Inilah Ribuan Jabatan PNS yang Belum Terisi

pnsJAKARTA–Pascapengesahan UU 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), jabatan fungsional tertentu (JFT) masih langka di kalangan PNS. Jabatan jenis ini harus diisi oleh pegawai dengan keahlian spesifik.

 

“Jabatan fungsional PNS saat ini masih didominasi jabatan fungsional umum (JFU). Sedangkan JFT masih sedikit, karena kemampuan personil untuk mengisi JFT yang ada juga masih sangat rendah. Kualitas PNS kita kan umumnya masih rata-rata,” ungkap Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Setiawan Wangsaatmadja di kantornya, Kamis (13/3).

 

Data KemenPANRB menyebutkan, tahun 2013 baru ada 124 JFT. Awal 2014 bertambah lagi dengan terbentuknya lima JFT baru, yakni Satpol PP, penyuluh hukum, analis keimigrasian, pemeriksa keimigrasian, dan rescuer. Saat ini dua JFT baru lagi segera menyusul, yakni analis kebijakan dan analis ketahanan pangan.

 

“Tahun ini jumlah JFT diharapkan bisa mencapai 240, karena masih banyak potensi pembentukan JFT baru,” ujar Setiawan.
Setiawan mengakui, selain jumlah JFT yang masih sedikit, personil yang menduduki JFT juga belum mencukupi kebutuhan. Untuk surveyor pemetaan misalnya, saat ini baru ada 1.000. “Padahal kebutuhan secara nasional diperkirakan mencapai 22.000 orang,” ujarnya.
Untuk perancang perundang-undangan, saat ini baru ada 280 dari kebutuhan nasional sekitar 1.500. Sedangkan perencana, dari kebutuhan nasional sebanyak 1.200 orang, saat ini baru ada 200 orang. Untuk penera, idealnya ada 2.000 orang, sementara yang ada baru 538 orang.

 

Penerjemah, dari kebutuhan sekitar 800 orang, baru ada  140 orang. Selain itu, instruktur (Nakertrans) baru ada 590 dari kebutuhan nasional 1.500, dan pengawas lingkungan hidup, kebutuhannya mencapai 9.900, sementara yang ada baru 800 orang.

 

Di sektor Pertanian, Kementan masih membutuhkan analis ketahanan pangan. Untuk tahun ini diproyeksikan 1.190, terdiri dari 90 orang di pusat, 100 di provinsi, dan sekitar 1.000 orang di kabupaten/kota.

Kebutuhan itu diperkirakan akan terus meningkat, menjadi 1.524 pada 2015, dan pada 2016 menjadi 1.534 orang.(*)
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/03/13/221747/Inilah-Ribuan-Jabatan-PNS-yang-Belum-Terisi-
 




Pesan BB: Kabut Asap Berbahaya, Masyarakat Riau Harus Diungsikan

ispuTembilahan (detikriau.org) — Pekatnya kabut asap di Provinsi Riau semakin hari semakin mengkhawatirkan. pagi ini, pesan tanda bahaya itupun menyebar melalui pesan Blackberry Massanger. Masyarakat Riau diminta untuk mengungsi. dibalik peringatan, pesan solusi juga tersebar sebagai sebuah alternatif solusi.

Asap pekat yang menyelimuti kota Pekanbaru
Asap pekat yang menyelimuti kota Pekanbaru

Pesan peringatan itu secara lengkap bertuliskan, Info Riau saat ini Penting: Buat masyarakat Pekanbaru dan Prov Riau : Melihat kondisi asap di Riau dan kualitas udaranya yang sudah berbahaya, ahli paru RSUD dr Arifin Ahmad, Azizman Saad, mengatakan asap di Riau bisa membuat penduduk cacat otak (idiot).”Kualitas udara yang sudah pada level berbahaya membuat Riau tidak lagi layak dihuni 6 juta masyarakat. Seharusnya seluruh masyarakat Riau sudah diungsikan, Pemakaian masker, tambahnya, sudah tidak berguna menangkal partikel berbahaya dari kabut asap.
Pesan Solusi: Utk warga yg ada di provinsi Riau dari pakar fisika … ALHAMDULILLAH, berkat bencana ASAP ada penemuan ΒªªªЯũ untuk merangsang hujan turun lebih dini.
Bagi yg membaca ini silahkan “bagi keorang2 lain ya. mudah2an berhasil.
CARANYA
“masing2 rumah buatlah genangan air yg dicampur garam jgn sampai meresap ketanah ya.. biarkan menguap. jam penguapan air itu yg baik adalah sekitar *…* 11.00 s.d jam 13.00. dgn begitu makin banyak uap air di udara so mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yg makin dingin di udara.
akhirnya InsyaALLAH hujan makin cepat turun”,amiin.
bayangkan aja kalo ini dilakukan tiap rumah di PEKANBARU umumnya dan pelalawan khususnya.ratusan ribu rumah, akan menciptakan jutaan kubik uap air DI UDARA.
“MARI KITA KOMPAK LAKUKAN SEGERA” JANGAN HANYA BISA MENGELUH,MENGUMPAT, DIAM2 SAJA ßЏДƮ AKSI SEDERHANA INI BERSAMA2, KITA LAWAN BENCANA ASAP ÎNΐ DGN ILMU YG DI BERI ALLAH.
Untuk RIAU kota kita tercinta..untuk masa depan anak kita agar sehat dan cerdas!
AIR + Ember + Garam = taro luar jam 11 ampe jam 1 siang.(dro)




Petugas Kebersihan Mengumpulkan Sampah yang Berserakan

Salah seorang petugas kebersihan menjalankan tugas rutin memungut sampah yang berserakan di depan SD 009 Jalan baharuddin Jusuf Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan. Disamping kerja keras petugas kebersihan, perlu adanya kesadaran masyarakat untui ikut berpartisipasi agar keindahan, kebersihan dan kenyamanan kota dapat tercipta
Salah seorang petugas kebersihan menjalankan tugas rutin memungut sampah yang berserakan di depan SD 009 Jalan baharuddin Jusuf Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan. Disamping kerja keras petugas kebersihan, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi agar keindahan, kebersihan dan kenyamanan kota dapat tercipta. (dro)




BLH Inhil Usulkan Pengadaan Peralatan ISPU

ispuTembilahan (detikriau.org) — Peristiwa kebakaran Hutan dan Lahan sudah menjadi langganan rutin tahunan di Provinsi Riau termasuk Kabupaten indragiri Hilir. setiap tahun itu pula, Kabut asap tidak mungkin dapat terhindari. ironisnya, hingga hari ini, Inhil masih belum tampak adanya peralatan pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)
“Kita belum memiliki peralatan tersebut. padahal peralatan ini sangat penting untuk informasi masyarakat,”Kata Kepala BLH Inhil, Encik Kamal Syahindra melalui Kabid Kerusakan Lingkungan Hidup, Ardi Yusuf kepada detikriau.org melalui sambungan selulernya, selasa (11/3)
Ardi menyatakan bahwa BLH sudah pernah mencoba untuk mengajukan pengadaan peralatan ini kepada Pemkab Inhil untuk pengadaan tahun anggaran 2014, tetapi Pemda masih belum menyetujui. Tahun 2015 ia berharap usulan ini kiranya dapat diakomodir karena memang sangat dibutuhkan masyarakat.
Terkait perihal ini, Kepala Bappeda Inhil, Tengku Juhardi membenarkan bahwa usulan pengadaan peralatan ISPU sebelumnya pernah diajukan oleh BLH Inhil. Namun karena saat itu tidak terprediksi kondisi kabut asap semakin parah seperti saat ini, usulan itu masih belum mendapatkan prioritas.
“BLH memang pernah mengajukan usulan pengadaan ISPU. saat itu dalam suatu rapat yang dipimpin Sekda. tapi karena kita menilai permintaan itu belum begitu mendesak ditambah keterbatasan anggaran yang dengan sangat terpaksa harus mendahulukan program-program prioritas, usulan itu memang belum bisa diakomodir,” Jawab Tengku Juhardi melalui sambungan teleponnya kepada detikriau.org, rabu (12/3)
Belakangan, dengan kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan dan dinilai kebutuhan peralatan ISPU sudah cukup “urgent” tentunya usulan ini menjadi suatu pertimbangan yang harus mendapatkan perhatian.
Untuk hal ini, mantan Sekretaris Bappeda Inhil ini mengakui pihaknya sudah memintakan BLH untuk mengajukan usulan itu kembali dalam bentuk usulan Renja SKPD.
Dalam kesempatan itu Tengku Juhardi juga mengingatkan kepada setiap SKPD, dengan keterbatasan anggaran, tentunya tidak semua kebutuhan bisa terakomodir. Sejalan dengan pesan Bupati saat pelantikan pejabat belum lama ini, diingatkan Tengku Juhardi, Bupati berpesan agar masing-masing SKPD untuk segera melakukan berbagai terobosan. terutama dalam upaya mendapatkan sumber pendanaan melalui APBD Provinsi ataupun APBN.
“kondisi kabut asap saat ini tentu dapat menjadi suatu alasan yang tepat bagi BLH untuk mencoba mengajukan usulan pendanaan melalui sumber APBD Provinsi maupun pusat.” Saran Tengku Juhardi.
Namun untuk pengadaan ISPU, disamping upaya-upaya yang dilakukan SKPD terkait, Pemkab Inhil juga dikatakannya akan mencoba dengan segala upaya untuk memenuhi. mungkin dengan peralatan ISPU portable yang dari sisi biaya tidak membutuhkan pendanaan yang terlalu besar.
Berdasarkan data BLH Inhil, setelah melonjak hingga 15 Hotspot pada senin (10/3), satelit NOAA 18, selasa (11/3) kembali mendeteksi lonjakan jumlah hotspot. kali ini mencapai 30 titik panas.
Ke 30 Hotspot itu terdeteksi di Kecamatan Pulau Burung sebanyak 7 titik, Desa Sri Danai 3 titik, Desa Suka jaya 3 titik dan Desa Keramat jaya 1 titik. Kemudian di Kecamatan Teluk Belengkong 3 titik di Desa Sumber Jaya 2 titik dan 1 titik di Desa hibrida Mulya.
Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Wonosari, Kecamatan Kateman 1 titik di Desa Kuala Selat, Kecamatan Mandah 9 titik masing-masing terdeteksi di Desa Bantayan, Batang tumu, Belaras, Batang Sari dan Bekawan masing-masing 1 titik dan Desa Bente dan Igal masing-masing 2 titik. Kemudian di Kecamatan GAUNG 3 titik di Desa Simpang Gaung. Kecamatan Kuindra 2 titik di Desa Sungai bela. Kecamatan Kempas 2 titik di Desa Bayas jaya. Kecamatan Enok 1 titik di Kelurahan Enok dan terakhir di KEcamatan Keritang 1 titik di Desa Kuala Keritang. (dro)




Panitia UN dan Sekolah dihimbau Matangkan Persiapan

100Tembilahan (detikriau.org)- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Mengimbau kepada Panitia Ujian Nasional (UN) dan pihak sekolah untuk mematangkan berbagai persiapan menghadapi UN.
Permintaan ini disampaikan oleh Kadisdik Inhil, Drs H Helmi MPd melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi Drs Suwardi kepada  detikriau.org melalui sambungan selular, Selasa (12/3/2014). Dikatakannya, persiapan itu diperlukan untuk meminimalisir timbulnya berbagai kendala saat pelaksanaan UN berlangsung.
“Kita tentunya sangat mengharapkan pelaksanaan UN nantinya berjalan dengan lancar. Untuk itu tentunya diperlukan berbagai persiapan yan lebih baik,” Sampaikan Suwardi
Dengan target kelulusan UN 2014 seratus persen, disamping pelaksanaan Try Out dan berbagai Les yang diselenggarakan pihak sekolah juga diperlukan adanya peranserta kedua orang tua peserta didik seperti selalu mengingatkan anak-anak mereka tetap giat belajar dan terus mengulang berbagai soal-soal pada try out.
“Hal lainnya yang juga penting, sekolah haruslah memberikan pelatihan yang benar kepada calon peserta UN bagaimana mengisi lembaran jawaban dengan baik. Jika lembaran jawaban tidak terbaca atau sampai sobek pastinya akan merugikan mereka.” Pungkas Suwardi. (Ahmad Tarmizi)

Dok Kemendikbud
Dok Kemendikbud

 




Wabup harapkan Pemilu Legislatif 2014 Berjalan Lancar

kpu 2Tembilahan (detikriau.org) — Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo berharap agar pelaksanaan proses Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2014 dapat berjalan dengan lancar dan tanpa adanya masalah yang berarti.
Harapan ini disampaikan Wabup dalam amarannya pada Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu tajaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Indragiri Hilir bertempat di Ruang Pertemuan Salah satu Hotel di Jalan baharuddin Jusuf Tembilahan, rabu (12/3)
Menurut Wabup, Pemilu hanyalah sebuah proses yang harus dilalui untuk memilih anggota yang nantinya akan duduk di bangku legislatif, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Apapun warna partainya itu sama saja. yang terpenting adalah nanti setelah terpilih tetap berkomitmen secara bersama-sama dengan pemerintah dalam menjalankan pembangunan.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah proses yang harus dilalui. termasuk pelaksanaan kampanye. Rakyat kita saat ini sudah cukup cerdas dan berpengalaman. yang terpilih tentunya caleg yang sudah dikenal dan baik menurut penilaian mereka,” Ujar Wabup
Dalam kesempatan itu Wabup juga berpesan kepada seluruh parpol peserta pemilu khususnya di kab Inhil untuk lebih mengedepankan kampanye dialogis pada suatu ruangan tertentu secara sederhana. Pengerahan massa dengan cara show power dinilainya kurang tepat. disampaing akan rawan timbulnya komplik dan berdampak pada keamanan, cara ini juga dinilai tidak ekonomis.
“Saran saya gunakan strategi kampanye dengan efektif, efisien dan ekonomis,” Masukan Wabup
Ketua KPU Inhil, Suhaidi memaparkan bahwa Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu Legislatif dengan Pemerintah Daerah dan partai Peserta Pemilu ini ditujukan untuk menyatukan Misi dan visi agar pelaksanaan pemilu nantinya dapat berjalan dengan tertib, aman, sukses dan lancar.
Jadwal pelaksanaan kampanye berlangsung sejak tanggal 16 maret hingga 5 April 2014. Dalam satu hari, 2 partai mendapatkan kesempatan berkampanye di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil). setiap Parpol peserta pemilu masing-masingnya mendapatkan kesempatan berkampanye sebanyak 3 kali pada setiap dapilnya.
“Penentapan Jadwal Kampanye di tingkat Kabupaten harus mengacu pada jadwal Kampanye Caleg DPRD Provinsi dan DPR Pusat. Tanggal 15 Maret mendatang, sesuai intruksi KPU Provinsi kita akan melaksanakan kirab yang akan diikuti oleh seluruh Partai Peserta Pemilu. Sebelum pelaksanaan kirab, kita akan lakukan penandatanganan kesepakatan kampanye damai,” Tutup Suhaidi. (dro)