Bupati bahas ranperda maghrib mengaji bersama masyarakat



 

Pembahasan Ranperda Magrib Mengaji bersama masyarakat
Pembahasan Ranperda Magrib Mengaji bersama masyarakat

Tembilahan (www.detikriau.org) — Menjelang di canangkannya perda gerakan masyarakat maghrib mengaji pada 17 januari mendatang, Bupati Inhil, HM Wardan melakukan rapat bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama bertempat di aula kantor bupati inhil. Jum’at (10/1) kemaren

Rapat pembahasan rancangan perda tentang gerakan masyarakat maghrib mengaji tersebut juga di ikuti oleh Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, pejabat dilingkungan Pemkab Inhil dan camat serta satpol pp.

Pada rapat yang di pimpin langsung Bupati itu dimaksudkan untuk  meminta berbagai tanggapan dan masukan dari kalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar ranperda tentang gerakan masyarakat maghrib mengaji sebelum di jadikan perda kabupaten inhil tahun 2014 dapat diterima semua pihak.

“Pencetusan Magrib Mengaji ini didasari dari peraturan Gubernur Riau yang akan diterapkan di kab Inhil. Menindaklanjuti hal itu maka haruslah dibuatkan dasar hokum yaitu perumusan Ranperda Gerakan Masyarakat Mangrib Mengaji,” Ujar Bupati

Dalam pembahasan rancangan perda gerakan masyarakat maghrib mengaji yang diperuntukan bagi pelajar setingkat SD dan SMP itu pada umumnya mendapatkan tanggapan positif dari kalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama di tembilahan.

H Nawawi, salah seorang tokoh agama berharap agar sebelum menjalankan perda tersebut perlu di antisipasi berbagai macam hambatannya seperti saat ini sedang maraknya permainan playstation,  meja bilyar dan warung internet. “untuk itu perlu di buat peraturan bupati agar setiap menjelang maghrib hingga selesai isya tempat seperti itu di tutup sementara,” Sampaikannya.

Irhamnis, tokoh masyarakat tembilahan hulu menyebutkan, untuk lancar dan suksesnya gerakan masyarakat maghrib mengaji tersebut/ hendaknya bagi pelajar setingkat SD atau bagi yang belum pandai mengaji harus dimulai dari pembelajaran iqra begitu juga terhadap guru mengaji di setiap masjid juga di berikan pemahaman tentang iqra agar ilmu tajuid yang akan di pelajari bagi generasi pelajar menjadi tepat.

Dalam kesempatan itu, Bupati menambahkan, untuk kesuksesan dan lancarnya gerakan masyarakat maghrib mengaji, bagi imam dan guru mengaji di masjid akan diberikan honor insentif.

Saat perda tersebut dicanangkan pada tanggal 17 januari mendatang,  petugas satpol pp di bantu kepolisian akan melakukan razia bagi pelajar setingkat SD dan SMP sederajat agar menjelang maghrib hingga isya selesai tidak keluyuran di luar rumah.  Untuk kematangan gerakan tersebut Pemkab Inhil kembali akan melakukankan pembahasan bersama kandepag indragiri hilir dalam waktu dekat. Sampaikan Bupati (dro)




Bupati Kunjungan Warga Desa Sanglar, Reteh



 

Bupati Inhil H.M.Wardan di sambut Masyarakat Desa Sangelar Kec. Reteh. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil H.M.Wardan di sambut Masyarakat Desa Sangelar Kec. Reteh. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga hari ke 47 menjabat sebagai Bupati Kabupaten Indragiri Hilir 9Inhil), HM Wardan tak henti-henti menyambangi warganya secara langsung terutama warga yang berada di pelosok desa, kali ini ke wilayah selatan tepatnya di Desa Sanglar Kecamatan Reteh. Jumat (10/1/2014)

Sejumlah agenda yang dilakukan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang ini, mulai dari menghadiri peringtan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, silaturahmi dengan masyarakat, hingga mengunjungi lokasi pasar dan pemukiman warga yang dilakukan selama sehari penuh bersama rombongan, antara lain sejumlah kepala SKPD terkait, ibu Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Inhil dan beberapa perangkat kecamatan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menghimbau kepada masyarakat agar selalu bahu membahu bersama pemerintah dalam membangun Indragiri Hilir sebab tak dapat dipungkiri bahwa peran aktif masyarakat dalam membangun bersama pemerintah dinilai sangat efektif karena masyarakatlah yg lebih tau akan kebutuhan di daearah tesebut.

Tahun anggaran 2013, dari APBD kabupaten Inhil, kecamatan reteh hanya mendapat anggaran sebesar Rp 1,5 M. Namun pada anggaran APBD 2014, Bupati berjanji akan memberikan sebesar 35 M untuk pembangunan di wilayah kecamatan Reteh.

Selain itu, untuk pembangunan desa akan di kucurkan melalui program desa maju inhil berjaya (dulunya dana desa mandiri. red) dengan katagori desa swadaya 300 juta, desa swakarya 500 juta, desa swasembada 750 juta dan desa mandiri 1,2 M.

“Saya sangat berharap agar anggaran yang ada di prioritaskan kepada pembangunan infrastruktur jalan poros penghubung antar desa ke kecamatan. Dan yang sangat perlu ditekankan agar Desa dalam menyusun program pembangunan harus selalu bersinergi dengan program pemerintah diitngkat kecamatan dan kabupaten agar terwujudnya azas pemerataan pembangunan,” Pesan Bupati.

Selesai melaksanakan peringatan maulid nabi Muhammad SAW, di lanjutkan acara Temu ramah Bupati bersama masyarakat desa sanglar.  dalam arahannya beliau berkesempatan mengungkapkan rasa terima kasihnya bahwa meski baru kali pertama berkunjung ke Desa ini sebagai bupati, Ia sudah mendapatkan sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan dari masyarakat setempat.

Dalam kesempatan dialog ini, masyarakat menyampaikan beberapa persoalan diantaran mengenai pengobatan murah atau gratis dan minimnya fasilitas pendidikan di Desa termasuk insfrastruktur jalan penunjang menuju lokasi pendidikan.

Kala itu Bupati berjanji akan mewujudkan harapan dan keinginan masyarakat. Sebab menurutnya hal tersebut memang sudah menjadi  tanggung jawab pemerintah.

Salah satu solusi yang di sampaikan oleh bupati untuk mempercepat pembangunan adalah dengan pemekaran wilayah, beliau juga menyampaikan tahun 2014 ini pemekaran Inhil Selatan sudah masuk dalam Proglegnas di DPR RI. (dro)




Jumat Bersih, Bupati Pantau di Lingkungan kantor



Bupati didampaingi Sekda saat menunjau salah satu ruang di Kantor lingkungan kantor Bupati
Bupati didampaingi Sekda saat menunjau salah satu ruang di Kantor lingkungan kantor Bupati

Tembilahan (www.detikriau.org) – Kegiatan Jumat bersih kali ini, Bupati melakukan tinjauan kebersihan dilingkungan kantor Bupati. Turut bersama Bupati, Sekda, Asisten, Staff Ahli dan beberapa pejabat Esselon. Jumat (10/1/2014)

Dalam kesempatan itu, Bupati melakukan tinjauan kebeberapa ruangan  dan sekali-kali menyempatkan untuk berdialog dengan karyawan dan karyawati. Menurut Bupati, Kebersihan dilingkungan kerja merupakan sesuatu yang menjadi keharusan. Disamping enak dipandang mata tentunya akan dapat lebih meningkatkan semangat bekerja.

“Kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat bekerja haruslah dimiliki oleh setiap pegawai. Dengan lingkungan kerja bersih tentunya akan enak dipandang mata dan pastinya dapat meningkatkan semangat bekerja,” Ujar Bupati. (dro)




Sekda: UNISI Merupakan Asset Daerah Yang Harus Dipertahankan



 

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (UNISI), merupakan Asset Daerah, termasuk ribuan mahasiswa yang kini mengenyam pendidikan tinggi disana. Oleh karenanya, keberadaannya harus mendapatkan perhatian serius agar kedepannya dapat menjadi sebuah wadah yang dapat menjadi pencetak generasi penerus Inhil yang dapat dibanggakan.

Permintaan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Alimuddin RM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Inhil dengan perwakilan Mahasiswa UNISI bertempat di Gedung DPRD Inhil, jalan HR Subrantas, Tembilahan, Rabu (8/1/2014) kemaren

Dikatakan Sekda, sebuah universitas negeri (pendidikan nasional) itu dikelola langsung oleh pemerintah, sedangkan universitas swasta dikelola oleh pihak yayasan, seperti Unisi yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Tasik Gemilang.

“Sejauh ini, kita lihat keberadaan Unisi Tembilahan sudah memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Inhil, yang salah satunya dengan telah cukup banyak mencetak sarjana,” tutur Sekda.

Meskipun masih terdapat banyak kekurangan, namun diakui Sekda bahwa pihaknya tidak akan berdiam diri, karena Unisi ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

“Bagaimanapun, semua mahasiswa yang ada di Unisi adalah putra dan putri daerah Inhil. Jadi, keberadaan Unisi ini merupakan sebuah aset daerah yang harus dipertahankan,” tegas Sekda.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Inhil, H Marianto menjelaskan, bahwa anggota DPRD Kabupaten Inhil tidak bisa memutuskan untuk memberikan pernyataan tentang status Unisi ke depan. Namun, pihaknya akan tetap menjalankan tugas dan fungsinya, yakni menjembatani penyelesaian berbagai persoalan yang kini dihadapi.

 “Kita akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan agar status Unisi dapat diperjelas, sehingga sesuai dengan harapan kita semua,” imbuhnya. (dro)




Bupati Dan Wakil hadiri Acara Syukuran di Kecamatan pelangiran

Bupati mendengarkan keluhan warga akan kondisi DAM di Kecamatan Pelangiran
Bupati mendengarkan keluhan warga akan kondisi DAM di Kecamatan Pelangiran

Tembilahan (www.detikriau.org) – HM Wardan dan H Rosman Malomo menghadiri acara syukuran terpilih dan dilantiknya pasangan ini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir periode 2013-2018 di 3 tempat berbeda di Kecamatan Pelangiran, Rabu (9/1/2014).
Bersama rombongan, turut hadir Hj. Septina Primawati Rusli, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Inhil, Hj. Zulaikhah dan Hj. Siti Bungatang, serta beberapa Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab. Inhil.
Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyempatkan diri untuk melihat perkembangan pembangunan di Kecamatan Pelangiran, khususnya kondisi akses jalan dan infrastruktur pendukung perekonomian lainnya.
Berdasarkan fakta yang ditemui di lapangan, secara umum menurut Bupati, kondisi akses jalan di Kecamatan Pelangiran memang masih belum memadai, karenanya Bupati merencanakan pembangunan jalan selebar 2 meter menuju Ibu Kota di beberapa titik. Selain itu, sebagai pendukung perekonomian, Pemkab. Inhil juga akan membangun DAM/bendungan di Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Teluk Belengkong.
“Kita akan fokus pad pembangunan infrastruktur. Mayoritas warga kita adalah petani kelapa, dan butuh akses yang memadai agar pemanfaatan produksi kelapanya dapat lebih efisien”, ujar Bupati.(dro)




Perbaiki Infrastruktur Jalan dan Kebun di Kec Batang Tuaka, Pemkab Inhil Plot Dana Rp 12 M Lebih


Highway Batang TuakaTembilahan (www.detikriau.org) – Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil tahun 2014, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) merencanakan untuk memplot anggaran sebesar Rp 12 Milyar lebih. Pengalokasian dana ini diperuntukan bagi upaya perbaikan infrastruktur jalan dan perkebunan masyarakat di Kecamatan Batang Tuaka.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Inhil, HM Wardan usai menghadiri peringatan acara Maulid Nabi.  Dikatakan Bupati, kunjungan secara langsung dirinya ini juga untuk melihat kondisi ril jalan penghubung dari Tembilahan menuju Kecamatan Batang Tuaka itu.

“Saya sengaja membawa beberapa orang perjabat terkait agar program perbaikan ini dapat segera terealisasi,” Ujar Wardan.

Rusaknya infrastruktur jalan satu-satunya dari Tembilahan menuju Kecamatan Batang Tuaka ini tentunya amat sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Terutama tranportasi orang, barang dan hasil-hasil produksi perkebunan.

Disamping anggaran sebesar Rp 12 Milyar lebih yang direncanakan melalui APBD Inhil 2014, Bupati juga akan berupaya untuk mendapatkan tambahan penganggaran melalui APBD Provinsi Riau termasuk melakukan upaya lobi ketingkat pusat. Semua upaya ini menurut Bupati agar persoalan yang sangat mendasar yang dihadapi masyarakat Kec batang tuaka selama ini bisa segera terselesaikan.

Anwar, seorang warga setempat menyambut antusias rencana mantan Kepala Dinas pendidikan Provinsi Riau ini. Menurut Anwar, kerusakan akses jalan yang sudah termat parah ini menyebabkan berbagai aktifitas ekonomi masyarakat menjadi terhambat.

“Mudah-mudahan program ini akan segera terealisasi. Jika infrastrktur jalan ini baik tentu secara otomatis akan meningkatkan perputaran roda ekonomi masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat.” Impikan Anwar. (dro)