Encik Kamal Buka Diklat PTFSKL

Foto: Humas Pemkab Inhil
Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Bupati Inhil diwakili Plh Asisten II Setda, H Encik Kamal Syahindra membuka Diklat Pembinaan Teknis dan Fungsional Satuan Keamanan Lingkungan (Poskamling), dalam mencegah dan menangkal gangguan kamtibmas di Kabupaten Inhil, Selasa (12/11). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan.

Pada kesempatan itu, Encik berharap, kegiatan tersebut dapat menyatukan visi, misi dan persepsi, dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif, terutama saat menghadapi perhelatan akbar, yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran II, Pemilihan Anggota Legislatif, serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mendatang.

“Saya menghimbau kepada seluruh anggota Satlinmas kiranya dapat menciptakan suasana kondusif, dengan memelihara persatuan dan kesatuan serta menjaga kerukunan antar umat beragama,” tutur Encik.

Selanjutnya, Satlinmas juga diharapkan memiliki pengetahuan dan kemampuan, serta mempunyai kepekaan, kesiagaan dan antisipasi dalam menghadapi segala potensi dan indikasi timbulnya bencana, serta gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Kepada Kepala Desa atau Lurah sebagai Pembina Anggota Satlinmas, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan memenej Satlinmas dengan baik, sehingga pelaksanaan tugas Satlinmas dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Kamar Arifin menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan agar Satlinmas termotivasi dan mempunyai orientasi ke depan serta meningkatkan perannya dalam semua aspek kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sebanyak 80 orang, terdiri dari unsur masyarakat yang aktif melaksanakan kegiatan linmas,” terangnya.(dro)




Topan Filipina Tewaskan Sekitar 10.000 orang

Topan Super Haiyan saat bergerak ke pantai Filipina dalam citra Spectroradiometer (MODIS) satelit Aqua NASA pada 7 November 2013. Menurut Joint Typhoon Warning Center, Haiyan bergerak dengan kecepatan angin 280 kilometer per jam saat pengukuran dilakukan. (LANCE/EOSDIS MODIS Rapid Response Team at NASA GSFC)
Topan Super Haiyan saat bergerak ke pantai Filipina dalam citra Spectroradiometer (MODIS) satelit Aqua NASA pada 7 November 2013. Menurut Joint Typhoon Warning Center, Haiyan bergerak dengan kecepatan angin 280 kilometer per jam saat pengukuran dilakukan. (LANCE/EOSDIS MODIS Rapid Response Team at NASA GSFC)

Tacloban – Tim penyelamat berjuang untuk mencapai kota-kota dan desa yang hancur di Filipina tengah pada Senin ketika mereka mencoba untuk memberikan bantuan kepada korban topan kuat yang menewaskan sekitar 10.000 orang dan 600.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

PBB, sebagaimana dilaporkan Reuters, mengatakan bahwa beberapa korban tidak punya makanan, air atau obat-obatan. Operasi-operasi bantuan terhambat karena jalan, bandara, dan jembatan hancur atau tertutup reruntuhan.

Presiden Benigno Aquino yang menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam tiga tahun pemerintahannnya, mengerahkan tentara ke Kota Tacloban yang hancur untuk menghentikan penjarahan dan mengatakan ia akan memberlakukan hukum militer serta keadaan darurat untuk menjamin keamanan.

Topan Haiyan telah menghancurkan sekitar 70 hingga 80 persen struktur-struktur di Provinsi Leyte, Jumat pekan lalu, kata kepala polisi Inspektur Elmer Soria. Setelah melemah badai bergerak ke barat menuju Vietnam.

Gelombang besar dari salah satu badai terkuat yang pernah terjadi, menyapu desa-desa pesisir Filipina. Beberapa pejabat menyamakan kehancuran itu dengan ketika terjadi tsunami di Samudera Hindia pada 2004.

“Dari helikopter, Anda dapat melihat sejauh mana kerusakan. Dari pantai dan bergerak sekilometer di daratan, tidak ada struktur yang berdiri. Rasanya seperti tsunami,” kata Menteri Dalam Negeri Manuel Roxas yang berada di Tacloban, ibukota Leyte.

“Saya tidak tahu bagaimana untuk menggambarkan apa yang saya lihat. Ini mengerikan….”

Pemerintah Filipina dan badan bencana belum mengkonfirmasi perkiraan terbaru mengenai korban tewas akibat badai, yang putaran anginnya berkecepatan 195 mil per jam (313km per jam) dengan hembusan mencapai 235 meter per jam.

Soria mengutip pejabat setempat mengatakan, diperkirakan korban tewas sejauh ini 10.000 orang. Itu bisa bertambah bila tim penyelamat bisa mencapai desa-desa terpencil di sepanjang pantai.

Hampir 620.000 orang mengungsi dan 9,5 juta “terpengaruh” di sembilan wilayah, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam satu pernyataan. Pejabat lokal mengamati sebuah kuburan massal dengan antara 300 hingga 500 mayat di satu area di Tacloban saja.

Di Tacloban, pria, wanita, dan anak-anak berjalan berhati-hati di antara puing-puing dan reruntuhan rumah, mencari orang-orang yang mereka cintai dan barang-barang tersisa. Tidak satu pun bangunan yang luput dari kerusakan di kota pesisir berpenduduk 220.000 orang, yang berada sekitar 580km tenggara Manila.

Saksi dan pejabat menggambarkan situasi kacau. Kota terdekat dan desa terendam, meninggalkan mayat mengambang dan jalan yang tertutup pohon-pohon, tiang-tiang listrik yang tumbang, serta rumah telah rata dengan tanah.

Para korban mengantre mendapatkan bantuan beras dan air. Beberapa penduduk menutup mukanya dengan kain untuk mencegah bau mayat-mayat akibat satu bencana terburuk yang melanda negara rawan topan di Asia Tenggara.

Seorang wanita yang hamil delapan bulan menjelaskan dengan berlinang air mata bagaimana 11 anggota keluarganya telah hilang, termasuk dua anak perempuannya, demikian Reuters melaporkan.(antaranews.com)




Polres Inhil Bekuk 2 Penadah Curanmor

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua orang sindikat penadah curanmor kelas berat antar provinsi, akhirnya berhasil diringkus oleh Satuan Opsnal Reskrim Polres Inhil. Dari tangan kedua pelaku berhasil dimankan 6 unit kendaraa bermotor.

Kedua pelaku yang kini sudah meringkuk di jeruji sel Polres Inhil, diketahui bernama Imam Sobirin (25) merupakan karyawan mandor PT. Estate THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran dan satu rekannya Wahyudi (21) warga Desa Tagagiri Tamaraja Kecamatan Pelangiran.

Terungkapkannya sindikat pelaku sebagai penadah Curanmor kelas wahid tersebut berawal adanya informasi masyarakat bahwa selama ini mereka kerap melakukan penjualan motor berbagai jenis, hasil curian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Atas dasar informasi itu, kemudian Tim Opsnal Reskrim Polres yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Suryawan Fadlin melakukan pengembagan di TKP. Dari hasil penyidikan, akhirnya kedua pelaku diciduk tanpa perlawanan saat sedang dirumahnya masing-masing.

“Saat ditangkap petugas dirumahnya kedua pelaku tidak melakukan perlawanan. Apalagi barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan pelaku sudah ditemukan,”ujar Kanit Reskrim.

Kepada petugas, kedua pelaku mengakui bahwa selama ini sudah menjual motor hasil curian kepada beberapa pembeli. harganya bervariasi, mulai 3juta hingga 4juta,-. Dari hasil penjualan motor bodong ini, kedua pelaku mengaku sedikitnya mampu meraup untung sedikitnya 500an ribu.

Sementara itu Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK,  membenarkan perihal penangkapan terhadap kedua pelaku berprofesi sebagai penadah. Oleh karena itu Ade menghimbau kepada masyarakat jika memang merasa memiliki kendaraan yang sudah ditemukan petugas, silahkan datang ke Mapolres dengan membawa surat kendaraannya.

“Bagi warga yang pernah merasa kehilangan motor, silahkan datang ke Polres Inhil. Syaratnya dengan membawa BPKP atau STNK motor yang ada. Jika memang nantinya cocok nomor mesin dan nomor rangkanya benar, tentu kendaraan tersebut bisa diambil,”tegasnya.

Tambah Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, untuk tersangka pelakunya hingga kini belum terungkap, pasalnya masih dalam pengejaran Tim Opsnal Reskrim Polres Inhil. “Yang jelas identitas pelaku sudah ada dan masih dalam pengejaran,”katanya.

Kendaraan bermotor yang sudah diamankan di Mapolres Inhil diantaranya, RX King nomor rangka 3KA-353294 dan nomor mesin 3KA-327431, Vario BM 3204 GW nomor rangka MH15FB116CK349939 dan mesin TFB 161346432, lalu Honda Supra BM 4762 GM nomor rangka MH1JB81B9K414003 dan nomor mesin JB8161409672, kemudian Yamaha RX King BM 2888 GD, nomor rangka MH33KA0103K54005 dan nomor mesin 3KA-538138.(dro/tok)




Wabup Himbau Warga Inhil Tidak Alihfungsikan lahan Persawahan

Wakil Bupati Inhil, H ROsman MalomoTembilahan (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo meminta kepada seluruh masyarakat Inhil untuk tidak melakukan pengalihfungsian lahan persawahan ke non sawah. Hal ini sangat diperlukan untuk menjamin ketersedian pangan dan mensukseskan target surplus 10 juta ton beras secara Nasional dan progam OPRM.

Permintaan ini disampaikan Wabup dihadapan ribuan masyarakat petani Inhil dalam kesempatan kegiatan Pencanangan Tanam Padi Serentak IP 200 di Kelompok Tani Cik Arief Jaya dan Subur Jaya, Dusun Cakah Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, Sabtu ( 9/11) kemaren. Dengan ketersedian areal persawahan yang ada di Inhil saat ini, agar mampu dikelola dan memberikan hasil yang baik tentunya sangat diperlukan perhatian dari semua pihak terutama pemerintah.

Ketua DPRD Inhil H Raus Walid (kiri) dan Wabup Inhil, H Rosman Malomo (Kanan) melakukan penanam padi IP 200.
Ketua DPRD Inhil H Raus Walid (kiri) dan Wabup Inhil, H Rosman Malomo (Kanan) sesaat sebelum melakukan penanam padi IP 200 dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Kecamatan Batang Tuaka

 

“Dari dulunya Inhil merupakan salah satu lumbung padi di Riau. Sampai hari inipun Inhil masih terus berupaya mempertahankan predikat itu. Dengan satu-satunya Kabupaten yang mengalami surplus beras dibandingkan Kabupaten lainnya di Riau, disamping sebuah kebanggaan, ini juga harus dijadikan sebuah pemicu untuk terus berupaya yang lebih baik kedepannya terutama dalam peningkatan produksi pangan,” Sampaikan Wabup

Dalam kesempatan ini, Wabup juga menyampaikan agar para petani untuk tidak melakukan pengalihfungsian lahan sawah ke non sawah. Menurut wabup, areal persawahan yang ada saat ini haruslah tetap dipertahankan dan sebaiknya ditingkatkan. Untuk melakukan usaha pertanian lainnya selain tanaman padi, ketersedian lahan di Inhil masih sangat banyak.

“Pemkab Inhil tentunya sangat mendukung gerakan-gerakan semacam ini terutama dalam upaya meningkatkan produksi pangan,”Pungkas Wabup.

Pencanangan Kegiatan Tanam Padi Serentak IP 200 yang dilaksanakan bertempat di Dusun Cakah Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka pada kelompok tani Cik Arief Jaya dan Sumber Jaya ini, selain dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo juga dihadiri oleh Ditjen Kementrian Pertanian RI, Anggota DPR RI, Ketua DPRD Inhil, Unsur Muspida Inhil, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Inhil, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Riau, Kadis Peternakan Peternakan Provinsi Riau, dan Kadis TPHP Inhil beserta beberapa orang pejabat dilingkungan pemerintah Kab Inhil. Dalam kesempatan ini, juga diselaraskan dengan penyerahan berbagai bantuan bagi kelompok tani yang bersumber dari Dana APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten serta Bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Riau.(dro)




BP3AKB Terima 168.825 Alat Kontrasepsi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Untuk penyelenggaraan pelayanan Keluarga Berencana (KB), Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menerima alat kontrasepsi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Riau sebanyak 168.825 alat kontrasepsi.
Kepala BP3AKB, R Rida Indrayanti melalui Kepala Bidang KB dan KS, Nurhadi mengatakan, alat kontrasepsi tersebut di terima dari Provinsi 4 kali dalan setahun, yang kemudian dikirim kembali ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Inhi setiap bulannya.
“Alat kontrasepsi ini kita salurkan untuk kecamatan, seperti di unit pelayanan statis Rumah Sakit, Puskesmas dan Pustu, serta diberikan pada kegiatan seperti pada mementum bhakti BI KB Kes, Bhakti sosial, TNI Manunggal dan kesatuan gerak PKK secara gratis,” tutur Nurhadi kemaren
Dijelaskannya, pemberian alat kontrasepsi tersebut merupakan salah satu langkah untuk menekan peningkatan jumlah penduduk, dimana di Inhil sendiri paling bagus dalam penekanan jumlah penduduknya. Penekanan angka kelahiran sendiri disebutkan Nurhadi dilihat dari 2 kategori yaitu berdasarkan Total Fertilization Read (TFR) serta sensus penduduk.
“Jika berdasarkan TFR, angka melahirkan di Inhil 2,6 persen, artinya setiap Ibu mempunyai rata-rata tidak sampai 3 anak dan berdasarkan sensus penduduk pertahunnya penambahan penduduk Inhil 1,38 persen,” terangnya.
Adapun alat kontrasepsi tersebut, seperti Pil KB, Suntikan, Inplan dan IUD. Semua itu, diberikan kepada masyarakat yang mengikuti program KB secara gratis.(dro)




Warga Kesal, Caleg Pasang Stiker Kampanye Disembarang Tempat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemasangan stiker calon anggota legislative diminta masyarakat tidak ditempatkan disembarang tempat. Disamping menyebabkan kesan kotor, justru menyebabkan timbulnya rasa tidak seimpatik dari masyarakat.

Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga jalan Batang Tuaka Kecamatan Tembilahan, Ahad (10/11). Diaktakannya, tim-tim sukses salah satu calon anggota legislative bahkan sama sekali tidak memintakan ijin untuk melakukan alat peraga kampanye seperti pemasangan stiker.

“stiker calon anggota dewan ini dipasang seenaknya disembarang tempat. Bahkan didepan pintu rumah. Terus terang saya sangat kecewa. Jangankan meminta ijin, sekedar memberitahukanpun tidak.”Sampaikan Tina

Tindakan seperti ini ditambahkan Ibu tiga anak ini bukannya menambah simpati masyarakat tetapi membuat masyarakat justru merasa kesal dan mungkin saja tidak akan memberikan pilihan.

Kelurah Tini ini juga hamper senada dengan apa yang disampiakan Herman, Warga Jalan Baharudin Jusuf Tembilahan. Diakuinya, tindakan tim sukses yang memasang alat peraga serampangan seperti ini malah menimbulkan kesan kotor dan mengganggu keindahan pemandangan mata.

“boleh-boleh saja memasangalat peraga kampanye, tapi seharusnya berlaku lebih bijak. Kalau seperti ini, berharap masyarakat mau memilih malah jadi kecewa. Saya berharap, khususnya kepada pihak-pihak terkait terutama panwaslu setidaknya menyampaikan sosialisasi mengenai hal ini. Bukankah ada aturan yang harus dipatuhi untuk hal itu,” Ujar Herman.

Dari pantauan Vokal, tidak sedikit alat-alat peraga calon anggota legislative Pileg 2014 terpasangan diberbagai tempat. Bukan hanya disepanjang badan jalan, bahkan rumah-rumah pribadi masyarakat juga tidak luput ditempeli. Penempelan alat peraga yang tidak beraturan seperti ini menimbulkan kesan yang kurang baik dan kotor.(dro)