Desa Sungai laut Butuhkan Penambahan Jerambah Beton

tampak-kades-sungai-laut-amiruddin-berbincang-dengan-warga-diatas-jerambah-beton-yang-menjadi-kebanggan-masyarakat-mereka-berharap-pemerintah-membangun-kembali-tambahan-jerambahan-ini1Tembilahan (www.detikriau.org) – Seperti daerah pesisir lainnya di Kabupaten Inhil, untuk kebutuhan sarana tranportasi, Desa sungai laut Kecamatan Tanah Merah mengandalkan sarana jalan berupa jerambah. Material jerambah berbahan kayu yang dipergunakan selama ini cenderung tidak mampu untuk bertahan lama. Untuk itu, masyarakat sangat mengharapkan pemerintah untuk memprogramkan pembangunan jerambah beton.

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa (Kades) Sungai Laut, Amirudin, dari total kurang lebih 1000 meter kebutuhan jalan jerambah, sekitar dua ratusan meter jerambah beton sudah terbangun. Tahun 2010, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil, dibangun sepanjang 130 meter. Kemudian tahun 2011 kembali ditambahan sepanjang 80 meter dan 12 meternya lagi ditahun yang sama dibangun masyarakat secara swadaya. Tahun 2012, berdasarkan hasil musyawarah, pemerintah desa (Pemdes) kembali melakukan penambahan jerambah beton sepanjang 73 meter.

“Secara keseluruhan, kita sudah memiliki jerambah beton kurang lebih sepanjang 295 meter. Namun jerambah ini masih jauh dari cukup. Kita berharap, meskipun secara bertahap, pemerintah dapat terus melakukan pembangunan jerambah beton yang sangat dibutuhkan masyarakat ini,” Sampaikan Amiruddin melalui sambungan telepon selularnya, kamis (12/12)

Jika pembangunan jerambah tetap dilakukan dengan material kayu, Amirudin mengatakan untuk kondisi saat ini relatif tidak lagi ekonomis. Disampaing harga bahan kayu yang semakin mahal, daya tahannyapun tidak akan lama. Secara hitung-hitungan, meskipun penggunaan material beton dari sisi biaya relatif masih lebih mahal tetapi sisi manfaatnya akan dapat dirasakan masyarakat pastinya akan lebih lama ditambah biaya perawatan tidak memerlukan biaya yang besar.

“Jika kebutuhan jerambah beton Desa kami ini bisa terpenuhi, kemudahan tranportasi ini tentu akan menjadi pendukung utama pertumbuhan roda perekonomian masyarakat.” Ujar Amiruddin. (dro)




Sekda Buka Kegiatan Peningkatan KMP3

aidsTEMBILAHAN (ww.detikriau.org) -Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Alimuddin RM membuka penyelengaraan kegiatan  Peningkatan Kapasitas Manajement Public Private Pertnership Dalam Rangka Program PMTS Paripurna yang  ditaja oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Inhil dan dilangsungkan di Hotel Telaga Puri Tembilahan, Rabu (11/12).

Dalam sambutannya Sekda mengatakan, berdasarkan daata KPA Inhil, saat ini sudah ditemukan 77 kasus HIV dan AIDS dan ini tentunya sudah menajadi masalah serius dan harus segera ditanggulangi.

“Untuk menanggulangi HIV dan AIDS ini haruslah dengan kerjasama antara semua pihak mulai dari pemuka agama, instansi pemerintahan hingga masyarakat,” ujar Sekda.

Sementara itu Ketua KPA Kabupaten Inhil H Umar Pulungan mengatakan dengan mengevaluasi hasil pertemuan lokakarya yang dilaksanakan tanggal 1 hingga 3 Oktober lalu maka diharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan penyamaan persepsi tentang program PMTS Paripurna dalam  meningkatkan peran bersama antara pemerintah swasta, masyarakat sipil dan media dalam pembahasan, perencanaan, implementasi program PMTS Paripurna di wilayah pengembangan program.

“Kasus HIV dan AIDS saat ini porsi terbesar penularannya melalui transmisi seksual disuse melalui narkoba suntik secara bergantian, penularan dari Ibu ke Anak serta Transfusi darah.  Oleh karena itu kita sangat merugi apabila hal ini terus terbiarkan, hal inilah yang akan dilakukan dengan program nyata agar penularannya dapat ditekan bahkan di stop kususnya di Inhil,” sampaikan Umar.

Acara ini diikuti oleh 30 orang perwakilan dari Dinas, Badan, Instansi terkait, DPRD, Perusahaan, Organisasi Kemasyarakatan dan LSM yang ada di Inhil serta narasumber berjumlah 4 orang yaitu dari KPA, Tim HIV Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta dari Kementerian Agama Inhil. (dro)




Tingkatkan PAD, Kendaraan Non BM Ditertibkan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendapatan Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan Sat Lantas Polres Inhil mulai melakukan penertiban kendaraan non BM yang beroperasional di Inhil khususnya dan Riau pada umumnya.

Untuk di Kota Tembilahan, petugas gabungan melaksanakan Operasi penertiban bagi setiap kendaraan non BM mulai Senin (3/12), di lokasi titik-titik tertentu seperti kawasan Jalan simpang antara jalan M.Boya dengan Jalan Sudirman, dan kawasan sentral lainnya.

Kepada Harian Vokal.  Selasa (10/12) H Said Hasan, kepala KUPT Dinas pendapatan Kabupaten Inhil membenarkan terkait dengan adanya kegiatan penertiban bagi setiap kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, memiliki No Polisi non BM.

“Sesuai dengan intruksi dari atasan yang sudah kita terima, kita wajib menggelar Operasi penertiban kendaraan yang masih ber plat nomor Polisi di luar Propinsi Riau,” sampaikan Said Hasan

Ia katakan kembali bahwa maksud dari pelaksanaan Operasi penertiban ini yakni untuk mendata kendaraan non BM. Kemudian setelah terdata kita tanyakan kepada pemilik kendaraan apakah cuman sekedar melintas atau memang sudah berdomisili di Riau atau Kabupaten Inhil.

“Jika pemilik kendaraan ternyata hanya melintas di kawasan Kabupaten Inhil tentu kita tidak akan menghalang-halangi, akan tetapi jika mereka sudah berdomisili di Kota Tembilahan atau Propinsi Riau ternyata masih menggunakan kendaraan non BM, tentu akan kita tegur dan diarahkan untuk segera memutasikan kendaraannya menjadi BM,”jelasnya.

Selanjutnya setelah mereka memutasikan kendaraannya menjadi plat nomor Polisi BM, tentu saja kedepan akan membayar pajaknya di Kabupaten Inhil yang pada gilirannya akan menambah pendapatan  pajak atau PAD yang kita miliki.

“Jangan sampai mereka membayar pajaknya di daerah lain atau menguntungkan orang luar, namun menggunakan jalan yang kita bangun dengan APBD kita, makanya kita lakukan penertiban,”tegasnya.(dro/tok)




Istri Bupati Buka Pelatihan Kecantikan di lapas Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Selasa, 10 Desember 2013,  Ketua Dewan Penasehat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. Inhil, Hj Zulaikhah Wardan membuka secara resmi Pelatihan Tata Rias Kecantikan Perempuan bagi Warga Binaan Lapas kelas II A Tembilahan yang dilaksanakan oleh BP3AKB Kab.Inhil bertempat di Aula Lapas Kelas II A Tembilahan.

 

dalam sambutannya, HJ. Zulaikhah menyampaikan bahwa selaku dewan penasehat GOW Kabupaten Indragiri Hilir, ianya sangat menyambut pelaksanaan kegiatan ini. Dengannya tentu diharapkan akan dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar peserta dengan nara sumber, peserta dengan panitia terlebih lagi tentu akan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang Tata Rias Kecantikan bagi ibu-ibu yang sedang menjalani kehidupan di LP ini.

“Kita berharap, para napi wanita ini akan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai kegiatan yang bermanfaat dan memberikan dampak positif selama masa menjalani kehidupan di LP,” Sampaikan Hj Zulaikah 

Disamping itu, istri Bupati Inhil, HM Wardan ini juga berharap kiranya melalui Kegiatan nantinya bagi peserta juga akan dapat dijadikan bekal jika tiba saatnya harus kembali menjalani kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing serta dapat dijadikan mata pencaharian untuk menambah pendapatan keluarga. Untuk itu Ianya  mengharapkan napi wanita kelas IIA Tembilahan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya kegiatan ini dapat tercapai.

Kegiatan mengikutkan sebanyak 30 orang Napi perempuan dengan  narasumber berasal dari Beauty Consultan Produk kecantikan Inez Pekanbaru. (dro)




Hasil Razia Gabungan, Sebagian Besar Tak Miliki SIM

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Hasil operasi rutin 60 pengedara yang ditilang, sebagian besar pelanggaran pengendara kendaraa adalah mereka tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sisanya pelanggaran lain, seperti mereka yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun pelanggaran kelengkapan berkendaraan lainnya,” ujar Kasat Lantas, Karyono usai menggelar razia di Jalan M Boya Tembilahan, Senin (9/12).

Dikatakan Karyono, dalam rangka menciptakan tertib lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan, selama beberapa hari kedepan pihaknya terus melakukan operasi lalu lintas. Selain melakukan tilang, petugas juga menegur pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak memakai helm standar, kaca spion termasuk  menggunakan kenalpot reacing.

Ia menyebutkan, pelanggar lalu lintas yang tidak memiliki SIM didominasi pegawai swasta, serta pelajar disusul profesi lainya. Sedangkan dari sisi usia antara 16-30 tahun. Meski demikian, operasi dan penindakan pelanggaran tersebut hanya bagian dari upaya untuk menciptakan kamseltibcar lalu lintas di jalan raya.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki SIM silahkan untuk mengurusnya dengan datang langsung ke Polres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan. Pengurusan SIM tidak sulit, bagi yang dinyatakan layak oleh petugas, maka SIM itu langsung kami keluarkan,” paparnya.

Pada intinya, Karyono meminta setiap pengedara mematuhi aturan berlalu lintas dan jangan karena takut sama petugas, tetapi harusnya kepatuhan menjadi kebutuhan untuk keselamatan. Sebab, keselamatan yang dimaksud, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain sesama pengguna jalan umum.(dro)




Bupati Akan Benahi Pasar dan Tata Kota Tembilahan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Dalam upaya menciptakan kota Tembilahan menjadi kota yang Indah, Bersih dan Asri, Bupati Inhil, HM Wardan menyatakan akan kembali melakukan penataan ulang pasar dan tata kota Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati dalam pertemuan dengan ratusan pedagang kaki lima dan juru pungut retribusi parkir dirumah dinasnya, jalan kesehatan Tembilahan belum lama ini. Bahkan dalam kesempatan itu, dengan rendah hati Bupati juga memintakan masukan usulan penataan pasar dan tata kota yang baik kepada para pedagang kaki lima ini.

“Saya ingin memintakan masukan, mana tau ada dari bapak-bapak yang hadir saat ini mempunyai suatu pandangan bagaimana caranya melakukan penataan kota termasuk penataan pasar yang baik,”Sampaikan Bupati dengan nada suara tulus.

Dikatakan Bupati, ia memang sudah merencanakan untuk merelokasi letak pasar terapung jalan Yos Sudarso yang dinilainya saat ini sudah tidak lagi representatif. Termasuk lokasi-lokasi perdagangan yang banyak dilakukan diluar lokasi peruntukan seperti mempergunakan badan jalan dan trotoar termasuk jembatan juga akan segera dilakukan relokasi.

Nantinya menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, Pemerintah akan membangun lokasi pasar disuatu tempat yang direncanakan akan dibangun secara lebih lengkap yang secara khusus akan dikelompokkan sesuai dengan jenis barang dangangan, Seperti pedagang sayur, pedagang buah, ikan dan lain sebagainya.

Namun untuk melancarkan semua program yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Inhil ini, Bupati sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat.

“Intinya kita bukan mau mengusir bapak-bapak sekalian. Tapi agar kota kita menjadi bersih dan pasar dapat tertata dengan baik, harus ada kerjasama dan kemauan dari semua pihak terutama bapak-bapak para pedagang,” Harap Bupati

Dalam kesempatan pertemuan itu, ratusan pedagang kaki lima menyatakan memberi dukungan kepada Bupati untuk menjalankan semua program penataan ulang pasar. Mereka menyambut positif cara pendekatan yang dilakukan Bupati dengan membuka dialog secara langsung.

“Pastinya kami akan mendukung apapun kebijakan pemerintah. Apalagi mediasi yang dilakukan Bupati dengan cara kekelauargaan ini sangat berkesan bagi kami. Sekali lagi kami akan memberikan dukungan,” Sampaikan salah seorang pedagang yang hadir kala itu. (dro)