Lagi Hotspot Terpantau di Inhil. kali ini 4 Titik Panas

kebakranTembilahan (www.detikriau.org) — Selasa (4/3), Satelit NOAA kembali deteksi 4 Titik Panas (Hotspot) di Kabupaten Inhil. ke empat titik panas ini terdeteksi di 3 Kecamatan.
“Pantauan satelit, hari ini Inhil kembali terpantau 4 Hotspot. keberadaannya di Kecamatan Teluk Belengkong 2 titik yakni di Desa Sumber Makmur Jaya. Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Wonosari dan 1 titik lainnya terdeteksi di Desa Mumpa Kecamatan Tempuling,” Sampaikan Kepala BLH Inhil, H Encik kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, selasa (4/3)
Dimusin kemarau dimana tanah menjadi kering, akan sangat mudah terpicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. oleh karenanya, BLH berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati agar persoalan kebakaran yang berdampak timbulnya kabut asap ini dapat dihindari. “yang terpenting tentunya jangan melakukan pembakaran secara sengaja dengan maksud apapun. perbuatan itu jelas melanggar aturan hukum dan pastinya ada sanksi pidana bagi siapa saja yang kedapatan melakukannya,” Ingatkan Ardi.(dro)




Pemkab Inhil Diminta Periksa Izin Tangki Timbun BBM Perusahaan

Diduga Banyak yang Gunakan BBM Bersubsidi —
exavatorTembilahan (www.detikriau.org)– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui instansi terkait didesak agar dapat memeriksa dan mempertanyakan tentang perizinan tangki timbun bahan bakar minyak (BBM) yang ada di setiap perusahaan baik yang bergerak dibidang industri maupun perkebunan.
Desakan itu disampaikan oleh Sekjed Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop), Indra Gunawan melalui detikriau.org di Tembilahan, selasa (4/2). Organisasi yang menjadi naungan LSM dan Ormas di Inhil ini menduga sampai saat ini banyak perusahaan – perusahaan di Inhil dalam operasional armadanya, baik truck maupun alat berat lainnya, masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“hari ini cukup banyak perusahaan perkebunan yang sedang melakukan aktivitas pembukaan lahan, seperti untuk perkebunan sawit. bahkan disalah satu perusahaan, untuk persiapan lahan mereka mempergunakan alat berat lebih dari 40 unit. dari informasi orang kita, dalam sehari sedikitnya alat-alat berat ini menghabiskan hingga 8 ribu liter solar.” Ujar Indra
Desakan Fokus Ornop agar Pemkab Inhil segera melakukan pemeriksaan izin tangki timbun perusahaan-perusahaan tersebut tidak lain ditujukan untuk mendapatkan kepastian agar perusahaan ini benar-benar mematuhi untuk tidak mempergunakan BBM bersubsidi yang notabenenya adalah hak masyarakat kecil.
“Tidak menuduh, tetapi apapun namanya usaha, keuntungan pastinya menjadi sasaran utama. Dengan mempergunakan BBM Subsidi yang harganya pasti jauh lebih murah, siapa yang tidak tergiur. jadi tentunya wajar kalau pemerintah melakukan pengawasan dengan ketat agar hak-hak masyarakat kecil tidak dikebiri untuk kepentingan kelompok berkantong tebal,” Sampaikan indra.(dro)




PNS Diminta Bekerja Sesuai Ketentuan dan Peraturan Berlaku

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bupati Inhil, HM Wardan mengingatkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk bekerja, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang ini usai melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural di lingkungan Pemkab Inhil, yang digelar di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, pekan kemarin.
Dikatakan Bupati, dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, PNS harus selalu berpedoman kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sehingga, ketika pelaksanaannya nanti di lapangan, tidak ada lagi bentuk pelanggaran apapun yang dilakukan.
“Jangan pernah bosan untuk belajar dan jangan biarkan waktu terbuang begitu saja. Pelajari dan cermati semua ketentuan dan peraturan yang ada. Untuk kemudian, kita pedomani dan diterapkan dalam melaksanakan tugas-tugas kita,” Ingatkan Bupati.
Selain itu, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, yang paling penting adalah menanamkan di dalam hati sanubari masing-masing bahwa sesungguhnya jabatan adalah amanah dan kepercayaan yang harus bisa dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan baik.
“Jagalah amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita, serta laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena, sekecil apapun bentuk pelanggaran yang dilakukan, akan berdampak tidak baik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita,” tambahnya.
Kemudian, Bupati juga berpesan kepada seluruh jajarannya di lingkungan Pemkab Inhil, untuk bersama-sama dan saling memberikan dukungan dalam upaya memajukan dan mengembangkan Kabupaten Inhil ke arah yang lebih baik lagi.
“Dengan upaya bersama dan spirit baru menuju Inhil yang lebih baik, ke depan saya harapkan kita semua saling bahu-membahu membangun negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya. (dro)




Pantauan Satelit NOAA 18, Inhil "Zero Hotspot"

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Meski kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap, hingga sore, senin (3/3/2014), Satelit NOAA 18 tidak mendeteksi satupun keberadaan titik panas (Hotspot) di kabupaten Inhil.
“Ahad (2/3) satelit NOAA 18 mendeteksi 15 Hotspot, tapi senennya (3/3) satelit tidak lagi menemukan satupun Hotspot,” Ujar Kepala BLH Inhil, H Encik kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardy Yusuf, Selasa (4/3/2014)
Ditambahkan Ardy, pantauan keberadaan hotspot melalui satelit NOAA 18 memang setiap harinya dilakukan BLH Inhil, salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran hutan dan lahan. “Jika ditemui, kita segera koordinasikan dengan petugas dimana keberadaan titik panas. petugas yag memang sudah bersiaga akan segera mengambil tindakan untuk melakukan upaya pemadaman,” Terang Ardi
pantauan detikriau.org, selasa (4/3/2014) pagi, meski seninnya tidak lagi ditemukan hotspot, kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap bahkan sianr matahari pagi tidak dapat memancarkan sinarnya dengan baik karena terhalang cukup tebalnya kabut asap.(dro)




Pelipatan Kertas Suara Pileg ditargetkan 7 Hari

pelipatan kertas pilegTembilahan (detikriau.org)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai melakukan pensortiran dan pelipatan surat suara. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di digedung Tasik Gemilang. Untuk pelaksanaan tahapan ini sedikitnya melibatkan 100 orang tenaga kerja.
KPU Inhil melalui Lulu Andika sebagai Kordinator Umum pelipatan kertas suara mengatakan, pihaknya menargetkan satu minggu  untuk menyelesaikan pelipatan 1006 kotak dengan isi masing-masing kotak sebanyak 1000 lembar surat suara.
Honor untuk pekerjaan ini, jelasnya, dihitung dengan banyaknya lembaran kertas suara  dengan indeks Rp 100 per surat suara.
Pada saat bersamaan Lulu Andika juga menyebutkan bahwa kedatang surat suara ini pada hari Jumat (28/2)sekitar pukul 14.30 WIB sedangkan untuk tahap dimulainya pelipatan kertas suara dimulai pada hari Ahad
(2/3).
“Target kita untuk pelipatan surat suara ini selama tujuh hari”. Sebutnya kepada detikriau.org Senin (3/3). (Ahmad Tarmizi)




Mahasiswa UNISI Korban Lakalalin Akhirnya Meninggal Dunia

lakalalinTembilahan (www.detikriau.org) — Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan, Korban Lakalalin, Zulkifli, Mahasiswa UNISI Tembilahan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. korban meninggal dunia sekira pukul 16.30 Wib, Ahad (2/4/2014)
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Polres Inhil, korban meninggal akibat luka parah dibagian kepala atas kecelakaan laga kambing sesama sepeda motor yang dikendarai, Faisal (dalam berita sebelumnya terberitakan a.n M Rasul. red) warga Jalan Perintis Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu yang hingga kini juga masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Kronologi laka lantas ini terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 12.30 Wib di TKP Jalan Telaga Biru (kini jalan Baharuddin Jusuf. red) tepatnya didepan Lapangan Futsal ZA. Kejadian tabrakan berawal ketika korban Zulfikli dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Sky Drive BM 3758 GQ warna merah berjalan dari arah Kota Tembilahan dengan kecepatan tinggi.
Secara bersamaan, di TKP juga melintas sebuah kendaraan bermotor Suzuki BM 2849 BP warna biru yang dikendarai oleh Faisal dari arah Tembilahan Hulu. Diduga akibat kedua kendaraan tidak bisa menghindar maka tabrakan maut tak bisa dielakan.
Setelah bertabrakan, korban Zulkifli yang saat itu menggunakan kemeja abu-abu dengan membawa tas rangsel dipunggungnya lagsung tidak sadarkan diri, tergeletak ditengah jalan dengan luka robek bagian kepala serta bagian telinga mengelurkan darah segar.
Sedangkan lawannya, Faisal terpental dijalan aspal dan mengalami luka serius pada bagian bibir bawah bengkak serta kepalanya juga bengkak. Karena kedua korban sama-sama tergeletak ditengah jalan, sehingga membuat warga heboh datang kelokasi ingin melihat dari dekat kejadian itu.
“Kedua korban mengalami luka cukup serius, akhirnya mereka dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya sekitar 3 jam kemudian setelah dirawat, nyawa Zulkifli tidak bisa diselamatkan,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Senin (3/3).
Ditambahkan paur Humas, hingga komfirmasi ini disampaikan, satu korban lainnya, Faisal masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan. Sedangkan korban yang meninggal dunia jenazahnyanya sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.
“Kasus ini sudah dalam penanganan serius Satuan Unit Lantas Polres Inhil, untuk barang bukti berupa 2 unit kendaraan  bermotor milik kedua korban sudah diamankan,”Pungkas Paur Humas. (dro/Ahmad tarmizi)