MTsN Tembilahan, Wajibkan Baca Al Qur’an Sebelum Memulai Proses Belajar Mengajar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Beragam cara yang dilakukan pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Antara lain, MTsN Tembilahan menerapkan wajib baca Alquran bagi para siswa sebelum memulai mata pelajaran.

Upaya itu menurut Kepala MTsN Tembilahan, Rusli merupakan program yang tepat dilaksanakan dalam rangka meningkatkan minat baca siswa terhadap Alquran sekaligus sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan dibidang keagamaan.

“Hari biasa kita mengharuskan para siswa untuk membaca ayat suci Alquran selama 15 menit sebelum memulai pelajaran diruang kelas masing-masing. Karena melalui baca Alqurnan banyak manfaatnya,.” Ungkap Rusli, kemarin.

Dampak langsung dari membaca Alquran, kata Rusli siswa bisa menghafal surat-surat pendek yang ada didalam Alquran. Kemudian siswa juga bisa khatam Alquran. Karena sebagai umat Islam, khatam Alquran juga menjadi keharusan.

“Kami mengharapkan hal ini bisa menjadi motivasi siswa untuk terus belajar dan belajar. Karena salah satu program kami adalah mengathamkan siswa dan di nobatkan pada acara perpisahan nanti,” cetusnya.

Diusia para siswa yang relative masih muda, Rusli yakin mereka akan mudah menghafal ayat-ayat qur’an apalagi ayat pendek. Lalu setelah mereka tamat, mereka lebih menguasai ilmu Alquran, serta bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.  Maka itu sekolah ini mewajibakan baca Alquran bagi seluruh siswa muslim.

Apapun alasan pihak sekolah menerapkan program baca Alquran sebelum memulai mata pelajaran di kelas tidak lain untuk meningkatkan keimanan. Iman yang baik, pungkas Rusli akan menciptakan generasi penerus yang cerdas. Sehingga, jika kelak menjadi pemimpin mereka akan menjadi pemimpin yang baik.(dro/*1)




Diskes Terus pantau Usaha Depot Air Minum

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengawasi puluhan depot air minum isi ulang di kota Tembilahan dan sekitarnya. Langkah itu mereka ambil sebagai upaya agar air tersebut layak dikonsumsi masyarakat.

“Kami secara kontinyu terus mengawasi depot air minum isi ulang di kota ini, agar airnya layak untuk dikonsumsi masyarakat. Caranya, petugas secara kontinyu pula memeriksa izin dan uji sample untuk mengetahui kadar kelayakan air,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Riduan Ahim, Jumat (1/11).

Setiap pengusaha depot air minum wajib memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat tentu bisa merugikan kesehatan masyarakat. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pula untuk melakukan pemantauan.

Pengawasan yang dilakukan instansi ini dengan cara melakukan pengujian sample seperti kualitas air dengan tiga indikator yaitu secara fisika, kimia dan bakteriologi. Jika kedapatan pengusaha depot air minum yang melanggar aturan, pemerintah bisa mengambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah pastinya, namun yang jelas usaha depot air minum dikatakan Riduan bak cendawan tumbuh. Usaha itu sangat menjanjikan keuntungan, karena selain air merupakan kebutuhan pokok, air bersih juga sulit didapat bagi warga yang bermukim didaerah rawa seperti Inhil.(dro/*1)




Pejabat Bea Cukai Dinilai Tetap Biasa Terima Suap

Heru Sulastyono. dok TEMPO
Heru Sulastyono. dok TEMPO

Jakarta – Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan kasus penyuapan kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sudah akut. Padahal, pada 2008,  Komisi Pemberantasan Korupsi pernah menggelar sidak di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Saat itu, KPK menemukan Rp 500 juta dari laci para pegawai.

Jika sekarang muncul kasus korupsi lagi, kata dia, artinya lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini belum melakukan pembenahan. Sejumlah pejabatnya bisa dianggap tak kapok, bahkan makin berani melakukan korupsi. “Selama ini tidak ada perbaikan di institusi tersebut,” kata Emerson kepada Tempo pada Rabu, 30 Oktober 2013.

Polisi telah mencokok Kepala Subdirektorat Ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Sulastyono kemarin. Dia diduga menerima suap Rp 11,4 miliar dari seorang pengusaha. Pengusaha yang bernama Yusran Arif, pemilik  PT Tanjung jati Utama, itu juga ikut ditangkap.

Menurut Emerson, Heru tidak mungkin melakukan operasinya sendirian. “Pasti ada jaringan yang membuat Heru bertindak Heru menerima suap.” Apalagi pemberian suap dengan polis asuransi termasuk modus baru. Dengan begitu, kata dia, transaksi ini lebih sulit ditelusuri. “Pegawai lain yang terlibat juga besar kemungkinan memakai modus ini,” katanya.

Untuk mengatasi penyuapan terjadi lagi, Emerson menyarankan agar penegak hukum tak hanya berpuas terhadap pencegahan suap. “Penindakan yang tegas juga harus dilakukan Kepolisian dan KPK.” Sebelumnya, mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein kerap melaporkan ihwal rekening tambun pegawai Bea-Cukai. Namun sayang, laporan tersebut mandek di penegak hukum. Persoalannya, kata dia, apakah penyidik mau mengungkap ini atau tidak. “Tak ada yang tak bisa disentuh.”

Direktur Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan modus Yusran menyuap Heru untuk menghindari audit Kantor Bea Cukai. Ia kemudian melakukan buka tutup perusahaaan untuk menghindari audit.

Menurut sumber Tempo, pengusutan kasus ini berawal dari pelaporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal rekening gendut Heru. Selama periode 2009-2012, kata dia, PPATK mencatat transaksi di rekening Heru mencapai Rp 60 miliar, termasuk dari Tanjung Jati Utama. Atas penangkapan tersebut, Tjatur menyatakan apresiasinya. “Saya sampaikan apresiasi kepada polisi yang sudah menindaklanjuti laporan PPATK,” kata dia.(tempo.co)




Minimalisasi Kecurangan Pemilu 2014, KPUD Harus Umumkan Hasil Perhitungan Secara On-Line

pemilu 2014JAKARTA – Ruwetnya tahapan penyelenggaraan Pemilu 2014 dapat kita
saksikan. Ditemukannya berbagai kejanggalan pada proses tahapan Pemilih,
semakin mempertegas keraguan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan
Pemilu 2014 yang jujur, adil, bersih dan transparan.

Kisruh DPT Pemilu 2014 yang diakibatkan berbagai hal seperti, data pemilih
tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK), data pemilih ganda, pemilih di bawah
umur, hingga nota kesepahaman pengamanan pemilu antara KPU dengan Lemsaneg
semakin menajamkan keraguan banyak pihak terhadap independensi KPU.

Penetapan DPT jelas diatur pada pasal 33 ayat (2) UU No 8 tahun 2012
yaitu, penyusunan daftar pemilih harus memuat NIK. Namun, masih banyak
pemilih yang terdaftar di DPT belum memiliki NIK, mengharuskan KPU bekerja
keras untuk menyelesaikan persoalan tersebut, walaupun persoalan NIK
sebenarnya bersumber dari ketidak beresan Kemendagri selaku pengemban
tugas penyedia administrasi kependudukan nasional.

Sehubungan dengan hal itu, Ketua Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland
Sitorus mengatakan, “Pasal 48 ayat (1) UU No. 8 tahun 2012 mengamanatkan
penyediaan data pemilih, daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih
tetap harus terintegrasi dengan sistem informasi administrasi
kependudukan.”

“Apakah sudah terintegrasi? Apabila belum terintegrasi, itu menandakan
bahwa sistem informasi administrasi kependudukan kita masih amburadul dan
proyek e-ktp akan gagal. Ini tanggung jawab Kemendagri”, lanjut Hotland
Sitorus.

Namun bagi mereka yang belum terdaftar di DPT, masih diperbolehkan untuk
menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 nanti sebagaimana diatur pada
pasal 150 ayat (1), cukup menggunakan kartu tanda penduduk atau paspor.

“Pasal 150 ayat (1) ini merupakan celah kecurangan pemilu. Untuk itu,
setiap KPUD Kabupaten/Kota dan KPUD Provinsi sebaiknya mengumumkan hasil
perhitungan Pemilu 2014 daerahnya di website KPUD masing-masing. Kita
harus belajar dari pengalaman masa lalu dan potensi kecurangan Pemilu 2014
harus diminimalisir”, tegas Hotland Sitorus

Sementara itu, Sekjen FAIT, Janner Simarmata mengatakan, “FAIT akan turut
berpartisipasi dalam pengawasan setiap tahapan Pemilu 2014. Masyarakat
menginginkan Pemilu 2014 berjalan dengan jujur, adil dan transparan”

“Untuk itu, dalam waktu dekat, kami akan menjajaki komunikasi dengan Badan
Pengawas Pemilu (BAWASLU) untuk bekerja sama dalam pengawasan Pemilu 2014
ke semua daerah”, pungkas Janner Simarmata.(rls)




Pemuda diminta Tetap Jadi Ujung Tombak Perobahan

Galeri Foto Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) ************

Seluruh peserta tampak khusuk mengikuti rangkaian kegiatan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih bersempena peringatan hari sumpah pemuda ke 65
Seluruh peserta tampak khusuk mengikuti rangkaian kegiatan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih bersempena peringatan hari sumpah pemuda ke 65

Tembilahan (www.detikriau.org)—Mewakili Bupati Inhil, H Indra M Adnan, Asisten Tiga Setdakab Inhil, Djamilah menghadiri upacara peringatan hari Sumpah Pemuda Ke 85 dilapangan upacara jalan gadjah Mada, Tembilahan. (28/10) Yang lalu.

Dalam amaran Mentri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo sehubungan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh Inpektur Upacara, Ketua Pengadilan Negri Tembilahan, Jhoni Witanto, disampaikan kepada para pemuda agar dapat mewujudkan pemuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi sesuai dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda Ke-85.

Kepala Pengadilan Negri Tembilahan, Jhoni Witanto saat membacakan samanat  Mentri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo sehubungan dengan peringatan hari semupah pemuda ke 85
Kepala Pengadilan Negri Tembilahan, Jhoni Witanto saat membacakan samanat Mentri Pemuda dan Olahraga RI, Roy Suryo sehubungan dengan peringatan hari semupah pemuda ke 85

Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam ( 3 dari kanan), PLH Asisten II, Encik Kamal Syahindra (4 dari Kanan) didsampingi unsur muspida ikut menghadiri pelaksanaan upacara
Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam ( 3 dari kanan), PLH Asisten II, Encik Kamal Syahindra (4 dari Kanan) didsampingi unsur muspida ikut menghadiri pelaksanaan upacara

Asisten III Setdakab Inhil, Djamilah (jilbab merah),beserta pejabat dan unsur muspida yang turut menghadiri upacara peringatan hari sumpah pemuda di lapangan upacara jl gadjah mada Tembilahan
Asisten III Setdakab Inhil, Djamilah (jilbab merah),beserta pejabat dan unsur muspida yang turut menghadiri upacara peringatan hari sumpah pemuda di lapangan upacara jl gadjah mada Tembilahan

Asisten III, Djamilah berfose bersama, tenaga pendidik, pasukan pengibar bendera dan pelajar berpakaian adat usai pelaksanaan upacara
Asisten III, Djamilah berfose bersama, tenaga pendidik, pasukan pengibar bendera dan pelajar berpakaian adat usai pelaksanaan upacara

Asisten III, Djamilah, berfose bersama unsur muspida usai pelaksanaan upacara peringatan hari sumpah pemuda ke 85 dilapangan upacara jalan gadjah mada Tembilahan
Asisten III, Djamilah, berfose bersama unsur muspida usai pelaksanaan upacara peringatan hari sumpah pemuda ke 85 dilapangan upacara jalan gadjah mada Tembilahan

Para pelajar setingkat SMA dengan berpakaian adat berbagai daerah di Indoensia mendampingi pembacaan ikrar sumpah pemuda
Para pelajar setingkat SMA dengan berpakaian adat berbagai daerah di Indoensia mendampingi pembacaan ikrar sumpah pemuda

pelajar setingkat SMA, Pramuka serta Jajaran pengurus dan anggota KNPI Inhil mengikuti seluruh rangkaian peringatan sumpah pemuda dengan serius dan khitmat
pelajar setingkat SMA, Pramuka serta Jajaran pengurus dan anggota KNPI Inhil mengikuti seluruh rangkaian peringatan sumpah pemuda dengan serius dan khitmat

Secara khusus diaktakan Menpora, momentum sumpah pemuda diarahkan untuk menjadi tonggak karakter Bangsa. Pemuda Indonesia diharapakan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai pemuda yang cerdas ditengah berbagai upaya pendangkalan rasa simpatik dan empatik serta perlawanan terhadap sikap-sikap pragmatis. Pemuda Indonesia dihanruskan untuk tetap berusaha tegak sebagai pemuda yang inspiratif serta didalam kondisi apapun tetap berusaha untuk bekerja keras dan menunjukkan prestasi terbaik.

Asisten Tiga, Djamilah ketika ditemui usai upacara menyatakan bahwa pemuda merupakan ujung tombak sebuah perobahan. Peringatan kebangkitan kaum muda yang dilaksanakan setiap tahunnya ini hendaknya jangan hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus mampu dimanivestasikan dalam bentuk kerja keras sebagai  upaya melakukan perubahan kearah yang lebih baik bagi Bangsa Indonesia.

“Pemuda harus mampu membantu meningkatkan kecerdasan masyarakat. Kini bukan zamannya lagi bicara masalah suku, agama dan lainnya. Setiap pemuda harus mampu menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakatlingkungannya.” Pesan Djamilah

Turut hadir dalam acara ini, Unsur Muspida Kab Inhil, Pejabat Eselon dilingkungan pemerintahan Kab Inhil, Pegawai Negri Sipil (PNS), TNI dan Polri, jajaran Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Inhil  serta para pelajar yang hadir dengan mempergunakan berbagai pakaian adat berbagai daerah(dro)




1000an Siaga dan Penggalang Ikuti Perkemajusami

pramukaTembilahan (www.detikriau) – Madrasyah Aliyah Negri (MAN) Tembilahan melaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perkemajusami) bertempat di Bumi Perkemahan jalan Subrantas Tembilahan. Kegiatan yang direncanakan akan dibuka secara langsung oleh Kwarda Riau ini akan diikuti oleh 1000an anak-anak pramuka siaga dan penggalang.

Menurut penjelasan panitia bidang Koordinator seksi kegiatan dan perlombaan, Hidayat Hamid, Perkemajusami ini dilaksanakan untuk lebih memperkokoh tali silaturahmi antar sesama anggota pramuka. Disamping itu tentunya untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kompetensi anggota.

“Insyaallah kegiatan ini akan dibuka secara langsung oleh kak ArdiBasuki, Wakil Ketua Bina Muda Kwarda 04 Riau.” Ujar Hidayat, Kamis (31/10)

Guna mengetahui sejauhmana kemampuan dan tingkat kompetensi yang dimiliki anak-anak pramuka setingkat, ditambahkan Hidayat, dalam perkemahan yang akan dimulai pada, Jum’at (1/11) hari ini, juga akan dilaksankan berbagai perlombaan. Baik itu perlombaan sehubungan dengan kepramukaan maupun perlombaan ketrampilan lainnya.

‘selain peserta dari kwartir Tembilahan, kita juga mengundang pramuka setingkat siaga dan penggalang dari Kecamatan lainnya di Inhil. Kita perkirakan jumlahnya akan lebih dari 1000 orang.” Pungkas Hidayat.(dro)