Pertandingan voly ball O2SN berlangsung meriah

volly ballTembilahan (detikriau.org) – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang dibuka oleh Bupati Inhil HM Wardan dilapangan Gajah Mada Kabupaten Inhil beberapa waktu yang lalu dengan mempertandingkan beragam jenis olahraga mulai dari lomba Catur, Voly Ball, karate, futsal, bulu tangkis, sepak takrau dan banyak lagi yang lainnya berlangsung dengan baik dan meriah.

Salah satunya pada pertandingan voly ball antara siswi SD Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) melawan SD Kecamatan Batang Tuaka yang berlangsung dihalaman sekolah dasar (SD) 004 Tembilahan.
“Kami kalah pak tapi seru pertandingannya dan kalau boleh main lagi kami semua mau main lagi”, Ujar Riska salah satu perwakilan dari SD 007 Teluk Sungka Kecamatan GAS kepadadetikriau.org seusai pertandingan
Sementara itu, Fika, salah satu guru pembimbing dari Kecamatan Gas tersebut menyatakan bahwa pertandingan tersebut selain melatih siswa-siswinya dalam berolahraga, juga melatih mental anak-anak didik untuk bertanding kedaerah yang masih asing bagi mereka
” Walaupun kita kalah tapi setidaknya kita bisa melatih keberanian mereka (siswi-siswi red) untuk beradaptasi dengan kawasan yang berbeda”. Sampaikannya
Dari pantauan detikriau.org, acara tersebut juga banyak terlihat para jajaran guru beserta anak didiknya yang memakai kostum olahraga dari berbagai perwakilan, selain itu para orangtua siswi dan masyarakat setempat juga turut menyaksikan berlansungnya pertandingan yang dimenangkan oleh SD dari Kecamatan Batang Tuaka tersebut. (Ahmad Tarmizi)




Dana Kampanye Partai di Pemilu 2014 Tembus Rp3,1 Triliun

“Gerindra tercatat menghabiskan dana kampanye terbesar”

242250_dana-kampanye_663_382Jakarta — Seluruh partai politik peserta pemilu sudah menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kepada Komisi Pemilihan Umum, 24 April 2014. Total dana yang mereka habiskan untuk menarik dukungan masyarakat mencapai Rp3,1 triliun.
Gerindra dan Nasdem tercatat sebagai partai pertama yang melaporkan dana kampanye. Dua partai ini menyerahkan berkas pada 23 April 2014. Satu hari setelah itu, sepuluh partai politik lain secara bergantian menyerahkan segala catatan, berkas, atau dokumen terkait keuangan mereka ke KPU.
Data-data tersebut memperlihatkan, Gerindra menempati urutan teratas sebagai partai yang menghabiskan dana kampanye terbesar, Rp435 miliar. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan jumlah dana kampanye Rp404,73 miliar. Selanjutnya Golkar berada di tempat ketiga dengan angka mencapai Rp402 miliar.
Partai Bulan Bintang (PBB) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tercatat sebagai partai dengan dana kampanye terkecil, masing-masing yakni Rp71,3 miliar dan Rp52,9 miliar.
Sebelumnya, KPU mengingatkan parpol agar tidak terlambat menyerahkan laporan dana kampanye sesuai batas waktu yang sudah ditetapkan, yaitu 24 April 2014 pukul 18.00 WIB. Sebab apabila melanggar, maka keterpilihan mereka akan dibatalkan.
Sanksi atau ancaman tersebut sesuai perintah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, dan Peraturan KPU Nomor 17 tahun 2013 tentang Pelaporan Dana Kampanye Peserta Pemilu Legislatif.

Berikut daftar laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye partai politik di tingkat pusat ke KPU:
Partai Nasdem
Total penerimaan Rp277.615.341.328 (termasuk barang dan jasa)
Total pengeluaran Rp277.461.232.504
Partai Gerindra
Total penerimaan Rp435 miliar
Total pengeluaran Rp434,945 miliar
PKS
Total penerimaan Rp122 miliar
Total pengeluaran Rp 121 miliar
PDIP
Total penerimaan Rp395 miliar
Total pengeluaran Rp404.730.519.590
PKB
Total penerimaan Rp244 miliar
Total pengeluaran Rp244 miliar
PAN
Total penerimaan Rp271,9 miliar
Total pengeluaran Rp 271,9 miliar
PKPI
Total penerimaan Rp 52,9 miliar

PBB

Total dana kampanye Rp 71,3 miliar

Partai Hanura

Total penerimaan Rp374 miliar
Total pengeluaran Rp 365,7 miliar
Partai Demokrat
Total penerimaan Rp309 miliar
Total pengeluaran Rp 307 miliar
Partai Golkar
Total penerimaan Rp402 miliar
Total pengeluaran Rp402 miliar

PPP

Total penerimaan Rp157 miliar
Total pengeluaran Rp 157 miliar

 (Viva.co.id)



Pemkab Inhil Gelar Musyawarah RPJMD 2014-2018

Bupati saat menyampaikan sambutan pada RPJMD. Foto: Way, humas Pemkab Inhil
Bupati saat menyampaikan sambutan pada RPJMD. Foto: Way, humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RPJMD tahun 2014-2018 di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Kamis (25/4).

Musrembang RPJMD, menurut Kepala Bandan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil, H Tengku Juhardi merupakan penjabaran visi dan misi kepala daerah selama beberapa tahun mendatang.
“RPJMD ini juga merupakan dokumen pembangunan daerah. Sehingga bermanfaat menyatukan visi dan misi pembangunan yang sudah diprogramkan Bupati,” ujar Tejo, sapaan akrab Tengku Juhardi.
Dikatakan Bupati dalam amarannya, musrembang merupakan poin penting untuk menentukan arah kebijakan Pemerintah Daerah selama lima tahun kedepan.
Maka dari itu ia mengajak kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk memberikan sumbang saran dan masukan. Sehingga RPJMD yang disusun benar-benar terarah dan bermanfaat besar bagi masyarakat.
Dengan spirit baru Bupati optimis RPJMD yang dibuat akam mampu meningkatkan daya dukung masyarakat pada bidang pembangunan. Proaktif masyarakat dalam memberikan masukan sudah pasti akan terlihat nyata pada out-put pembangunan itu sendiri.
“Program yang kami buat semua demi kepentingan umum dan untuk mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat dari kota hingga sampai kepelosok desa,” Kata Bupati. (dro/adv)




Kemarau, Panen Padi di Kempas Anjlok diatas 30 Persen

Petani padi di Kecamatan Kempas, Dahlan Sujana memperlihatkan hasil panennya yang merosot
Petani padi di Kecamatan Kempas, Dahlan Sujana memperlihatkan hasil panennya yang merosot

Tembilahan (detikriau.org) –Hasil panen petani padi di Kecamatan Kempas mengalami penurunan drastis. Penurunan produksi diatas 30 persen ini dinilai mereka lebih disebabkan imbas terjadinya kemarau panjang diawal musim tanam beberapa waktu yang lalu.

“Hasil panen kami mengalami penurunan. mungkin ini diakibatkan kemarau panjang saat awal musim tanam kemaren,” Akui Dahlan Sujana salah seorang petani di Kecamatan Kempas. Kamis (24/4/2014)
Dikatakan Dahlan, produksi padi disawahnya mengalami penurunan yang cukup tajam. produksi gabah kering rata-rata 3,5 Ton perhektar disaat normal, panen kali ini hanya diperoleh sebanyak 2 – 2,5 ton gabah kering/ha. ‘Pastinya keuntungan akan merosot jauh. hasil panen anjlok ditambah lagi besarnya biaya tambahan untuk kebutuhan pengairan disaat musim kemarau yang lalu,” Tambah Dahlan.
Petani Kempas lainnya, Oyong berharap hal ini dapat menjadi perhatian pemerintah terutama dengan lebih menggiatkan tugas PPL dalam memberikan tambahan ilmu kepada petani untuk menghindari kejadian serupa dimasa tanam yang akan datang.
“Penyediaan mesin pompa dan sumur resapan mungkin juga perlu menjadi perhatian pemerintah untuk mengurangi efek kejadian serupa,” Saran oyong. (dro)




HM Wardan: Jika tidak Tercantum dalam Dokumen, Program Tidak Bisa Lagi Dianggarkan dalam APBD

IMG-20140424-02272Tembilahan(detikriau.org)- Untuk bisa dianggarakan dalam APBD Inhil, program kegiatan sebelumnya harus tercantum dalam dokumen rencana pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya pada pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2014 yang dilaksanakan di Gedung Engku Kelana Tembilahan. “Jika program kegiatan tersebut tidak tercantum dalam dokumen rencana baik RPJMD, Renstra SKPD maupun RKPD dan Renja SKPD maka tidak bisa dianggarkan dalam APBD,” terang HM Wardan dihadapan ratusan peserta Musrenbang RPJMD. Kamis (24/4/14) Tembilahan.
Pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati, Unsur Muspida, perwakilan Kepala Bappeda Provinsi, Sekda Inhil, Anggota DPRD, perwakilan Bupati Tanjung Jabung, Kepala Dinas, SKPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Inhil.
Pada kesempatan itu HM Wardan juga menyebutkan bahwa dokumen rencana pembangunan melalui mekanisme yang panjang mulai dari musrenbang tingkat desa hingga tingkat pusat. “Dokumen rencana pembangunan tersebut disusun melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dimulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional,” tandasnya.(Ahmad Tarmizi/Adv)




Dana Kesra Baru Bisa Dibayarkan Untuk guru di 5 Kecamatan

kesraTembilahan (detikriau.org) — Pembayaran Tunjangan Kesra guru termasuk Honor Guru Bantu akan dilakukan melalui system tranfer rekening. namun hingga hari ini, dari 20 Kecamatan di Inhil, baru guru di 5 Kecamatan yang menyerahkan nomor rekening.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D kepada detikriau.org saat ditemui diruang kerjanya, kemaren. Dijelaskan Helmi, Secara teknis, pembayaran tunjangan kesra termasuk honor bagi guru bantu langsung ditranferkan oleh Bank yang ditunjuk (BNI. red) ke nomor rekening masing-masing guru.
Namun hingga saat ini sebahagian besar guru belum menyerahkan nomor rekening. dari 20 Kecamatan di Inhil, baru guru di Kecamatan kateman, Keritang, Pulau Burung, Tembilahan dan Tembilahan Hulu yang sudah memberikan nomor rekening dimaksud.
“Pastinya dana itu baru bisa ditranfer kepada guru yang sudah menyerahkan nomor rekening. yang belum harusnya segera menyerahkan ” kata Helmi.
Pembayaran melalu tranfer rekening ini menurut Helmi memiliki beberapa keuntungan. diantaranya, para tenaga pendidik tidak perlu lagi harus mengantri berjam-jam di kantor Disdik Inhil. Untuk guru di daerah, juga tidak lagi harus meninggalkan tugas wajibnya hanya dengan alasan mencairankan tunjangan kesra. Keuntungan lainnya, evisiensi anggaran dan faktor keamanan.
Dulu Helmi juga mengaku kerap mendengar keluhan guru akan adanya potongan setiap kali pencairan dana kesra dan honor guru bantu. dengan cara tranfer langsung, hal ini diyakini dapat dihindari karena Dinas tidak lagi terlibat secara langsung. Pembayaran ditranfer langsung oleh pihak Bank ke rekening masing-masing guru.
“Yang jelas Dinas tidak lagi seperti pasar pagi akibat banyaknya antrian guru,” Canda Helmi
Untuk guru bantu, menurut Helmi dananya sudah ditranfer ke rekening Kasda, setelah disiapkan perbup, dana kemudian ditranfer ke rekening giro Dinas dan juga sudah siap ditranfer ke rekening masing-masing guru bantu.
Untuk daerah yang belum memiliki kantor cabang Bank BNI, ia berharap jangan dijadikan alasan untuk meninggalkan tugas. pengambilan dana bisa dilakukan melalui Bank yang memiliki fasilitas ATM terdekat. “Kalau melalui ATM, hari minggu juga bisa diambil. jadi tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan tugas,” Kembali diingatkan Helmi.(dro)