Sukseskan Gemmar Mengaji, Pemkab Inhil Mintakan Dukungan Pengusaha TV Kabel

Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo di dampingi Kabag Humas Setda Kab. Inhil Memimpin Dialog dengan pengusaha Tv Kabel. Foto: Humas Pemkab Inhil
Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo di dampingi Kabag Humas Setda Kab. Inhil Memimpin Dialog dengan pengusaha Tv Kabel. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan(www.detikriau.org) — Bertempat d Aula Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di laksanakan Dialog antara Pemda Inhil yang dihadiri Wakil Bupati H.Rosman Malomo dengan pengusaha Tv kabel yang ada di kota Tembilahan. Pada rapat ini juga di hadiri beberapa dinas dan instansi terkait, diantaranya Dishubkominfo, Satpol PP dan badan perizinan. Dialog ini di prakarsai Bagian Humas Setda Kab. Inhil sebagai salah satu tindaklanjut Program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji. Kamis (30/1) kemaren.
Dalam rapat ini, wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo mengharapkan Dukungan Para pengusaha untuk ikut mnensukseskan program Pemda yaitu gerakan masyarakat magrib mengaji (Gemmar Mengaji). Sebagai pimpinan Daerah, Wakil Bupati mengharapkan kepada pengelola Tv kabel untuk dapat membatasi atau mengontrol siaran-siaran waktu mengaji atau sekitar jam 18.00 sampai 19.30 Wib.
“Dengan dukungan dari masyarakat termasuk para pengusaha, pastinya pogram ini akan dapat dijalankan dengan baik dan diharapkan akan memberikan dampak yang baik bagi generasi penerus kita kedepannya,”Sampaikan Wabup
bantuan yang diharapkan pemerintah kepada pengusaha tv kabel adalah memintakan kesediaan mereka untuk menonaktifkan penyiaran saat memasuki waktu magrib dan menjelang sholat isya dan permintaan ini disambut baik oleh pengusaha. namun untuk itu, mereka juga berharap permintaan ini disampaikan Pemkab Inhil secara terulis berupa surat edaran dan sekaligus menegaskan sanksi bagi pengusaha yang tidak mematuhinya.
Dengan tercapainya kesepakatan ini,  wabup mengucapkan terimakasih. beliau mengatakan tekis pelaksanaannya akan diusahan sebaik-baiknya dan sanksi akan diberlakukan tanpa pendang bulu terhadap pengusahan Tv Kabel yang kedapatan tidak mematuhi.(dro)




Esok, KASBKBT Kembali Agendakan Pementasan Seni Budaya KALSEL

kuda kipangTembilahan (www.detikriau.org) — Komunitas Adat Seni dan Budaya Kalimantan Benua Tembilahan (KASBKBT) kembali mengagendakan pelaksanakan pagelaran pementasan seni Kalimantan Selatan. Pagelaran kali kedua ini dipusatkan di Taman Kota Jalan Gadjah Mada Tembilahan, sabtu,(1/2/2014) esok
Koordinator pelaksana, Wahyu yudistira menyatakan bahwa pementasan kali kedua pagelaran seni adat kalimantan selatan ini didorong atas dasar keprihatinan dan kekhawatiran kaum muda suku banjar dengan semakin meredupnya pamor seni nenek moyang ini ditengah kalangan generasi muda. padahal menurutnya, seni budaya memiliki pesan-pesan moral yang baik terutama bagi generasi penerus. agar senibudaya ini dapat kembali  dicintai masyarakat maka ianya haruslah kembali diperkenalkan kepada masyarakat. salah satu caranya adalah dengan mengadakan pementasan secara terbuka di depan umum secara berkala.
“Semua inn diprakarsai murni oleh kalangan muda suku banjar Inhil. kami berharap dengan pagelaran secara berkala, seni budaya warisan nenek moyang ini dapa kembali dikenal dan dicintai masyarakat,” Ujar Wahyu kepada Vokal, jum’at (31/1) di Tembilahan
Salah seorang tokoh masyarakat Inhil keturunan Kalsel, Arsuli Saleh juga berharap senibudaya ini jangan sampai terlupakan apalgi hilang ditengah masyarakat khususnya masyarakat keturun banjar. menurutnya, suku Banjar yang berdomisi di Kab Inhil saat ini merupakan masyarakat Suku Banjar Riau. Mereka lahir dan besar ditanah Riau meskipun dahulunya nenek moyang mereka adalah suku banjar yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan.
“Sejak lahir kita berada di tanah Riau. Saya yakin tidak semua generasi kita saat ini masih mengenal adat dan budaya tanah kelahiran nenek moyang kita. langkah yang diprakarsai kaum muda keturunan suku banjar ini tentunya harus mendapatkan sambutan baik.” Ujar Arsuli
Sebagaimana pemetasan seni budaya kalsel dalam pementasan sebelumnya pada awal januari 2014 yang lalu, pementasan kali kedua ini juga akan kembali mementaskan seni kuda kipang, silat kuntau dan theater mamadak. termasuk beberapa seni budaya masyarakat banjar lainnya seperti madihinan.(dro)




Wabup Hadiri RAT Koperasi Sejawat

IMG_9360Tembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo, membuka Rapat Anggota Tahunan ke-43 Koperasi Sejawat Tembilahan. Acara yang dilaksanakan disalah satu Hotel di Tembilahan ini juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi Kab. Inhil, H. Fajar Husein, serta Ketua Koperasi Sejawat, Sudirman Razak.Kamis, (30/1)
Sudirman Razak dalam sambutannya mengatakan, saat ini Anggota Koperasi Sejawat Tembilahan berjumlah 460 orang dengan omset sebear Rp 3,6 miliyar dan 5 miliyar aset. Ketua Koperasi Sejawat Tembilahan ini juga mengharapkan bimbingan dari Pemerintah Kab. Inhil, dikatakannya, ini adalah pertama kalinya Pejabat Daerah menghadiri acara yang ditaja oleh organisasi yang dikelolanya. “Untuk itu Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Bupati atas kesediaannya menghadiri acara Kami”, ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati dalam sambutannya menghimbau kepada para Anggota/Nasabah, khususnya dalam kesempatan ini Anggota Koperasi Sejawat Tembilahan untuk dapat mematuhi kesepakatan yang telah disepakati dengan pihak pengelola Koperasi. Sebab menurut Wabup, aturan main yang diberlakukan sebuah Koperasi semata-mata demi eksistensi Koperasi itu sendiri. “Koperasi harus tetap eksis demi mensejahterakan setiap Anggotanya”, ujar Wabup.
Tak lupa pula Wabup berpesan agar momen rapat ini dijadikan media introspeksi diri bagi para Anggota serta mengevaluasi perjalanan Koperasi Sejawat Tembilahan sepanjang tahun lalu agar dapat dijadikan pedoman dalam menyusun langkah-langkah ke depan.(dro)




Masyarakat Beri Penilaian Positif Komitmen Pemkab Inhil Untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan

Kondisi jalan di Kecamatan KeritangTembilahan (www.detikriau.org) — Komitmen Pemkab Inhil untuk perbaiki infrastuktur jalan di Kabupaten Indragiri Hilir hingga dipedesaan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. terbangunnya fasilitas jalan yang baik terutama jalan penghubung sudah cukup lama menjadi impian hampir seluruh masyarakat.
beberapa fasilitas jalan yang kini sudah sukup parah, semisal jalan penghubung di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batang Tuaka, GAS dan Gaung. Selain jalan antara desa dengan desa, Desa dengan Kecamatan kondisinya sebagian besar kini dalam keadaan rusak parah dan sangat sulit dilewati, terutama saat musim penghujan. Bahkan akses jalan utama di tiga Kecamatan tersebut yang menuju Ibu kota Kabupaten, Tembilahan juga tidak jauh berbeda.
“Jangankan jalan desa dan jalan kecamatan, jalan kabupaten saja yang menghubungkan tiga Kecamatan tersebut termasuk yang menghubungkan ke Ibukota Kabupaten rusaknya sangat parah. dulu ruas jalan ini sudah mulai bisa dilintasi kendaran roda empat. tapi kini, jangankan kendaraan roda empat, sepeda kayuhpun harus meniti dengan hati-hati jika ingin selamat,” kata Apol warga Kecamatan Batang Tuaka, belum lama ini
Kondisi serupa juga terjadi hampir diseluruh Kecamatan lainnya. jalan lintas Enok yang menghubungkan Kecamatan Enok dengan Kelurahan Seberang Tembilahan. Ruas jalan tersebut boleh dikatakan tidak pernah mulus seratus persen. Ada saja kerusakan disana sini, dan perbaikan hanya terkesan tambal sulam. Hingga jarak tempuh yang meskinya tidak seberapa, terasa cukup jauh akibat kendaraan tidak bisa dipacu dengan normal.
Kecamatan lainnya, mulai dari Kecamatan Keritang, Reteh dan Kecamatan Kemuning yang sebahagian besar daerahnya dengan tofografi dataran tinggi, kini kondisi jalan juga sangat memprihatinkan. Bahkan kerusakan jalan di dikawasan tersebut, juga terjadi pada jalan Nasional, yakni jalan Lintas Timur. Kalau kita terus berjalan dan sampai diperbatasan dengan Provinsi Jambi, kita akan terasa malu, karena ruas jalan disana mulus dan tidak rusak seperti didaerah kita.
Kerusakan yang terjadi cukup menimbulkan tanda tanya sebahagian besar masyarakat. apakah karena faktor geografis di Inhil yang sedemikian labil ataukah karena sebab lain. Namun masyarakat juga meminta dalam pelaksanaannya, pengerjaan perbaikan jalan ini dapat diawasi dengan baik. sangat mudah ditemui, jalan yang barus saja diperbaiki, tidak perlu hitungan waktu yang lama kondisinya sudah kembali rusak.
Jangankan di Kecamatan, di dalam kota Tembilahan saja banyak jalan setelah diperbaiki, dalam hitungan bulan kedepan sudah rusak kembali. penyebabnya mungkin saja pengerjaan tidak dilaksanakan sebagaimana keharusan. oleh karenanya tentu diperlukan pengawasan yang lebih baik.(dro)




Masyarakat Pinta Pemkab Inhil Sikapi Kemacetan Arus Lintas parit 11 Tembilahan hulu

Kondisi kemacetan seperti ini hampir setiap hari terjadi di lokasi parit 11 jalan H Arief Kecamatan Tembilahan Hulu
Kondisi kemacetan seperti ini hampir setiap hari terjadi di lokasi parit 11 jalan H Arief Kecamatan Tembilahan Hulu

Tembilahan (www.detikriau.org) — Jalur Lalu lintas seputaran parit 11 Jalan H Arief Kecamatan Tembilahan hulu  kerap macet. Kondisi seperti ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan dan rawan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan. Masyarakat sekitar berharap pemerintah Kabupaten segera menyikapi untuk mencarikan solusi terbaik.
Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga Jl H Arief, Azman. menurutnya, sebagai pengguna jalan yang setiap harinya melintasi jalur ini, kerap macetnya arus lalulintas cukup mengganggu aktifitas warga setempat.”yang jelas, sebagai pengguna jalan tentu saja kondisi seperti ini membuat kita tidak nyaman. apalagi disaat jam-jam sibuk, ratusan kendaraan akan terjebak dalam kemacetan. jalur yang tidak seberapa panjang yang seharusnya bisa ditempuh dalam hitungan beberapa menit, kadang-kadang membutuhkan waktu hingga puluhan menit. harusnya ini mendapatkan perhatian pemerintah agar jalur ini dapat kembali lancar,” Sampaikan Azman
Ditambahkan Azman, jika Pemkab inhil serius untuk mencarikan solusi mengatasi persoalan ini, ia sangat berkeyakinan kemacetan yang semakin hari semakin parah ini pasti akan dapat teratasi. Tanah abang Jakarta aja yang dulunya macet sekarang sudah bisa normal. ujarnya memberikan gambaran.
Udin, warga jalan H Arief lainnya menyarankan untuk menghindari kemacetan, pemerintah sedianya bisa menempatkan petugas, seperti misalnya petugas dari Dinas Perhubungan. MSAepengetahuan udin, parit 11 secara resmi bukan diperuntukkan sebagai pasar rakyat tapi sudah sejak lama pedagang memanfaatkan lokasi ini untuk berdagang mengadu untung. Dengan berjalannya waktu, kini kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai pasar Parit XI dan semakin hari semakin ramai.” Tentunya aktifitas masyarakat ini tidaklah terlalu dipermasalahkan karena paling tidak cukup banyak masyarakat yang megadu nasib dan mencari rezky dikawasan ini. Hanya saja tentunya agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, tentu perlu ditata dan diatur dengan baik.
“Ini salah satu biang penyebab terjadinya kemacetan, ditambah lagi, tidak seberapa jauh dari jembatan parit 11, berdiri sebuah sekolah. jika tidak diatur dengan baik. kemacetan tentunya tidak mungkin bisa dihindari,” Pendapat Udin
Ditambahkan Udin, karena pasar parit 11 keberadaannya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, hampir setiap hari ia berbelanja berbagai keperluan rumah tangga dikawasan  ini.”Terus terang saya juga tidak mempermasalahkan keberadaan pasar tidak resmi ini, paling tidak, masyarakat sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Namun secara pribadi saya juga setuju kalaulah lokasi ini bisa ditata dengan lebih baik agar ruas jalan tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,” nilai Udin.
Pantauan Vokal, kawasan parit 11 ini hampir setiap hari memang tidak pernah sepi dari berbagai aktifitas perdagangan. ramainya pengunjung dan sempitnya ruas jalan memang kerap menimbulkan kemacetan.(dro)




Wabup Pimpin Pertemuan Stakeholder KPA Inhil

IMG_9286Tembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Rosman Malomo, pimpin pertemuan Stakeholders Anggota Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Indragiri Hilir bertempat di Aula Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), Tembilahan. Rabu (29/1)
Pertemuan ini dimaksudkan untuk merapatkan barisan dan mempersolid koordinasi di antara Anggota KPA Indragiri Hilir dalam rangka menanggulangi penyebaran HIV/AIDS serta menyusun strategi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan.
Dalam sambutannya, Sekretaris KPA Inhil, H. Umar Pulungan menyatakan bahwa hingga saat ini sudah terjadi 81 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Inhil. Penyebaran ini harus segera dihentikan untuk menghindari bahaya yang lebih besar di kemudian hari. Sebab dijelaskannya, berdasarkan definisi WHO, 1 kasus HIV/AIDS berpotensi menginfeksi 100 orang.
Sementara itu Wakil Bupati Indragiri Hilir dalam pemaparan materinya merincikan jumlah penderita HIV/AIDS di Kab. Inhil terbagi ke dalam berbagai kelompok di antaranya berdasarkan jenis kelamin dan usia yaitu laki-laki 48 orang, perempuan 28 orang, dan anak-anak 5 orang.
Berdasarkan data tersebut, Wabup merasa perlu adanya peningkatan koordinasi hingga ke tingkat  Kecamatan, Desa, dan RT/RW dalam melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS. Ditambahkannya, HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es, “yang terlihat hanya puncaknya”, ujar Wabup mengibaratkan.
Wabup berharap pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang minimal mampu meminimalisir atau bahkan sekedar menstagnankan penyebaran HIV/AIDS. Di samping itu, Wabup juga mengharapkan dukungan serta partisipasi dari semua pihak, tidak terkecuali dari pihak media. “Dukungan Rekan-rekan Pers lewat penyebarluasan informasinya akan sangat membantu upaya kita bersama mencegah virus mematikan ini lebih meluas”, ajak Wabup.(dro)