Wabup Lantik Kepala Desa di Kecamatan Reteh

Tembilahan (detikriau.org) — Wakil Bupati Indragiri Hilir, H Rosman Malomo,  melantik 4 Penjabat Kepala Desa di Kecamatan Reteh. Jum’at (21/3/14) kemaren
Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kantor Camat Reteh ini dihadiri sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat dan Upika Reteh, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Keempat Penjabat Kades yang dilantik tersebut, yakni Penjabat Kades Seberang Pulau Kijang, Marzuni Hamzah, Penjabat Kades Mekar Sari, Andi Lukman, Penjabat Kades Sungai Asam, M Thaher dan Penjabat Kades Pulau Ruku, Ismali A.
“Jabatan yang diemban ini merupakan sebuah amanah oleh karenaya harus dapat dibuktikan dengan karya nyata, berupa kemajuan dan keberhasilan pembangunan,” pesan Wabup
Dalam kesempatan ini Wabup juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bisa menyatukan langkah, persepsi dan pemikiran dengan Pemerintah tanpa memandang perbedaan, karena perbedaan adalah fitrah manusia. Namun demikian, bukan berarti perbedaan membuat menjadi terkotak-kotak, akan tetapi justru harus tetap bersatu.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan para Penjabat Kades yang baru dilantik serta atas dukungan seluruh komponen masyarakat, Insya Allah apa yang dicita-citakan untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik akan terwujud,”tutupnya.(adv Humas Pemkab Inhil)




Duel Maut di Malam Buta, Hasanudin Rubuh Bersimbah Darah

duelKateman (detikriau.org) — Diduga karena  persoalan dendam, Yudi, Warga Guntung Kecamatan kateman begitu bertemu dengan korban, Raja Hasanudin (52) langsung terlibat perkelaian hingga keduanya terjatuh disungai. Didalam sungai, Tsk menghujami korban dengan tusukan belati hingga berkali-kali dan menyebabkan korban bersimbah darah serta dilarikan ke rumah sakit. Tskpun langsung melarikan diri
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK Msi melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman, peristiwa berdarah itu terjadi disamping bangunan cafe suding Jalan Gadjah Mada Sungai Guntung, Ahad (23/3/2014) sekira jam 01.45 Wib dinihari.
Malam itu, TSK bertemu korban yang berprofesi sebagai sopir speed boat ini didepan pintu luar cafe suding. setelah bertemu,tanpa basa-basi,  tsk langsung melayangkan bogem mentah ke arah korban dan korbanpun membalas. perkelahianpun tidak lagi dapat dihindari. TSk dan korban saling melayangkan pukulan, kemudian TSK mendorong untuk berusaha menjatuhkan korban ke sungai. Namun saat tubuh korban hendak terjatuh, tangannya masih sempat menggapai tubuh TSK dan keduanyapun akhirnya sama-sama terjun kesungai.
Di dalam sungai. perkelahian masih terus berlanjut. TSk saat itu mencabut belati yang diselitkan dibalik pingangnya dan serta merta menghujani tusukan ketubuh korban hingga berkali-kali. melihat korban yang akrab dipanggil pak uban ini sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, tsk langsung melarikan diri.
“peristiwa ini dilaporkan oleh adik korban, Raja Amedi (48 tahun) ke polsek setempat. Hingga kini petugas masih memburu pelakunya,” Jelas Paur Humas. Ahad (23/3/2014)
Terkait penganiayaan berat yang menyebabkan korban mengalami luka berat ini, setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi TKP, memintakan keterangan saksi mata, Masriag (44) dan membawa korban ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dan dilakukan Visum. Pungkas Paur Humas.
Berdasarkan keterangan sumber detikriau.org di Guntung, Gusrimin, perkelahian yang diduga akibat dendam lama ini menyebabkan korban, Raja Hasanudin ditembus tikaman belati sebanyak 5 tusukan. Hingga saat ini korban masih terbaring dalam keadaan kritis di Rumah Sakit.
“Sebab pastinya kita juga kurang tau. tapi kita menduga disebabkan dendam lama karena menurut keterangan warga mereka berdua kerap berselisih paham,” Jelas Gusrimin. (dro)




Dibabat Anak Tiri, Juru Parkir Menghembus Nafas

korbanTembilahan (detikriau.org) — Liswandi Alias Ateng (30 tahun), warga jalan H Said Gg Blaras Kecamatan Tembilahan sama sekali tidak pernah menduga kedatangannya kerumah Heriyanto alias Erik (23 tahun) menjadi langkah hidup terakhir bagi dirinya. Cekikan dan bogem mentah Erik yang marupakan anak tirinya ini menjadi penyebab ia harus menghadap sang pencipta alam.  Sabtu (22/3/2014)
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman,  Sabtu itu sekira pukul 18.30 Wib, Korban yang bekerja sebagai juru parkir ini mendatangi rumah kediaman Erik di Jalan Tanjung Harapan Lr Tanjung Kelong Kecamatan Tembilahan dengan maksud untuk meminta anak tirinya ini mejenguk ibu kandungnya yang kini bertempat tinggal bersama korban di Jalan H Said.
Menurut pengakuan tsk dihadapan petugas kepolisian, setibanya dirumah, Korban sempat mengatakan bahwa ia masih dendam dengan tsk. karena perkataan korban ini, tsk naik pitam dan akhirnya terjadi pertengkaran mulut dan akhirnya tsk memukul korban mempergunakan tangan kosong hingga korban terjatuh.
Saat korban tersungkur, tsk langsung mencekik korban dari arah belakang mempergunakan siku tangannya hingga korban tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
“Atas kejadian itu, korban mengalami luka robek dipelipis atas sebelah kanan disertai lebam dan luka memar dibagian leher. saat ini TSK sudah diamankan diruang tahanan Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut. Kasus ini ditangani satuan satreskrim Polres Inhil,” Jelas Paur Humas, Ahad (23/4/2014). (dro)




Kata Prabowo, Jangan Mau Dipimpin Tukang Bohong

125527620140322-1245341780x390JAKARTA — Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menganggap bahwa saat ini Indonesia dipimpin oleh banyak tukang bohong. Oleh karena itu, Prabowo meminta masyarakat Indonesia untuk tidak bersedia dipimpin tukang bohong.
“Sikap tegas enggak tampak. Yang menonjol justru sikap pasang kaki, bohong, dan tidak menepati janji,” kata Prabowo di acara Deklarasi Indonesia Bisa untuk Prabowo Subianto Presiden RI 2014, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3/2014).
Prabowo menilai, ada pemimpin yang menganggap kebohongan dan penipuan merupakan hal lumrah yang terjadi dalam kepemimpinan. Kebenaran sering kali dipelintir. “Zaman edan”, dia menyebutnya.
Prabowo mengatakan, peradaban masyarakat mengajarkan bahwa saat negara dipimpin seorang pembohong, negara tersebut perlahan akan lemah, kacau, miskin, dan pada akhirnya bubar. Ia juga tidak akan segan menindak oknum-oknum yang melakukan kebohongan.
“Ada yang bilang begini ‘Pak, sekarang yang baik-baik aja, ya. Jangan komentarin pribadi lain. Santun saja’. Tapi, kalau ada yang bohong, ya harus bilang ‘hei, kamu bohong! Kalau ada maling, ya bilang ‘hei, kamu maling!'” tekan Prabowo.
Dalam deklarasi ini, ia menyatakan siap menjadi pemimpin yang bebas dari kebohongan. Ia akan berperilaku seperti kata-kata yang dikutipnya dari guru agamanya.
“Kalau ada sesuatu yang tidak benar, harus lakukan sesuatu untuk perbaiki. Kalau enggak berdaya, minimal gunakan kata-kata. Kan begitu ajarannya ustaz,” kata Prabowo, disambut tawa peserta deklarasi.

 
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/03/22/1344268/Kata.Prabowo.Jangan.Mau.Dipimpin.Tukang.Bohong?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp




Ustadz Arifin Ilham: 9 Ciri Dukun Berkedok Ustadz

arifin ilham Menurut Ustadz Arifin Ilham, sedikitnya ada 9 ciri untuk mengetahui apakah seseorang yang mengaku ustadz, habib, atau ulama, merupakan dukun atau bukan. Berikut ini kami paparkan ciri-ciri dukun yang mengaku ulama tersebut.
Dukun akan mengunakan semua cara untuk memperdaya paseinnya, terutama yang sangat awam pengetahuan Syariat Islam, bahkan kalau perlu mengunakan gelar kehormatan ulama, seperti Kiyai, Ustadz, Habib, dan sebagainya. Untuk itu kenalilah dukun berbaju mulia ini, diantaranya:
1. Tidak mengunakan nama aslinya, tetapi nama yang dikesankan ada “kedigjayaan”
Inilah ciri khas para dukun dan paranormal. Mereka sangat suka menggelari diri mereka dengan sebutan-sebutan aneh dan menyiratkan kesaktian. Para dukun juga menggelari mereka sendiri dengan julukan ‘Ki’ contoh : Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dan lain-lain. Yang bergelar ‘ustadz’ pun tidak sedikit, padahal nama aslinya bisa jadi adalah ‘Muhammad Susilo Wibowo’
2. Hobbi sekali memamerkan kesaktiannya
Salah satu contoh yang sering muncul di TVRI dan JakTV adalah ‘Ustadz Fulan’ yang suka memamerkan kesaktiannya, yakni tidak mempan disayat dengan pedang atau alat tajam lainnya. Juga para dukun dan paranormal lainnya suka mendemonstrasikan kesaktian, seperti atraksi kekebalan, debus, tenaga dalam, dan lain-lain.
3. Ilmu Syariat agamanya tidak mumpuni
Dukun yang berkedok ustadz selalu membawa ciri khas dukun, yaitu sama sekali kurang dalam dalil baik dari Al-Qur’an dan sunnah. Dakwahnya mengajak pada kesyirikan dan kesesatan.
4. Memanfaatkan para tokoh untuk melegalisir prakteknya, yang sebenarnya tokoh tersebut belum tahu persis praktek tersembunyinya karena sang dukun menampilkan kesan seakan seusai “syariat”
‘Ustadz Fulan’ yang sering muncul di TVRI dan JakTV, misalnya, sering mengundang ustadz-ustadz selebritis seperti Ustadz Jefri Al Bukhori, Ustadz Solmed, dan lainnya untuk duduk bersama pada acara mengiklankan pengobatan padepokannya.
5. Prakteknya ikhtilaath menjamah bukan mahramnya
Peruqyah syar’i sangat anti menyentuh secara langsung pasiennya, jikapun harus memakai sarung tangan itupun untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan ‘Ustadz Fulan yang sering muncul di TV, sangat suka menyentuh non mahram hingga bersentuhan kulit. Dan di padepokannya terlihat berikhtilat bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tidak dipisah sama sekali.
6. Berani bayar media untuk promosinya
Sebagian orang menyangka stasiun televisi yang menayangkan acara ustad-ustadz dukun tersebut yang mengundang sang ustadz. Jangan dikira kemunculan itu gratis dan dibayar! Justru dukun berbaju ustadz inilah yang membayar TV agar bisa tampil promosi pengobatan perdukunannya.
7. Dengan bahasa mahar, infak, namun jelas tarifnya “wah”, disertai ancaman kalau tidak segera diobati akan mati, kalau tidak segera ditransfer doanya tidak sampai, penyakit tidak sembuh, dan sebagainya
Ciri khas dukun ialah sangat suka menakut-nakuti pasiennya bahwa sakitnya berat, maka pengobatannya lama dan harus bayar mahar yang tinggi sampai puluhan juta mengalahkan pengobatan kedokteran. Ustadz Fulan yang sering muncul di TV suka mengancam pasiennya jika tidak melunasi hutangnya maka penyakitnya tidak sembuh dan tidak akan didoakan oleh dia.
8. Disertai aksi tipudaya menakuti seperti bekam darahnya ada cacingnya, rumah ada hantunya, kena santet, dan sebagainya.
Dukun sangat suka menipu, setiap ada pasien yang datang selalu dikatakan kena santet dan pasti akan keluar benda-benda aneh dari dalam telur atau ketika dibekam yang semuanya itu cuma trik sulap belaka.
9. Memberi azimat atau amalan yang tidak berdasar
Ciri khas dukun yaitu memberi azimat, termasuk dalam hal ini Ustadz Fulan yang sering muncul di TV memberi azimat pada pasiennya, atau menggunakan media azimat ketika mengobati. “Sungguh, wajib kusampaikan karena korban sudah berjatuhan. Semoga sahabatku selamat dari tipudaya menyesatkan ini,” pungkas Ustadz Arifin Ilham.
Sumber: firmadani.com




Benahi Pasar Kayu Jati, Disperindag Provinsi Riau Kucurkan Dana Rp. 1,4 Milyar

Kadisperindag Provinsi Riau, Nizhamul SE MM (kiri) saat mengunjungi lokasi Pasar Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu kab Inhil, Sabtu (22/3/2014)
Kadisperindag Provinsi Riau, Nizhamul SE MM (kiri) saat mengunjungi lokasi Pasar Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu kab Inhil, Sabtu (22/3/2014)

Tembilahan (detikriau.org) — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Riau, Nizhamul.SE.MM melakukan kunjungan ke Pasar Kayu jati. Tinjauan ini dilakukan terkait bantuan dana yang akan disalurkan Provinsi Riau dalam upaya membenahi lokasi pasar yang terdapat di Kecamatan Tembilahan Hulu ini. Sabtu (22/3/2014)
“Benar, melalui dana APBD murni Provinsi Riau tahun 2014, kita sudah siapkan dana kurang lebih sebesar Rp. 1,4 Milyar. Namun peruntukannya masih perlu kita bicarakan dengan Disperindag Kabupaten Inhil karena disamping dana Provinsi, pasar kayu jati informasinya tahun ini juga mendapatkan bantuan dana dari Pusat,” kata Nizhamul saat ditemui detikriau.org dilokasi pasar Kayu Jati
Kunjungan ini ditambahkan mantan Kepala Satpol PP Provinsi Riau ini guna melihat secara langsung kondisi pasar kayu jati. Secepatnya mereka meminta pihak Disperindag Kabupaten Inhil untuk melakukan presentasi ke Disperindag Provinsi. terutama terkait peruntukan penyaluran dana agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi tumpang tindih dengan dana yang disalurkan oleh pusat. meski tidak menjelaskan satu persatu, selain pasar Kayu Jati, tahun ini Disperindag Provinsi Riau menurutnya juga akan mengalokasikan dana untuk pembangunan pasar di 4 Kabupaten lainnya di Provinsi Riau.
Disamping bantuan dana pembangunan pasar Kayu jati, Amonk, panggilan akrab Kadisperindag Provinsi Riau ini juga mengatakan bahwa pihaknya juga merencanakan untuk memberikan bantuan pendirian pabrik Es di Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra. pembangunan pabrik es ini dinilai sangat dibutuhkan masyarakat terutama nelayan.
“Kita juga sudah tinjau langsung lokasinya. rencana ini akan kita prioritaskan karena memang kita nilai sangat dibutuhkan masyarakat.” Pungkas Amonk. (dro)