Hutan Koservasi Riau Dirambah, Walhi Tuding Pemerintah Tak Bekerja

hutanJAKARTA – Terungkapnya pembukaan lahan konservasi secara ilegal di Riau pasca bukti pemerintah pusat maupun daerah tidak bekerja melakukan pengawasan.

 

Hal ini disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Riau, Riko, saat perbincang dengan JPNN, Senin (24/3).

 

“Kalau Cagar Biosfer, Tesso Nilo, dirambah, ini menujukkan ketidakmampuan pemerintah menjaga kawasan konservasi,” kata Riko.

 

Jika pengawasan dari pemerintah berjalan, maka perambahan sekitar 60 ribu hektar hutan di kawasan TNTN bisa dengan mudah dilacak. Namun yang terjadi sekarang kawasan hutan itu sudah berubah jadi perkebunan kelapa sawit.

 

Begitu juga dengan maraknya penjualan hutan lindung Cagar Biosfer yang melibatkan oknum Kepala Desa hingga oknum aparat TNI.

 

Riko mensinyalir ada aktor intelektual dibalik pembalakan hutan di Riau, namun tidak ingin diungkap oleh aparat penegak hukum.

 

“Kades gak mungkin berani (menjual hutan lindung). Aktornya pasti ada. Ada orang besar di belakang itu yang tidak ingin disentuh, di sana kita tidak tuntas dalam penegakan hukumnya,” tegas Riko.

 

Karena itu Walhi menuntut tanggung jawab pemerintah baik Kementerian Kehutanan maupun pemerintah daerah menyelamatkan hutan Riau. Penegak hukum juga diminta tak tebang pilih dalam menindak.

“Pemerintah jangan cepat bekerja mengeluarkan izin pengelolaan kawasan hutan, tapi tidak pernah melakukan pengawasan,” tandasnya. (fat)
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/03/24/224024/Hutan-Koservasi-Riau-Dirambah,-Walhi-Tuding-Pemerintah-Tak-Bekerja-
 




Korea : Raksasa Tidur Itu Bernama Indonesia

indonesiaSeorang sahabat baik saya asal Korea Selatan Mr. Kim yang juga adalah Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi di Korsel (sejenis BPPT di Indonesia) sekitar setahun lalu pernah ucapkan kepada saya bahwa Indonesia itu seperti raksasa yang sedang tidur (The Sleeping Giant). Dia ucapkan analogi itu karena melihat potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Mr. Kim membandingkan Indonesia dengan Korea. Luas Republik Korea Selatan hanya 100.300 km2, dengan penduduk sekitar 50 juta jiwa, bandingkan dengan luas Pulau Jawa 137.000 km2 dengan penduduk 130 juta jiwa. Korea Selatan terletak di Semenanjung Korea dengan kondisi alam yang bergunung dan berbukit. Hanya sekitar 20% dari luas daratannya yang bisa dihuni manusia atau diolah menjadi lahan pertanian. Bertolakbelakang dengan Pulau Jawa yang luas lahan pertanian dan hunian manusianya mencapai 80% dari total luas Pulau Jawa.
Pulau Jawa yang sangat subur dan pernah menjadi lumbung pangan Indonesia itu kini disesaki oleh padatnya manusia, pabrik dan kawasan industri. Lahan pertanian dan perkebunan menyusut drastis. Predikat pulau Jawa sebagai ”Lumbung Pangan Indonesia” pun sudah menghilang.
Korea seperti halnya Taiwan dan Singapore adalah negara yang memiliki luas wilayah daratan sangat kecil. Lahan pertanian Korsel dan Taiwan sangat terbatas. Apalagi Singapore yang malah tidak punya lahan pertanian sama sekali dan kebutuhan pangannya 100% impor. Negara – negara seperti ini sangat iri kepada Indonesia yang luas daratannya hampir 2 juta km2. Imajinasi mengenai apa yang akan dilakukan jika punya negara seluas Indonesia selalu terbayang menari-nari di benak mereka.
Keterbatasan luas daratan menyebabkan Korea, Taiwan dan Singapore mencari cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan rakyatnya. Tumpuan mereka adalah sektor teknologi, jasa keuangan dan pariwisata, perdagangan internasional, industrialisasi dan sebagainya, yang smuanya itu tidak memerlukan lahan / tanah yang luas. Taiwan dan Korsel terkenal sebagai produsen elektronik terkemuka dan terbesar di dunia. Mereka mengungguli dunia barat dalam industri elektronik dan perkapalan. Rahasia kemajuan dan kemakmuran mereka terletak pada ribuan penemuan baru setiap tahun di bidang teknologi tepat guna dan tersedianya industrialisasi untuk semua penemuan baru itu. Luar biasa.
Meski Korea sudah lama menjadi negara maju dan makmur namun mereka tetap ingin dan selalu bermimpi miliki lahan yang luas. Berbagai pembatasan dan hambatan dari sejumlah negara tertentu dimana mereka berinvestasi telah menjadi ancaman serius pada usaha pemerintah Korea untuk menjamin dan mempertahankan kesejahteraan yang telah mereka capai selama ini.
China dan India adalah dua negara tujuan investasi Korea yang terbesar. Di China saja saat ini terdapat lebih 22.000 perusahaan asal Korea. Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah China, juga India mulai “mempersulit” ribuan perusahaan tersebut dengan menaikan Upah Minimum Karyawan dan selalu berusaha mencuri rahasia teknologi yang digunakan oleh perusahan – perusahaan Korea di sana. Soal reputasi curi mencuri atau bajak membaca teknologi adalah merupakan hobi China yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.
Berbeda dengan China, Taiwan apalagi Jepang, menurut Mr. Kim putra seorang jenderal pada masa Perang Korea (1950-1955), yang juga adalah kakak angkat saya itu, Indonesia merupakan surga bagi investasi Korea. Selama 10 tahun terakhir, Indonesia perlahan – lahan mulai menjadi negara favorit tujuan investasi Korea.
Semua yang ada di Indonesia sangat menyenangkan investor Korea kecuali atas 3 hal, yakni : 1. korupsi dan kebobrokan birokrasi, 2. keterbatasan infrastruktur (listrik, telpon, jalan, pelabuhan dan sejenisnya) serta 3. kemalasan dan kelambanan yang nenjadi sifat umum mayoritas pekerja Indonesia.
Jika tiga hal tadi dapat diatasi oleh pemerintah Indonesia, Mr. Kim ini sangat yakin Indonesia akan menjelma menjadi negara super power terutama di bidang ekonomi. Mengenai hal yang lain, tidak ada yang kurang dari Indonesia. “Tuhan begitu sayang pada negara ini” ujar Mr. Kim suatu saat ketika kami berbincang di sebuah hotel di depan bundaran air mancur HI, Jakarta Pusat pada akhir tahun lalu.
Saking kagum dan tertariknya Mr. Kim itu terhadap Indonesia, dia berkali – kali selalu mengatakan ingin mati dan dikubur di bumi Indonesia. Dari ucapan dan sinar matanya yang tulus, saya percaya pada niatnya tersebut.
Apakah nanti, dalam waktu dekat Indonesia bisa mengatasi 3 penyakit itu ? Apakah nanti Indonesia bisa menjadi raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya ? Atau bahkan menjadi raksasa yang menggeliat dan menggetarkan dunia ? Wallahualam Bissawab …Sangat tergantung kesungguhan rakyat dan pemerintah Indonesia sendiri. Semoga. Aamiiiin Ya Rabbilalamin.
Sumber: http://radennuh.org/




JADWAL KAMPANYE RAPAT UMUM PEMILU DPRD KAB INHIL, Senen 24 MARET 2014

indexDapil I
Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Partai Demokrat
Tempuling dan Kempas, PAN
Dapil II
Batang Tuaka dan GAS, PPP
Gaung, Partai hanura
Dapil III
Mandah, —
Pelangiran, PKPI
Dapil IV
Kateman dan Pulai Burung, Partai Nasdem
Teluk Belengkong, PKB
Dapil V
Kuala Indragiri dan Tanah Merah, PKS
Enok dan Concong, PDIP
Dapil VI
Reteh dan Sungai Batang, Partai Golkar
Keritang dan Kemuning, Partai Gerindra. (dro)
Sumber:  KPU Inhil




Kisah Dokter Lo, tak pernah minta uang pasiennya

dr loSolo — Dr Lo Siaw Ging, kini menjadi sorotan di tengah mahalnya biaya pengobatan dan rumah sakit. Dokter yang kini berusia 80 tahun itu berkomitmen untuk tidak memasang tarif kepada pasien kurang mampu yang berobat ke tempatnya.
Dokter Lo dikenal bukan hanya karena diagnosa dan obat yang diberikannya selalu tepat, namun dia merupakan dokter yang tidak pernah memasang tarif kepada pasiennya. Apalagi bagi orang yang tidak mampu secara ekonomi, Dokter Lo sudah pasti mengobatinya secara gratis. Bahkan mereka diberikan obat secara cuma-cuma.
“Ini sudah saya lakukan sejak saya menjadi dokter di jaman pemerintahan Soekarno. Ini beralasan. Saya memiliki panggilan hati untuk mengabdi ke masyarakat ketimbang mengejar materi. Uang saya sudah cukup untuk hidup berdua dengan istri saya, Maria Gan May Kwee,” ujar Dokter Lo saat diwawancarai, Selasa (11/3/2014).
Dokter Lo mengaku menyisihkan dana sosial dari kantongnya sendiri untuk membantu biaya para pasien yang kurang mampu. Namun, dia akan memberikan hal tersebut jika pasien-nya mengikuti prosedur di rumah sakit.
Meski sudah memasuki usia senja, Dokter Lo mengaku akan terus mengabdikan dirinya untuk semua lapisan masyarakat hingga ajal menjemputnya. Dokter Lo buka praktek di Kampung Jagalan Jebres setiap pagi pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB.
Dia juga membuka praktek di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, dan kembali buka di rumah pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.
Aksi sosial kemanusiaan yang dimiliki Dokter membuat setiap bulan dirinya harus menyisihkan uang tagihan dari apotik sekira Rp10 juta untuk pasien tidak mampu. Untuk bulan Maret ini saja, dirinya sudah mendapat tagihan Rp8,8 juta. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niatnya untuk terus berbagi kepada pasien tidak mampu.
“Dia orang yang baik dan tidak pilih kasih. Saya sudah 28 tahun menjadi pasien dan selalu gratis,” ungkap Suyani, pasien tidak mampu langganan Dokter Lo.
“Saya sengaja datang ke Dokter Lo karena saya tidak punya biaya untuk berobat. Dia terkenal baik dan mau menolong pasien yang tidak punya biaya,” tutur pasien lainnya, Abed Kusdayan.
Hal yang sama juga diungkapkan karyawati sebuah bank swasta, Nirmala Sari, meski dirinya sudah di tanggung asuransi, karyawan ini memilih Dokter Lo untuk berobat.
“Dokter Lo merupakan sosok yang terkenal to the point, dia tidak pernah membedakan pasien baik dari orang tidak mampu atau orang kaya,” tuturnya.
Sumber: http://daerah.sindonews.com/read/2014/03/11/29/843062/kisah-dokter-lo-tak-pernah-minta-uang-pasiennya




Tiga hari Kedepan Cuaca Riau Diprediksi Semakin Kering

 PETA LINTASAN SIKLON TROPIS DAN WILAYAH YANG TERPENGARUH Siklon Tropis GILLIAN. Data  BMKG
PETA LINTASAN SIKLON TROPIS DAN
WILAYAH YANG TERPENGARUH
Siklon Tropis GILLIAN. Data BMKG

Pekanbaru (detikriau.org) — Cuaca Riau diprediksi akan semakin kering dalam tiga hari kedepan. Kondisi ini dipengaruhi oleh siklon tropis Gillian di Samudra Hindia, selatan Jawa bagian Barat. Siklon ini mengakibatkan massa udara atau uap air di wilayah Riau tertarik ke arah selatan. Akibat kondisi alam ini akan berpotensi sebagai pemicu bermuculannya kembali titik api baru.
Prediksi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada rapat koordinasi Pos Komando Satuan Tugas Operasi (Satgasops) Terpadu Penanggulangan Bencana Asap Riau di Media Center Lanud Roesman Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (23/3/2014)
Berdasarkan pantauan satelit NOAA 18, titik panas di Riau, minggu 12 Maret 2014 terpantau sebanyak 12 titik, Inhil 3 titik, Bengkalis 3, Dumai 2 dan Rohil, Meranti, Siak dan Pelalawan masing-masing terdeteksi 1 titik api.
“Titik api harus benar-benar dapat dipadamkan mengingat musim kemarau nanti cuaca diperkirakan akan lebih kering,” ujar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, yang saat ini masih di Pekanbaru memimpin Satgasnas Operasi Terpadu juga kembali memerintahkan untuk mengoptimalkan satgas udara dan darat melakukan upaya pemadaman. Selain upaya pemadaman, satgas juga diperintahkan untuk melaksanakan penegakan hukum dan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pembakaran hutan dan lahan. (yo)




Wawancara Khusus Abraham Samad Soal Cawapres Prabowo Subianto

abraham-samad-_130124111152-582Jakarta — Persaingan menjelang pemilihan presiden (pilpres) tahun ini semakin panas. Apalagi, semenjak PDI Perjuangan mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presidennya (capres).

Banyak pihak yang menyatakan popularitas Jokowi sulit dikalahkan. Namun, ada satu pasangan yang dinilai bisa mengalahkan Jokowi. Yakni, jika Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ketua KPK Abraham Samad.

Partai Gerindra pun menyambut baik ide ini bahkan mewacanakan untuk mewujudkan pasangan Prabowo dan Abraham tersebut. Bagaimana tanggapan Abraham Samad selaku penegak hukum yang tengah berjuang memberantas korupsi melalui KPK? Berikut petikan wawancara Wartawan Republika Muhammad Hafil dengan Abraham Samad melalui sambungan telepon, Senin (17/3) malam.

Ada wacana dari Partai Gerindra untuk mengusung anda menjadi cawapres, mendampingi Prabowo Subianto sebagai capresnya. Apakah anda bersedia?

Jadi begini, bahwa perjuangan dalam memberantas korupsi itu di mana saja. Baik sebagai presiden, wakil presiden, maupun ketua KPK. Karena itu, visi dan misi saya adalah memberantas korupsi. Namun demikian, kalau memang ada wacana menjadikan saya sebagai cawapresnya, maka menurut saya itu adalah takdir dari Allah SWT.

Sekali lagi, menjadi presiden, wakil presiden, ataupun ketua KPK adalah takdir Allah SWT. Sebagai manusia biasa, saya akan mengatakan saya tidak akan mungkin mengatur atau menolak takdir dari Allah. Termasuk, jika takdir saya harus menjadi calon wakil presiden itupun tak akan bisa saya tolak kalau memang itu takdir dari Allah.

Jadi, anda tidak menolak tawaran itu?

Masalahnya adalah, tawaran itu belum pernah saya terima secara langsung. Belum pernah disampaikan secara resmi ke saya. Saya hanya tahu dari berita-berita di media.

Berarti anda menantang Gerindra untuk meminang anda sebagai cawapresnya?

Kalau tawaran itu adalah sebuah takdir, sebagai manusia biasa saya tak akan bisa menolak.

Menurut anda, kenapa Gerindra melemparkan wacana untuk mengusung anda sebagai cawapres?

Saya tidak tahu kalau soal itu

Apakah anda selama ini berhubungan dengan Partai Gerindra?

Gak pernah. Tapi saya ingin mengatakan di mana pun kita berada, kalau kita bisa merubah bangsa ini untuk menjadi lebih baik, itu yang paling penting.

Apakah anda mengenal Prabowo?

Saya hanya tahu dari baca-baca koran atau tahu dari media saja. Secara tidak kenal dia secara langsung.

Yang anda ketahui tentang Prabowo, bagaimana anda menilai dia?

Orang yang tegas dan cukup baik. Visi dan misinya bagus. Apalagi, visi dan misi antikorupsinya. Dia orang yang berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.

Selain Gerindra, apakah ada partai politik lain yang menawarkan anda menjadi capres ataupun cawapres?

Itu rahasia, ha..ha..ha. 

Setelah ada tawaran seperti ini, bagaimana perasaan anda?

Biasa saja, karena saya termasuk orang yang tidak ambisius. Jadi ketua KPK pun sebenarnya bukan ambisi saya, tapi ini kehendak Allah yang memilih saya menjadi ketua KPK.

Terkait wacana ini, apa komentar dari internal KPK? Apakah mereka melarang?

Tidak, kan di internal KPK sudah berkomitmen untuk menyelesaikan tugas kita. Komitmen kita adalah untuk memberantas korupsi. 

Jika anda benar-benar menjadi cawapres dan kemudian terpilih, apa yang akan anda lakukan untuk Indonesia?

Hahaha…saya ini kan tampangnya bukan tampang presiden. Saya ini kan orang kampung biasa yang datang ke Jakarta.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pemilu/wawancara/14/03/19/n2lz6b-wawancara-khusus-abraham-samad-soal-cawapres-prabowo-subianto