Sopir Bus di Inhil Cabuli Dua Anak Sekolah Saat Tertidur

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Supir bus sekolah milik PT Indrawan Perkasa, inisial DP (26) diamankan Polsek Keritang, Polres Indragiri Hilir (Inhil) akibat melakukan pencabulan terhadap 2 orang anak dibawah umur.

Peristiwa ini terjadi di dalam bus sekolah PT Indrawan Perkasa Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Senin (4/3/2024) lalu.

“Korbannya anak dibawah umur, masih berusia 9 dan 11 tahun. Pelaku seperti biasa, tugasnya menjemput anak sekolah. Saat kedua korban tengah tertidur dalam bus, pelaku meraba dan memegang payudara serta alat kelamin korban,” kata Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Anggi Rian Diansyah.

Aksi pelaku diketahui salah satu korban.

“Salah satu korban dengan cepat memegang dan memukul tangan pelaku. Hingga akhirnya menceritakan kejadian yang dialami kepada orang tuanya,” sebut AKP Anggi.

Tak terima dengan ulah pelaku, orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Keritang.

“Polsek Keritang telah mengamankan terduga pelaku pada Kamis 28 Maret 2024. Pelaku juga mengakui perbuatannya. Ia dan barang bukti dibawa ke Polsek Keritang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Pelaku dikenai pasal telah melakukan Kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul sebagaimana rumusan pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E undang – undang RI No.35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas undang – undang RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (HPI/***)




Haji Herman Bereaksi Usai Melihat Kondisi Infrastruktur Semua Kecamatan di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Haji Herman bereaksi setelah menyaksikan langsung kondisi infrastruktur di semua kecamatan se Indragiri Hilir (Inhil) yang sangat memperhatikan.

Haji Herman yang merupakan Penjabat (Pj) Bupati Inhil itu berkeliling untuk mengunjungi kecamatan sampai ke pelosok. Dia langsung berdialog dan berdiskusi bersama Masyarakat.

Masyarakat menyampaikan curhatannya ke Haji Herman mengenai kondisi semua infrastruktur, mulai dari badan jalan, listrik, tanggul, hingga fasilitas kesehatan dan gedung sekolah.

Kurangnya perhatian dan realisasi pembangunan infrastruktur itu dikarenakan minimnya anggaran yang dikucurkan untuk pemerintah kecamatan.

Menyikapi aduan masyarakat kecamatan yang merasakan adanya ketimpangan kemajuan infrasturktur dengan Tembilahan, sebagai ibukota Kabupaten, Haji Herman berkomitmen menambahkan anggaran kecamatan.

“Saya komitmen menambah anggaran kecamatan, dan dana rutin camat. Hari ini hampir seluruh ibukota kecamatan macam tak terurus,” kata Haji Herman saat berdialog bersama Masyarakat Kampung Baru Kecamatan Concong, Senin (31/4/2024).

Dikatakannya, badan jalan ibukota kecamatan harusnya bagus karena menjadi akses jalan penghubung antar desa ke kecamatan dan kabupaten sebagai penopang peningkatan perekonomian Masyarakat.

“Jalan itu macam tak pernah disentuh (tersentuh pembangunan_red). Jalan dalam ibukota Tembilahan aja. Emang Inhil cuma Tembilahan aja,” tukasnya

“Jadi, kita akan tambah dana rutin camat, tergantung besar kecilnya kecamatan itu. Minimal 1,5 samapi 2 M per-kecamatan,” terangnya.

“Kalau memang menurut kecamatan prioritas jalan ini, silahkan dibangunkan kefisik.

Haji Herman berharap anggaran kecamatan dan anggaran desa mampu membangun infrastruktur jalan agar bisa bersinergi dan saling membantu dalam merealisasikan semua pembangunan.

“Mungkin nanti disounding (selaraskan_red) dengan dana Desa. Jangan mentang-mentang ada dana kecamatan yang bantu, desa tak mau pula bantu,” papernya.

Hai Herman meminta kepada pemerintah kecamatan dan desa bisa saling membantu dan berkerjasama agar pemerataan pembangunan infrastruktur terlaksana dengan baik dalam rangka meningkatkan perekonomian Masyarakat.

“Jadi tolonglah kita sama-sama hari ini, saling bahu membahu. Kita keroyokan, kerjasama fokus untuk pemerataan infrasturktur. Ini hal yang paling banyak saya temui dilapangan.” Tutupnya. (Arb)




Selain Berbagi Informasi, Imigrasi Tembilahan Juga Berbagi Takjil untuk Masyarakat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Imigrasi Tembilahan menggelar kegiatan berbagi takjil untuk masyarakat kota tembilahan, Senin (1/4/2024) di depan Kantor Imigrasi Kelas II Tembilahan, Jalan Praja Sakti No. 03 Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain berbagi takjil imigrasi tembilahan juga melaksanakan penyebaran informasi mengenai m-paspor dan elektronik paspor dengan membagikan brosur kepada masyarakat yang sedang melintas di depan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan.

Pada kegiatan itu yang di pimpin langung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan, Nanang Mustofa dan didampingi oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Awaluddin Hidayat serta seluruh jajaran pegawai Imigrasi Tembilahan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan, Nanang Mustofa menyampaikan pentingnya untuk berbagi kepada sesama, terlebih pada bulan Suci Ramadhan ini dimana banyak faedah dan pahala yang kita dapatkan.

“Selain itu, pasa saat ini Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan sudah dapat menerbitkan Elektronik Paspor bagi Masyarakat yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan, tanpa terkecuali di Kota Tembilahan,” tuturnya.

Lanjut Nanang, kegiatan berbagi takjil Imigrasi Tembilahan sekaligus berbagi informasi mengenai Elektronik Paspor dan M-paspor terselenggara dengan lancar terlihat dari antusias masyarakat, dimana selain mendapat takjil masyarakat juga mendapatkan informasi penting.

Penyebaran informasi mengenai elektronik paspor dan m-paspor merupakan arahan dari pimpinan pusat pada Direktorat Jenderal Imigrasi dan juga arahan dari Kepala Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir.

“Dimana untuk menunjang kinerja pelayanan di bidang Keimigrasian dengan tersedianya fasilitas Elektronik paspor di Imigrasi Tembilahan pentingnya untuk menyebarkan informasi tersebut secara luas agar masyarakat dapat mengetahu informasi ini dengan baik dan jelas,”imbuh Kakanim.

Selain itu juga kata Nanang, perbedaan dari paspor biasa dan elektronik paspor adalah terdapat di biaya paspor. Paspor biasa biayanya adalah 350 ribu, sedangkan untuk elektronik paspor adalah 650 ribu.

“Namun demikian elektronik paspor memiliki kelebih dimana di dalamnya terdapat chipset yang menyimpan data pemohon dengan baik, sehingga data pemohon aman dan terjaga, dan juga terdapat kemudahan ketika akan ke luar negeri dimana akan mendapatkan akses autogate dengan mudah dan juga mendapatkan kemudahan untuk masuk ke negara jepang yaitu mendapatkan visa waiver oleh negara jepang,” tutup Nanang Mustofa. (Arb)




Haji Herman Terima Berbagai Curhat Klasik Masyarakat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Haji Herman secara maraton terus melaksanakan safari Ramadhan 1445 H tahun 2024 yang terjadwal rutin dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sampai ke pelosok desa.

Agenda safari Ramadhan yang juga diikuti oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara bergantian mendampingi Haji Herman selaku Penjabat (Pj) Bupati Inhil ini, berkeliling ke semua kecamatam se Inhil.

Dalam safari Haji Herman ini bukan hanya dimanfaatkan untuk kegiatan seremonial saja, namun dimanfaatkannya untuk berdialog secara terbuka dan bebas bersama Masyarakat desa yang dikunjunginya.

Pantawan awak media, Masyarakat antusias menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya yang selama ini ingin mereka sampaikan secara terbuka kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.
Berikut rangkuman beberapa aduan warga yang disampaikan secara terbuka kepada Penjabat Bupati Inhil, Haji Herman, di salah satu desa di wilayah Inhil Utara.

“Pak Bupati, terimakasih sudah berkunjung ke Desa kami, banyak yang ingin kami sampaikan pak, masalah klasik sebenarnya,” kata Arifin.

Masalah klasik itu terkait jalan, akses penghubung, baik dari desa ke ibukota kecamatan maupun di dalam desa. Beberapa ruas jalan desa yang mereka sampaikan dalam kondisi rusak parah.

“Ada yang sudah rusak parah, ada juga yang belum dibangun-bangun. Padahal setiap tahun usulan masuk,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, warga dusun juga menyampaikan keluhan klasik tersebut mengenai pendangkalan sungai yang menyulitkan warga tempatan untuk beraktifitas membawa hasil pertanian mereka.

“Sama pak, kami juga ingin mengadukan sampah dan pendangkalan sungai. Aktifitas kendaraan air sering terhambat pak,” kata Warga lainnya.

Bukanya hanya masalah badan jalan dan sungai, warga juga menyampaikan kerusakan kebun Masyarakat petani akibat terjadinya abrasi sehingga air sungai meluap ke perkebunan kelapa mereka.

“Kami mengadukan tanggul kami yang jebol pak. Jebolnya tanggul ini, berpengaruh terhadap produksi perkebunan kami, ratusan ton menurun. Akibat kebun kami dimasuki air laut tergenang saat musim-musim pasang dalam bapak,” keluhnya.

Selain itu, warga juga meminta kepada Pj Bupati Inhil untuk mengkoordinasikan kepada pihak PLTU agar menyalurkan listrik ke semua desa. Mereka mengeluhkan sampai saat ini belum bisa menikmati aliran listrik.

“Kami juga butuh listrik bapak agar kampung kami terang dan kami bisa menikmati listrik saat menunaikan sholat di Masjid,” katanya.

Terakhir warga mengadukan kesediaan fasilitas kesehatan dan gedung sekolah agar Masyarakat dan anak-anak mereka bisa menikmati pelayanan kesehatan dan kenyamanan dalam mendapatkan pendidikan.

“Kami mohon pak. Usulan diminta terus tiap tahun, tapi tidak direalisasikan juga selama ini, bukan setahun dua tahun bapak, bertahun-tahun pak!,” kata warga lainnya dalam dialog tersebut.

Menanggapi curhat warganya ini, Haji Herman berjanji mencatat semua keluhan Masyarakat. Ia tidak membantah curhatan masyarakat ini, sebab, selama aktif turun kelapangan, faktanya memang demikian yang ia jumpai.

“Cross check data dan fakta itu penting. Saya turun ke desa-desa memang benar infrastruktur tidak layak. Melihat langsung ke lapangan itu sebenarnya tujuan utama saya berkeliling ini,” kata Haji Herman yang baru empat bulan menjadi Pj Bupati Inhil.

Dikatakan Haji Herman, silaturahmi itu penting. Namun kalau turun hanya untuk salam-salam, makan-makan, basa basi, photo-photo, disambut di elu-elukan, kemudian terus pulang, buat apa?

“Saya mengapresiasi sambutan Camat,Kepala Desa bahkan warga yang menyambut hangat saya dan rombongan. Namun, saya melihat dibalik tatapan mata warga itu, senyum mereka ketika bersalaman, saya merasakan ada hal yang ingin mereka banyak bicarakan,” ucapnya.

“Banyak hal yang mereka ingin sampaikan. Makanya dalam tiap kunjungan ini, saya buka dialog terbuka, bebas bicara, ini yang saya inginkan,” sambungnya.

Terakhir Haji Herman mengatakan, pembangunan infrastruktur memang perlu tahapan dan waktu untuk merealisasikanya, karena dengan anggaran terbatas tentu tidak semua langsung bisa jadi.

“Kita fair saja, anggaran terbatas tentu tidak semua langsung bisa jadi. Namun demikian, jika ada keliru dan eksekusi, kita akan evaluasi dan benahi. Intinya keterbukaan,” terangnya.

“Seperti tahun 2023 lalu, banyak realisasi kegiatan fisik yang tidak selesai, baik jalan maupun jembatan dan fisik lain. Makanya tahun 2024 ini, kita sudah gesa diawal tahun. Mana yang terlewat, namun urgent, kita akan coba masukkan dalam anggaran perubahan nanti.” Tutupnya. (ADV)




Ketua DPRD Inhil Rencanakan Undang Sandiaga Uno di Festival Kebudayaan Pengantin Sahur

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Melihat potensi dan antusias yang sangat luar biasa Festival Kebudayaan Pengantin Sahur, Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir berencana mengundang Mentri Pariwisata Sandiaga Uno di tahun berikutnya.

Celetukan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir saat menyampikan sambutannya di hadapan ribu pasang mata masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pergelaran Festival Budaya Bagarakan Pengantin Sahur di Desa Pulau Palas, Minggu 31 Maret 2024 dini hari

“Kalau perlu tahun depan kita undang Menteri Pariwisata Bapak Sandiaga Uno. Tentunya anggarannya tidak mungkin sebesar 50 juta, kalau perlu kita minta pemkab menganggarkan 200 juta, biar kegiatan ini lebih semarak lagi, lebih ramai lagi dan bisa menjadi Icon wisata yang hanya dimiliki Pulau Palas dan Sungai Luar,” ujar Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Bagarakan Pengantin Sahur Desa Pulau Palas, Tengku Said Basirun menjelaskan pergelaran pengantin sahur sudah terlaksana sejaka tahun 1960 an.

“Pengantin sahur ini berjalannya sudah sangat lama, sekitar tahun 1960 an sudah terlaksana, tetapi pada waktu itu masih tradisional dengan berjalan kaki dan membawa lampu obor saja,
Tidak seperti sekarang ini, perkembangan semakin maju maka timbullah pengantin itu arak-arakan dengan mengunakan sound-sound besar,” jelas Tengku.

Namun, tanpa mengesampingkan perkembangan zaman, panitia tetap memperlombakan dua versi, modern dan tradisional dengan juri yang kompeten dan independen.

“Sekarang ini kita punya dua versi pertandingan yang lama dan yang baru kita angkat. Untuk peserta tahun ini sangat luarbiasa dengan diikuti 5 Dusun dengan total peserta 15 pasang pengantin sahur,” ujarnya.

Sementara itu ditempat berbeda, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Dr Raja Yoserizal Zen dalam sambutannya di Festival Pengantin Sahur di Desa Sungai Luar mengatakan pihaknya hadir di Desa Sungai Luar guna mengkaji Festival Budaya Bagarakan Pengantin Sahur dalam upaya pengajuan Tradisi Pengantin Sahur menjadi Warisan Budaya Tak Beda ke UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Namun ada berbagai kajian dan penelitian yang harus dilakukan, terkait festival budaya tahunan tersebut yang dinilai ada kesamaan dengan tradisi yang ada di Kalimantan Selatan.

“Kami kemari untuk mencari sisi-sisi apa yang berbeda dengan pengantin sahur yang ada di Kalimantan Selatan. Dan kita harus mengakui bahwa sumberdaya manusia di Kabupaten Indragiri Hilir ada 3 suku besar yakni Banjar, Bugis dan suku melayu, tiga suku ini saling bersinergi dan saling bersatu untuk melakukan ekosistem kebudayaan di Kabupaten Indragiri Hilir, namun kita perlu melakukan kajian lebih dalam lagi, ” jelas Raja Yoserizal.

Lanjut Kadis Provinsi Riau, menjadikan warisan budaya tak beda syaratnya minimal sudah berusia 50 tahun dan lebih menonjolkan kearifan lokal seperti penggunaan alat musik. Dari referensi yang kami punya biasanya alat musik yang digunakan alat-alat musik tradisional atau alat-alat kebutuhan sehari-hari dan juga alat pertanian. (Adv)




Haji Herman Inhil Apresiasi Festival Pengantin Sahur di Desa Pulau Palas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Penjabata (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, mengapresiasi dan mendukung pergelaran tahunan festival Pengantin Sahur di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Festival Pengantin Saur yang digelar setiap bulan Ramadhan ini diharapakan Pj Bupati Inhil menjadi event wisata lokal yang harus dilestarikan tradisi membangunkan warga untuk bersahur.

“Kegiatan ini adalah suatu hal yang sangat positif. Saya berharap tradisi ini dapat dilestarikan hingga menjadi event wisata lokal,” kata Haji Herman saat membuka festival Pengantin Sahur di Pulau Palas, Minggu dini hari, (31/03/2024).

Tradisi Pengantin Sahur ini merupakan tradisi membangunkan warga untuk bersahur dengan mengarak beberapa pasang pengantin dan tradisi ini hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja.

Pengantin itu ada yang mewakili Rukun Tetangga, Rukun Warga dan Dusun yang ada di Desa Pulau Palas. Sebagai kearifan lokal, Festival ini sudah berlangsung lama, semenjak tahun 1970.

Pada pelaksanaan tengah malam ini ada 15 pasang pengantin yang mengikuti festival. Kriteria yang dinilai adalah kecantikan dan keserasian pasangan pengantin serta singasana tempat pengantin akan diarak sekeliling Desa Pulau Palas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Inhil, Kapolsek Tembilahan Hulu, Kadis Pariwisata Inhil, para kepala OOD, Plt. Camat Tembilahan Hulu, kepala Desa Pulau Palas, serta di saksikan ribuan masyarakat.

Sementara itu ditempat berbeda, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Dr Raja Yoserizal Zen dalam sambutannya mengatakan siap berupaya pengajuan Tradisi Pengantin Sahur menjadi Warisan Budaya Tak Beda ke UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Namun, kata Dr Raja Yoserizal Zen, ada berbagai kajian dan penelitian yang harus dilakukan, terkait festival budaya tahunan tersebut yang dinilai ada kesamaan dengan tradisi yang ada di Kalimantan Selatan.

“Kami kemari untuk mencari sisi-sisi apa yang berbeda dengan pengantin sahur yang ada di Kalimantan Selatan. Dan kita harus mengakui bahwa sumberdaya manusia di Inhil ada 3 suku besar yakni Banjar, Bugis dan suku melayu, tiga suku ini saling bersinergi dan saling bersatu untuk melakukan ekosistem kebudayaan Inhil, namun kita perlu melakukan kajian lebih dalam lagi, ” jelas Raja Yoserizal.

Dr Raja Yoserizal Zen mengatakan Festival Pengantin Sahur menjadikan warisan budaya tak beda syaratnya minimal sudah berusia 50 tahun dan lebih menonjolkan kearifan lokal seperti penggunaan alat musik.

“Dari referensi yang kami punya biasanya alat musik yang digunakan alat-alat musik tradisional atau alat-alat kebutuhan sehari-hari dan juga alat pertanian,” terangnya. (adv)