar kondisi tiang kita itu sudah keropos dan akhirnya patah. Namun sebelum itu, kejadian ini didahului dengan ambruknya papan reklame yang menimpa jaringan tv kabel yang bertumpu ditiang kita. Karena memang kondisi tiang yang sudah tua, tentunya tidak lagi akan mampu sanggup menanggung beban terlalu berat dan akhirnya patah,” Jelas Budi

Juga dibenarkan Budi, kondisi tiang listrik yang sudah keropos itu sudah selayaknya untuk dilakukan penggantian. Program ini sudah dilakukan pihak mereka sejak tahun 2010. Namun dengan keterbatasan material dan berbagai sumberdaya lainnya, terpaksa dilakukan secara bertahap.

Terkait keberatan yang disampaikan oleh salah seorang masyarakat setempat, Raja Firman dengan kabel distribusi listrik yang melintas tepat diatas rumahnya, dikatakan Budi Warman bahwa proyek tersebut adalah proyek wilayah, PLN Rayon Tembilahan hanya sebatas pemantau.

“Yang jelas keberatan warga ini sudah kita sampaikan ke Wilayah. Kita tidak memiliki wewenang melebihi itu karena kita hanya sebatas pemantau proyek yang dijalankan oleh wilayah,”elak Budi.(dro)




Jaga Kebersihan Kota, PU Uji Cobakan Gerobak Sampah

gerobak sampahTembilahan (www.detikriau.org) – Dalam rangka menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan bebas dari sampah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir terus berupaya menciptakan berbagai terobosan inovatif. Saat ini, Dinas PU Inhil meluncurkan Sembilan unit gerobak sampah dorong sebagai program ujicoba.

Jika nantinya dinilai berhasil, maka nantinya akan kembali ditambah yang peruntukannya diarahkan kepada seluruh Rukun Tetangga (RT) di Beberapa Kecamatan.

Kepala Dinsa PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal menuturkan saat ini sembilan gerobak sampah dorong itu sudah berada di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) jalan Sungai Beringin Tembilahan. kalau segala administrasinya selesai maka gerobak itu akan langsung diserahkan dan bisa dimanfaatkan.

“Langkah awal tentu harus ada sosialisasi kepada seluruh RT dikawasan Tembilahan. kita akan memberikan penjelasan secara detail, bagai mana cara pengoperasian gerobak-gerobak tersebut,” ungkap mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) ini, kemarin.

Sesuai fungsi, fasilitas itu memang akan dipergunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sempit yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Sampah yang sudah dianggkut dikumpulkan kesuatu titik yang sudah disediakan. Setelah itu baru dapat dibawa oleh mobil pengangkut sampah menuju TPA.

“Langkah ini untuk memudahkan masyarakat dalam membuang sampah-sampah rumah tangga mereka. Sebaliknya petugas kebersihan juga merasa terbantu, sehingga sampah bisa terangkut dengan cepat sebelum menimbulkan bau tak sedap,” katanya.

Dari aktu ke waktu, volume sampah akan terus mengalami peningkatan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tidak menutup kemungkinan sampah-sampah tidak terkelola dengan baik tentu bisa merusak pemandangan, selain itu keindahan dan kebersihan kota semakin tidak bisa terwujud.

“Kami selaku pemerintah tentu berupaya maksimal untuk menyediakan sarana-sarana pengangkut sampah. Namun dibalik itu semua perlu dukungan dari masyarakat. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya sangat dibutuhkan. Sehingga ada sinergisitas anatara masyarakat dengan upaya yang dilakukan pemerintah,” pungkasnya (dro/*1)




1.185 Tenaga Honorer K2 Ambil Nomor Ujian

Syahrul Badrin
Syahrul Badrin

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sebanyak 1.185 Tenaga Honorer dilingkungan pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengambil Nomor Peserta Ujian Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) Formasi K2, senin (28/10) bertempat di Aula kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil di Tembilahan.

Pengambilan kartu peserta ujian ini didasarkan hasil pengumuman yang dikeluarkan oleh BKD setempat, 23 oktober yang lalu. Peserta yang telah mengambil nomor ujian akan mengikuti tes pada tanggal 3 November mendatang. Tes ini merupakan syarat mutlak bagi tenaga honorer K2 untuk menjadi CPNS.

Syahrul Badrin, salah seorang peserta ujian CPNS dari Tenaga Honorer K2 menyatakan rasa syukur berkesempatan mengikuti ujian ini. Setelah mengabdi sekian lama sebagai tenaga Honorer di Gemilang TV sebagai juru kamera, ia menyatakan siap diseleksi untuk menjadi CPNS. Sekaligus ia berharap untuk dapat mengikuti ujian dengan baik dan mendapatkan hasil sesuai harapan.

“Mudah-mudahan saya dapat mengikuti seleksi ini dengan baik. Harapannya tentunya dapat lolos seleksi dan menjadi CPNS,” Sampaikan Syahrul.

Rosna, calon peserta seleksi CPNS formasi K2 lainnya juga menyatakan harapan yang hamper senada. Ia berharap setelah sekian lama, seleksi kali ini ia akan mendapatkan hasil terbaik. “Mudah-mudahan dengan semua persiapan, saya akan berhasil mendapatkan nilai terbaik. Tentunya besar harapan saya untuk dapat menjadi CPNS,”Ungkapnya .(dro)




Asisten III Hadiri Peringatan Sumpah Pemuda

IMG_0178Tembilahan (www.detikriau.org) – Mewakili Bupati Inhil, Asisten Tiga Setdakab Inhil, Djamilah menghadiri upacara peringatan hari Sumpah Pemuda Ke 85 dilapangan upacara jalan gadjah Mada, Tembilahan.

Dalam amaran Mentri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo sehubungan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh Inpektur Upacara, Ketua Pengadilan Negri Tembilahan, Jhoni Witanto, disampaikan kepada para pemuda agar dapat mewujudkan pemuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi sesuai dengan tena Peringatan Sumpah Pemuda Ke-85.

Asisten III Setdakab Inhil, Djamilah didampingi unsur Muspida berpose bersama usai peringatan upacara sumpah pemuda
Asisten III Setdakab Inhil, Djamilah didampingi unsur Muspida berpose bersama usai peringatan upacara sumpah pemuda

Secara khusus diaktakan Menpora, momentum sumpah pemuda diarahkan untuk menjadi tonggak karakter Bangsa. Pemuda Indonesia diharapakan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai pemuda yang cerdas ditengah berbagai upaya pendangkalan rasa simpatik dan empatik serta perlawanan terhadap sikap-sikap pragmatis. Pemuda Indonesia dihanruskan untuk tetap berusaha tegak sebagai pemuda yang inspiratif serta didalam kondisi apapun tetap berusaha untuk bekerja keras dan menunjukkan prestasi terbaik.

Sesuai dengan Tema, kesantunan, kecerdasan, inpiratif dan berprestasi tentunya mau tidak mau setiap pemuda Indoensia harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai, berdisiplin tinggi dan selalu bekerja keras tanpa kenal lelah. Nilai-nilai tersebut seyogyanya harus selalu menjadi pegangan hidup pemuda Indoensia agar Indoensia dapat segera keluar dari berbagai masalah dengan cara yang lembut, ramah namun dibalik itu harus memperlihatkan kinerja kecendikiawanan, imajinatif dan bermutu tinggi.

Turut hadir dalam acara ini, Unsur Muspida Kab Inhil, Pejabat Eselon dilingkungan pemerintahan Kab Inhil, Pegawai Negri Sipil (PNS), TNI dan Polri, jajaran Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Inhil  serta para pelajar yang hadir dengan mempergunakan berbagai pakaian adat berbagai daerah.

Sehubungan dengan peringatan hari sumpah pemuda ini, Wakil Ketua DPK KNPI Inhil, Hidayat Hamid yang ditemui usai kegiatan menuturkan bahwa momen peringatan sumpah pemuda yang dilaksanakan setiap tahun ini adalah sebuah bentuk penyegaran kembali bagi setiap diri pribadi pemuda Indoensia. Momen ini merupakan titik awal bersatunya seluruh pemuda Indonesia dalam satu semangat perjuangan.

‘Semangat persatuan ini tidak boleh pudar sampai kapanpun. Pemuda sebagai ujung tombak pergerakan. Ditangan pemuda pula nasib Bangsa ini diletakkan.” Ingatkan Hidayat.

Ditempat berbeda, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Inhil, Hj Sulastri menyatakan, bahwa pemuda merupakan ujung tombak untuk melakukan perubahan. Oleh karena itu, peringatan HSP jangan hanya sebatas kegiatan seremonial saja, melainkan harus ada upaya perubahan bagi Bangsa Indonesia.

“Pemuda harus mampu membantu meningkatkan kecerdasan masyarakat. Jadi, sudah tidak zamannya lagi bicara masalah suku, agama dan lainnya. Karena, sebagai seorang pemuda harus mampu menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. (dro)




FAIT: LEGITIMASI PEMILU 2014 DIPERTANYAKAN

JAKARTA – Penundaan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014
seharusnya tidak terjadi jika Kemendagri melakukan pekerjaannya untuk
mempersiapkan pengumpulan Data Kependudukan per Kecamatan (DAK2) dan Data
Penduduk Potensial Pemilu (DP4) sebagaimana diamanatkan UU No 8 Tahun 2012
tentang Pemilu.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman, mengatakan, Kemendagri menjamin DAK2
dan DP4 yang akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai
bahan acuan DPT  Pemilu 2014 sangat akurat sehingga tak perlu diragukan,
sebab pemerintah telah fokus membenahi DAK2 dan DP4 sejak tiga tahun
terakhir (11/10/2012).

Bahkan Irman menjamin akurasi DAK2 dan DP4 yang diserahkan ke KPU. Apalagi
bila sudah melakukan perekaman e-KTP. Jadi tidak mungkin lagi ada yang
ganda, sehingga, akurasinya data yang diserahkan pemerintah ke KPU untuk
DPT 2014 lebih tinggi dibandingkan dengan DPT 2009.

Kini kisruh DPT Pemilu 2014 sedang terjadi, sebaiknya tanggungjawab
Kemendagri dan KPU harus ditagih. Kalau demikian, apakah mereka masih
layak dipertahankan?.

“Kisruh DPT Pemilu 2014 bersumber dari ketidak beresan Mendagri mengurusi
DP4. Apalagi seiring dilakukannya pembuatan e-ktp tiga tahun terakhir,
seharusnya pemilih ganda tidak ada lagi.”, sebut Ketua Formu Akademisi IT
(FAIT), Hotland Sitorus

Lanjut Hotland Sitorus, “Alasan yang tidak dapat diterima akal sehat,
apabila terjadi kisruh DPT Pemilu 2014 dan ditemukannya data pemilih ganda
Ini mengindikasikan bahwa perangkat teknologi (hardware/software) yang
digunakan oleh Kemendagri dalam proses pendataan DP4 dan perekaman e-ktp
tidak benar.”

“Dengan menghabiskan dana Rp. 5,9 triliun, seharusnya perangkat teknologi
e-ktp telah memenuhi spesifikasi sistem terbaik. Apabila didukung database
e-ktp yang terintegrasi, aplikasi pengolahan data kependudukan (sistem
berbasis biometrik) serta sistem operasi server berkemampuan tinggi, tidak
memungkinkan munculnya data ganda e-ktp”, tegas Hotland Sitorus.

“Demikian halnya dengan tidak validnya data pemilih yang diumumkan KPU
menjunjukkan sistem IT yang digunakan KPU tidak dapat dipercaya dan harus
di validasi. Data yang diperoleh dari Kemendagri yang dimasukkan ke sistem
IT KPU, seharusnya dapat mengidentifikasi semua data yang telah dimasukkan
dan apabila data dimasukkan kembali, maka sistem seharusnya menolaknya.”
Ungkap Sekjen FATI, Janner Simarmata.

“Kalau demikian, legitimasi hasil Pemilu 2014 akan dipertanyakan. Oleh
karena itu, FAIT pasti akan memantau DPT yang akan dikeluarkan KPU pada
tanggal 4 Oktober 2014 nanti. DPT masih bermasalah dan ditemukan pemilih
ganda, sebaiknya Mendagri mundur dan FAIT akan melaporkan seluruh
komisioner KPU ke DKPP”, pungkas Janner Simarmata.(rls)