Asyik Bermain Bola, Motor Raib Disikat OTK

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Gara-gara lupa melepas kunci kontak motor ketika memakirkan kendaraan. Vario Techno BM 3756 GI lenyap disikat OTK. Peristiwa ini terjadi di lokasi parkiran Stadion Beringin Tembilahan, Jum’at (28/2) sekitar pukul 09.45 Wib.
Nasib naas tersebut, dialami oleh Toto Subagio (36) seorang PNS dilingkungan Pemkab Indragiri Hilir warga Jalan Batang Tuaka Lorong Mekar Sari Kelurahan Pekan Arba Tembilahan. Atas kejadian ini korban ditaksir mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.
Kronologi kejadian berawal ketika pagi itu korban dengan beberapa teman sejawatnya sesama PNS, datang ke Stadion Beringin hendak berolah raga sepak bola. Setibanya dilokasi diduga koban lalai saat memakirkan motornya, kunci kontak tertinggal.
Setelah meletakan motornya, korban masuk kedalam Stadion untuk bermain bola bersama teman-teman lainnya.  Usai bermain sekira pukul 09.15 Wib dan bermaksud untuk pulang barulah disadari sepeda  motornya tidak lagi berada ditempat.
“Ditemani beberapa orang temannya korban segera menyampaikan laporan kehilangan ke Polsek Kota,”ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.
Dijelaskan Kasat Reskrim, kasus hilangnya motor korban sudah ditangani oleh Tim Opsnal Reskrim Polres Inhil dan Polsek Tembilahan. Dugaan sementara hilangnya motor korban akibat terjadi kelalaian karena lupa mengambil kunci motornya. (dro)




NOAA 18 Deteksi 15 Titik Panas di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (3/3/2014) satelit NOAA kembali mendapati adanya 15 titik panas (hot spot) diwilayah Inhil. jumlah hotspot ini kembali mengalami peningkatan dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya didapati 5 titik panas.
pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri hilir, H Encik Kamal Syahindra melalui Kasi Kerusakan Lingkungan Hidup, Ardy Yusuf kepada detikriau.org. Dikatakannya, ke 15 hotspot ini tersebar di 7 Kecamatan.
Ke 7 Kecamatan dimaksud dijelaskannya adalah Kecamatan Teluk Belengkong 5 titik, Desa Hibrida Jaya 2 titik, Desa Kelapa Patih Jaya, Desa Sumber Jaya, dan Desa Sumber Sari Jaya masing-masing 1 titik. Kemudian Kecamatan Gaung 4 titik, di Desa Simpang Gaung 2 titik dan Desa Pungkat, Desa Belantaraya masing-masing 1 titik. Kecamatan Pulau Burung hanya ditemukan 1 titik di Desa Keramat Jaya. Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Saka Palas jaya.
Selanjutnya Kecamatan Kuindra ditemukan 1 titik di Desa Sungai Bela. 2 titik ditemukan di Kecamatan Tempuling yaitu di Desa sungai Salak dan Desa Harapan Jaya dan yang terakhir di Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pancur di Temukan 1 titik, paparnya.
Ditambahkan Ardy, BLH Kabupaten Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan titik api melaluiSatelit NOAA 18 dan melaporkan ke pimpinan termasuk melakukan koordinasi kepada pihak kecamatan.
Ditambahkan Ardy, BLH Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan-pemantauan titik api melalui satelit NOAA 18, jika dijumpai hotspot langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk segera ditindaklanjuti.
“Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi agar tidak terjadinya peluasan kebakaran lahan yang terjadi disuatu kecamatan. Sambung Ardy.
Dalam kesempatan itu, Ardy juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker
saat berpergian guna mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan kabut asap apalagi menurutnya Kabupaten Inhil kini sudah ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat asap oleh Bupati beberapa hari yang lalu. tandasnya.(Ahmad Tarmizi)




BPBD dan Kodim 0314 Inhil Turun langsung ke Lapangan

Cegah Meluasnya Penyebaran Kebakaran Hutan lahan —
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang bekerja sama dengan Kodim 0314 Inhil terjun ke lima titik di lokasi ditemukanya titik api di 2 Kecamatan.
Lima titik api yang dimaksud, masing-masing berada di Kecamatan Teluk Belengkong dan Kecamatan Pelangiran. Apalagi saat ini pemerintah sudah menetapkan tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan. Sehingga BPBD melakukan upaya nyata untuk terjun secara langsung memadamkan api.
“Jauh-jauh hari sebelum ditetapkanya tanggap darurat, kami sudah melakukan tindak dan upaya pemadaman api. Sebab, kita memiliki perpanjangan tangan di tingkat-tingkat kecamatan. Namun pada hari ini (Selasa, red) kami bersama tim penanggulangan becana turun langsung memadamkan api di dua kecamatan,” jelas Kepala BPBD Inhil, Yuspik, Senin (3/3).
Sebagai aksi tindaklanjut tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, tim mendirikan dua posko. Posko induk berada di Makodim 0314 Inhil, sedangkan posko dua berada di Kantor BPBD Inhil, Jalan Suwarna Bumi Tembilahan. Posko-posko tersebut disiagakan 24 jam hingga beberapa hari kedepan.
“Posko tanggap darurat ini berdiri sejak 26 Februari hingga 8 Meret mendatang. Namun bukan berarti pada saat itu posko langsung ditutup. Semua tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. Jika memang masih diperlukan, akan diperpanjang,”tandasnya. (dro)




Usai Rombak Kabinet, Pro dan Kontra Mulai Bermunculan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Rotasi, mutasi maupun promosi jabatan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Ada yang merasa gembira karena mungkin merasa sesuai dengan posisi jabatan yang diinginkannya dan pastinya tidak sedikit pula yang merasa bersedih hati.
Apa yang disampaikan Bupati dalam amarannya pada pelantikan sebanyak 223 pejabat esselon II, III dan IV bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jum’at (27/2/2014) yang lalu, hanya berselang beberapa hari nyata memang menimbulkan berbagai pendapat. Sebahagian memberikan komentar dukungan dan tentu ada pula yang memberikan kritikan.
Warga Tembilahan, M Saribun, mengaku cukup kecewa dengan perombakan kabinet yang dilakukan pasangan Warohmah. spirit baru menurutnya benar tetapi wajah masih yang lama. meski tidak mau memberikan komentar banyak, Saribun yang menyebut dirinya bertitel SAG MSI (Sarjana Alam Gaib Master Segala Ilmu. red) ini meminta agar detikriau.org bersedia untuk mempublikasikan komentarnya.
Diakhir kalimat ia hanya menutup komentar dengan lantunan bait lagu yang sekali lagi tidak dijelaskan apa maksudnya, “Wahai kau burung dalam sangkar sungguh nasibmu baik benar. Mereka pasti paham apa maksud saya,” sampaikannya.
Warga Tembilahan lainnya yang mengaku Tim pemenangan pasangan Warohmah  pada pilkada yang lalu juga menyatakan kekecewaan. dikatakan, harapannya agar adanya penempatan wajah-wajah baru sejalan dengan slogan spirit baru nyatanya tidak terbukti.
90 persen pejabat yang dilantik menurutnya masih wajah lama, hanya terjadi rotasi penempatan. diakuinya, beberapa pejabat lama wajar untuk dipertahankan karena memang mereka dinilai bekerja profesional dan menunjukkan prestasi yang baik. namun tidak sedikit pula yang kemampuannya pas-pasan tetapi tetap mendapat posisi.
“Saya tidak perlu menyebut nama secara pulgar, ada pejabat yang prestasinya tidak ada yang istimewa dan bahkan mengecewakan tetapi masih ditempatkan sebagai kepala Dinas. Memang semua itu hak preogratif Bupati namun saya hanya berharap agar pasangan Warohmah hendaknya mempertimbangkan sosok-sosok yang benar-benar memiliki potensi. bukan terkesan hanya asal copot dan dudukkan,” Ujarnya sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.
Disamping kritikan, juga ada warga menyatakan dukungan. menurut Andi (43),  hari ini pertarungan pilkada sudah usai. pasangan Warohmah telah unggul. harusnya, hormati hasil pilkada. Warohmah adalah pilihan masyarakat Inhil, berikan mereka kesempatan untuk bekerja.
Apalagi kalau mereka Tim pemenangan Warohmah, harusnya apapun yang menjadi kebijakan Bupati hendaknya didukung. bersimpati dan menjadi tim pemenangan, tolok ukur terbaiknya adalah niat melakukan perbaikan bukan imbalan.
“Wardan sosok pamong sejati. ia bukan seorang politikus. artinya Wardan berkerja sesuai aturan kepamongan. Saya yakin beliau punya pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan. jangan kecewa, apalagi kalau hanya kecewa dilatarbelakangi tidak mendapatkan imbalan karena merasa sudah berjasa. hari ini Warohmah bukan hanya milik Tim pemenangan tetapi milik masyarakat Inhil,” ujarnya
Diakhir kalimat, Andi yang mengaku bukan dari Tim pemenangan pasangan manapun ini berharap agar semua masyarakat memberikan kesempatan kepada pasangan Warohman untuk memberikan pengabdian. sejauh ini dinilainya apa yang sudah dilakukan pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini sudah cukup baik. “Mudah-mudahan pasangan pemimpin pilihan masyarakat Inhil ini selalu diberikan kesehatan agar dapat selalu bekerja dan memberikan pengabdian terbaik. yang terpenting tentunya saya berharap agar mereka tetap ingat dengan titipan amanah masyarakat,” Pungkasnya. (dro)




Lakalalin, Mahasiswa UNISI Tembilahan, Koma

Zulkifli terbaring berlumuran darah di TKP
Zulkifli terbaring berlumuran darah saat ditemui di TKP

Tembilahan (detikriau.org) – Laga kambing dua kendaraan bermotor kembali terjadi di jl baharudin Jusuf (dulu jl telaga biru. red) tepatnya di parit XI Kecamatan Tembilahan Hulu.  dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.30 Wib ini, korban, Zulkifli (25) kini dalam keadaan kritis. Ahad (2/4/2014)
Berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar TKP, tidak ada yang menyaksikan secara pesis apa penyebab terjadinya kecelakaan. mereka hanya mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara benturan yang cukup keras.
“Bagaimana kejadian persisnya saya kurang mengetahui. Awalnya saya hanya mendengar suara benturan keras. setelah melihat ke TKP, kedua korban sudah terkapar dibadan jalan. salah satunya terlihat berlumuran darah dibagian kepala,” Ujar warga setempat yang enggan menyebutkan namanya.
Berdasarkan keteragan pihak tenaga medis RSUD Puri Husada Tembilahan, korban, Zulkifli yang belakangan diketahui salah seoang Mahasiswa UNISI Tembilahan pengendara sepeda bermotor BM 3758 GP mengalami luka yang cukup serius dibagian kepala, telinga mengeluarkan darah dan korban dalam keadaan koma. sedangkan lawan laga, M Rasul (45) pengendara sepeda motor BM 2849 BP hanya mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuh.
“Korban mengalami luka di bagian kepala yang sangat serius. untuk kondisi korban seperti ini, harusnya dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Namun meskipun dalam keterbatasan, kita akan berusaha maksimal,” sampaikan Dr Destia kepada detikriau.org
Sampai berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian Pores Inhil termasuk kronologis sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. (Ahmad Tarmizi)




Fokus Ornop Ragukan Komitmen kadis PU utamakan Kualitas Proyek

Sekjend Fokus Ornop, Indra Gunawan
Sekjend Fokus Ornop, Indra Gunawan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Aktivis Inhil, yang juga menjabat sebagai Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop), Indra Gunawan menilai komitmen Kadis PU Inhil mengutamakan kualitas pekerjaan proyek masih patut untuk dipertanyakan.
“Kalau benar kata Tengku Edy kualiatas proyek menjadi harga mati, saya yakin hanya beberapa persen saja yang akan lolos. selebihnya pasti dikenai sanksi. jangankan pekerjaan yang jauh dipelosok-pelosok desa, pekerjaan proyek didalam kota Tembilahan saja yang notabenenya mudah untuk dilakukan pengawasan, banyak yang amburadul.” Ujar Indra
Dari hasil pengamatan Fokus Ornop terhadap pengerjaan proyek, mereka menduga kebanyakan memang tidak dikerjakan sesuai bestek. namun untuk memberikan  kepastian ia mengaku masih cukup sulit karena tidak adanya keterbukaan dinas terkait.
Indra menantang, jika komitmen Tengku Edy memang benar, ia meminta agar setiap pengerjaan proyek besteknya bisa diakses secara terbuka. hal ini dimaksudkan agar masyarakat termasuk Fokus Ornop dapat menilai sejauhmana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai mutu yang disyaratkan. “Kita siap untuk memberikan bantuan secara sukarela untuk mewujudkan komitmen Kadis PU. syaratnya, berikan besteknya dan kami akan awasi.” tantang Indra
Diakhir pembicaraan, Indra juga menilai pemberian sanksi blacklist oleh Dinas masih kurang tepat, sanksi yang diberikan disamping masih tebang pilih baru diberlakukan sebatas kepada perusahaan bukan kepada individu yang berada dibelakang perusahaan. “Kalau hanya perusahaan saja yang diblacklist, gampang. tahun depan bikin aja lagi perusahaan baru atau pinjam perusahaan lain. dan kembali bisa kerja. harusnya pelaku dibalik perusahaan yang diblacklist.” Pungkas Indra.
Sebelumnya, kepada wartawan, Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Edy Efrizal menegaskan bahwa kualitas pekerjaan proyek sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar. Jika ada rekanan ataupun konsultan pengawas yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai aturan, akan diberikan sanksi tegas hingga pemutusan kerjasama.
Dikatakan Tengku Edy, jika bicara mengenai kualitas proyek, Semua kegiatan wajib untuk dilaksanakan dengan baik sesuai dengan bestek.
“Kita akan blacklist perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan sehingga tahun berikutnya tidak akan dapat lagi melakukan kerjasama. Selain rekanan, jika ada konsultan pengawas yang tidak mematuhi aturan, kita akan mintakan agar asosiasi memberikan sanksi,’’ Kata Tengku Edy. (dro)