Tiga Nama Disebut Akan Gantikan Ical di Golkar

icalJAKARTA, – Kinerja Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical dipertanyakan. Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga terhadap perolehan suara hasil pemilu legislatif pada 9 Arpil 2014, Partai Golkar tidak memperoleh suara sesuai target yang diinginkan. Atas dasar itu, kini beredar sejumlah nama yang akan menggantikan kedudukan Aburizal di partai itu.
“Untuk kandidat ketua umum (Golkar) sudah ada beberapa nama yang telah mempersiapkan diri,” kata politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Zainal mengatakan, tiga nama yang digadang akan menggantikan Aburizal yakni Wakil Ketua Umum Partai Golkar HR Agung Laksono, Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso dan politisi senior Golkar sekaligus Menteri Perindustrian, MS Hidayat.
Dari ketiga nama itu, Zainal mengatakan, Agung Laksono dan dan Priyo Budi Santoso disebut menjadi calon terkuat. “Yang berakar kuat Agung Laksono karena dia Ketua Umum Ormas Kosgoro dan bersama Priyo Budi Santoso dia Ketum Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong), itu memiliki posisi lebih kuat karena ada akarnya di bawah,” katanya.
Zainal menambahkan, partainya dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Rapimnas tersebut akan mengevaluasi hasil perolehan suara saat pemilu legislatif lalu, termasuk kinerja Aburizal selama ini.
Berdasarkan hasil hitung cepat, perolehan suara Golkar tidak akan lebih dari 15 persen. Hal tersebut jauh dari target minimum Golkar, yaitu 26 persen.(kompas.com)

 
 




Pemkab Inhil Rencanakan Benahi jalan Yos Sudarso

Wagubri, Arsyadjuliandi Rachman bersama Bupati Inhil, HM Wardan mengunjungi kawasan Jalan yos Sudaraso dalam kesempatan kunjungannya ke Inhil baru-baru ini
Wagubri, Arsyadjuliandi Rachman bersama Bupati Inhil, HM Wardan mengunjungi kawasan Jalan yos Sudaraso dalam kesempatan kunjungannya ke Inhil baru-baru ini

Tembilahan (detikriau.org) — Pemkab Inhil merencanakan untuk membenahi kawasan di sepanjang ruas jalan Yos Sudarso Tembilahan. Kawasan dimana tempat berdirinya pusat pasar rakyat terbesar di Ibukota Kabupaten indragiri Hilir ini selama ini terkesan kotor dan kumuh.

Pernyataan ini dilontarkan Bupati dalam beberapa kesempatan. Dikatakan Bupati. ruas jalan yos Sudarso nantinya akan diaspal mempergunakan hotmix. sisi kira dan kanan jalan akan ditempatkan tanaman hias dan disepanjang dam bantaran sungai Indragiri di jalan Yos Sudarso akan dijadikan taman yang asri.
“Pedagang yang selama ini masih berjualan dibangunan pasar yang memanfaatkan ruas jalan akan ditempatkan kembali di pasar terapung. ada sekitar 200 an los dipasar terapung saat ini dibiarkan kosong karena ditinggalkan pemiliknya yang turun kelokasi bangunan pasar yang berdiri di badan jalan itu. ini yang harus kita segerakan untuk dibenahi,” Ujar Bupati.
Untuk membenahi kawasan ini, Bupati berharap agar semua pihak, khususnya pedagang untuk memberikan kerjasama yang baik. (dro/adv Pemkab Inhil)




Golkar 1 PKB 2 Perolehan Suara DPR RI

pemiluTembilahan (detikriau.org) — Caleg DPR RI Partai Golkar dari dapil Riau II Kabupaten Indragiri Hilir mengantongi perolehan suara tertinggi disusul PKB, PDIP dan Gerindra.

Golkar, peraih suara tertinggi diperoleh oleh caleg nomor urut 1 HM Idris laena dengan perolehan suara sebesar 38.789 suara disusul Hj Nurlia dengan perolehan suara sebanyak 26.543
PKB, peraih suara tertinggi diraih oleh caleg nomor urut 1, HM Lukman Edy dengan perolehan suara sebesar 33.404 suara disusul oleh caleg nomor urut 2, Mafirion sebanyak 3.528
PDIP, peraih suara tertinggi diraih oleh caleg nomor urut 1, marsiamah Saragih dengan perolehan suara sebesar 6.738 disusul oleh caleg nomor urut 2, Deddy Yevri dengan perolehan suara sebanyak 4.164
Gerindra, peraih suara tertinggi diraih oleh caleg dengan nomor urut 1, Eddy Tanjung dengan perolehan suara sebanyak 11.051 disusul oleh caleg dengan nomor urut 2, M Said Bakri dengan perolehan suara sebanyak 7.569. (dro)




Hingga Jeda Waktu Magrib, Pleno Rekapitulasi Pileg 2014 KPU Inhil Baru Selesaikan DPR RI dan DPD

jajaran Komisioner KPU Inhil.
jajaran Komisioner KPU Inhil.

Tembilahan (detikriau.org) — Sejak dimulai pukul 9.45 Wib, rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pileg 2014 KPU Inhil, hingga pukul 18.25 Wib baru menyelesaikan rekapitasi perolehan suara untuk DPR RI dan DPD. Rapat pleno direncanakan kembali dilanjutkan pukul 20.00 Wib, Ahad (20/4/2012)

Secara keseluruhan, proses jalannya rapat pleno berlangsung dengan tertib dan aman. Keberatan yang dilontarkan saksi lebih kepada persoalan teknis dan tidak menghambat jalannya proses rekapitulasi secara keseluruhan.
Agenda rapat pleno ini hanya perhitungan suara tidak dilanjutkan dengan penetapan perolehan kursi di parlemen. Penetapan jumlah perolehan kursi, diagendakan akan dilaksanakan sekitar tanggal 11-13 Mei mendatang.
“Sekarang hanya rekap perolehan suara saja, penetapan peroleh kursi sesuai jadwal sekitar tanggal 11 -13 Mei mendatang,” kata Ketua KPU Inhil melalui Pokja Pemilihan dan Penghitungan saura, M Dong. (dro)




KPU Inhil Gelar Pleno Perolehan Hasil Pileg 2014

IMG-20140420-02008Tembilahan (detikriau.org) – bertempat digedung enku kelana, ahad (20/4/2014), KPU Kabupaten Inhil melaksanakan rapat pleno hasil penghitungan dan perekapan hasil perolehan suara pemilu legislatif (pileg) 2014. Pleno ini dihadiri oleh Ketua KPU Inhil, Suhaidi beserta jajaran komisioner, Panwaslu Kab Inhil dan segenap angota partai peserta pemilu 2014.
Penghitungan suara diawali dengan pembacaan hasil pleno di masing-masing PPK yang dimulai dari pembacaan hasil pleno untuk DPR RI. Pelaksanaan pleno ini berlangsung dibawah pengawalan aparat kepolisian.
Hingga berita ini dirilis, pelaksanaan pleno yang dimulai pukul 9.45 Wib masih berlanjut. (dro)
 




Definisi Mati menurut Al-Qur’an

Oleh : H. Fadhil Zainal Abidi BE ——–
fadhildetikriau.org — Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)
Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.
Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:
51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (Yasin 51-52)
Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)
Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)
Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.
Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.
Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu h idup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)
Perjalanan panjang tanpa akhir
Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.
Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.
Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.
Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.
Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :
99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)
Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)
Mudah2an kita tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa. (fadhilza.com)