KLH Rekomendasikan Bencana Asap Riau Menjadi "Darurat Nasional"

ispuPekanbaru — kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa kondisi udara di Riau sudah terpapar racun dari sisa pembakaran hutan dan lahan. Karena itu direkomendasikan agar meningkatkan status bencana asap ini menjadi darurat nasional.
“Kabut asap yang terjadi ini sudah semakin pekat. Riau sudah tidak layak huni bagi masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Inventarisasi dan Pengembangan Sistem Informasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Ahmad Isroil.
Saat ini berdasarkan data Kemen-LH, tercatat sekitar 7.000 hektare lahan terbakar. Dilaporkan lebih dari 53 ribu jiwa terkena penyakit paparan dari kabut asap.
Kualitas udara secara merata di Provinsi Riau, tercatat sudah masuk level sangat berbahaya. Untuk itu, pihaknya berharap Pemprov Riau segera mengeluarkan peraturan Gubernur terkait pelarangan aktivitas warga di luar rumah.
Selain itu Kemen-LH juga menyarankan libur bersama bagi  karyawan swasta dan pegawai negeri yang rentan terpapar dampak asap, seperti ibu hamil. Balita dan lansia, juga termasuk kalangan masyarakat yang rentan terkena dampak buruk asap.
Menangani dampak bencana asap yang kian berlarut-larut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengubah jadwal kunjungan kerjanya. Dia mengatakan segera bertolak ke Riau untuk melihat langsung upaya penanganan di lokasi.
“Saya melihat langsung, memimpin kegiatan di sana, lalu saya percayakan pada BNPB. Saya meminta benar tanggung jawab dan kerja keras dari pejabat negara dan pemerintah di Riau sendiri,” imbuhnya.
Kualitas udara di wilayah Kota Pekanbaru semakin memburuk. Laboratoriun udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) memantau Indek Standar Pencemar Udara (ISPU) berada diring 500 dengan kategori berbahaya.
Status ring PM10: 500 tersebut, baru terjadi untuk pertama kalinya di Kota Pekanbaru yang dirilir Labor udara. Udara terpapar partikel debu yang semakin pekat dan berpotensi terus memburuk.
Kepala Labor udara BLH Pekanbaru, Syarial mengatakan, data ISPU pada Jumat (14/3) pukul 19.30 WIB yakni PM10: 500, SO2: 57, CO: 75, 03: 27, NO2: 12, dengan kategori “berbahaya”. Asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru berdasarkan data tersebut semakin parah dibanding dengan sebelumnya.
“Kualitas udara terus menurun setiap harinya (berdasarkan pengamatan tiga stasiun),” ungkap Syarial.
Memburuknya udara di Pekanbaru berdasarkan pengamatan labor udara tersebut, akibat terpapar partikel debu asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).(Jpnn/dro)
Sumber referensi: http://www.jpnn.com/read/2014/03/15/222120/Kualitas-Udara-Memburuk,-Warga-Disarankan-Mengungsi-




Berdasarkan Aturan, Ini Loh yang Dilarang Selama Masa Kampanye

pemiluTembilahan (detikriau.org) —  Kampanye rapat umum terbuka peserta Pemilu 2014 akan dimulai 16 Maret sampai 5 April 2014. Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Kampanye Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, inilah beberapa hal yang dilarang:
 
(1) Pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang sebagai berikut :
a. Mempersoalkan     dasar     Negara     Pancasila, pembukaan        Undang-Undang   Dasar    Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Rebublik Indonesia;
b. Melakukan  kegiatan  yang  membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. Menghina    seseorang,    agama,    suku,    ras, golongan, calon dan/atau Peserta Pemilu yang lain;
d. Menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat;
e. Mengganggu ketertiban umum;
f.  Mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok anggota masyarakat, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;
g. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye Peserta Pemilu;
h. Menggunakan  fasilitas  pemerintah,  tempat ibadah, dan tempat pendidikan;
i.  Membawa  atau  menggunakan  tanda  gambar dan/atau atribut lain selain dari tanda gambar dan/atau  atribut Peserta     Pemilu yang bersangkutan;
j.  Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye; dan
k. Memobilisasi   Warga   Negara   Indonesia   yang belum memenuhi syarat sebagai Pemilih.
 
(2)  Pelaksana  kampanye  dalam  kegiatan  kampanye dilarang mengikutsertakan:
a. Ketua, wakil ketua, ketua muda, hakim agung pada Mahkamah Agung, dan hakim pada semua badan peradilan di bawahnya,   dan  hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi;
b. Ketua,  wakil ketua, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
c. Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia;
d. Direksi,  komisaris,  dewan  pengawas  dan karyawan badan  usaha milik negara/badan usaha milik daerah;
e. Pegawai negeri sipil;
f. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia; Kepala desa; dan perangkat desa. (dro)




Dalam Sepekan, Penderita ISPA di Inhil Meningkat 17 Persen Lebih

Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, SE MMTembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir, hingga tangal 14 Maret 2014, terdata sebanyak 1394 masyarakat menderita penyakit ISPA. Jumlah ini meningkat sebanyak 204 kasus atau 17,14 Persen jika dibandingkan data satu minggu sebelumnya  sebanyak 1.190 Kasus.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (14/3/2014). Dikatakannya, sebagai tindak lanjut pertemuan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Riau (Diskesprov) dalam rangka penanggulangan bencana kabut asap, dibentuk pos bencana asap diseluruh Puskesmas sekaligus Puskesmas disiagakan selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Media centre ditempatkan di kantor Dinkes Kabupaten.
Hingga hari ini, Diskes Inhil telah menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat sebanyak 21.400 buah yang didistribusikan melalui Puskemas di 8 wilayah terdampak kabut asap yakni Tembilahan, Tembilahan Hulu, Sei Salak, kempas, Kuala Lahang, Sei Piring, Teluk Pinang dan Pelangiran.” hari ini kita mendapatkan tambahan 6000 masker dari diskesprov yang nantinya juga akan kita distribusikan ke daerah terdampak kabut asap,” Ujar kadiskes.
Dalam kesempatan ini, Kadiskes Inhil kembali menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas diluar rumah. jika harus keluar rumah, disarankan untuk mempergunakan masker. sering-sering membasuh muka dan sebaiknya mempergunakan penutup hidung dan mulut (masker) yang juga dibasahi dengan air untuk menghalangi masuknya partikel debu dampak kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan tetap melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan data diskes Inhil per tanggal 14 maret 2014, secara keseluruhan penderita penyakit akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan sebanyak 1.797 kasus dengan rincian, ISPA 1.394 kasus, Pneumonia 39 Kasus, Asma 131 kasus, iritasi mata 70 kasus dan iritasi Kulit 163 kasus. (dro)




Speedy Lelet, Pelanggan Mengeluh

internetTembilahan (detikriau.org) — Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia di wilayah Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir dalam beberapa minggu terakhir kerap lelet hingga tak bisa terkoneksi. Akibatnya, pelangganpun mengeluh dan merasa dirugikan.
Seperti yang diungkapkan Indra, salah seorang pelanggan Telkom Speedy di kota Tembilahan. Dia mengakui kalau jaringan speedy yang digunakannya sangat lelet.
“Hingga hari ini tidak ada sedikitpun penjelasan dari PT Telkom. sebagai pelanggan, kondisi ini pastinya sangat membuat kita tidak nyaman,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain leltnya jaringan speedy ditempat kediamannya, beberapa temannya sesama pelanggan speedy juga mengeluhkan hal serupa.
Arif, pelanggan speedy lainnya, meminta agar lambannya koneksi internet speedy ini segera dibenahi pihak PT Telkom. “Leletnya jaringan ini sudah terjadi dalam beberapa minggu tapi kesannya tidak ada upaya perbaikan,” Sampaikan Arief.
ia berharap, jika memang ada kerusakan, pihak PT Telkomsel segera melakukan perbaikan agar pelanggan tidak semakin merasa dirugikan. (dro)




SBY: Ini Terjadi Lagi, Riau Lagi

presiden-susilo-bambang-yudhoyono-sby-_131031120351-545Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memakai nada tinggi saat memimpin rapat penanganan asap Riau. Ia tak habis pikir bencana serupa terus terjadi di provinsi tersebut. 
“Ini terjadi lagi. Riau lagi,” katanya saat memulai pengantar rapat lintas provinsi yakni Jawa Tengah, Jakarta, dan Riau.
 
Riau, kata dia, seharusnya bisa belajar dari peristiwa serupa tahun lalu. Kala itu, bencana asap terjadi bahkan sampai ke negara tetangga. Di tengah situasi krisis akhirnya dilakukan tindakan cepat. Jajaran TNI/Polri dikerahkan.
 
Bahkan ketika itu, ia memberikan waktu satu pekan untuk selesaikan masalah asap. Tetapi dalam waktu lima hari bencana asap di Riau bisa diatasi. Sayangnya, pelajaran tahun lalu tidak diterapkan tahun ini sehingga bencana serupa kembali terjadi.
 
“Saya lihat, terus terang, kita tidak efektif benar dalam menangani semua ini sehingga membesar dan dalam skala sekarang ini,” katanya.
 
Ia mengatakan bencana asap yang terus menerus terjadi tak lain disebabkan oleh kesalahan sendiri. Sebagian masyarakat di Riau melakukan pembakaran di lahan-lahan yang ada. Belum lagi cuaca ekstrim yang ikut membuat api mudah menjalar.
SBY pun mengatakan akan mengeluarkan instruksi untuk dilaksanakan oleh semua pihak setelah mendengarkan laporan. “Operasi tanggap darurat akan lakukan bersama setelah mendengar langsung laporan situasi terkini. Dari situ saya putuskan,” katanya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/03/14/n2fbid-sby-ini-terjadi-lagi-riau-lagi




Meski Hanya 15 Menit di Guyur Hujan Lebat, Warga Kempas Bersyukur

Rengat 1-20140314-00563Kempas (detikriau.org) — Jum’at (14/3/2014) sekira pukul 17.56 Wib, Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir diguyur hujan lebat. Meski hanya lebih kurang 15 menit, Rahmat Tuhan ditengah bencana kabut asap dan ancaman gagal panen ini disambut ucapan syukur masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, hujan akhirnya menyirami tanah Kempas.” Sampaikan warga setempat, oyong melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org
Tidak turunnya hujan lebih dari tiga bulan terakhir membuat lahan pertanian masyarakat mengering. tanaman padi yang baru ditanam berangsur menguning. lebih parahnya, dalam beberapa hari belakangan, beberapa lahan perkebunan masyarakat di Kecamatan Kempas juga terbakar.
“Kami bersyukur. meskipun tidak terlalu lama, turunnya hujan pastinya akan membasahi lahan pertanian dan mudah-mudahan juga akan memadamkan kebakaran lahan perkebunan masyarakat,” Sampaikannya dengan ucapan penuh syukur. (dro)