Seluruh JH Inhil Kloter 8 Sudah Tiba di Kampung Halaman.

Tembilahan (www.detikriau.org) – Seluruh Jamaah Haji (JH) Kabupaten Indragiri Hilir yang tergabung dalam kloter 8 sudah tiba di Inhil. Pengangkutan sebanyak 444 JH ini dilakukan dengan 6 kali penerbangan.

“Dua penerbangan pada selasa (29/10), 148 JH tiba mempergunakan pesawat udara Wings Air dari Embarkasi Batam. Sisanya, 296 JH dengan empat kali penerbangan tiba pada Rabu (30/10) kemaren,” Terang Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Inhil, melalui Kasi Urusan Haji dan Umrah, Harun, Kamis (31/10)

Dengan tibanya sebanyak 444 JH tersebut maka tuntaslah proses pemulangan JH Inhil kloter 8. Kepulangan rombongan JH yang tergabung dalam kloter 12 diperkirakan akan datang pada 2 November yang akan datang.

Terkait dengan pengambilaln barang bawaan milik JH ditambahkan Harun, dapt dilakukan langsung di kantor Kemenag Inhil jalan Keritang Tembilahan. Baik langsung oleh JH bersangkutan atau bsia diwakilkan kepada pihak keluarga lainnya.

“Syaratnya cukup dengan membawa bukti berupa passport dan buku kesehatan milik JH yang bersangkutan. Seluruhnya dilayanai secara gratis,” Pungkas Harun.




Diskes Imbau Masyarakat Waspada DBD

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menghimbau agar seluruh masyarakat waspada terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, Rasul Alim, meskipun jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak begitu signifikan, namun masyarakat Kabupaten Inhil harus tetap waspada dengan melakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kita sudah meminta seluruh Puskesmas di Kabupaten Inhil untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap kemungkinan serangan DBD. Antisipasinya bisa dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tutur Rasul Alim.

Dijelaskan Rasul, DBD tidak lagi menyerang pada bulan-bulan tertentu, seperti biasanya diakhir tahun disaat intensitas curah hujan relative tingggi. Saat ini, perubahan cuaca yang tidak menentu terjadi setiap bulannya, sehingga kasus DBD bisa menyerang kapan saja.

“Untuk menghindari DBD, harus ada tindakan pencegahan dari masyarakat itu sendiri. Jika kita lakukan pengasapan pun, hanya akan mematikan nyamuknya saja, sedangkan jentik-jentiknya masih hidup. Itulah kenapa masyarakat perlu menjaga kebersihan disekitarnya dengan menguras tempat penampungan dan air yang tergenang,” terangnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan bubuk abate yang bisa didapatkan di Puskesmas dan Apotik terdekat. Bubuk ini penggunaannya dengan cara ditaburkan di tempat penampungan air guna membunuh jentik-jentik nyamuk penyebab DBD.

“Pencegahan penyakit DBD ini dapat dilakukan dengan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air serta mengubur barang-barang bekas. Selain itu, dapat juga dengan menggunakan cara lain, seperti tidur menggunakan kelambu dan memakai obat anti nyamuk, baik yang dioles maupun dibakar,” imbuhnya. (dro)




Jaga Kesakralan, Pelantikan Bupati Terpilih Diminta Tetap di Rumah Rakyat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Dewan meminta rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk melakukan pelantikan Bupati terpilih diluar gedung DPRD Inhil agar kembali dikaji ulang.

Meskipun tidak ada aturan yang menyatakan pelarangan, namun demi mempertimbangkan penghematan biaya dan kesakralan, seyogyanya kegiatan dimaksud tetap dilaksanakan di rumah rakyat, gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas, Tembilahan.

Berdasarkan pertimbangan salah seorang anggota Fraksi Golongan Karya DPRD Inhil, Elda Suhanura, maju dan terpilihnya pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo didasari dengan semangat perubahan. Dalam artian perubahan dari sesuatu yang selama ini dinilai kurang baik kearah perbaikan.

“Intinya yang terpenting kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik dan penuh khitmat. Gedung DPRD adalah rumah rakyat, kenapa tidak biarkan sejarah ini tetap terukir digedung milik rakyat? ”Sampaikan Helda Suhanura melalui sambungan telepon selularnya, Rabu (30/10)

Acara pelantikan, ditambahkan Elda tidak akan terlepas dari pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD. Pelaksanaan diluar rumah rakyat tentu akan mengurangi nilai kesakralannya. Disamping persoalan itu, APBD Inhil hari ini mengalami defisit yang cukup besar, konsekuensinya tentunya harus bijak dengan berhemat menggunakan anggaran.

Pelaksanaan pelantikan diluar gedung DPRD Inhil, masih menurut Elda, jelas memerlukan pembiayaan yang cukup besar. Namun dipertanyakannya, dengan profile kesederhanaan HM Wardan, apakah benar acara ini keinginan pasangan terpilih termasuk  masyarakat pendukungnya atau hanya sekedar keinginan sekelompok orang tertentu?

“Kalupun ada keinginan agar peristiwa sejarah Kabupaten Inhil ini dapat  disaksikan masyarakat banyak,  cukup pada pelaksanaan acara pisah sambut Bupati terpilih dengan Bupati sebelumnya. Karena itu memang domainnya pemkab Inhil. Tapi tentunya tetap dalam bingkai kesederhaan.” Saran Elda

Diakhir kalimat, Elda Suhanura mempertegas bahwa pelaksanaan diluar atau tetap digedung DPRD nantinya akan diputuskan dalam rapat Banmus DPRD Inhil. Ia hanya bisa berharap agar teman-teman DPRD berlaku arif dan bijak dalam mempertimbangkan pemberian keputusan ini.(dro)




Pemekaran dan Naiknya Status Desa Perlambat Proses perekaman e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Beberapa bulan menjelang akhrir tahun 2013, perekaman data e-KTP pemerintah kecamatan (pemcam). Mandah baru mencapai 53 persen.

Sekretaris Camat (Sekcam) Mandah Umar Hamdy menyebutkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan perekaman data masih rendah. Diantaranya pengaruh terjadinya pemekaran desa, serta naiknya status desa menjadi sebuah kelurahan.

“Masyarakat terpaksa harus merubah kartu keluarga (KK) berdasarkan nama-nama desa mereka yang baru. Hal itu tentu mempengaruhi percepatan perekaman data,” ungkap Umar Hamdy, saat dikomfirmasi melalui sambungan teleponya, Rabu (30/10).

Selain itu kurangnya minat masyarakat juga merupakan faktor rendahnya realisasi perekaman data. Mungkin saja menurut Umar, masyarakat belum merasakan dampak langsung dari e-KTP yang sudah direkam.

“Saat inikan kita ketahui untuk keperluan administrasi penduduk, masyarakat masih menggunakan KTP Siak. Sehingga mungkin saja pendapat masyarakat buat apa repot-repot merekam data, sementara KTP lama juga masih berlaku,” duganya.

Untuk itu pihaknya setiap saat mensosialisaikan kepada masyarakat, bahwa KTP Siak akan segera berakhir masa penggunaanya pada awal Januari 2014 mendatang. Mulai saat itu, e-KTP secara otomatis sangat diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi kependudukan.

“Kami terus memberikan kesempatan dan melayani bagi masyarakat untuk melakukan perekaman data. Pelayanan perekaman data tetap seperti biasa, terutama pada saat jam kerja normal di Kantor Kecamatan Mandah,” jelasnya.(dro/*1)




Sehari, Dua Pelaku Narkoba Diringkus Polisi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dalam sehari, 2 orang pelaku diduga pemakai narkoba berhasil diamankan oleh Satuan Unit Narkoba Polres Indragiri Hilir. Dari tangan kedua pelaku petugas menemukan barang bukti sabu lengkap dengan bong alat penghisap.

Penangkapan pertama, petugas mengamankan seorang pelaku yang berinisial Es (24) tinggal di Los Pasar RT 01 Desa Sungai Luar. Saat ditangkap di TKP sekitar pukul 07.30 Wib, petugas menemukan barang bukti berupa satu dompet warna hijau putih yang didalam berisi satu buah kaleng CDR warna ternyata tersimpan satu paket kecil sabu terbungkus plastik bening serta satu set bong dan gunting serta sebuah Hp Nokia type 105 warna hitam.

Kemudian penangkapan kedua dilakukan petugas Unit Narkoba, sekitar pukul 08.00 Wib, di TKP Jalan Profesor M Yamin Kecamatan Tembilahan. Dari tangan pelaku berinisial MH (31) saat ditangkap dirumahnya ditemukan barang bukti berupa sebuah plastik warna putih didalamnya berisi sabu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos Selasa (30/10) menjelaskan kronologi penangkapan terhadap kedua pelaku berawal adanya informasi dari masyarakat, terkait aktifitas pelaku selama ini sebagai pemakai narkoba.

Atas informasi tersebut, kemudian petugas Sat Narkoba Polres Inhil langsung melakukan pengembangan, selanjutnya dilakukan penggrebekan sekaligus penangkapan kedua pelaku. Ternyata benar dari kedua TKP yang berbeda ditemukan barang bukti narkoba, selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Mapolres Inhil untuk proses lebih lanjut.

“Karena saat dilakukan penangkapan di dua TKP, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa sabu. Maka kedua pelaku langsung diamankan berikut barang buktinya di bawa ke Mapolres Inhil,”kata Imron.

Pada kesempatan ini, Imron  juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif melawan narkoba. Dengan cara jika melihat disekitar lingkungannya ada gelagat mencurigakan masalah narkoba, segera laporkan pada Kantor Polisi terdekat. Pintanya.(dro/tok)




Sekda Sambut Kepulangan Jamaah Haji

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM saat menyambut kedatangan Jamaah Haji Kloter 8 di Bandara TempulingTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM menyambut kedatangan Jamaah Haji, yang tergabung dalam kelompok terbang 8 di Bandara Indragiri Kecamatan Tempuling, Selasa (29/10).

Kedatangan Jamaah Haji (JH) Kabupaten Inhil ini sedikit terlambat dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, disebabkan berbagai kendala, seperti kondisi cuaca yang saat itu sedang turun hujan.

Pada kesempatan itu, Sekda mewakili masyarakat Kabupaten Inhil mengucapkan selamat datang. Ia berharap, seluruh JH tetap dalam keadaan sehat hingga tiba di rumah untuk berkumpul bersama keluarga tercinta dan berbagi pengalaman yang didapat selama menjadi tamu Allah.

“Kita berharap, sepulangnya dari tanah suci, para JH dapat kembali memberikan pengabdiannya kepada negeri yang kita cintai ini, demi mewujudkan Inhil yang berjaya dan gemilang,” tutur Sekda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil, H Azhari Syukur menjelaskan, seharusnya keberangkatan JH kloter 8 dari Embarkasi Batam, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dengan 4 kali penerbangan. Kemudian, disusul dua kali penerbangan pada Rabu (30/10).

Namun, dikarenakan adanya beberapa kendala yang tidak terduga, seperti kondisi cuaca dan lain sebagainya, terpaksa keberangkatan ditunda hingga pukul 12.00 WIB.

“Ketika sampai di Bandara Indragiri Tempuling sedang turun hujan yang cukup lebat. Sehingga, pesawat tidak bisa mendarat karena landasan ditutupi genangan air. Jadi, kita terpaksa balik lagi ke Batam. Setelah beristirahat sebentar, kita berangkat lagi kesini dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB,” terang Azhari.

Lebih lanjut Azhari menuturkan, apabila kondisi cuaca masih mendukung, berkemungkinan satu penerbangan lagi akan tiba pada hari ini. Sedangkan sisanya, akan diberangkatkan pada esok hari dengan 4 kali penerbangan.

“Persoalan inikan tidak kita duga sebelumnya. Namun, kita tetap berharap, seluruh JH dapat kembali dengan selamat ke kampung halamannya masing-masing,” tutupnya. (dro/ju)