Aroma Korupsi di Program Raskin

Enok-20140417-00222 copyJAKARTA – Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) kemarin menggelar rapat evaluasi rutin program penyauran beras untuk keluarga miskin (raskin).

Dalam rapat yang dihadiri juga oleh delegasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, tercium bau anyir dalam program penjualan beras murah itu.

Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK Roni Dwi Susanto memaparkan hasil kajian mereka tentang program raskin itu di depan Menko Kesra Agung Laksono.

Dia menjelaskan bahwa beras raskin ini ada yang dibagikan ke masyarakat. Tetapi ada temuan juga bahwa ada raskin yang dijual pada bulog. “Kami ada buktinya,” papar dia.

Selain itu program raskin juga dinilai tidak tepat sasaran. Banyak warga miskin yang tidak bisa mengakses program atau bantuan raskin. Tetapi di bagian lain ada warga mampu yang memiliki akses membeli beras murah itu. Dia mengatakan KPK cukup detail dalam mengakaji program pro rakyat yang sudah berjalan selama 16 tahun itu.
Di lapangan tim KPK mendapatkan informasi bahwa harga jual ke masyarakat miskin dipatok Rp 1.600 per kilogram dan direkap selama tiga bulan. Tetapi nyatanya banyak warga miskin yang mampu membeli raskin tersebut. Menurut kajian KPK, jika memang diperuntukkan buat warga miskin maka mereka tidak harus menebus beras itu.
Selain urusan tadi, KPK juga mendapati kualitas bras yang sudah rusak. Di sisi lain, masyarakat tidak pernah mendapatkan informasi yang akurat terkait kualitas beras yang diterima seharusnya seperti apa. Dia khawatir raskin yang berkualitas bagus sesuai standarnya dijual terlebih dahalu, kemudian uangnya dibelikan beras berkualitas buruk.
Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, memang benar masih ada masalah atau kesalahan program raskin di sejumlah daerah. “Tetapi ingat, bahwa yang berhasil juga banyak terjadi di beberapa tempat,” paparnya.

Terkait dengan kondisi beras yang rusak, Agung mengklaim dampak dari sistem pergudangan yang harus dibenahi.

Menurutnya program raskin ini bisa bertahan hingga 16 tahun karena memang dibutuhkan rakyat. Menurutnya temuan indikasi penyimpangan atau korupsi dari KPK itu akan dijadikan bahan perbaikan.

Menurutnya kebutuhan beras rumah tangga miskin saat ini adalah 38 kg – 40 kg setiap bulan. Dengan adanya program raskin itu, bisa menekan pengeluaran keluarga miskin hingga 40 persen. (JPNN.com)




Inilah Caleg DPRD Inhil dari Dapil 6

pialaTembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara KPU Inhil, Nama-Nama Caleg yang diperkirakan akan duduk di DPRD Inhil dari Dapil 6 yaitu;

1. Mansun, PKB dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.542 Total 13.445
2. Mu’ammar, PKB dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.700 Total 13.445
3. Abdurrahman, PKS dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.555 Total 4.867
4. M Kausar, PDIP dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.460 Total 5.854
5. Razali, Golkar dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.972 Total 7.884
6. Muhammad Wahyudin, Gerindra dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.208 Total 6.046
7. Muhammad Sabit, Demokrat dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.429 Total 7.050
8. Sulaiman MZ, PAN dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.622 Total 9.540
9. Andi Rusli, PPP dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.336 Total 8.139
10. Siti Bunga Tang, PBB dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.474 Total 5.445. (dro)




Inilah Caleg DPRD Inhil dari Dapil 5

juara1Tembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara KPU Inhil, Nama-Nama Caleg yang diperkirakan akan duduk di DPRD Inhil dari Dapil 5 yaitu;

1. Taufik Hidayat, Nasdem, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.199 Total 6.700
2. Herwanissitas, PKB, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.986 Total 5.912
3. Samino, PDIP, dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.025 Total 6.477
4. Edi Haryanto, Golkar, dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.551 Total 10.345
5. M Yusuf Said, Golkar, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.604 Total 10.345
6. Hasmawi, Demokrat, dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.780 Total 4.337
7. Muhammad Amin, PPP, dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.148 Total 4.609. (dro)




Inilah Caleg DPRD Inhil dari Dapil 4

winningTembilahan (detikriau.org) — Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara KPU Inhil, Nama-Nama Caleg yang diperkirakan akan duduk di DPRD Inhil dari Dapil 4 yaitu;

1. Musmulyadi, Nasdem, dengan perolehan suara pribadi sebesar 1.638 Total 3.827
2. Edi Gunawan, PKB, dengan perolehan suara pribadi sebesar 3.688 Total 5.718
3. Surya Lesmana, PDIP, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.293 Total 4.693
4. Yuliantini, Golkar, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.397 Total 6.462
5. Adi Candra, PPP, dengan perolehan suara pribadi sebesar 2.465 Total 5.294 (dro)




Caleg dengan Skor Tertinggi Per Parpol untuk DPRD Inhil

sang juaraTembilahan (detikriau.org)- Caleg peraih suara tertinggi disetiap parpol untuk DPRD Inhil berdasarkan rekapitulasi perolehan suara pileg 2014 yakni

Dapil I (satu)
Nasdem, suara caleg tertinggi H. Zulbahri, SH dengan 1.100 suara
PKB, suara caleg tertinggi Dani M. Nursalam, S.Pi dengan 6.105 suara
PKS, suara caleg tertinggi Sumardi, S. Ag dengan 3.153 suara
PDIP, suara tertinggi H Maryanto dengan 3.601 suara
Golkar, suara caleg tertinggi Ir. AMD Junaidi AN, M.Si dengan 2.781 suara
Gerindra, suara caleg tertinggi H. Mohd Sulo Lipu, SP.MH dengan 4.813 suara
Demokrat, suara caleg tertinggi Muslimin dengan 1.523 suara
PAN, suara caleg tertinggi H. Adriyanto dengan 4.327 suara
PPP, suara tertinggi Ir. H Sahruddin, MM dengan 1.995 suara
Hanura, suara caleg tertinggi H. Gusti Deseriansyah dengan 2.796 suara
PBB, suara caleg tertinggi Asnawi SE dengan 5.661 suara
PKPI, suara caleg tertinggi H. Abu Samah dengan 1.467 suara
Dapil II (Dua)
Nasdem, suara tertinggi H. Said Sunardi 1.646 suara
PKB, suara tertinggi Fadli 2.299 suara
PKS, suara tertinggi Yuslizar, SP 700 suara
PDIP, suara tertinggi Bambang Irawan 1.023 suara
Golkar, suara tertinggi H. Ferryandi ST MM 4.754 suara
Gerindra, suara tertinggi Hendriyanto 303 suara
Demokrat, suara tertinggi H. Bakri Anwar SH 2.209 suara
PAN, suara tertinggi Ahmad Jais S.Ag 981 suara
PPP, suara tertinggi Malian Sp MMa 1.186 suara
Hanura, suara tertinggi Tina Triana 873 suara
PBB, suara tertinggi Muhammad Sahlani 610 suara
PKPI, suara tertinggi Zacki Hasan Al Indragiri 374 suara
Dapil III (Tiga)
Nasdem, caleg tertinggi Said Adnan 1.209
PKB, caleg tertinggi H. Awandi AMa 2.569
PKS, caleg tertinggi Muhammad Alwi 645
PDIP, caleg tertinggi Wisnaria 1.259
Golkar, caleg tertinggi Hj. Okta Hasanatan SAg 177
Gerindra, caleg tertinggi Asmadi 2.349
Demokrat, caleg tertinggi Alfian 1.910
PAN, caleg tertinggi Tarmizi SE 2.026
PPP, caleg tertinggi H. Usman SPdi M.Ag 800
Hanura, caleg tertinggi Mansyur Spd 115
PBB, caleg tertinggi Drs H. Rasyidi Hamzah 348
PKPI, caleg tertinggi Badrun 889
Dapil IV (Empat)
Nasdem, caleg tertinggi Musliadi Ss 1.638
PKB, caleg tertinggi Edi Gunawan SE 3.688
PKS, caleg tertinggi Zulkarnain 734
PDIP, caleg tertinggi Surya Lesmana SE 2.293
Golkar, caleg tertinggi Yuliantini Sos 2.397
Gerindra, caleg tertinggi Usman 1.114
Demokrat, caleg tertinggi Nurjaya 993
PAN, caleg tertinggi Uca Sumantraz Sos 1.975
PPP, caleg tertinggi Adi Candra SE 2.465
Hanura, caleg tertinggi ST. Musrinal 115
PBB, caleg tertinggi Dasiman 383
PKPI, caleg tertinggi Suhaimi 443
Dapil V (Lima)
Nasdem, caleg tertinggi Taufik Hidayat SH 2.199
PKB, caleg tertinggi Herwanissitas 2.986
PKS, caleg tertinggi Muhamad Asikin Sos 168
PDIP, caleg tertinggi Samino 3.025
Golkar, caleg tertinggi Edi Haryanto 3.551
Gerindra, caleg tertinggi Teguh Satriawan Leo SH 1.174
Demokrat, caleg tertinggi H. Hasmawi S.ag MM 1.780
PAN, caleg tertinggi Surahman 344
PPP, caleg tertinggi Muhammad Amin 1.148
Hanura, caleg tertinggi Nia Susanti 266
PBB, caleg tertinggi Ir Maola Idrus 1.242
PKPI, caleg tertinggi Zulrahmadi. Z 123
Dapil VI (Enam)
Nasdem, caleg tertinggi Romiharjo ST 915
PKB, caleg tertinggi Mu’ammar 3.700
PKS, caleg tertinggi Abdurrahman 1.555
PDIP, caleg tertinggi M. Kausar 1.460
Golkar, caleg tertinggi Razali S.Ag MSi 1.972
Gerindra, caleg tertinggi Mohammad Wahyuddin 1.208
Demokrat, caleg tertinggi Muhamad Sabit SH 3.429
PAN, caleg tertinggi Silaiman Mz SE 2.622
PPP, caleg tertinggi Andi Rusli 2.336
Hanura, caleg tertinggi Randika Alimudin ST 1.728
PBB, caleg tertinggi Hj. Siti Bunga Tang 2.474
PKPI, caleg tertinggi Drs M. Akil 131.
(Ahmad Tarmizi)




Zulaikhah Wardan Buka Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

hiv-aidsTembilahan(detikriau.org) – Kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa. Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi dikalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan saat membuka kegiatan sosialisasi penyakit HIV/AIDS dan penyakit sosial lainnya yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Tembilahan.
“Sejak Juni 2007, 42% dari kasus AIDS yang dilaporkan ditularkan melalui hubungan heteroseksual dan 53% melalui penggunaan obat terlarang,” sebut Zulaikhah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Inhil ini.
Sambung Istri Bupati Inhil ini, berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Inhil, hingga akhir November 2013, telah terjadi 77 kasus HIV/AIDS di Inhil.
“Kesemua kasus tersebut mencakup berbagai kalangan, mulai dari Ibu Rumah Tangga, Waria, Wiraswasta, PNS, bahkan anak-anak. Tercatat 20 penderita sudah meninggal dunia akibat virus HIV/AIDS,” terangnya.
Penyakit sosial lainnya setiap saat terus bertambah akibat aktivitas penggunaan obat-obatan terlarang dan hubungan seksual yang tidak sehat dan melanggar norma agama dan norma hukum.
“Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan, dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk menanggulangi, minimal memperkecil angka penularan HIV/AIDS dimasyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Salmah SSos menyatakan bahwa bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta perilaku yang lebih baik ditengah-tengah masyarakat.
“Dengan ini kita harapakan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya HIV/AIDS dan juga membudayakan perilaku yang bertanggungjawab sehingga bisa mencegah penularan penyakit yang mematikan ini,” papar Kasi Pemberdayaan Sosial Masyarakat Dinsos Inhil ini.
(Adv/ Ahmad Tarmizi)