Selamat Jalan Guna Fadhilla

Jenajah turun dari rumah duka menuju pemakaman jalan tanjung harapan TembilahanTembilahan (detikriau.org) — Innalillahiwainnailaihirojiun telah berpulang kerahmatullah, Staff Humas Setdakab Inhil, Guna Fadhilla SIKom Bin Suaidi yang tutup usia diumur 28 Tahun pada Rabu (2/4) Pukul 03.30.00 Wib di Kediaman Jalan Tanjung Harapan Gang Tanjung Pandan Tembilahan.  Acara pemakaman fotografer dan konseftor naskah Bupati Indragiri Hilir (Inhil)ini juga turut dihadiri Wakil Bupati Inhil H.Rosman Malomo dan beberapa Pejabat Eselon dilingkungan PEMKAB Inhil.

Upacara pemakaman dipimpin langsung H Abbas, PNS dilingkungan Pemda Inhil. Dalam amanatnya ia menyampaikan turut berdukacita atas berpulangnya Guna yang ia kenal sebagai sosok yang baik dan ramah.
“Tentunya Pemda Inhil sangat kehilangan seorang sosok yang baik dan rajin bekerja. Ia juga diberikan kepercayaan sebagai Fotografer dan Konseptor Naskah Bupati dan Wakil Bupati Inhil,”papar Abbas dalam Amanatnya.
Sementara itu dari pihak keluarga mengatakan bahwa Guna meninggal karena mengidap penyakit Liver.
“Guna sakit Liver, dia sudah 1 bulan cuti dari kerja dan sempat dirawat di RSUD selama 1 minggu,” papar sepupu Guna,Ustdz Suhaili Hamid
Sambungnya lagi, Guna seorang sosok yang pendiam, tidak banyak bicara, tidak banyak menyakiti orang.”Tidak ada tanda-tanda, sebelum kepergiannya. Hanya saja, sebelum ia pergi Ia sempat mencari kedua orgtuanya untuk meminta maaf,” paparnya.
Riwayat Hidup Guna Fadhilla SIKom Bin Suaidi
Ttl : Tembilahan,28 Agustus 1986.
Jabatan/Gol : PNS Gol. Penata muda (III/A).
Orangtua : Suaidi (ayah) dan Darmawati (ibu).
Jumlah Saudara : 4 orang dari 5 Bersaudara.
Riwayat Pendidikan : SDN 002 Tembilahan Lulus tahun 1998, SMPN 01 Tembilahan Lulus tahun 2001,
SMAN 1 Tembilahan Lulus tahun 2004, S1 UNRI Jurusan Ilmu Komunikasi lulus tahun 2009, tahun 2010
Riwayat Pekerjaan : CPNS tahun 2012 dan diangkat menjadi PNS. (adv Humas)




Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un

Guna Fadhila S.Kom. lahir: 28-8-1986. Tutup Usia, 2 April 2014
Guna Fadhila S.Kom. lahir: 28-8-1986. Tutup Usia, 2 April 2014

Keluarga besar detikriau.org mengucapkan belasungkawa yang teramat mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Adik, teman dan saudara kami, Guna Fadhila. SIKom Bin H Suaidi, 28 Tahun (staff Humas Setdakab Inhil) di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, Rabu 2 April 2014 Jam 03.00 Wib

Semoga Almarhum diberikan keluasan kubur, mendapatkan tempat terbaik disisi Allah dan diampuni segala dosa-dosa selama hidupnya serta keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan keiklasan lahir dan bathin. Amin ya rabbal alamin.
 
 
Salam Hormat Kami
Muhammad Faisal, SE
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi




Bupati Hadiri Sosialisasi Zakat Penghasilan

Foto: Agustan Humas pemkab Inhil
Foto: Agustan Humas pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — 01 April 2014, bertempat di gedung Puri Cendana Tembilahan di laksanakan sosialisasi Zakat penghasilan di lingkungan PEMKAB Inhil. acara ini di hadiri Bupati, Wakil Bupati, Ketua UMUM BAZNAS, Ketua BAZ Prov. Riau dan Ketua BAZ Kab. Inhil serta beberapa Kadis, Kaban, Kabag di lingkungan PEMKAB Inhil.
Dalam sambutannya Bupati Inhil mengatakan Di Indonesia, zakat dikelola oleh lembaga tersendiri, yang dikenal dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dari tingkat Pusat hingga tingkat Kabupaten. ” kalau di tingkat Kecamatan hingga tingkat Desa, lembaga ini namanya Unit Pengumpul Zakat atau UPZ.” Jelas Bupati
Pengelolaan zakat didasarkan pada peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Salah satu peraturan yang dijadikan sebagai dasar pengambilan zakat, seperti zakat penghasilan umpamanya, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003. Fatwa tersebut menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “zakat penghasilan” itu, salah satu itemnya adalah gaji atau honorarium yang kadar zakatnya hanya 2,5%, tidaklah mencapai 5 atau 10% seperti zakat pertanian.
Bupati berpesan agar semua umat muslim hendaknya mematuhi untuk mengeluarkan zakat penghasilan sesuai dengan perintah agama.(adv Humas Pemkab Inhil)




POL PP Rutin Razia, Pemilik Warkop Protes, Masyarakat Mendukung

raziaTembilahan (detikriau.org) — Razia rutin yang dijalankan Polisi pamong Praja untuk menjaring PNS “Warkop” menuai pro dan kontra, pemilik usaha warung panganan protes karena pengunjung sepi namun masyarakat justru berikan dukungan.
“Dalam beberapa hari ini usaha kita sepi. pengunjung jauh menurun. biasanya setiap hari banyak PNS yang sarapan. namun sejak kerapnya razia yang dilakukan POL PP, kalaupun ada, paling-paling mereka minta dibungkuskan,” Sampaikan salah seorang pemilik usaha warung panganan di jalan Ki Hajar Dewantara kepada detikriau.org, selasa (1/4/2014)
Menurutnya, Pemerintah seharusnya tidak perlu melakukan razia. selama ini dinilainya kebanyakan pengujung dari PNS diwarungnya hanya sekedar untuk sarapan pagi. Sekedar sarapan dinilainya tidak akan berpengaruh kepada kinerja.
Rasa kekesalan juga terlontar dari pemilik usaha panganan lainnya di jalan H Said. diakuinya, setiap hari selama ini sebahagian besar pelanggannya adalah kalangan PNS. dengan adanya pelarangan PNS nongkrong diluar kantor selama jam kerja ini secara otomatis memberi pengaruh yang sangat besar kepada usaha warung miliknya. ” Bukan hanya saya, hampir semua usaha warung panganan dalam beberapa hari belakangan ini mengeluh karena berkurangnya pengunjung”, Keluhnya.
Kekesalan yang terlontar dari pemilik usaha warung panganan ini justru berbanding terbalik dengan penilaian masyarakat. Menurut Iwan, warga Tembilahan, secara pribadi ia sangat mendukung penegakan disiplin yang dijalankan pemerintah Kab inhil. Dengan adanya pelarangan ini, ia berharap para PNS dapat bekerja lebih maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kewajiban PNS adalah untuk melayani masyarakat dan itu harus dipatuhi. apapun kondisinya. sebelum adanya razia pol pp, hampir setiap hari warung-warung di TBH dipenuhi dengan PNS. bahkan ada yang hanya duduk-duduk, ngopi sambil ngobrol berjam-jam. Saya sendiri heran kapan waktu mereka untuk bekerja,” Pendapat Iwan
Menurut Iwan, pro dan kontra adalah persoalan yang lumrah. namun dari sisi manapun dinilainya apa yang dijalankan pemkab Inhil hari ini untuk merazia PNS yang berada diluar kantor saat jam kerja adalah sebuah tindakan yang tepat dan patut untuk diberikan dukungan.
“jangan hanya pandai menuntut gaji tinggi tapi kewajiban memberikan pelayanan bagi masyarakat tidak dijalankan dengan maksimal. kalau keberatan, ya berhenti aja dari PNS, masih banyak kok yang mau gantikan,” Tambah Iwan
Nani, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga mendukung kebijakan pemerintah ini. bahkan ia menyarankan agar razia tidak hanya diwarung-warung panganan.”bukan hanya diwarung, seharusnya dimanapun didapati PNS yang keluar tanpa alasan yang jelas selama jam kerja, harus diberikan sanksi. Saya sendiri kerap menyaksikan ibu-ibu dengan seragam PNS justru berbelanja dipasar. padahal masih dalam jam kerja. ini juga harus dijadikan perhatian pemerintah,” Sampaikan nani. (dro)




Bupati Gelar Malam Ramah Tamah dengan Praja IPDN

Penyerahan Cendramata dari PEMKAB Inhil Ke Direktur IPDN Kampus Rokan Hilir Riau yang di Wakili Suripto, M.SiTembilahan (detikriau.org) — Pemkab Inhil melaksanakan malam ramah tamah dengan Praja IPDN Peserta PKL 3 Tahun 2014. Kegiatan yang berlangsung dihalaman rumah kediaman Bupati Inhil ini, selain dihadiri Bupati juga di hadiri Wakil Bupati,H Rosman malomo, Unsur MUSPIDA dan beberapa Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab Inhil.Senin 31 Maret 2014.
Praja IPDN yang di wakili Robby Radhiya Hamdani, mengucapkan terimakasih kepada Pemda Inhil yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam melaksanakan tugas sebagai seorang Pamong.

Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil
Foto: Agustan, Humas Pemkab Inhil

Alumni IPDN Sekaligus sebagai Ketua Ikatan Keluarga Perguruan Tinggi Kepamongan (IKPTK) Kab. Inhil Drs. Saifuddin mengatakan khusus di Daerah Kab. Inhil ini Alumni APDN berjumlah 70 orang yang merupakan gabungan dari Alumni STPDN,IIP dan IPDN. Beliau mengharapkan kepada Praja IPDN ini dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tepat waktu serta segera melaksanakan tugas sebagai Abdi Negara.
Direktur IPDN yang di Wakili Suripto M.Si, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Inhil yang telah membimbing para Nindya Praja IPDN selama 1 bulan.
Dalam sambutannya Bupati Inhil, H Muhammad Wardan mengatakan atas nama Pemerintah Kab. Inhil mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang di berikan oleh Lembaga IPDN sehingga praja IPDN ini melaksanakan PKL ke Kab. Inhil, ” Saya berpesan agar perbedaan yang di dapat di daerah Inhil yang bergelar seribu Parit kiranya dapat menjadi sebuah kesan yang baik bagi para raja.” Kata Bupati
Malam Ramah tamah ini di akhiri dengan penyerahan cendra mata kepada Direktur IPDN. (dro/adv humas)




Dokumen CIA Tegaskan Keberadaan Alien

alienJakarta – Sebuah dokumen penting Badan Intelijen AS (CIA) tentang bukti keberadaan makhluk luar angkasa (Alien) terbongkar. Jagat raya terbukti tak hanya dihuni manusia.
Sebenarnya, peraturan mengharuskan dokumen tersebut sudah harus dibuka ke public (declassified) beberapa tahun lalu. Hanya, setiap kali direktur CIA membawa dokumen tersebut ke Gedung Putih untuk dilegalkan, semua presiden AS selalu memutuskan dokumen tersebut tetap menjadi rahasia penting.
Fakta itu tersebar ke publik beberapa hari lalu karena pembocoran. Dokumen bernomor sandi B-1515-147 dengan map plastik berlabel tulisan ‘Sangat Rahasia’ itu dicuri Razik Hythloday, seorang agen CIA keturunan Palestina. Hythloday dikabarkan membelot karena merasa negaranya, AS, sama sekali tidak memberikan perhatian kepada nasib bangsa Palestina.
Dokumen yang dibuat akhir 1945 itu berisikan pengakuan Paul Tibbets, pilot pesawat pembom B-29 Enola Gay yang mengangkut Little Boy, nama lucu untuk benda pembunuh massal, bom atom.
Pada pukul 00.00, 6 Agustus 1945, Tibbets bersama empat kru Enola lepas landas. Tepat pukul 8.15 waktu Jepang, B-29 telah sampai di atas Hiroshima. Dari ketinggian hampir 10 ribu meter mereka menghitung. Little-Boy yang panjangnya 3 meter dengan berat 4 ton pun dijatuhkan. Dalam hitungan detik, kota Hiroshima lenyap bersama ratusan ribu penghuninya.
Dokumen itu mencatat, lima belas menit sebelumnya, pada ketinggian 15 ribu meter, sebuah ‘pesawat’ mendekati Enola Gay. “Bentuknya seperti cakram, berbahan metal perak menyilaukan, dengan sisi luar yang berputar cepat,” tulis Tibbets dalam pengakuannya di dokumen tersebut.
Tibbets mengaku benda tersebut mencoba melakukan komunikasi. Tidak via radio atau sistem alat komunikasi di pesawatnya. “Mereka seperti melakukan telepati menembus helm yang kami pakai,” kata Tibbets. Komunikasi telepati itu dilakukan kepada semua kru Enola. “Mereka meminta kami membatalkan pemboman.”
Kita tahu, Tibbets tak mengindahkan permintaan itu. “Yang saya pikirkan, nasib kamilah yang akan buruk bila perintah pemboman itu kami batalkan.” Yang membuat Tibbets heran, benda terbang itu tak melakukan apapun untuk memaksakan kehendak mereka. “Mereka segera menghilang begitu kami melepas bom.”
Tibbets mendapat medaliDistinguished Service Cross. Namun kehidupan keluarganya memburuk. Keluarganya hancur. Setelah pensiun pada 31 Agustus 1966, Tibbets meninggal 1 November 2007 di usia 92 tahun dengan pangkat brigjen. Konon, di saat sakaratul mautnya dia berteriak-teriak,” Naga! Naga!”, yang diartikan orang sebagai lintasan ingatannya akan Hiroshima dan Nagasaki.
Dokumen Tibbets itu mengingatkan orang akan dokumen lain yang disimpan CIA, yakni dokumen Roswell. Enam puluh lima tahun lalu, beberapa orang menyaksikan sebuah benda jatuh dari langit di Roswell, New Mexico. Lokasi jatuhnya benda itu segera ditutup tentara, sehingga memancing desas-desus bahwa benda langit itu adalah pesawat dari planet lain alias Unidentified Flying Object (UFO).
Pihak berwenang AS saat itu mengatakan, benda itu hanya radar cuaca yang diterbangkan balon dan jatuh.
Tahun lalu, persoalan itu terkuak kembali. Chase Brandon, mantan intel di unit Clandestine Service CIA mengaku telah membaca dokumen rahasia peristiwa di Roswell tersebut. Menurut Brandon, laporan Roswell itu tersimpan dalam sebuah lemari besi di bagian Historical Intelligence Collection di kantor pusat CIA, Langley, Virginia
“Ada sebuah kotak yang langsung menarik perhatianku. Di situ tertulis satu kata : Roswell,” kata Brandon, seperti dikutip Daily Mail. Yang membuat Brandon terkejut, dokumen menegaskan benda itu bukanlah balon radar cuaca. “Itu pesawat dari planet lain di galasi apa dalam jagat raya,” kata dia.
Cerita Brandon diperkuat mantan Juru Bicara Pangkalan AU AS di Roswell, Letnan Walter Haut. Sebelum meninggal, Haut meninggalkan sebuah catatan. Isinya, ada serpihan pesawat asing itu disimpan militer AS di sebuah hanggar beserta beberapa tubuh makhluk asing.
Cerita soal makhluk luar angkasa sebenarnya bisa dirujuk ke masa-masa kejayaan Islam. Dalam kitab klasik tentang astronomi di abad 8 M, ‘Wa’dulil Asbun’, Syeikh Ta’alima Al Yumi LaAdri, menuliskan pengalamannya berbicara dengan alien. “Mereka unyu-unyu, tapi tak suka memeluk boneka lucu,” kata Syeikh LaAdri.
Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/2087792/dokumen-cia-tegaskan-keberadaan-alien#.UzqBnqJF-XQ