Pemkab Inhil Gelar Seminar Kajian Rencana Pemkaran Inhut

 

Rapat rencana pembentukan Insel. Foto: Humas Pemkab Inhil
Rapat rencana pembentukan Insel. Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar seminar Kajian Pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Utara (Inhut) yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Balai Utama Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia No 1 Tembilahan. Senin (10/2) Tembilahan.
Seminar Pemekaran kabupaten Inhut ini langsung dibuka oleh Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Rosman Malomo, dan didampingi oleh Sekda Alimuddin RM, Wakil Ketu DPRD Muslimin, Dr Widiono Sucipto, Usman dan tampak hadir Angota DPRD Komisi 1 Yusuf Said, asisten, staf ahli,  kepala dinas, kepala badan, kepala kantor dan camat-camat setempat.
Dalam sambutan Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo, mengatakan bahawa Kabupaten Inhut ini nantinya terdiri dari lima kecamatan.
“Ada lima kecamatan yang akan masuk dalam Kabupaten Inhut yaitu Kecamatan Mandah, Palangiran, Telok Belengkong, Pulau Burung dan Kecamatan Kateman,” sebut Rosman Malomo.
Dalam pemaparan Dr Widiono Sucipto mengatakan bahwa Kajian Pemekaran Inhut ini dilakukan pada akhir 2013 lalu. “Survey kita lakukan pada bulan November 2013 yang di pimpin oleh Usman,” papar Sucipto.
Sambungnya lagi, Lima kecamatan ini memiliki potensi yang cukup besar, jadi oleh sebab itu masyarakat setempat mengusulkan agar dimekarkan menjadi kabupaten baru yaitu Kabupaten inhut, paparnya.
“Ada beberapa kekurangan yang perlu diketahui yaitu bahwa kelima kecamatan ini masih kekurangan insfrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tandasnya.(dro/humas Pemkab Inhil)




APBD Inhil 2014 Diperkirakan Kembali Defisit

DSC_0199TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pendapatan daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 1,695 triliun, Sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp 2,071 triliun. Dengan jumlah belanja tersebut, APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 376,277 miliar.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan saat Rapat Paripurna ke-3 DPRD Kabupaten Inhil, dalam rangka Penjelasan/Pidato Bupati Inhil terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2014 dan Laporan Reses III tahun 2013 dari masing-masing daerah pemilihan, Senin (10/2).
Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi Ketua DPRD, HM Raus Walid serta Wakil Ketua, H Muslimin ini, turut dihadiri oleh Unsur Muspida, Sekda dan beberapa Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil.
Dikatakan Bupati, penyusunan RAPBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 menekankan pada pokok-pokok kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang mendasar, yaitu program-program pembangunan yang lebih mengakar dan menyentuh masyarakat, khususnya masyarakat kecil, marginal dan miskin.
Selain itu, penyusunannya diupayakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, yang juga menekankan kepada keterpaduan dan sikronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.
“Penyusunan RAPBD ditekankan pada prioritas pembangunan, yaitu peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian masyarakat, peningkatan ruang kerja, pengembangan infrastruktur, penataan pembangunan ibukota kabupaten yang rapi, modern, indah dan bermartabat, serta reformasi pelayanan birokrasi dan pengelolaan daerah aliran sungai,” tutur Bupati, Wardan.
Selanjutnya, yang menjadi prioritas lainnya dari program pembangunan Pemkab Inhil, yaitu pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Dimana, penanganan lahan kritis dan tidak produktif melalui pembangunan dan rehabilitasi tanggul, normalisasi parit, pintu klip, penciptaan sawah baru dan pengadaan bibit unggul, serta pemberian alat tangkap ikan, dalam upaya peningkatan ekonomi masarakat melalui bantuan peralatan maupun dana untuk pengembangan usaha masyarakat kecil dan menengah.
Adapun garis besar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014, terdiri dari Pendapatan Derah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah.
Dirincikan Bupati, untuk pendapatan daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 1,695 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 82,115 miliar, dana perimbangan Rp 1,424 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 188,941 miliar.
Sedangkan Belanja Daerah, pada RAPBD tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp 2,071 triliun. Dimana, dengan jumlah belanja tersebut, APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2014 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp 376,277 miliar.
“Rencana Belanja Daerah pada RAPBD tahun anggaran 2014 dialokasikan untuk belanja tidak langsung, terdiri dari belanja pegawai, belanja bunga, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangann kepada pemerintah desa dan partai politik, serta belanja tidak terduga sebesar Rp 959,755 miliar. Sedangkan belanja langsung meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal sebesar Rp 1,112 triliun,” terang Bupati, Wardan.
Sementara itu, penerimaan pembiayaan pada RAPBD tahun anggaran 2014, berupa perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran atau silva tahun anggaran sebelumnya, yakni sebesar Rp 436,398 miliar. Dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 5,475 miliar, yg merupakan penyertaan modal dan investasi Pemkab Inhil.
“Pembiayaan netto pada RAPBD tahun anggaran 2014 adalah sebesar Rp 430,923 miliar, yang dipergunakan untuk menutupi devisit anggaran,” tambahnya.
Dengan uraian tersebut diatas, dijelaskan Bupati, bahwa RAPBD tahun anggaran 2014 masih terdapat sisa lebih penggunaan anggaran atau silva sebesar Rp 54,646 miliar, yang merupakan perkiraan dana reboisasi dan sisa Dana Alokasi Kkhusus (DAK) yang belum digunakan.(dro)




DPRD dan Pemkab inhil Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS

Ketua DPRD Inhil menandatangani nota kesepaktan KUA-PPAS
Ketua DPRD Inhil menandatangani nota kesepaktan KUA-PPAS

Tembilahan (www.detikriau.org) — Setelah dilakukan pembahasan bersama terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penetapan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2014, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyelenggaran rapat penandatangan Nota Kesepakatan KUA-PPAS . Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Rapat Paripurna gedung DPRD Inhil, Jl HR Subrantas Tembilahan, Jum’at (7/2) malam kemaren
Dalam sambutannya, Ketua DPRD, H Raus Walid mengatakan bahwa Penandatanganan Nota KUA-PPAS APBD tahun 2014 tersebut  merupakan tindaklanjut dari rapat paripurna pertama DPRD yang beragenda penyampaian atau penjelasan bupati terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Inhil Tahun 2014.
“Nota Kesepakatan KUA-PPAS yang ditandatangani hari ini nantinya akan dijadikan sebagai sarana dan arah kebijakan pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran yang menjadi petunjuk dan ketentuan umum yang disepakati sebagai pedoman penyusunan Rencana APBD, oleh karenanya KUA merupakan konsistensi dari Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) dan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” Ungkap Raus walid yang saat itu didampingi Wakil Ketua DPRD Inhil, Jubair Malomo, Muslimin dan Dani M Nursalam.
Dalam sidang paripurna ke 2 masa persidangan pertama DPRD tahun sidang 2014 ini, Raus Walid juga menambahkan bahwa Rencana Kebijakan Pendapatan Daerah (RKPD) sebagaimana dijelaskan dalam PP No. 58 Tahun 2005 tentang pengelolan Keuangan Daerah adalah rencana pendapatan daerah yang meliputi semua penerimaan uang melalui rekening daerah adalah hak daerah dalam satu tahun anggaran. Sementara, Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebagaimana diatur dalam Permendagri No 13 tahun 2006 Pasal 87 adalah informasi skala prioritas untuk urusan wajib dan urusan pilihan yang dikaitkan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). PPAS juga memberikan informasi tentang prioritas program berdasarkan indikasi prioritas kegiatan, Pembangunan pada setiap SKPD dan sebagai acuan dalam menyusun rencana anggaran Pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil bahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beberapa waktu lalu, Pendapatan Daerah (PAD) Inhil pada tahun 2014 diprediksi naik menjadi Rp. 1,6 T dari tahun sebelumnya
Lebih jauh ia mengatakan, Penyusunan KUA-PPAS Inhil Tahun 2014 yang dilakukan Badan Anggaran Bersama TAPD sendiri tetap memperhatikan prioritas pembangunan Inhil tahun 2014 yang disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah dan program pemerintah.
Setelah mendengarkan penjelasan Ketua DPRD Inhil, Sidang Paripurna dilanjutkan dengan penyampaian laporan badan  legislasi DPRD Kab. Inhil tentang prolegda T.A 2014 oleh HM Yusuf Said dan dilanjutkan dengan penyampai laporan hasil pembahasan badan anggaran terhadap KUA dan PPAS TA. 2014 oleh Herwanissitas serta kemudian dilakukan penandatangan Nota Kesepakatan KUA-PPAS Inhil Tahun Anggaran 2014. Disaksikan Pimpinan SKPD dan 23 orang Anggota DPRD yang hadir, Bupati bersama Pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS sebagai acuan penyusunan APBD Inhil Tahun 2014.
Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada DPRD Inhil dan Tim TAPD yang serius dalam melakukan pembahasan yang telah sampai pada tahapan kesepakatan saat ini. Disamping itu, Bupati juga mengharapkan kerja sama Anggota DPRD Kab. Inhil dalam MUSREMBANG tingkat desa, yaitu untuk mendorong masyarakat lebih berperan aktif untuk memberikan masukan dalam pembangunan Inhil Kedepan yang Lebih Bermarwah dan Bertabat.
Sidang paripurna  penandatangan nota kesepatakan KUA-PPAS ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil,  H Rosman Malomo, Unsur Muspida, Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM.(dro)




Musim Kemarau, Wabup Himbau Warga Tidak Bakar Lahan


 

WabupTembilahan (www.detikriau.org) — Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Darul Da’wah Wal irsyad ( DDI ) di Parit Kadas Desa Benteng Barat Kec. Sungai Batang. Sabtu (8/2)

 

Dalam Arahannya, Wabup menghimbau agar masyarakat selalu  menjaga lingkungan khususnya pada musim kemarau seperti saat ini, dimana pada musim kemarau, sudah menjadi kebiasaan masyarakat selalu membakar lahan yang tentunya bisa berakibat menimbulkan berbagai akibat, salah satunya terjadinya polusi udara.

“hindari untuk membuka dan membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar. Pembakaran lahan tentu akan menyebabkan timbulnya asap yang akan menjadi penyebab polusi udara. Pada akhirnya akan menggangu kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” Ingatkan Wabup.(dro)




Ratusan Mahasiswa Unisi Demo. Paksa Rektor Mundur

DSC_0025Tembilahan (www.detikriau.org) — Ratusan Mahasiswa Universitas islam Indragiri  (UNISI) paksa Rektor UNISI, DR Ririn Handayani untuk mundur dari jabatannya. Aksi demontrasi yang digelar di gedung kampus FTIK dan Pertanian itu berlangsung dengan anarkis. Meski berada dibawah pengawalan  aparat keamanan, mahasiswa tetap melakukan aksi pembakaran berbagai inventaris fakultas yang kini juga difungsikan sebagai gedung rektorat kampus UNISI.
Pantauan lapangan detikriau.org, Desakan mahasiswa yang dimulai sekira pukul 08.30 Wib itu semakin beranjak siang semakin memanas. tidak mendapatkan kepastian dari rektor, sebahagian mahasiswa mulai terlihat bertindak brutal. kursi, meja, papan pengumuman dan berbagai inventaris kampus lainnya satu persatu ditumpuk ditengah halaman dalam gedung dan akhirnya dibakar. tak tertinggal, pot bunga dan jendela kaca gedung berlantai dua itu dipecah. Pekik  dan nyanyian berlantunkan revolusi menggema tiada henti. mahasiswa terus melakukan aksi dengan anarkis. berbagai kalimat kritikan, kecaman dan desakan terus menggema dari beberapa megaphone yang ditenteng mahasiswa.

Aksi pembakaran yang dilakukan mahasiswa di kampus fakultas Tehnik dan Pertanian jalan Lintas Propinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu
Aksi pembakaran yang dilakukan mahasiswa di kampus fakultas Tehnik dan Pertanian jalan Lintas Propinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu

deretan jendela kampus Fak tehnik dan Pertanian UNISI parit 1 tampak berantakan setelah diamuk massa demontran
deretan jendela kampus Fak tehnik dan Pertanian UNISI parit 1 tampak berantakan setelah diamuk massa demontran

Dikawal petugas kepolisian, Rektor UNISI, DR Ririn memberikan penjelasan dihadapan massa demontran
Dikawal petugas kepolisian, Rektor UNISI, DR Ririn memberikan penjelasan dihadapan massa demontran

Aksi massa demontrans di gedung rektorat UNISI jalan Swarna Bumi Tembilahan
Aksi massa demontrans di gedung rektorat UNISI jalan Swarna Bumi Tembilahan

Sekira pukul 10.00 Wib, DR Ririn menemui mahasiswa. mendapatkan desakan mundur, Ririn menegaskan bahwa ia diangkat oleh yayasan. jika mahasiswa ingin mendesak ia untuk meletakkan jabatan, Ririn mempersilahkan mahasiswa untuk meminta ke pihak yayasan. “Kapan saja saya siap untuk mundur kalau memang diminta pihak Yayasan. jadi kalau ingin saya mundur, silahkan memintakannya ke Yayasan,” Ujar Ririn
Jawaban Ririn ini sontak semakin membuat mahasiswa semakin brutal. mereka mendesak jawaban Ririn secara pribadi untuk mundur dari jabatan. Karena tak ada kesepakatan, Ririn akhirnya kembali masuk ke gedung rektorat di lantai dua. Mahasiswa kembali melakukan aksi.  Aksi pembakaran kembali dilakukan. kali ini dilakukan dihalaman depan kamus yang berada di Jalan Lintas Provinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu itu.
Sekira pukul 11.15 Wib, dikawal puluhan aparat kepolisian, Ririn kembali turun dan kembali mempertegas agar mahasiswa mendesak ke pihak Yayasan bukan dirinya. Usai memberikan penegasan, Ririn bermaksud untuk meninggalkan lokasi demontrasi namun ditahan ratusan mahasiswa. seluruh pintu keluar kampus diblokir. mahasiswa terus mendesak DR Ririn untuk menyatakan kesediaan meletakkan jabatan sebagai rektor.
Aksi dorong dan saling desak antara puluhan aparat kepolisian yang mengawal DR Ririn dengan Mahasiswa terjadi berulang-ulang. beberapa kali niat Ririn untuk meninggalkan halaman kampus dihalangi oleh mahasiswa. mahasiswa akhirnya membuatkan surat pernyataan tertulis kesediaan Rektor untuk mundur dan mendesak Ririn membubuhkan tandatangan tanda persetujuan.
Akhirnya, aksi saling dorong yang terjadi hampir selama 2 jam yang cukup melelahkan itu meluluhkan DR Ririn, sekira pukul 13.17 Wib, DR Ririn pun menandatangani surat pernyataan yang disodorkan Mahasiswa. Diiringi sorak-sorai, Mahasiswa melepas DR Ririn meninggalkan halaman kampus.
Sepeninggalan DR Ririn, sempat terjadi aksi bentrokan. kali ini, puluhan mahasiswa Fakultas Tehnik dan Pertanian yang merasa tidak senang kampusnya dirusak melakukan protes kepada massa demonstrans. protes hampir berbuah bentrokan fisik. untung saja kondisi ini sempat diredam aparat kemanan dan massa demonstran akhirnya bergerak meninggalkan halaman kampus dengan menenteng surat pernyataan mundur DR Ririn untuk menemui pihak Yayasan di Rektorat jalan Swarna Bumi Tembilahan.
direktorat jalan Swarna Bumi, masa kembali melakukan orasi. disini mereka mendesak sore ini juga pihak yayasan mengeluarkan surat penetapan pengunduran diri Rektor. massa demontrans ditemui pihak yayasan yang diwakili oleh Dianto mampanini dan Muammar Qaddafi. yayasan menjelaskan bahwa setiap proses pengunduran tidak semerta-merta bisa langsung dikukuhkan tetapi harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan.
“Kita tidak mungkin bisa langsung memberikan penetapan. semua harus melalui prosedur dan aturan yang ada. setidaknya hal ini harus mendapatkan keputusan melalui rapat pengurus yayasan. kita minta mahasiswa untuk mengerti hal ini,” ujar Muammar menjelaskan.
Lagi-lagi mahasiswa tidak menerima penjelasan yang diberikan pihak yayasan. karena menilai tidak ada ketegasan. mahasiswa kembali bertindak anarkis. deretan jendela kaca direktorat eks kantor DPRD Inhil itupun dihujani batu.
Melalui dialog panjang yang cukup sekali-kali kembali memanas hingga menjelang pukul 17.00 Wib, disimpulkan pihak perwakilan yayasan, kamis (6/2) malam akan berangkat ke PKU menemui ketua yayasan membicarakan terkait beberapa desakan massa demontrans.
Selain menuntun rektor UNISI, DR Ririn handayani mundur, massa demonstrans juga menuntut adanya kejelasan akan status UNISI termasuk Akreditasi, tranparansi pengelolaan keuangan serta mempertimbangkan untuk melakukan pengangkatan rektor UNISI baru. (dro)




Turun Langsung Kedaerah, Pejabat Diharapkan Pahami Prioritas Pembangunan yang Dibutuhkan

Bupati Inhil, HM Wardan saat berkunjung ke Kecamatan Mandah. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan saat berkunjung ke Kecamatan Mandah. Foto: Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) –Dalam berbagai kesempatan turun ke daerah-daerah, Bupati Indragiri Hilir, H.M. Wardan, selalu membawa serta rombongan besar yang terdiri dari para Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor atau pun Kepala Bagian. Hal ini dimaksudkan agar para Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir tersebut dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memahami pembangunan apa yang menjadi prioritas pembangunan di setiap daerah yang dikunjungi.
Seperti pada saat berkunjung ke Dusun Sabak Terusan, Desa Bakau Aceh, Kecamatan Mandah, Kamis 6 Februari 2014, dalam rangka Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, Bupati turut membawa beberapa Pejabatnya.
“Saya sengaja datang kemari dengan rombongan besar. Tujuannya tidak lain agar para Pejabat dapat melihat secara langsung dan membuat catatan tentang pelayanan pembangunan seperti apa yang dibutuhkan Dusun Sabak Terusan, Desa Bakau Aceh ini”, tambah Bupati.
Masih dalam sambutannya, Bupati kembali memaparkan program-program Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, seperti Demam Kelapa. “Selama 2 bulan ini Saya fokus memasyarakatkan Gerakan Demam Kelapa”, ungkap Bupati.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Mandah yang telah menindaklanjuti program-program seperti Maghrib Mengaji dan Jumat Bersih. Karena berdasarkan laporan Camat Mandah, M. Nazar, dalam sambutannya, beberapa waktu yang lalu sudah dilaksanakan upacara pencanangan kegiatan Maghrib Mengaji dan Jumat Bersih di Kecamatan Mandah.
Acara Tabligh Akbar ini juga diisi dengan uraian hikmah dari 2 Penceramah, yaitu H. Tengku Zulkarnaen, Wakil Sekjen MUI Pusat, dan Al-Ustadz Suhaidi.
Mandah mendapatkan Kucuran Dana sebesar Rp 57,9 Milyar
Dengan kondisi geografis yang dikelilingi oleh perairan, membangun Kecamatan Mandah memang memerlukan upaya ektra, termasuk dari segi dana.Karena itu, Kecamatan Mandah mendapat kucuran dana hampir 60 M.
“Dana itu berasal dari APBD Provinsi Riau sebesar 50M dan 7,9M dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir.”Jelaskan Bupati kala itu
alokasi dana yang hampir 60 miliyar rupiah itu menuru Bupati diperuntukan untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan. (dro/humas)