10 Petani Inhil Ikuti pelatihan Budidaya Tambak di BBPBAP Jepara

Kadis THP Inhil, Urip Sukarno berfose bersama peserta pelatihanTembilahan (www.detikriau.org) – Sepuluh Pembudidaya dan Lima tenaga pendamping dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti kegiatan pelatihan dan Bimtek Budidaya Tambak di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 25 November hingga 1 Desember 2013 yang lalu.

Kepala DKP Inhil, H Urip Sukarno mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membuka wawasan dan cakrawala berpikir pembudidaya tentang prospek budidaya air payau serta untuk mencapai sinergi pengelolaan ruang kawasan minapolitan. Untuk mencapai hal itu maka pendekatan yang diambil adalah dengan memandang kawasan minapolitan sebagai satu sistem produksi yakni, input, proses dan output secara lengkap dengan segala sistem sarana dan prasarananya.

“Saya sangat berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti semua kegiatan yang telah dijadwalkan dengan tekun dan serius. Ilmu yang didapat nantinya diharapkan dapat diimplementasikan guna kemajuan perikanan khususnya budidaya tambah air payau di Kabupaten Inhil,” Sampaikan Urip

Ditambahkan Urip, berdasarkan data, lahan potensial untuk pengembangan tambak budidaya air payau di Kabupaten Inhil seluas 31.600 Ha. Hingga tahun 2012, tingkat pemanfaatan baru mencapai 1.409 Ha yang dimiliki oleh 253 Rumah Tangga Perikanan (RTP) dengan total produksi sebesar 1.926,35 Ton. Ia berharap dengan besarnya potensi ketersediaan lahan yang belum tergarap, dibekali dengan tambahan ilmu melalui pelatihan ini nantinya akan dapat memaksimalkan potensi yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil.

Urip juga menjelaskan bahwa Kegiatan Pelatihan dan Bimtek itu  diberikan melalui pembekalan teori didalam kelas dan praktek lapangan. Beberapa materinya yakni, dukungan BBPBAP Jepara terhadap Pengembangan Kawasan Budidaya, Konsep Budidaya Berkelanjutan, Pemilihan Lokasi, Disain Konstruksi Tambak Ikan Air Payau, Sertifikasi dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Monitoring Kualitas Tanah dan Air untuk Budidaya Ikan Air payau serta Cara Penangan Hasil Panen yang Baik. (dro)




Sekda Hadiri Peringatan HUT DWP Ke 14

IMG_6724 - Copy (2)TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan diwakili Sekretaris Daerah, H Alimuddin RM menghadiri puncak peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-14 tahun 2013, di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Selasa (17/12).

Turut hadir pada kesempatan itu, Unsur Muspida, Ketua Penasehat DWP, Hj Zulaikhah, Wakil Ketua Penasehat DWP, Hj Siti Bungatang, serta perwakilan organisasi-organisasi wanita di Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Sekda mengatakan, sebagai organisasi yang merupakan wadah berkumpulnya istri-istri PNS, DWP secara tidak langsung adalah mitra kerja Pemerintah. Dimana, DWP bisa menjadi ujung tombak untuk mengimlementasikan program pemerintah di masyarakat.

”Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan Pemerintah, maka kiprah DWP adalah ikut serta mensukseskan program kerja Pemerintah, baik program pembangunan maupun sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan kaum perempuan,” tutur Sekda, Alimuddin membacakan sambutan Bupati selaku Penasehat DWP Kabupaten Inhil.

Disamping itu, lanjut Sekda, munculnya isu kesetaraan gender juga membuat wanita memiliki kesempatan besar untuk berkarir dalam segala bidang, baik politik, ekonomi, sosial maupun Pemerintahan. Namun, tentunya harus selalu menempa dan membekali diri dengan pengetahuan yang cukup dan tidak pernah berhenti belajar dan berbuat.

“Melalui HUT DWP ini, saya harapkan wanita Inhil ke depan menjadi kaum wanita pekerja keras, mumpuni dalam berkreasi dan berprestasi. Sehingga, dapat ikut serta mewujudkan Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” terangnya.

Ketua DWP Kabupaten Inhil, Hj Haryati Alimudin menjelaskan, DWP bisa menjadi ujung tombak untuk mengimplementasikan program Pemerintah di masyarakat. Dimana, selama ini DWP telah menunjukkan keberhasilan serta kejujuran dengan bekerja tanpa pamrih.

Selanjutnya, Haryati berpesan kepada seluruh jajaran DWP, agar menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh pihak terkait. Hal ini dimaksudkan, untuk membuka wawasan bagi anggota DWP dalam meningkatkan kreatifitas dan keterampilannya, sehingga kualitas keluarga semakin meningkat.

”Kami juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus meningkatkan kinerjanya, dalam rangka menyambut pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.(dro)




Seleksi Komisioner KPU Inhil Diminta Dilakukan Secara Jujur dan Transparan

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat kabupaten Inhil berharap Tim seleksi komisioner KPU Inhil dapat menjalankan seluruh proses perekrutan anggota pelaksana Pemilihan Umum (Pemilu) Inhil secara jujur, adil dan tranparan. Proses secara jujur, adil dan tranparan tentunya akan menjadi tonggak awal pelaksanaan Pemilu yang bersih.

Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga kota Tembilahan yang enggan namanya dipublikasikan, Senin (16/12/2013). Menurutnya, permintaan ini rasanya sangat patut ia sampaikan karena sebagai salah seorang anggota masyarakat yang berminat untuk mengikuti proses seleksi ini, ditahap awal ia sudah menemui hal yang menurutnya memberikan indikasi bahwa proses seleksi tidak dijalankan secara benar.

Diceritakannya kepada detikriau.org, kabar akan adanya perekrutan anggota KPU Inhil ini ia ketahui dari salah satu iklan media harian setempat pada tanggal 13 Desember 2013. Pada huruf e, iklan tersebut dibunyikan bahwa waktu penerimaan dokumen pendaftaran dimulai sejak tanggal 15 hingga 19 Desember 2013.

Senin, tanggal 16/12/2013, iapun pergi ke Gedung LAMR, jalan Sungai Beringin yang dituliskan sebagai Sekretariat Tim Seleksi. Namun ia mengaku sangat kecewa karena petugas penerima menyatakan bahwa ia tidak lagi bisa melakukan pendaftaran karena formulir sudah habis.

“Saya hanya merasa heran saja, dari huruf a hingga i pengumuman pendaftaran dengan nomor: 01/TimSel/KPU-Kab/XII/2013 termasuk 16 butir syarat pendaftaran tidak satupun ada kalimat yang menyatakan tentang adanya waktu pengambilan Formulir pendaftaran. Lagi pula sepengetahuan saya, kenapa formulir pendaftaran bisa dinyatakan habis sementara prosesnya masih berlangsung hingga tanggal 19 mendatang.” Sampaikannya dengan nada suara kecewa.

Ditambahkannya, sebagai warga Negara ia merasa memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan benar apalagi jika itu berkaitan dengan kepentingan umum dengan bukti pelaksanaannya dilakukan secara terbuka. “Saya tidak bisa memastikan tetapi ini kabar yang sepertinya bukan rahasia lagi ditengah masyarakat. Menurut mereka proses perekrutan tidak lebih dari sekedar formalitas karena nantinya siapa yang diterima siapa orangnya sudah ada. Ini menurutnya harus dijadikan catatan khusus. Dugaan masyarakat ini harusnya bisa dibuktikan dengan melakukan seluruh proses secara transparan.” Pintanya.

Ketua KPU Inhil, Joni Suhaidi ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selular menyatakan ia tidak memiliki hak untuk menyampaikan komentar terkait permintaan masyarakat ini. Menurutnya, Tim seleksi dibentuk dan ditunjuk secara langsung oleh KPU Provinsi. “saya mohon maaf karena hal ini diluar kapasitas saya untuk memberikan komentar,” Jawab Joni singkat.

Terkait persoalan ini, Ketua Tim Seleksi Komisioner KPU Kab Inhil, H Mohd Thayeb Ali ketika dimintai komfirmasi di Sekretariat Tim Seleksi di Gedung LAMR Tembilahan, Senin (16/12) mengakui bahwa mereka telah menjalankan seluruh proses secara tranparan. Menurutnya, pemberitahuan mengenai proses seleksi telah mereka publikasikan secara terbuka di beberapa media meskipun kepada detikriau.org tidak diperlihatkan bentuk iklan publikasinya.

Dijelaskan Mohd Thayeb Ali, meskipun batas akhir pengambilan formulir sudah habis, untuk pendaftaran masih dibenarkan untuk memfotocopy formulir pendaftaran tersebut dan melengkapi seluruh persyaratan yang dimintakan. “ Masih bisa, kita masih menerima pengembalian berkas pendaftaran hingga tanggal 19 nanti,” Jawabnya.

Kalangan LSM Pastikan Akan Ikut Lakukan Pengawalan Proses Perekrutan Anggota KPU Inhil

Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) Kabupaten Indragiri Hilir, Indra Gunawan memastikan akan ikut melakukan pengawalan seluruh proses seleksi penerimaan anggota KPU Inhil. Untuk keperluan itu, ianyanya menyatakan secepatnya akan menyusun dan menunjuk Tim Indipendent yang akan memantau secara professional dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan.

“ Bukan hanya kami, seharusnya semua pihak wajib untuk turut serta melakukan pengawalan agar proses ini dapat berjalan dengan benar. Jika ingin pemilu nanti bisa berjalan dengan jujur dan adil, prosesnya tentu harus dimulai dari awal.” Ujar Indra

Untuk sekedar diketahui, Berikut adalah nama-nama Tim Seleksi untuk penerimaan Anggota KPU Inhil yakni, H Mohd Thayeb Ali (Tokoh Masyarakat),    Badewin SE (Profesional), Mulono Aprianto STP MP (Akademisi), Retti Ninsix STP MP (Akademisi) dan Hasnawati MM (Akademisi). (dro)




Bupati Canangkan Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon

Bupati Inhil, HM Wardan membacakan sambutan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan membacakan sambutan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan. Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan canangkan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon, di  Markas Kwarcab 0402 Gerakan Pramuka Inhil, Jalan Soebrantas Tembilahan, Senin (16/12).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mebangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon, dalam rangka membangun ekosistem hutan untuk memperbaiki, merehabilitasi dan merestorasi hutan dan lahan.

“Saya optimis apabila kegiatan ini kita lakukan secara terus menerus dengan jenis pohon yang tepat, maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat ydan akan memberikan berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan energi terbarukan,” tutur Bupati, HM Wardan membacakan sambutan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan.

Bupati menyerahkan bibit pohon
Bupati menyerahkan bibit pohon

Oleh karena itu, kepada pihak-pihak yang melakukan penanaman perlu berkonsultasi dengan para penyuluh kehutanan di seluruh tanah air, untuk pemilihan jenis pohon yang tepat agar tidak berdampak kekeringan pada sumber mata air.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang peduli dalam mensukseskan HMPI dan BMN, yang diwujudkan dalam bentuk Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon. Sehingga, kedepannya diharapkan melalui gerakan ini akan dapat mewariskan hutan yang lebih baik dan terawat kepada generasi yang akan datang.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Inhil, HM Thaher berharap melalui momen pencanangan tersebut, masyarakat dapat ikut secara bersama-sama melakukan penanaan dan memelihara pohon yang ada, serta tidak melakukan penebangan pohon sembarangan, apalagi yang dilarang oleh Undang-undang.

“Nantinya, kita akan mendistribusikan bibit pohon ini kepada kelompok organisasi masyarakat, oragisasi wanita, dinas dan instansi, serta sekolah dan pihak kecamatan, yang mau ikut melakukan penanaman,” terang Thaher.

Adapun jumlah bibit pohon yang telah disiapkan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Inhil, yakni sebanyak 24.000 batang, terdiri dari bibit pohon jenis ketapang, jengkol, sirsak, mangga, jabon dan jambu.(dro)




Bupati: Tidak Semua Desa Berhak Dapatkan Dana 1,2 Milyar

Bupati dan Wakil Bupati Inhil saat menghadiri acara Pelatihan SDM RTdan RW se - Kecamatan Batang Tuaka. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati dan Wakil Bupati Inhil saat menghadiri acara Pelatihan SDM RTdan RW se – Kecamatan Batang Tuaka. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pengalokasian dana APBD sebesar Rp 1,2 Milyar perdesa tidaklah diberikan secara merata tetapi didasarkan kepada tipelogi masing-masing Desa. Pengalokasian dana secara penuh hanya disalurkan kepada desa yang termasuk kedalam tipelogi Desa Mandiri.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan baru-baru ini di Tembilahan. Dikatakan Bupati yang baru saja memenangkan Pilkada September 2013 yang lalu ini, pengalokasian dana tentu tidak adil jika disamaratakan pada setiap Desa. Misalnya ada Desa yang baru dimekarkan tentunya tidak bisa disamaratakan dengan Desa yang telah lama berdiri.

Pembagian tipelogi Desa didasarkan kepada beberapa kriteria penilaian. Semisal pada suatu Desa dari sisi prasarana keagamaan sudah memiliki Masjid dan Surau kemudian dari sisi prasarana pendidikan  juga sudah memiliki bangunan sekolah tingkatan SMA, SMP dan SD termasuk juga sudah memiliki sarana kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu serta beberapa prasarana fasilitas publik lainnya yang dinilai lengkap. Desa seperti inilah yang dikatakan Bupati bisa dimasukkan kedalam tipelogi Desa Mandiri.

‘Nantinya setelah dilakukan penilaian yang didasari kepada beberapa kriteria, Desa-desa itu akan dikelompokkan kedalam 4 tipelogi, yakni Desa Swadaya, Desa Swakarsa, Desa Swasembada dan Desa Mandiri,” Jelaskan Bupati

Ditambahkan Bupati, untuk Desa Swadaya, pengalokasian dana hanya diberikan sebesar Rp, 250 juta, Desa Swakarya Rp 500 Juta, Desa  Swasembada Rp 700 juta dan Desa Mandiri Rp 1,2 Milyar.(dro)




Wabup Buka Musda IPHI Inhil

Wabup Inhil H. Rosman Malomo salami peserta Musda IPHI Kab.Inhil. Foto Humas Pemkab Inhil
Wabup Inhil H. Rosman Malomo salami peserta Musda IPHI Kab.Inhil. Foto Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H Rosman Malomo membuka secara resmi Musyawarah Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kabupaten Inhil, yang dilaksanakan di Aula salah satu Hotel di Tembilahan, Sabtu (14/12) malam.

Pada kesempatan itu Wabup mengatakan bahwa IPHI adalah salah satu organisasi terbesar di Kabupaten Inhil. Jika 50 persen saja penduduk Inhil ini adalah haji, maka tidak kurang dari 350 ribu masyarakat adalah anggota IPHI Inhil.

“Jika melihat dari hal tersebut, tentunya IPHI harusnya dikelola dengan baik, seperti pengelolaan pendanaan dan lain sebagainya, karena organisasi itu tidak dapat hidup tanpa pendanaan dan perencanaan yang baik,” tutur Wabup.

Dijelaskan Wabup, pada kegiatan tersebut juga nantinya akan dilakukan evaluasi, untuk melihat kinerja 5 tahun yang lalu. Dimana, jika ada kekurangan harus diperbaiki, serta menentukan dan merancang langkah untuk 5 tahun ke depan.

“Kita harapkan keberadaan IPHI Inhil ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan lagi, dalam upaya mendukung pembangunan Kabupaten Inhil,” terang Wabup.

Selanjutnya, Wabup juga berpesan kepada seluruh pengurus IPHI Inhil, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya dengan sebaik mungkin, demi kemajuan IPHI Inhil di masa mendatang.

“Jadi, kita sangat yakin IPHI Inhil ini jika dikelola secara baik, Insya Allah akan menjadi organisasi yang besar dan bisa memberikan sumbangsih, bagi kemaslahan ummat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelengara, H Nawawi Mahmud mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terlaksananya Musda tersebut.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, yakni anggota dan pengurus IPHI Kabupaten Inhil, serta perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil.(dro)