Polres Inhil Terima Tambahan 41 Brimob Polda Jambi

“Amankan Pilgubri Putaran Ke-Dua”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK, M.Si sambut kedatangan personil tambahan pengamanan Pemilihan Umum Gubernur Riau dari BKO Brimob Polda Jambi, sebanyak 41 personil.

Penambahan pasukan ini dilakukan untuk memaksimalkan pengamanan pelaksanaan ajang pesta demokrasi  yang dilakukan serentak dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau pada Kamis (27/11) mendatang.

Dalam sambutannya, Kapolres  mengatakan, untuk menjaga adanya potensi konflik dalam pesta demoraksi pilgub sehingga diperlukan adanya penambahan personil dari luar. Mengingat Jumlah personil Polres Inhil masih kurang apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.

“Kita berharap pada Pilgub putaran kedua mendatang akan tercipta suasana damai dan aman yang tentunya  merupakan harapan kita semua. Kekompakan personil sangat perlu diutamakan untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Kapolres.

Sementara itu Kabag Ops AKP Kurnia Styawan SIK menambahkan, jumlah personil Polres Inhil dalam pengamanan Pilgub dan Wakil Gubernur akan dikerahkan kekuatan sekitar 508 personil ditambah BKO Brimob Polda Jambi sebanyak 41 personil.

“Kita harapkan dengan adanya penambahan personil ini akan mampu mengatasi segala bentuk konflik yang berkemungkinan terjadi di bumi seribu jembatan termasuk semua indikasi-indikasi yang  menimbulkan konflik dapat ditangani dengan cepat,” harapannya.

Lanjut Kabag Ops, 41 BKO dari Brimob Polda Jambi tersebut nantinya akan bertugas mulai dari Selasa (19/11) dan akan berakhir hingga (13/12) mendatang.(dro/tok)




AJI Kritik Program ‘Pelesiran’ Wartawan Pekanbaru

Pekanbaru – Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Pekanbaru mengkritik program field trip wartawan yang diadakan pemerintah Riau. Dalam waktu dekat, Biro Hubungan Masyarakat Provinsi Riau berencana bakal mengajak sejumlah wartawan “pelesir” ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Biro Humas Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, program tersebut merupakan sinkronisasi kerja kehumasan bersama pemerintah Nusa Tenggara Barat. Dalam pertemuan itu, kata Fahmi, kedua instansi diharapkan bisa saling bertukar pikiran soal kinerja kehumasan bersama awak media.

“Nantinya kita bisa mencari perbandingan program kinerja humas untuk meningkatkan kerja sama bersama media,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 18 November 2013.

Menurut Fahmi, kegiatan itu hanya meneruskan agenda yang sudah diprogramkan oleh humas sebelumnya. Namun, Fahmi enggan menyebutkan jumlah dana yang dialokasikan buat kegiatan itu.

“Kegiatan ini melanjutkan program humas sebelumnya, bukan untuk jalan-jalan. Pekan lalu kita juga mendapat kunjungan dari Humas Jawa Barat,” Fahmi berkilah.

AJI Pekanbaru menilai kegiatan tersebut tidak memiliki tujuan yang jelas dan tidak bermanfaat. Terlebih pelesiran itu menggunakan anggaran daerah yang cukup besar.

“Program yang sangat tidak kreatif, tidak patut anggaran APBD digunakan untuk rekreasi yang tidak jelas maksud dan tujuannya,” ujar Ketua AJI Pekanbaru, Fachrurrozi.

Rozzi menyesalkan program serupa kerap diadakan setiap tahun. Menurut dia, sebaiknya Biro Humas Pemerintah Riau mengevaluasi kegiatan tahunan yang terkesan menghambur-hamburkan uang.

Menurut Rozi, semestinya pemerintah Riau mampu berpikir kreatif sehingga mampu membuat program semacam peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan, seperti mengadakan pelatihan jurnalisme atau lomba karya jurnalistik. “Dijamin lebih bermanfaat ketimbang jalan-jalan yang menghabiskan anggaran besar,” ujarnya.

Rozzi berharap wartawan bersikap netral dan independen dalam mengawal program pemerintah, apalagi program tersebut menggunakan anggaran daerah. Kata Rozzi, program yang sama juga terdapat di daerah lain, tetapi mendapat kritikan dari wartawan setempat.(tempo.co)




Bupati: Ingin Sukses, Jangan Lupa Pintakan Doa Restu Orang Tua

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jika ingin meraih kesuksesan dalam menjalani kehidupan, jangan sekalipun pernah lupa untuk memintakan do’a dan restu dari kedua orangtua termasuk saat akan menentukan pilihan dalam mengambil keputusan tentang masa depan.

Pesan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan belum lama ini. Dikatakan Bupati, salah satu tanda anak yang berbakti yakni sianak akan selalu memintakan pertimbangan dan masukan dari ayah dan ibunya saar akan memulai suatu pekerjaan atau mengambil keputusan yang penting dalam perjalanan hidup atau karirnya agar dapat menjadi barokah.

“Restu kedua orang tua adalah restu Tuhan. Hal ini jangan pernah dilupan. Jangan sekalipun pernah bersikap dan berkata kasar apalagi sampai melukai perasaan dan hati mereka,” Pesan Indra.

Dalam kesempatan itu, Indra juga berpesan agar setiap anak terus berupaya untuk mencintai dan menyayangi kedua orantua dengan pengabdian sebaik-baiknya. Rawat dan pelihara mereka sebagaimana dulu mereka merawat dan menjaga kita semasa kecil. Jangan sampai menjadi anak durhaka agar mendapatkan keselamatan hidup didunia dan akhirat.




Abrasi Ancam Kawasan Pesisir Inhil

GambarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hutan mangrove (bakau) di Kabupaten Indragiri Hilir, kondisinya kini semakin mengkhawatirkan. Hal itu dikarenakan masih belum adanya upaya rehabilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah secara maksimal serta semakin diperparah dengan adanya ekploitasi secara terus menerus yang dilakukan oleh warga ataupun pihak perusahaan.

Akibat perihal tersebut diatas, akhirnya memberikan dampak negatif yang cukup signifikan, mulai dari rusaknya habitat ekosistem mangrove termasuk fauna yang hidup di dalamnya, lebih-lebih lagi kerusakan mangrove tentunya makin mempercepat abrasi daratan terutama di  daerah pesisir.

Seperti dikatakan oleh Nurbaini (45) seorang pemerhati hutan warga Kecamatan Pelangiran, makin cepatnya proses abrasi dikawasan tepi sungai seperti yang terjadi di perairan Mandah hingga menuju Desa Teluk Lanjut hampir bisa dipastikan diakibatkan  terus berkurangnya kawasan hutan mangrove. Karena salah satu fungsi hutan mangrove adalah penahan sungai dari serangan abrasi.

“Jika hutan mangrove terus di eksploitasi seperti sekarang ini tanpa memikirkan pelestariannya, kedepan sudah barang tentu akan semakin banyak daratan yang tenggelam oleh terjangan abrasi.”katanya.

Saat ini dikatakan Nurbaini, tanaman mangrove di sepanjang bibir pantai dan sungai hanya berjarak sekitar 30 hingga 50 meter dari bibir pantai. Sedangkan bagian dalamnya hampir semuanya sudah ludes.

“mulai dari sekarang harusnya ada upaya menyeleluruh dari seluruh elemen untuk menyelamatkan hutan mangrove. Kalau tidak, kedepan nantinya jangan sampai kita menyesali buah dari perbuatan pembalakan liar,”jelasnya.

Pantauan lapangan, kondisi mangrove kawasan pesisir Inhil kini memang sudah sangat mengkawatirkan. Meski sudah ada upaya dari Dinas Kehutan Inhil untuk melakukan kegiatan reboisasi, namun dinilai masih belum mampu mengimbangi lajunya ekploitasi. Untuk melestarikan kawasan hutan bakai perlu adanya tindakan yang lebih tegas dan serius dari semua pihak. Reboisasi harus diimbangi dengan adanya pengawasan agar tindakan ekploitasi yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dapat ditekan. (dro/tok) 




Polisi Ringkus Bandar Narkotika di Keritang

sabusabuTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekitar pukul 22.00 Wib pada sabtu (16/11), seorang pelaku diduga sebagai Bandar narkoba diringkus dirumahnya oleh satuan Narkoba Polres Inhil, di Parit 1 Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang.

Dari tangan pelaku berinisial SN (33), kini sudah mendekam di jeruji sel pesakitan Mapolres Inhil. Saat dilakukan penggerebekan, petugas yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos beserta 8 orang anggotanya, berhasil ditemukan barang bukti berupa 11 paket sedang sabu-sabu serta 24 buti Extacy.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman menjelaskan kronologi penangkapan terhadap pelaku, berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa selama ini pelaku diduga memiliki barang haram tersebut.

Dari informasi itu, selanjutnya Satuan Unit Narkoba melakukan pengembangan di TKP. Setelah hasilnya dianggap benar, kemudian dilanjutkan penggrebekan sekaligus penggledahan dirumah pelaku.

“Begitu dilakukan penggledahan dirumahnya, ditemukan barang bukti berupa 11 paket sedang sabu berikut 24 butir Exracy. Karena sudah terbukti maka selanjutnya pelaku diamankan untuk proses lebih lanjut,” kata Ipda Warno Akman.

Hingga kini, petugas Satuan Narkoba Polres Inhil masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. Sebab kuat dugaan pelaku terkait jaringan narkoba.(dro/tok)




2014, Pencetakan e-KTP Dilimpahkan Ke Daerah

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – 2014 mendatang, direncanakan  pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP akan menjadi kewenangan daerah masing-masing.

Untuk keperluan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Inhil, H Dianto Mampanini mengatakan bahwa pihaknya pada pertengahan Oktober lalu sudah mengikuti pelatihan perekaman dan pencetakan e-KTP, di Jakarta.

“Saat ini kita berharap segala kebutuhan peralatan
pencetakan bisa diusulkan dan diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Inhil tahun 2014,” tutur Dianto kemarin.

Dengan begitu, lanjut Dianto, ketika nantinya pencetakan e-KTP sudah
menjadi kewenangan daerah, maka pihaknya bisa langsung melakukan perekaman dan pencetakan terhadap masyarakat dan para wajib KTP yang belum memiliki salah satu dokumen kependudukan tersebut.

“Apabila sudah dilakukan pencetakan di daerah, kita harapkan masyarakat tidak perlu lagi menunggu. Sehingga, animo masyarakat yang sekarang berkurang dalam melakukan perekaman bisa teratasi,” terangnya.

Kendati demikian, ditegaskan Dianto, bahwa pihaknya akan tetap melakukan perekaman e-KTP secara langsung atau sistem jemput bola hingga akhir Desember nanti. Karena mengingat pada 1 Januari 2014 mendatang akan diberlakukan pemakaian e-KTP secara nasional.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar secepatnya melakukan perekaman data. Selain itu, kita juga sudah menurunkan tim ke beberapa daerah dan kecamatan, seperti Kecamatan Tembilahan, Kuala Indragiri (Kuindra) dan Keritang, untuk langsung menemui masyarakat dan merekam data mereka,” tambahnya.

Adapun kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program e-KTP, dijelaskan Dianto, diantaranya keterlambatan Pemerintah Pusat saat melakukan pencetakan dan pengiriman e-KTP, serta masih banyaknya masyarakat yang belum merasakan langsung manfaat dari e-KTP. Dimana, perbedaannya  dengan KTP biasa, baru akan terlihat ketika nanti sudah menggunakan alat pembaca KTP atau *card reader*.

“Kita juga sangat menyayangkan, masih banyak dan mungkin hampir keseluruhan pelayanan-pelayanan publik, baik itu di instansi Pemerintah Daerah ataupun Vertikal yang belum menggunakan e-KTP, sehingga tidak nampak perbedaannya,” pungkasnya.(dro)