Bagi Gerindra, Tak Ada "Jokowi Effect", yang Ada "Prabowo Effect"

Prabowo SubiantoJAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim bahwa kekuatan calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto, sangat memengaruhi kegagalan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara lebih dari 20 persen. Menurutnya, pengaruh Prabowo berhasil meredam efek pencalonan Joko Widodo sebagai presiden dari PDI Perjuangan.
“Bagi kami, (PDI-P tidak dapat 20 persen) ini karena Prabowo effect. Ada proses pematangan orang dan kelembagaan, bagaimana figur Prabowo sangat luar biasa karena itu menyebabkan bertemunya dua kekuatan, struktur dan calon,” kata Muzani seusai memantau hasil quick count di DPP Partai Gerindra di Jakarta, Rabu (9/4/2014) sore.
Sebaliknya, kata dia, apa yang sering disebut orang-orang dengan efek Jokowi justru tidak terbukti. Meski berada di urutan teratas, kata Muzani, perolehan suara PDI-P tidak luar biasa dan jauh dari yang selama ini dielu-elukan.
“PDI-P pernah mencapai puncak 34 persen di (Pemilu) 1999. Dulu itu Mega effect di 1999. Kalau ada Jokowi effect, seharusnya kembali. Saya kira tidak ada pengaruh Jokowi effect,” ujarnya.
Muzani menilai perolehan suara Gerindra saat ini sudah cukup memuaskan. Meskipun di bawah ekspektasi, dia mengaku bersyukur atas perolehan suara sekitar 12 persen di berbagai hasil hitung cepat. “Sekali lagi hasil ini menjadi sinyal awal. Dulu kami (Pemilu 2009) 4 persen, sekarang belasan persen. Tapi Pak Prabowo sudah mengingatkan ini masih panjang,” ujarnya.
Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei menunjukkan perolehan suara PDI Perjuangan berada pada kisaran angka 18-19 persen. Capaian ini jauh dari target PDI-P, yakni 27 persen. Salah satu hal yang dianggap dapat mendatangkan banyak suara bagi PDI-P adalah sosok Jokowi yang telah diberi mandat sebagai capres 2014.(kompas.com)




Hingga Larut malam, Sejumlah TPS Masih Lakukan Perekapan Hasil Penghitungan Suara

TPSTembilahan (detikriau.org) — Hingga malam ini, rabu (9/4/2014) sejumlah TPS, khususnya di dalam kota Tembilahan masih belum menyelesaikan perhitungan dan perekapan hasil pileg 2014. Banyaknya jumlah partai dan caleg DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR Pusat dan DPD menjadi penyebab lambatnya penghitungan suara.
“Ini masih melakukan perekapan pak. memang lambat karena data yang dihitung cukup banyak,” Sampakan salah seorang petugas KPPS di TPS 58 jalan Batang Tuaka Tembilahan saat dimintai komfirmasi sekira pukul 22.53 Wib oleh detikriau.org.
dikatakannya, selesai melakukan penghitungan dan perekapan data, seluruh surat suara kembali dimasukkan  ke dalam kotak suara dan digembok. selanjutnya diserahkan ke kantor kelurahan.
Di kantor Kelurahan Tembilahan Kota, staff kelurahan, Amat menjelaskan bahwa hinga jam 23.08, dari 65 TPS, 59- diantaranya sudah mengembalikan seluruh surat suara. sementara 6 TPS masih dibelum selesai.
“Kita akan tunggu sampai seluruh TPS selesai mengembalikan. Nantinya kotak suara yang dalam keadaan tergembok langsung ditempatkan digudang penyimpanan,” Ujar Amat
Pantauan detikriau.org. Suasana di Kantor Lurah Kota cukup ramai. beberapa petugas dari kepolisian tampak masih berjaga.
“Sudah tiga hari kita kerja lembur. meskipun berat, karena ini tugas kami tetap harus selsaikan,” Tandas Amat. (dro)




Amankan Pileg, Polres Inhil Terjunkan 529 Personil

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi bersama Asistem I Setdakab Inhil, Darussalam saat pantauan Pileg di TPS 13 Jalan Sederhana Kec Tebh Hulu
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi bersama Asistem I Setdakab Inhil, Darussalam saat pantauan Pileg di TPS 13 Jalan Sederhana Kec Tebh Hulu

Tembilahan (detikriau.org) — Amankan jalannya Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Kabupaten Indrahiri hilir, jajaran kepolisian Polres Inhil menurunkan sebanyak 529 personil yang terdiri dari 146 personil BKO Polda, 23 personil Brimob, 169 personil Polsek dan 127 personil Polres Inhil.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi saat diminta komfirmasi disela tinjuannya bersama Bupati Inhil di TPS 13 Jalan Sederhana Kecamatan Tembilahan Hulu. rabu (9/4/2014)
“Mudah-mudahan pelaksanaan pemilu 2014 ini dapat berjalan dengan aman dan sukses. untuk PAM TPS Kita turunkan sebanyak 529 personil gabungan, Polres Inhil, Polsek ditambah personil dari BKO Polda Riau dan brimob,” Ujar Kapolres.
Sedangkan TPS khusus, yakni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, ditambahkan Kapolres, ada penambahan personil pengamanan. Dimana, selain personil dari PAM TPS, juga ditambah 1 pleton Brimob dan Dalmas.
“Dalam melaksanakan tugas di lapangan, kita akan lebih mengedepankan dan bertindak secara professional dan berkomitmen menjaga netralitas,” pungkasnya. (dro)




Total 56% Suara, PDIP sementara unggul disusul Golkar dan Gerindra

Detikriau.org – Berdasarkan QuickCount Indikator Politik Indonesia, Hingga pukul 16.40 Wib dengan perolehan suara masuk sebesar 56% PDIP masih menduduki perolehan suara tertinggi sebesar 19,43%. posisi PDIP diperkirakan sudah tidak akan tergeser lagi.
Selisih PDIP dengan Partai Golkar melebihi margin error 1%, dimana Golkar memperoleh 14,3%, Gerindra memperoleh 12,3%, Demokrat 9,7% dan PKB 9,26%. Di posisi selanjutnya PAN memperoleh 7,45% disusul Nasdem 6,93%, PKS 6,46% dan PPP 6,16%. Hanura di posisi 10 besar dengan raihan suara 5,53%. Dua partai lainnya tidak lolos batas parlemen, yakni PBB yang hanya meraih 1,52% dan PKPI 0,95%. (MetroTV)

  • Pukul 16:20, PAN Geser Nasdem Peroleh 7,22% Versi Indikator. Posisi 3 Besar Tak Goyah

Hingga jumlah suara masuk mencapai 51%, Hasil hitung cepat (quick count) versi Indikator Politik Indonesia (IPI) pada pukul 16:21 WIB peta perolehan suara kembali bergeser untuk layer kedua. PDI-P, Golkar dan Gerindra tetap stabil di posisi 3 besar dengan perolehan suara masing-masing 19,68%, Partai Golkar 14,58%, disusul Partai Gerindra 12,09%. Pada layer berikutnya posisi ditempati Partai Demokrat, PKB dan PAN masing-masing meraih 9,66%, 9,06% dan 7,22%. Partai Nasdem tergeser PAN dengan perolehan 7,07%, disusul  PKS,  PPP dan Hanura masing-masing 6,53%, 6,06% dan 5,61%. (MetroTV)

  • Suara Masuk 40% Hingga Pukul 15.57, Perolehan Suara Stabil; versi Indikator

Jumlah suara masuk sudah mencapai 40%, hasil hitung cepat (quick count) versi Indikator Politik Indonesia (IPI) pada pukul 15:57 WIB semakin stabil. PDI-P, Golkar dan Gerindra tetap poada  posisi 3 besar dengan perolehan suara masing-masing 19,71%, Partai Golkar 14,66%, disusul Partai Gerindra 11,97%. Pada layer berikutnya Partai Demokrat, PKB dan Partai Nasdem meraih masing-masing 9,61%, 8,93% dan 7,23%. Partai Hanura tertinggal setelah PAN, PKS dan PPP masing-masing 5,78%, 6,87%, 6,56% dan 6,16%. (MetroTV)

  • Posisi 3 Besar Stabil, Gerindra Turun ke 11% Pada Jam 15:50 WIB

Hingga jumlah suara masuk mencapai 38%, Hasil hitung cepat (quick count) versi Indikator Politik Indonesia (IPI) pada pukul 15:50 WIB petaperolehan suara belum bergeser lagi. PDI-P, Golkar dan Gerindra stabil di posisi 3 besar dengan perolehan suara masing-masing 19,98%, Partai Golkar 14,51%, disusul Partai Gerindra 11,87%. Pada layer berikutnya Partai Demokrat, PKB dan Partai Nasdem meraih masing-masing 9,52%, 8,75% dan 7,39%. Partai Hanura tertinggal setelah PAN, PKS dan PPP masing-masing 5,89%, 6,85%, 6,55% dan 6,13%. (MetroTV)

  • Partai Nasdem, Pendatang Baru yang Mengejutkan, Meraih 7,66% Hingga Pukul 13.35 WIB

Hingga jumlah suara masuk mencapai 30%, Hasil hitung cepat (quick count) versi Indikator Politik Indonesia (IPI) pada pukul 15:34 WIB mengubah peta politik perolehan suara. Meski PDI-P, Golkar dan Gerindra stabil di posisi 3 besar dengan perolehan suara masing-masing 19,82%, Partai Golkar 14,1%, disusul Partai Gerindra 12,1%, peta di layer berikutnya berubah dengan lonjakan Partai nasdem yang mencapai 7,66%, mengimbangi Demokrat dan PKB masing-masing 9,47% dan 8,98%.  (MetroTV)
 




Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Pileg di Tembilahan dan Tembilahan Hulu

Bupati Inhil H.M.Wardan Menyalami petugas saat meninjau pelaksanaan PILEG TH 2014. Foto: Agus,Hum as Pemkab Inhil
Bupati Inhil H.M.Wardan Menyalami petugas saat meninjau pelaksanaan PILEG TH 2014. Foto: Agus,Hum as Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) — Bupati Inhil, HM Wardan didampingi Istri, Hj Zulaikah meninjau pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) 2014 disejumlah TPS di Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Tembilahan Hulu. Kegiatan ini juga disertai oleh Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, Msi, Ketua KPU Suhaidi dan Sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil.
“Alhamdulillah, sejauh ini kita belum menerima adanya laporan akan adanya hambatan dalam pelaksanaan Pemilu hari ini. kita pastinya berharap agar pesta demokrasi rakyat ini dapat berjalan lancar, aman, sukses dan terpilihnya wakil-wakil rakyat yang baik,” Sampaikan Bupati saat dimintai komfirmasi disela pantauannya di TPS 13 Jalan Sederhana Kecamatan Tembilahan Hulu. Rabu (9/4/2014)
Dari kunjungannya dibeberapa TPS di dua Kecamatan, Bupati menilai partisipasi masyarakat cukup tinggi.” Patut kita syukuri, dari beberapa TPS yang kita pantau, antusias masyarakat cukup tinggi. hampir semua TPS terlihat ramai didatangi pemilih untuk memberikan hak suaranya,” Syukuri Bupati.
Tinjuan yang dilakukan Bupati di beberapa TPS ini diawali pada TPS 13 Kecamatan Tembilahan. pada TPS yang berada dilingkungan RSUD Puri Husada Tembilahan ini, Bupati bersama istri memberikan hak suaranya. Usai memilih, Bupati didampingi rombongan melakukan tinjuan ke TPS 8
Jalan Guru Hasan, TPS 61 Jalan Trimas Tembilahan kemudian dilanjutkan ke TPS 13 jalan Sederhana Kecamatan Tembilahan Hulu. (dro)




Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

bbm SOLAR

Pemanfaatan BBM subsidi berjenis solar seperti ini diduga diselewengkan. Puluhan ton setiap harinya dimanfaatkan untuk kegiatan operasional alat berat perusahaan perkebunan. diminta aparat hukum tidak hanya tutup mata.
Pemanfaatan BBM subsidi berjenis solar seperti ini di kabupaten Indragiri Hilir kerap tidak tepat sasasaran. Puluhan ton setiap harinya diduga dimanfaatkan untuk kegiatan operasional alat berat perusahaan perkebunan. Diminta aparat hukum untuk tidak hanya tutup mata.