Dua Pj Kades di Kateman Dilantik

KATEMAN (detikriau.org)-Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan diwakili Asisten I Sekretariat Daerah, H Darussalam melantik dua Penjabat Kelapa Desa di Kecamatan Kateman, Sabtu (5/4) kemarin.

Prosesi pelantikan yang digelar di Balai Kantor Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Kepala BPMPD, H Yulizal, Camat dan Upika, Kepala Desa (Kades), pengurus BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kecamatan Kateman.
Asisten I Setda, H Darussalam dalam sambutannya mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut merupakan pengukuhan amanah masyarakat, yang tentunya harus dapat dipegang teguh dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
”Kepercayaan yang sudah diberikan ini, harus dapat dibuktikan dengan karya nyata, berupa kemajuan dan keberhasilan pembangunan,” tutur Darussalam.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bisa menyatukan langkah, persepsi dan pemikiran dengan Pemkab Inhil, khususnya dalam upaya membangun dan memajukan daerah.
”Perbedaan adalah fitrah manusia, namun demikian bukan berarti perbedaan membuat kita menjadi terkotak-kotak, akan tetapi kita justru harus tetap bersatu,” terangnya.
Selanjutnya, Plt Kabag Humas Setda ini mengimbau agar masyarakat lebih mengutamakan rasa kebersamaan, rasa persatuan dan hidup berdampingan secara damai, serta tetap mengedepankan musyawarah secara arif dan bijaksana, sehingga beda pendapat itu akan mencetuskan solusi terbaik dalam membangun daerah.
”Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Kades yang baru dilantik ini, serta atas dukungan seluruh komponen masyarakat, Desa Air Tawar dan Desa Sungai Tritip akan lebih maju dan berkembang,” imbuhnya.
Adapun dua Pj Kades Kecamatan Kateman yang dilantik tersebut, yaitu Pj Kades Air Tawar, H Mentong Latief dan Pj Kades Sungai Tritip, M Qahar. (adv humas pemkab Inhil)




Masa Tenang, Atribut dan Alat Peraga Kampanye Masih Belum Dilepas

Tembilahan (detikriau.org) — Memasuki masa tenang menjelang Pileg 9 April mendatang, sudah menjadi keharusan seluruh parpol dan para calegnya untuk mencopot segala macam atribut dan alat peraga kampanye. Namun keharusan itu masih belum dipenuhi oleh sebahagian parpol dan caleg di Kabupaten Inhil.

Berdasarkan pantauan lapangan,  atribut dan alat peraga kampanye masih sangat mudah untuk ditemui khususnya di dalam kota Tembilahan. Atribut dan alat peraga ini masih kokoh terpasang cukup banyak dibeberapa bagian kota. seperti di ruas jalan, H Abdul Manaf, Jalan kartini, Jalan M Boya, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Baharuddin Jusuf, Jalan M Boya dan beberapa ruas jalan protokol lainnya.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Inhil, Bapadal membenarkan masih adanya beberapa parpol dan caleg yang belum memenuhi keharusan itu. Jum’at (4/4/2014), ia menyatakan bahwa pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan Sapol PP. direncanakan, senin (7/4/2014), secara bersama-sama mereka akan melakukan penertiban.
“harusnya memang sejak memasuki masa tenang segala atribut dan alat peraga sudah dilepas, tetapi sesuai aturan, seharusnya parpol dan caleg sendiri melepasnya. makanya kita masih memberikan kesempatan itu. Senin (7/4) kita yang akan copot jika masih ada yang belum dilepas.” Kata Bapadal menjawab komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selulernya, Ahad (6/4/014)
Bukan hanya atribut dan alat peraga kampanye, memasuki masa tenang, ditambahkan Bapadal, Parpol dan caleg tidak lagi dibenarkan untuk mengumpulkan massa walaupun hanya sebatas kegiatan sosial.Meskipun dalam kegiatan itu caleg atau parpol tidak menyampaikan visi misi, Panwaslu menganggap hal itu bisa menjadi ajang komunikasi antara caleg dengan masyarakat.
“Tetap tidak boleh, karena dalam masa tenang tidak ada lagi komunikasi antara caleg dengan masyarakat, walaupun tidak bisa dikatakan kampanye,” tandasnya. (dro)




ICW: Golkar Yang paling Banyak Lakukan Politik Uang

20140213politik-uang1Jakarta (detikriau.org) – Hasil pemantauan Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama jaringannya di 15 provinsi menunjukkan bahwa Partai Golkar paling banyak melakukan praktik politik uang selama kampanye.
“Partai Golkar melakukan 23 pelanggaran politik uang berdasarkan pemantauan awal kami,” kata peneliti bidang korupsi politik ICW Abdullah Dahlan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.
Partai Amanat Nasional (PAN), lanjut dia, menempati peringkat kedua yaitu dengan 19 pelanggarandi susul Partai Demokrat dengan 17 kasus, PDI Perjuangan dengan 13 kasus, dan Partai Persatuan Pembangunan dengan 12 kasus.
“Semua partai politik nasional melakukan pelanggaran politik uang,” ujarnya.
Abdullah mengatakan pelaku politik uang dan penyalahgunaan jabatan serta fasilitas negara selama kampanye kebanyakan calon legislatif (96 kasus).
Selain itu, menurut laporan ICW, politik uang dilakukan oleh tim sukses (49 kasus), aparat pemerintah (16 kasus), serta partai dan tim kampanye (tiga kasus).
“Sistem proporsional terbuka membuat aktor pelaku politik uang bukan dari instrumen partai namun kandidat dan tim suksesnya,” kata Abdullah.
ICW menemukan 60 kasus politik uang dalam pencalonan anggota DPRD Kabupaten/ Kota, 37 kasus serupa dalam pencalonan anggota DPR, 31 kasus dalam pencalonan anggota DPRD Provinsi, dan tujuh kasus pencalonan anggota DPD.
“Dominan pelanggaran di DPRD Kabupaten/ Kota, menandakan wilayah pertarungan yang ketat dan marak terjadi transaksi politik ada di wilayah tersebut,” ujarnya.
Abdullah menambahkan, daerah yang tercatat punya kasus politik uang paling banyak yakni Provinsi Riau (32 kasus), Sumatera Utara (18 kasus), Banten (16 kasus), Sulawesi Utara (14 kasus), dan Jawa Barat (12 kasus).
ICW dan mitra jaringannya melakukan pemantauan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. (ANTARA News)
 
 
 
 
 
 




Masuk Masa Tenang, Parpol dan Caleg Dilarang Kumpulkan Massa

bawasluJakarta – Memasuki masa tenang menjelang Pileg 9 April, Bawaslu mengimbau kepada partai politik dan para caleg untuk menghormati aturan yang telah ditetapkan. Para caleg dan parpol dilarang mengumpulkan massa meski bukan untuk tujuan kampanye.

“Itu tetap tidak boleh untuk mengumpulkan massa. Pantas diduga sebagai bagian dari kampanye,” ujar anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (6/4/2014).
Kegiatan mengumpulkan massa yang dimaksud seperti bazaar atau kegiatan sosial lainnya. Meskipun dalam kegiatan itu caleg atau parpol tidak menyampaikan visi misi, Bawaslu menganggap hal itu bisa menjadi ajang komunikasi antara caleg dengan masyarakat.
“Tetap tidak boleh, karena dalam masa tenang tidak ada lagi komunikasi antara caleg dengan masyarakat, walaupun tidak bisa dikatakan kampanye,” ucapnya.
“Kita ingin para caleg untuk lebih bermartabat. Mereka seharusnya tidak lagi melakukan pertemuan dengan massa,” imbuhnya.
Mulai pukul 00.00 WIB, Bawaslu mengharapkan parpol dan para calegnya untuk mencopot segala macam atribut dan alat peraga kampanye. Selanjutnya, Bawaslu juga akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memantau dan juga turun langsung melucuti atribut kampanye yang masih atau belum dilepas oleh parpol atau caleg.(detik.com)




Zainuddin: Harusnya Provinsi Dulu Yang Langsung Ke Lokasi

“Terkait Permintaan Agar Disperindag Inhil  Sampaikan Ekspos Rencana Pembangunan Pasar Kayu Jati ke Provinsi” —

Kabid Pasar Disperindag Inhil, Zainuddin ST
Kabid Pasar Disperindag Inhil, Zainuddin ST

Tembilahan (detikriau.org) — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten indragiri Hilir meminta agar pihak Provinsi untuk terlebih dahulu datang meninjau secara langsung ke lokasi rencana pembangunan pasar kayu jati sebelum Disperindag Inhil menyampaikan ekspos ke Provinsi.

Menurut Kepala Disperindag Inhil, Fahrolrozy melalui Kabid Pasar, Zainuddin ST, diakuinya bahwa pada minggu ketiga Maret 2014 yang lalu Kadisperindag Provinsi Riau, Nizhamul, SE MM memang sudah datang meninjau ke lokasi Pasar Kayu Jati, namun dalam kunjungan itu belum ada menentukan lokasi rencana pembangunan.
 
“Seharusnya dari tingkat satu (Disperindag Provinsi red) harus hadir disini entah itu perwakilannya untuk sama-sama kita meninjau kelapangan, lalu baru bisa diputuskan berapa besar lokasi serta bentuk bangunan yang akan dibangun, “Sampaikan Zainuddin saat ditemui detikriau.org diruang kerjanya, kemaren

Ekspos dari Disperindag Inhil sebagaimana yang dimintakan pihak Provinsi menurut Zainuddin baru bisa dilaksanakan setelah peninjauan serta perincian luas lokasi tersebut diketahui dengan peninjauan secara bersama.
“Kalau kita sembarangan ekspose nantinya susah juga, karena langkah ini kita ambil agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pembangunannya nanti”.Jelasnya
Diakhir kalimat, Zainuddin juga menyebutkan bahwa ia hingga hari ini belum mengetahui berapa jumlah anggaran yang disiapkan Disperindag Provinsi untuk membantu pembangunan Pasar Kayu Jati tersebut.
“berapa jumlah yang telah dianggarkan Provinsi saya belum mengetahuinya”. Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)
Kadisperindagprov Pinta Disperindag Inhil Segera Ekspos rencana Pembangunan Pasar kayu jati




Ingin Berat Badan Cepat Turun? Makan Malamlah Pukul 18:14

181835_dalamdetikriau.org — Ternyata, rahasia sukses menurunkan berat badan tak hanya tergantung pada apa dan seberapa banyak yang kita makan dan minum. Agar cepat langsing, Anda juga perlu memerhatikan waktu yang tepat untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Menurut survei yang digelar Forza Supplements terhadap 1.000 orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu optimal untuk sarapan adalah pukul 07:11. Makan siang sebaiknya dilakukan pada pukul 12:38, sedangkan makan malam pada pukul 18:14.
“Kebanyakan orang yang berdiet menganjurkan makanan ini dilengkapi dengan camilan rendah lemak ketika Anda kelaparan menjelang siang atau sore hari,” jelas Lee Smith, Managing Director Forza Supplements.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 84% orang yang berdiet yakin bahwa menaati waktu makan tertentu penting jika ingin melangsingkan tubuh. Selain itu, 76% responden mengatakan bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari.
“Melewatkan sarapan hanya akan membuat Anda lapar dan cenderung makan berlebihan di waktu makan berikutnya. Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah,” tutur Smith seperti ditulis situs Express (31/03/2014). Ia menyarankan kita membiasakan pola makan konsisten tiga kali sehari, antara 400-600 kalori, agar gula darah lebih stabil.
Sebanyak 60% responden menilai, melewatkan waktu makan akan mempersulit penurunan berat badan. Sebagian besar (67%) partisipan survei setuju bahwa makan malam sebelum pukul 19:00 bisa membantu penurunan berat badan.
Namun, lebih dari setengah peserta studi mengaku paling banyak mengonsumsi kalori pada pukul 18:00-22:00. Mereka (62%) pun mengaku sering ngemil setelah jam 20:00 di depan televisi.
“Kalori terbakar kapanpun Anda memakannya. Namun, jika Anda makan malam terlalu larut, Anda tak bisa membakar habis kalori tersebut karena Anda cenderung jadi tidak aktif sebelum tidur. Kalori yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak,” jelas Smith.
Selain itu, lanjut Smith, makan terlalu dekat dengan jam tidur dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin, sehingga Anda jadi sulit tidur. “Makan malam harus menjadi yang paling ringan dibanding makan siang dan sarapan. Sebaiknya lakukan tiga jam sebelum Anda tidur,” saran Smith.(detik.com)